Sabtu, 18 Juni 2011

Egokah Aku Part 1

Egokah Aku –part 1-

Pemuda itu berkutat dengan laptopnya, profesinya saat ini benar2 membutuhkan keseriusan.

TOK TOK TOK

Seseorang yang ‘mengganggu’-menurut Rio- mengetuk pintu dengan keras, seakan sebenarnya ogah melaksanakan tugasnya kali ini .

“masukk !” suruh Rio malas sambil tetap mengetik dan mengetik pekerjaanya.

“permisi pak !” kata OB itu sambil membawa nampan yang ada Kopinya.

Hey , tunggu, Rio mengenali suara itu, seseorang yang memanggilnya seenaknya, seseorang yang baru setengah jam yang lalu membuat mood nya berantakan.

Rio mendongak kearah gadis itu, dan benar saja , dia gadis yang tadi membuat bajunya kotor karena air pel.

“kamu ??” Rio sedikit kaget melihat Ify.

“kamu ???” Ifypun juga kaget melihat Rio.

“kamu ngapain disini ????” Tanya mereka berbarengan dengan pertanyaan yang amat sangat bodoh, dan masih dengan wajah yang kaget (kenapa jadi kaget2an gini sih ???)

“ya saya kerja , kamu ngapain ???” jawab mereka berdua berbarengan lagi. Padahal jelas2Ify tadi udah disuruh manggil tuan tapi tetep aja masih manggil pake kata ‘kamu’

Mereka berdua menghela nafas berbarengan(juga ?)

“oke, saya duluan yang ngomong!” kata mereka masih tetep bareng aja (jodoh kali!)

“okey, okey saya duluan ! kamu ngapain disini ??” tanya Rio sinis.

“kan saya udah bilang saya kerja, lah kamu ngapain ??” Ify rada nyolot

“loh , kamu ga denger saya bilang tadi saya kerja disini, lagian dari tadi pagi juga saya udah
pake kemeja,” Rio malah balik nyolot.

“lah , saya juga dari tadi pagi udah pake seragam OB, malah masih nanya aja .” Ify ngebalas lagi.

“kan kamu duluan yang nanya !”

“ngga , tadi kita ngomongnya barengan,” lah kok jadi adu bacot gini sih.

“yaudah sini kopinya!! Males saya ngeladenin kamu .” kat Rio merebut kopi dari nampan yang Ify pegang.

“huh,” Ify manyun sambil ngeliatin Rio.

“kamu ga kenal saya??” Tanya Ify.

“apa ?? kenal sama kamu, mimpi!!” Rio meremehkan.

“tapi saya temen sekelas kamu .”

“terus??”

“kalo sesama temen itu harus saling kenal ,” ceramah Ify.

“so, penting saya harus kenal kamu !!”

“penting lah !! saya temennya Shilla !” tegasnya dengan sedikit menyindir.

Rio tersentak.

“yaudah, mau temennya kek, babunya kek, emang saya peduli ?”

“maaf kalo saya lancang, tapi kamu itu kalo ngomong sopan dikit dong jangan mentang2 saya bawahan kamu, kamu marah2 sama saya , ngomong tuh ya dijaga toh!”

“jadi maksud kamu saya ga sopan ??”

Ify mengagguk mantap dengan wajah polosnya.

“Terserah deh kamu Mau ngomong apa , saya ga punya waktu buat berantem sama orang ga penting kayak kamu , sana pergi !!” usir Rio.

Ify malah manyun.

“tapi kamu harus kenal saya !!”

“emangnya kenapa ?? kamu suka sama saya ??” tebak Rio asal.

DAG (bunyi apa tuh ! aneh !)
Ify yang mendengar perkataan Rio barusan langsung merah mukanya, kenapa ya ??

“kenapa muka kamu ?“ tanya Rio mengerutkan kening.

Ify malah tambah merah mukanya. Gatau kenapa , (penulis sih tau !! :P)

“oww, saya tau , kamu suka kan sama saya ??” ledek Rio yang semakin membuat wajah Ify
merah .

“e .. engga ko , sa .. saya permisi dulu ,” Ify langsung berlari keluar ruangan dan entah menghilang kemana.

Rio malah senyam-senyum gaje.

Hey , mengapa dia ini ?? biasanya sikapmya dingin dan jutek, mengapa tadi , dia bisa bicara sepanjang itu, bisa meladeni orang yang tidak penting, bisa meledek gadis itu, bisa … bisa tertawa saat ini , rio geleng2 kepala memikirkan sifatnya tadi dan kembali berkutat dengan laptopnya lagi.

Dan entah mengapa , wajah Ify tak lepas dari bayangnya.
#####
Warna merah masih menghiasi wajahnya . Ify, merutuki dirinya sendiri , ah , kenapa tadi saya mau dia kenal saya , toh memang kita ga saling kenal kan ? batinnya kesal.

Tiba2 seseorang yang tergesa-gesa disana membuyarkan pikirannya.

“mba, tolong saya mba , plissss!!” pintanya tiba2.

“tolong apa ?”

“saya dikira maling mba, dan saya dikejar2 sama satpam dan warga disana ,” katanya sambil menunjuk kearah beberapa orang yang berlari2 namun tak sedang melihatnya.

Ify melihat orang2 itu. Tanpa pikir panjang dia langsung menyuruh laki2 mengumpat di balik semak2 tinggi itu. (nb: Ify lagi ada di taman deket ‘Haling Advertising’)

“cepet sana ngumpet , sebelum ketahuan!!” tanpa basa basi lelaki tadi langsung mengumpat di balik semak2.

Tiba2 beberapa warga menghampiri Ify yang sedang –berakting- duduk ditaman,

“mba , liat laki2 yang lari2 kesini gak ??” tanya salah satu warga di kerumunan itu.

“hah , ngga pak, saya dari tadi ga liat , mungkin ga lari kesini ,” jawab Ify bohong.

“mungkin juga, yaudah yuk , kita cari lagi tu anak” kata salah satu bapak disitu.

“mari mba .” Ify hanya tersenyum paksa .

Setelah semuanya dipastikan menghilang dari pandangan , lelaki itu langsung menghampiri Ify.

“makasih ya, mba udah bantuin saya .”

“iya, mang lo beneran ga nyuri ??” taya Ify curiga.

“demi Tuhan mba, saya aja ga tau, tiba2 ada yang ngasih dompet ke saya dan kabur gitu aja , eh tau2nya saya langsung dikejar sama warga2 itu.” Jelas pemuda itu.

Ify ber-O ria.

Hening sesaat .

“nama lo siapa ??” tanya Ify.

“oh, kenalin saya Gabriel , kamu ??” Gabriel menjulurkan tangannya.

“Ify, “ ify membalas juluran tangan Iel.

“saya …” ucapan Gabriel dipotong Ify.

“aduh, ini jaman 2011, ngomong ko masih pake aku kamu (lah tadi sama Oik sama Rio juga),
mendingan pake gue-elo aja , lebih santai gitu..”

Gabriel mengerti dan mengangguk.

“lo tinggal dimana ??” tanya Ify.

“gue .. kayaknya lo ga perlu tau , Fy, dan kayaknya gue harus pergi sekarang, lo kan udah tau gimana gue , jadi tanpa gue jawab pun lo udah tau gue tinggal dimana ,”

“tapi gue ga peduli lo kayak gimana , lo juga ga liat apa ? gue pake seragam ini ???” katanya menunjuk baju OB nya .

“gue mau jadi temen lo !” ujar Ify tersenyum.

Gabriel menoleh dan menggeleng.

“saya ga pantes temenan sama kamu, saya ini Cuma pedagang asongan yang hidup dijalanan , nanti apa kata orang kalau kamu temenan sama saya. “ Gabriel kembali bicara pake aku-kamu.

“hey, kenapa ?? apa hak mereka ngelarang gue buat temenan sama lo , karena kita sama, kita sama2 miskin , Yel.” Kata Ify menatap Gabriel dengan tatapan harap2 cemas gitu.

“lo baik !” Gabriel tersenyum pada Ify.

“Ify gitu loh , oiya , lo kelas berapa sekarang ?”

“harusnya kelas XII tapi habis lulus SMP gue putus sekolah karena bapak gue ga punya biaya buat lanjut ke SMA.”

“berarti kita seumuran ya , yaudah sekarang kita temen , oke ??” Ify menjulurkan kelingkingnya.

Gabriel menautkan kelingkingnya dengan kelingking Ify da tersenyum manis .

“hmm, kayaknya gue harus pergi , Fy, gue harus jualan lagi, sampai ketemu lagi, daaahh ..” Gabriel mulai menjauh dari Ify, dan sosoknya hilang entah kemana , tenggelam dalam Ribuan orang dikota Jakarta ini mungkin,,
#####
Hari ini sekolah mulai masuk, setelah seminggu kemarin libur karena ada tour para guru,.

Ify duduk dibangkunya di sebelah Shilla, dia lagi galau nih .

‘cerita gak ya , cerita gak yah !!’ batinnya galau.

“lo kenapa, Fy ??” tanya Shilla bingung melihat gerak-gerik Ify.

Ify memutuskan untuk bercerita.

“emm, itu !” Ify menunjuk Rio yang sedang diam baca buku dan mendengarkan I-Podnya di pojok kelas.

“kenapa Rio ?”

“ternyata gue satu kantor sama dia, Shill!!” terangnya.

“ow, terus?”

“mm, ga , Cuma ngasih tau aja .” Ify kembali diam .

Shilla sebenernya bodo amat, tapi kenapa masih kepikiran juga ya .

“Shill, gue ke perpus dulu ya, mau tidur, hehe .”

“huh, mentang2 udah pinter, seenaknya,”

“hehe, yaudah gue ke perpus dulu ya, bye .” Ify melangkah pergi ke perpus tepat saat Rio juga akan keluar kelas dengan tujuan yang sama yaitu PERPUSTAKAAN.

Dalam beberapa detik mereka terdiam karena sama2 memegang kenop pintu.
Rio langsung melepas pegangannya yang menumpu pada tangan Ify, membiarkan Ify
membuka pintunya duluan, tapi Ify malah diam ga bereaksi.

Rio menghela nafas kesal, lalu memegang kenop pintu itu, ga perduli sama tangan Ify yang masih digenggamannya.

Pintu itu terbuka dan Rio langsung pergi dari sana tanpa mengucap sepatah katapun.
Itulah Rio , semua tidak aneh dengan sifatnya yang diam itu.

Shilla melihat adegan itu. Ada rasa sakit yang menggerogoti hatinya, memakan , menggigit, dan entah apa lagi yang bisa menggambarkan hatinya saat ini, sakittt ..

Ify langsung pergi dari sana , masih tetap akan tidur juga di perpustakaan.
#####
Setelah menemukan tempat yang pas untuk tidur, Ify langsung menaruh kedua tangannya diatas meja, dan meletakkan kepalanya diatas kedua tangannya itu.

Rio yag sedang memilih2 buku , tersita perhatiaannya saat melihat Ify tidur.Tak ada ekspresi tergambar dari wajah Rio, Datar .. datar .. berubah perlahan .. dan ia tersenyum simpul melihatnya. Ketika sebuah ide jail terlintas di pikirannya. Ia mengambil sesuatu dari kantongnya dan ..

Dapat ..

Rio langsung kembali ke kekelas setelah menyadari bel yang sudah berbunyi 2 menit lalu.
######
Ify terbangun menydari sudah satu jam pelajaran dia habiskan untuk tidur di perpus.
Ia segera kembali kekelasnya saat melihat di jendela kelasnya yang bergorden itu tidak ada guru.

Ify masuk tanpa permisi , kelas yang tadinya tenang tetap tenang(??) tiba2 Cakka triak,
“ini dia nih si anak ranking satu, kerjanya tidur mulu ,,, hooooo !!!! “ soraknya diikuti anak yang lainnya. Niat Cakka sih Cuma bercanda.


“iihh CAKKKKAAA!!!” teriaknya membuat seluruh isi kelas menutup kuping, Cakka langsung berlari keliling2 isi kelas melihat Ify yang mengejarnya.

Rio hanya diam melihat kejadian itu. Tapi siapa yang tau ?? hatinya kini tersenyum, meskipun miris, kejadian itu .. Kejadian yang mungkin tak akan pernah ia rasakan.

“awas lo cakk !!” Ify memasang wajah kekinya sambil manyun.

“jangan manyun , ntar mulutnya jatoh loh, haha ..” tawa Cakka menggema di kelas itu, diikuti juga oleh tawa anak2 lain.

“tapi gapapa deh, Fy. Lo harus bayakin makan ama tidur biar gemuk , jangan kurus kayak lidi , haha …” ledeknya lagi.

“issshh, ngeselin, liat aja lo nanti istirahat.” Ify memilih kembali ketempat duduknya setelah melihat guru mereka sudah menuju kekelas.

Rio tersenyum miris, berharap ia akan bisa seperti itu bersama Ify, entah mengapa, gadis yang baru dikenalnya beberapa hari lalu, sudah mampu mencuri perhatiannya , membuatnya ingin slalu mengintai Ify.
#####
Istirahat

@cafetaria DB

‘awas lo Cakk, ini saatnya pembalasan’ batin Ify gondok melihat Cakka yang sedang makan bertiga dengan Alvin dan Rio.

Ify membuka sepatu sebelahnya. Dia mengambil ancang2 dan dengan sengaja dilempar kearah Cakka.

BUUUKK

Pembaca, berikan tepuk tangan untuk Ify, lemparannya tepat mengenai sasaran.

“adooowww, sakittt!!!” Ringis Cakka sambil teriak. Semua melihat kearah Cakka. Alvin udah cekikikan kayak orang gila. Sementara Rio malah mengerutkan kening.

Ify terkikik sampai sakit perut, puas melihat rencananya berhasil.

“sepatu siapa sih nie ! bikin sial aja .” Cakka memperhatikan sepatu itu, ditengah anak2 yang tertawa melihatnya. Dahinya yang sedikit Benjol (???) karena lemparan sepatu tadi.

Ify berniat melemparkan sepatu yang satunya lagi , dannnn ….

MAMPUUSS!! Salah sasaran !! beri sorakan untuk Ify para pembaca.

Semua membulatkan mulutnya, kaget. Terlebih Ify. Mungkin dia bisa dipecat abis ini,

Rio menatap Ify marah, sama seperti waktu Ify menyiramnya. Namun hanya ada sedikit kata yang terlontar dari mulutnya.

“AH, SHYIT!!”

Ify menghampiri Rio dengan takut2. Rio menatapnya penuh amarah, tapi malah gantian Cakka yang ketawa-ketawi.

“ma .. maaf tu …” sebelum melanjutkan kata2nya, Rio langsung menarik tangan Ify menjauh dari cafetaria.

Seseorang yang tak lain adalah Shilla, menatap mereka dengan … sebuah tatapan cemburu , apa maksudnya ??? bukankah itu sudah lama ?? mengapa Ia masih tetap seperti itu? Entahlah, hanya Shilla, Tuhan dan penulis yang tau , (hehe)

“lo .. lo tuh !!!” Rio malah nunjuk2 Ify, tapi mau marah juga ga jadi, lagi berusaha ngontrol emosinya sekarang.

“maaf tuan , saya ga sengaja,” Ify takut2 melihat Rio.

“jangan pernah panggil gue tuan , ngerti!!!” bentaknya.

“loh, bukannya ….” Ucapan Ify dipotong Rio.

“diem lo!! Ini yang kedua kalinya lo bikin gue malu didepan orang2!! Dan gue ga bakal maafin lo!!”

“ta .. tapi saya jangan dipecat ya , tuan ??? em , maaf, Rio …”

“whatever!” Rio berjalan membelakangi Ify dan berniat pergi dari sana, sebelum sebuah kalimat menghentikannya.

“Rio!! Kenapa sih kamu itu selalu diem kalo disekolah, kenapa kalo dikantor kamu bisa bicara panjang lebar, kenapa kalo didepan orang2 di sekolah kamu selalu dingin, kenapa kalo didepan saya kamu selalu marah, saya tau saya salah, tapi apa kamu ga bisa maafin saya, itu hal yang sepele kan ?? kenapa kamu ga pernah senyum,?? Kenapa kamu pakai topeng , Yo ???” tanya Ify bertubi2 membuat Rio ingin mencekiknya seketika itu juga, baru Ify yang berani bertanya rahasia itu padanya .

“jawab Tuan Mario yang terhormat!!” paksa Ify dengan tegas, dia siap, dia siap menerima amukan Rio. Dia hanya ingin tau mengapa selama ini Rio memakai topeng, dia tak pernah membuka jati dirinya yang asli, yang dulu sempat ditunjukannya hanya 3 minggu, yang entah mengapa tak pernah lagi terlihat, tersembunyi dibalik tirai hati bekunya itu,

Rio diam, hening , saat ini ia benar2 bisa membunuh Ify kalau tidak sadar, secara Ify benar2 membuatnya emosi.

“jawab !!!” Ify menghampiri Rio yang berada agak jauh darinya. Sekarang mereka berhadapan.

“you don’t need to know !!” ucapnya dingin . dan pergi menyenggol bahu Ify kencang, Ify hanya menatap punggungnya yang semakin menjauh itu . dengan sedikit rasa bersalah .

“saya sangat butuh jawaban kamu,” katanya yang membuat Rio berhenti sebentar lalu berjalan lagi.
#####
Pulang sekolah seperti biasa, Ify harus kekantor untuk kerja , inilah nasib kerja pas masih sekolah, lembur melulu, Ify tadi udah minta sepatunya sama Cakka, dan bilang kalau itu Cuma pembalasan aja, Cakka sih maklumin karena dia juga sering ngejailin orang, tapi Rio, mukanya masih dendam kalo ngeliat Ify, Ify bener2 risih diliat tajam kayak gitu.

@Haling Advertising
1.35 PM


TELOLELOLELOT (anggap aja bunyi telpon ya )

“halo .”

“iya .. oh oke ..”

“kopi dan bread cheese,”

“iya tuan, “

TUT .. TUT .. TUT

“huh, ga sopan maen tutup2 aja!” gerutu Oik sambil melihat gagang telponnya.

“kenapa, Ik?” Tanya Ify.

“engga, Fy , kamu disuruh nganter kopi sama roti keju ke ruangan Tuan Rio.” Terang Oik.

“lah , ko gue sih !!”

“gatau, tuan Rio suruhnya kamu yang nganter.”

Ify malah manyun, tapi …..

‘gapapa deh .. sekalian minta maaf ’ batinnya.

“yaudah sana buat dulu, aku mau ngepel koridor sebentar.,” kemudian Ify pergi dari sana.
######
Ify berjalan ke arah Official Manager , deg2an juga sih mau masuk kesana.

TOK TOK TOK

“masuk .”

“permisi tuan Rio, ini kopinya ..” Ify menaruh kopi dan rotinya.

Rio melirik Ify sebentar dengan acuh, lalu kembali berkutat pada laptopnya.

“tuan …” panggil Ify ragu2.

Rio melirik Ify, mengisyaratkan bahwa ia berkata ‘apa’ masih dengan sinis.

“sa .. saya minta maaf tuan ..”

Rio tak menjawab , malah berpaling lagi pada laptopnya.

“saya tau saya salah , saya juga udah pengen tau urusan orang lain, maka dari itu saya minta maaf sama tuan, tuan mau kan maafin saya ??” Ify masih tetap ngomong aja , padahal Rio udah nyuekin dia .

Rio masih diam tak menjawab sambil mengetik , meskipun konsentrasinya terbagi menjadi 2.

Ify jengkel juga dikacangin sama Rio , tapi dia masih coba sabar.

“oiya , tuan ngapain nyuruh saya yang nganter kopinya ??? jangan2 tuan suka ya sama saya !” ledek Ify masih mencoba membuat Rio memaafkannya. Tapi sepertinya dia salah ngomong. Rio menatapnya seakan berkata ‘kegeeran banget lo!!’, ify tau itu meskipun hanya melalui sebuah tatapan .

“tuan Rio, jadi tuan mau maafin saya ga ??? mau ya .. mau ya , pliss!! Tuan Rio ganteng deh ..” rayu Ify, meskipun ia merasa kayak ngomong sendiri.

Ify udah gondok banget karena lagi2 dia dicuekin .

BRAAAKKK

Saking kesalnya, dia memukul meja dengan kencang, membuat Rio yang sedang mengetik langsung menoleh kearah Ify dengan tatapan ‘apaapaan sih lo?’ lagi2 hanya melalui tatapan.

“HELLO TUAN MARIO!!! ANDA DENGAR SAYA TIDAK!! DARI TADI SAYA NGOMONG MALAH ANDA CUEKIN, MEMANGNYA ANDA KIRA SAYA INI POCONG YANG GA PERLU DITANGGAPIN, APA ANDA UDAH CONGEK (astagfirullah, ngomongnya ..) JADI GAK DENGER, SAYA UDAH MINTA MAAF, TAPI KENAPA SAYA MALAH DICUEKIN, SAYA TULUS MINTA MAAF TUAN MARIO, ANDA MENYEBALKAN SEKALI TAHU GAK!!” bentak Ify tepat didepan wajah Rio.

Meskipun kata2nya terkesan ga sopan, Rio tetep aja mau ketawa dengernya, tapi dia tetep JAIM dong, JAga IMage gitu loh ,

Rio malah terseyum miring.

“mau kamu saya gimana ??” tanya dengan cuek.

“saya mau tuan maafin saya ,” jawab Ify masih kesal.

“hmm, saya maafin, udah kan ???” katanya enteng.

“ga begitu cara memaafkan yang bener .” ceramah Ify.

“hh, gimana emangnya ??”

“gini !” Ify menjulurkan tangannya kearah Rio, “maafin saya ya tuan ??” kata Ify sambil tersenyum paksa. Ga maksa2 amat sih .

Rio meyatukan alisnya sambil menatapi tangan Ify yang terjulur kearahnya. Dan dengan ragu menyalaminya, tangan Ify dingin , meskipun tak sedingin hatinya, Rio tersenyum paksa juga, “iya,”

“oke, udah selesai, dadah tuan Mario,” Ify kissbye, meskipun norak, Rio tetep membalas kissbye Ify dengan tersenyum.

Ada yang aneh dalam dirinya kini, dia bukan lagi Rio yang terlalu dingin, bukan Rio yang tak pernah tersenyum, meskipun di sekolah, ia tetaplah Rio dengan sejuta rahasia, tapi ia punya sedikit terima kasih untuk Ify, ia telah mengembalikan senyum Rio yang sempat hilang , meskipun hanya senyuman miris.

-BERSAMBUNG-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar