Sabtu, 18 Juni 2011

Egokah Aku part 7

Egokah Aku-part 7-

Istirahat tiba. Tujuan Rio hanya satu. Bicara dengan Alvin.

Alvin berjalan santai keluar kelas sambil bersiul siul kecil. Diiringi Cakka yang dari tadi terus berceloteh tentang puisi tadi.

Alvin hanya mengangguk atau tersenyum saat Cakka menayakannya . selain lagi ga mood ngomong, dia juga ga punya jawaban yang pas buat pertanyaan2 Cakka itu.

Rio mengejar Alvin dan Cakka.

“Vin tunggu !!” teriak Rio. Alvin memberhentikan langkahnya mendengar seruan Rio. Cakka juga ikut berhenti.

Rio berada dihadapan Alvin yang masih saja menatapnya tanpa sedikitpun ada masalah.

“Vin …” panggilnya sekali lagi.

“ya ?” tanyanya biasa, baginya sudah cukup tadi saja menatap sinis dan remeh Rio.

“ikut gue …” ajak Rio. Alvin hanya mengangguk dan mengikuti Rio . sementara Cakka memutuskan ke kantin karena tidak ingin mencampuri.

@taman sekolah


Rio berjalan kearah danau dibelakang sekolah. Disana tenang dan damai. Sejuk dan asri. Karena memang jarang yang kesana, hanya untuk menenagkan diri, biasanya.

Alvin masih saja mengikuti Rio dengan santai.

“Vin ,, maaf ..” lirih Rio.

“apa ?” tanya Alvin bingung.

“maaf, buat yang dulu !” serunya masih lirih .

“ohh, gue udah maafin kok !” Alvin tersenyum namun lirih.

“gue ngerasa gue jahat banget dulu, gue mohon lo maafin gue .”

“gue udah bilangkan, gue dah maafin lo !!”

“gue tau lo masih sakit hati kan sama gue ???” tanya Rio tajam.

“mm, maybe ,,” jawab Alvin cuek, mungkin dia masih menanggapi ucapan Rio hanya bercanda.

“mungkin, berarti iya!” tegas Rio. Alvin menghela nafas, dan mulai berjalan ke depan tepat didepan danau. Rio berada cukup jauh dibelakangnya.

Tak ada satupun yang mungkin bisa
Terima kau seperti aku
Kumohon jangan .. salahkan aku lagi ..
Ini aku yang sebenarnya

Sebait lagu Alvin nyanyikan, tidak nyambung memang, tapi entah kenapa, dia ingin menyanyikannya.

“ada, ada satu hal yang perlu lo tau, Yo!! Ga semua yang lo pikir itu bener, jangan selalu anggap semua ini benar, iya, gue emang masih sakit hati sama lo, sangat sakit hati,,” jelas Alvin. Rio masih tak mengerti maksud Alvin.

“ma .. maksud lo ??” tanya Rio mengerutkan kening.

“kertas kalo ditusuk paku, pasti ada bekasnya kan ?? sama Yo, gue juga,, ucapan lo, dan bahkan tingkah lo sama Shilla didepan gue itu, bikin gue sakit.! Lo selalu menganggap cinta itu ga harus memiliki, kalo lo dan Shilla bersama itu wajar karna lo sama dia saling cinta,, iya, gue ngerti, gue selalu ngerti,,” jelas Alvin lagi, membuat Rio semakin ga ngerti (saya juga bingung jadinya, hehe)

“tapi saat hubungan lo sama dia harus putus ditengah jalan, lo Cuma bisa nyalahin Shilla, ga semua pikiran lo itu bener, Yo. Lo pikir, selama ini Shilla ga cape dengan sikap lo itu. Lo terlalu ……… egois !” ucap Alvin berbalik ke arah Rio.

“iya, iya, gue tau, gue tau gue amat sangat egois, tapi plis lo ngerti gue, Vin. Ga semua yang lo pikir tentang gue itu juga bener! Lo salah !”

“apa yang mesti dipermasalahkan coba??? Lo sama Shilla kayak bukan pacaran, lo marah lo lampiasin ke dia, lo jemput dia kalo lo lagi mood, lo sering usir dia kan kalo dia dateng kerumah lo karena lo lagi males, lo sering maksa dia dateng malem2 buat nemenin lo ngegitar, lo … lo selalu nampar dia kalo dia salah,,” jelas Alvin lagi, lirih.

Rio menatap Alvin, memang, semua itu memang benar, iya, dia memang amat egois, tapi ada satu yang tak Alvin tau tentang Rio. Hanya satu, kunci dari semua sikapnya itu.

“hmm, iya,, semuanya bener Vin. Guee .. emang egois! Sangat sangat egois, lo boleh nyalahin gue sepuas lo! oh, atau lo mau bunuh gue?? silahkan Vin, gue terima ..” lirih Rio. Sepertinya, tidak akan ada yang mengertinya saat ini.

Alvin tersenyum miring kearah Rio meskipun lirih. Dan menghampiri Rio.

“ga akan , Yo, apapun yang terjadi …” Alvin meninju pelan bahu Rio dan tersenyum.

“maafin gue , Vin !” lirih Rio lagi.

“sipp ! gue janji bakal lupain itu semua,, asal lo juga mau berubah ..”

“thanks bro !” tangan mereka bersalaman erat, layaknya seorang sahabat sejati.

Kenanglah sahabat … kita untuk selamanya ..

Rio dan Alvin bernyanyi berdua disana, sambil duduk memandang indahnya danau. Mata mereka berkaca-kaca. Seperti anak kecil yang akan ditinggal sahabatnya. Mereka memang bukan anak kecil, tapi mereka sahabat,, sebuah persahabatan yang erat,, semoga bukan kenagan saja nantinya.

“kita untuk slamanya ….” Alvin dan Rio menoleh. Terlihat Cakka yang sedang menyanyi sebaris lagu yang baru saja mereka berdua nyanyikan. Cakka tersenyum ,, tidak lirih, malah sangat amat manis. Matanya pun berkaca-kaca. Entah sebenarnya apa yang perlu dtangisinya sekarang.

Cakka berjalan menghampiri Alvin dan Rio.

“dasar lo berdua, bahagia ga ngajak2 ,,” sahut Cakka pura2 ngambek.

“haha ,, sori,, gue lupa ,,” Alvin tertawa lepas. Mungkin sehabis ini, persahabatan mereka akan semakin erat.

“nyanyi lagi yuk, oke ..” ajak Rio. Alvin dan Cakka mengangguk.

Kenanglah sahabat … kita untuk selamanya ..

Mereka bernyanyi,, tidak dikala senja,, ataupun di malam penuh bintang, namun mereka bernyanyi dengan tulus. Semoga persahabatan mereka abadi,, hingga nanti. Sampai mati.

Percayalah, persahabatan itu indah,saat kita mengerti, saat kita berani mengakuinya, dan menangislah, saat persahabatan itu, tidaknya telah pupus.
#####

Ify berjalan menyusuri koridor sekolah, tidak sabar hari ini akan ketemu Gabriel, Gabriel bilang dia akan menemui Ify di depan gerbang sekolahnya, Ify buru2 karena katanya Rio mau ke mall nanti dan mau ga mau dia harus ikut. Kalo Oik terpaksa pulang sendiri naik bajaj.

Ify berlari kala melihat Gabriel tengah mengobrol dengan satpam sekolah. Sepertinya Gabriel tidak diperbolehkan masuk.

“pak ?” panggil Ify , pak satpam itu tak menoleh.malah Gabriel yang menoleh dan tersenyum.

“ kenapa pa sama Iel ?” tanya Ify lagi.

Awalnya pak satpam itu ga ngerti sama apa yang Ify bilang, namun karena Ify menunjuk Gabriel jadi dia tau Ify nanya apa.

“ini neng , dia maksa masuk katanya mau nyuri!!!” Gabriel membelalakan matanya, tadi tuh dia bilang,’ada orang yang mau saya cari, pak !!’ bukan curi, salah sendiri bilangnya mau nyari orang,, Ielnya juga sih.

“dia mau ketemu sama saya pak !” kata Ify masih heran.

“hah?? Mau ketemu bapak ??” tanya pak satpam itu menunjuk dirinya sendiri.

“uhh, MAU-KETEMU-SAYA-TAU!!!” Ify teriak kearah pak satpam itu sambil menunjuk dirinya.

“apa?? Neng Ify gak tau?? Yaudah kalo gatau kenapa mesti bilang sama saya ??” tanya pak satpam itu gak nyambung.

Ify udah gondok banget nih sama pak satpam bolotnya itu. Bolotnya kebangetan.

Ify mengacak2 rambutnya saking kesalnya sama dia, Gabriel juga menepuk jidatnya. Lagian, kemana sih anak2 DB?? Kok ga pulang, kalo pulang kan Iel bisa masuk dengan gampang,, oh pasti pada lewat gerbang satunya lagi yang ada di belakang sekolah, yang juga dibuka, tapi resikonya mesti muter balik kalo yang rumahnya ga searah sama belakang sekolah itu.

Mungkin mendingan begitu daripada mesti ngadepin satpam yang bolotnya minta ampun, masalah bensin, ahh, mereka banyak duit ini!! Heran, kenapa satpam bolot kayak gini masih aja dipekerjakan. Merugikan banget..

Untung aja kalo pagi2, yang jaga bukan dia, mereka tukeran ,, pagi pak satpam yang ‘gak bolot’ jaga pintu gerbang depan, siangnya pak satpam ‘bolot’ yang jaga pintu gerbang depan.

“ihh, bapak, maksud saya,, SAYA ITU MAU KETEMU SAMA DIA !!!!!!” teriak Gabriel menunjuk dirinya dan Ify saking kesal sama kebolotan satpam ini.

“ohh, bilang dong mas, kalo mau ketemu sama neng Ify, saya kira mau nyuri, jadi ga saya bolehin deh ! silahkan mas!” kata Pak satpam itu sambil membuka pintu gerbang sekolahnya. Geblek amet ya, masa orang mau nyuri bilang2.

Gabriel mengerutkan kening. Dari tadikan dia udah teriak2 sebelum Ify datang kalo dia mau ketemu sama Ify, bukan mau nyuri,, emang dasar bolot sih!

Ify bernafas lega kala si pak satpam itu membuka gerbangnya, jadi waktu bertemunya dengan Gabriel tidak terlalu sempit.

Ify langsung berlari kearah Gabriel nyaris memeluknya, Cuma ya dia ingat tempat aja.

Gabriel Cuma tersenyum simpul dan manis, meskipun bagi Ify, tetep aja melelehkan.

“hay, fy,, kangen gue sama lo!!” seru Gabriel yang membuat Ify terbang ke langit ke 7. Apa Gabriel bilang??? Dia kangen sama Ify,, OH MAY GOSHH,,, batin Ify lebay,.

“hah? Sa .. sama Yell, hehe!” apa coba?? Masa baru kemarin ketemu aja udah kangen,, emang aneh tu bedua.

Ify tersenyum hingga membuat pipinya merah. Gabriel pun membalas senyum Ify dengan senyum termanisnya. Jadi senyum2an deh,, hehe.

“ehh, kok kita jadi ga jelas gini sih ??” tanya Gabriel setengah ketawa.

“hah?? Oh I .. iya ya ,,, gaje banget…” Ify yang masih salting, Cuma senyam-senyum doang.

“emm, Fy ,, kita jalan yuk ??” ajak Gabriel.

Muka Ify langsung berubah sedih.

“yah,, gabisa Yel, hari ini gue mau temenin Tuan Rio ke mall,,,” kata Ify sedih.

“lho kok ?? emangnya kenapa harus lo yang nemenin TUAN lo itu ?? tanya Gabriel memberikan penekanan pada kata TUAN.

“emm, ceritanya panjang .. pokoknya gabisa lah !!” sahut Ify.

TINTINTINNN

Klakson mobil Rio menghentikan pembicaraan Fyel, tidak , bukan pembicaraan , tapi pertemuan mereka.

Rio keluar dengan senyumnya yang merekah dan manisnya, beuuuhh.. bikin Ify jadi galau aja.

Dan datang2 langsung ngerangkul Ify. Sambil senyum menang kearah Gabriel. Ify yang bingung langsung melepaskan rangkulannya.

“apaan sih ??” omelnya .

“lho kenapa ?? aku ga boleh ya ngerangkul pacar tercinta aku ??” tanyanya sok manis.

Ify dan Gabriel menegrutkan kening mereka, bingung dan kaget. Terutama Ify,, dipikarannya sekarang adalah, kapan mereka pacarannya, kapan Rio nembaknya, kapan dia bilang kalo dia suka ama Rio,, kayaknya ga pernah deh .

“Fy?? Serius ??” tanya Gabriel masih tak percaya.

Ify geleng2 cepat, tanda bahwa semunya ga ada yang bener.

“ahh, bisa aja deh sayang,, kita kan baru kemaren pacaran ,, kamu lupa ??” tanya Rio sambil kedapkedipin mata.

Ify menyatukan kedua alisnya sinis menatap Rio.

“apaan sih tuan ?? genit tauk!!” Ify kesal sendiri.

“boong Yel, jangan percaya,, tuan Rio tuh lagi ngelantur ,, udah ah ayo tuan,, sekarang aja ke mall nya,, saya masih banyak kerjaan,,” kata Ify kesal, abisnya Rio ngeliatin dia begitu banget,, genit.

“kerjaan apa ?? kerjaan kamu kan ngurusin aku say,, kamu harus ikutin kemana aku pergi, iya kan ??” goda Rio.

“lho,, kok gitu Fy?? Emang kenapa?? Kenapa kamu harus ngikutin Rio terus??” tanya Gabriel. Lebih tepatnya sih menginterogasi,,

“emm ..” ify bingung mau jawab apa. Abisnya kalo diceritain kan lumayan panjang.

“kan dia pacar gue ,, yaiyalah harus ngikut kemana aja gue pergi ,,” Rio tersenyum miring.

Ify bergidik.

“ihh, apaan sih ?” Ify sewot.

“lo ?? pacarnya Ify ?? ih ga mungkin !!” kata Gabriel menunjuk-nunjuk Rio.

“mungkin dong , nih buktinya?” Rio kembali merangkul Ify.

“ ga mungkin!”

“mungkin!”

“ga!”

“mungkin !!”

“Ga!!”

“Mungkin!”

“ga, Gue ga percaya.”

“yaudah terserah !!”

“sumpah Yel …..” ucapan Ify dipotong sama Rio.

“dia emang beneran pacar gue, mau bukti ??” tanya Rio tersenyum penuh kemenangan.

“gausahh, gue percaya aja deh, nanti kalo minta bukti, Ify malah dicium lagii,,” kata Gabriel pasrah.

“haha, tau aja lo!” kata Rio cengengesan.

Ify melihat Rio dan langsung memicingkan matanya tanda ‘amit’ .

“udah, ayo say, kita ke mall, mau nonton kan ??? dadah Gabrielll !!” Rio menarik tangan Ify memasuki mobilnya, meninggalkan Gabriel yang masih geleng2 kepala melihat tingkah Rio itu.

Dan akhirnya mobil itu melaju dengan kecepatan seperti biasa. Ngebuttt .
#########
@dalam mobil

“tuann,, ngapain tadi tuan Rio bilang kalo saya pacar tuan ???” tanya Ify sewot.

“makanya kalo gue suruh tepat waktu tuh datengnya ya tepat waktu,, malah mampir dulu ketemu gebetan.” Ceramah Rio.

“yee, emang Gabriel gebetan saya apa?? Orang kita temen,, lagian tuan Rio ga bilag kalo harus to, pas pulang sekolah,, mana saya tau ,,” Ify malah keki sendiri dibuat Rio.

“temen apa temen ??” ledek Rio.

“temen ,, orang pilihannya Cuma temen ,” jawab Ify keceplosan.

“ohh, gitu,, berarti, temen atau gebetan,, mm atau pacar ??” tanya Rio lagi, hmm, lebih tepatnya meledek.

“mm, temen doang ko!!” jawab Ify ngeles.

“jawab jujur aja deh, dari cara lo mandang dia itu udah ketauan kalo lo suka sama dia ,,” terang Rio.

“tuan Rio sotoy yah ??”

“ga, Cuma menurut mata gue dan apa yang gue liat begitu,”

“iih, saya kasih tau ya, jangan nyimpulin sesuatu dari apa yang kita liat,, karena itu semua belum tentu bener,” ceramah Ify.

“ahh, bodo amet,, yang penting gue yakin kalo lo suka sama Gabriel, bener kan ???”

“hah, masa ?”

“iya ,, udah jujur aja ,”

“lagian juga, kalo iya kenapa ??” tanya Ify cuek.

“ya engga, kasian aja si Gabriel disukain cewek macem lo!”

“ye, emang tuan pikir, saya cewek macem apa ??”

“macem lidi, kurusnya gak nahannn!!” Rio tertawa lepas,, sementara Ify malah cemberut. Tapi didalam hatinya juga senang, Rio bisa tertawa selepas itu, yang kedua kalinya Ify lihat selama Ia mengenal Rio. Senyum yang amat manis menurut Ify.

“jadi bener nih , lo suka sama Gabriel ??”

“menurut tuan ???”

“iya , keliatan kali,,”

“gitu ya ??” tanya Ify polos.

Rio mengangguk masih konsentrasi pada mobilnya.

“hehe,, iya sih tuan !! abisnya Gabriel ganteng sih!” Ify malah cengegesan. Rio terkekeh.

Entah mengapa ada sedikit kekecewaan setelah mendengar jawaban Ify itu, emm bukan, bukan kekecewaan, tapi kecemburuan.
#######
@masih didalam mobil

“Fy,, lo tau gue sama Shilla kan ???” tanya Rio ga jelas.

“taulah, tuan Rio kan Mario Stevano Aditya Haling kelas XII.ipa1 absen ke 22. Kalo Shilla, Ashilla Zahrantiara, absen ke 5. Emang kenapa tuan ???” jawab+tanya Ify polos.

Rio menepuk jidatnya ,, ihh gak nyambung banget yak si Ify, batinnya kesal.

“bukan itu maksud gue tau,, , ga ngerti banget sih !”

“lah emang gimana maksudnya??”

“maksud gue lo taukan hubungan gue sama Shilla?”

“mm, tau ,, emang kenapa ??”

Rio mengulum bibir. Lalu menoleh kearah Ify.

“dulu gue jahat banget ya ??” tanya Rio melas.

Ify berfikir sebentar lalu mengangkat bahunya.

Rio kembali menghadap depan lalu menghela nafasnya. Mungkin memang benar. Ia sangat jahat sekali pada Shilla dulu.

“mm , saya ga tau, waktu dulu kan waktu baru masuk kalian udah putus!!”

“ARGGHHH, sebell !!” Rio memukul stirnya.

Ify langsung menoleh kearah Rio,, kok jadi marah2 sih ..

“tuan Rio ??” panggil Ify takut2.

“diem lo!! lo mau nyindir gue kan ?” kata Rio dengan penuh emosi.

“em, engga, ma ,, maksudnya apa?” tanya Ify udah takut banget karena Rio mulai mempercepat laju mobilnya lagi, sebelum tadi sempat berjalan biasa.

“PIKIR SENDIRI!!” bentak Rio membuat Ify jadi ciut. Ihh Rio emang aneh banget,, sebentar2 baik, sebentar lagi galak…

Ify mengalihkan pandangan matanya kedepan dan mendapati mobil truk yang tinggal beberapa meter didepan mobil Rio. Rio yang masih emosi malah menambah kecepatan mobilnya.

“TUANNN RIOO AWAAAAAASSSSS!!!!!!!!” teriak Ify menutu matanya.

BRAKKKK CKIIITTTTTT, DUMMDUMM PRAKKKKKKK!

-BERSAMBUNG-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar