Minggu, 19 Juni 2011

Egokah Aku part 16

Egokah Aku-part 16-

Shilla yang sudah sampai dirumah sakit segera menggotong Alvin ke kasur berjalan bersama si pengemudi tadi.

“pak, makasih ya udah bantu kami ,,,” kata Shilla setelah para suster memasuki ruang UGD.

“iya nak, ada yang bisa saya bantu lagi, kebetulan saya juga sedang tidak ada urusan.” Kata si bapak2 itu.

“kalau boleh, saya mau minjem hape bapak buat menelpon keluarga Alvin,, boleh pak ??” tanya Shilla sopan.

‘oh yaudah silahkan ..” si bapak2 itu mengeluarkan HPnya dan menjulurkannya ke Shilla.

Shilla menelpon Cakka, karena Cuma nomor Cakka yang dia hapal,

NUT NUT

“halo !!” seru Shilla.

“eh iya Shill, kenapa ??” tanya Cakka.

“Cakk, Alvin lagi dirumah sakit,,, dia ditusuk sama preman, tolong kasih tau keluarganya ya, gue ga tau no papanya ,,,” kata Shilla to the point.

“hah ?? kok bisa ?? gimana ceritanya ??” tanya Cakka panik tiba2.

“ntar gue ceritain ,, yang penting sekarang hubungin keluarganya dulu , dan suruh dateng ke rumah sakit kasih bunda, cepet ya ,, buruan !” Shilla langsung menutup telponnya karena tidak enak berlama lama meminjam HP orang.

“pak, makasih ya ,, maaf ngerepotin …” kata Shilla sambil tersenyum.

“oiya dek, gapapa kok. Ada yang bisa dibantu lagi ??” tanya bapak2 itu.

“gaada pak, makasih banyak ya pak, saya ga tau kalo ga ada bapak gimana jadinya temen saya …”

“oh, yasudah, saya mau pulang dulu ya , sepertinya anak saya sudah menunggu dirumah,” kata bapak itu.

“oiya iya, pak ,, sekali lagi makasih ya …” Shilla tersenyum lagi. bapak bapak itupun pergi menghilang dari pandangan.

Selang beberapa menit Shilla menunggu, dokter tak kunjung keluar. Sepertinya belum selesai menangani Alvin.

Tiba2 beberapa orang berlari menuju tempat Shilla duduk, dan salah satunya adalah Cakka. 2 orang lainnya adalah orang tua Alvin, dan satu orang lagi seorang gadis, dia …………..

“gimana Alvin ???” tanya sang mama panik.

“gatau tante ,, dari tadi dokter belum keluar!!” kata Shilla cemas juga.

“memang gimana ceritanya nak Shilla, Alvin bisa ditusuk preman??” tanya papa Alvin.

“ini semua salah Shilla om. Kalo Alvin ga nolongin Shilla pasti sekarang dia ga kenapa2,, harusnya Alvin ga usah nolongin Shilla tadi.” Shilla malah menangis, ini bukan cari muka, dia benar2 takut sesuatu terjadi pada Alvin, sebab Alvin begini karenanya.

“sudah Shill, ini bukan salah kamu, ini Cuma kecelakaan ,,,” mama Alvin menepuk-nepuk pundak Shilla.

“tapi tante ,, Alvin ga bakal begini, kalo bukan karna Shilla,,” Shilla masih menangis saja. Mama Alvin hanya menepuk-nepuk pundak Shilla.

“Kka, itu yang namanya Shilla ???” tanya gadis disebelah Cakka.

“iya ,, dia itu orang yang paling Alvin sayang setelah keluarganya …” jelas Cakka.

Gadis itu menggerutu dalam hati. ‘jadi dia yang namanya Shilla. kalo kayak gini gue ga bakal bisa nyaingin dia, dia itu Cantik banget ..’ batin gadis itu.

‘ga ,, lo ga boleh nyerah,, lo pasti bisa dapetin Alvin.!’ Batin gadis itu yakin.

Setelah tangis Shilla reda, Shilla mengedarkan pandangannya, dan memicingkan matanya begitu melihat gadis itu.

‘siapa tu cewek? Setau gue Alvin ga punya adek apa kaka !’ batin Shilla bingung.

Mama Alvin tersenyum melihat wajah Shilla yang bingung itu,,

“pasti kamu belum kenal ya ,, ayo kenalin, ini calon tunangan Alvin,, Agni !!” jelas mama Alvin. Shilla membelalakan matanya.

‘Alvin punya calon tunangan ? ga mungkin !’ batinnya kaget.

Shilla masih diam pada tempatnya melihat gadis cukup tomboy itu. Agni pun masih biasa saja melihat Shilla.

“Ag,, ayo dong kenalan …” suruh mama Alvin. Agni tersenyum.

“kenalin , gue Agni ! calon tunangan Alvin !!!” serunya tegas, memberi penekanan pada kata ‘calon tunangan’ sambil menjulurkan tangannya.

Shilla melirik tangan Agni, sedikit sinis.

“Shilla,,!” kata Shilla sinis, sambil menjabat kencang tangan Agni. Dari awal Shilla melihat gadis ini,, rasanya dia kesal dan bawaannya pengen ngejambak tu rambut.

Agni melirik Shilla yang tersenyum miring dengan sinis. Tapi keadaan berubah setelah sang dokter tiba2 keluar.

Semua menghambur ke arah dokter.

“Alvin gimana dok ??? sudah sadar ??? lukanya parah ga ??” tanya sang mama, sang papa hanya mengelu-ngelus pundak mama.

“pasien belum sadar, tapi keadaannya baik2 saja, meskipun cukup dalam, tapi kami sudah menjahitnya. Jahitannya belum kering,, ada yang namanya Shilla?” tanya sang dokter di ujung kalimat.

“saya dok, kenapa ??” Shilla menunjuk dirinya sambil sebentar melirik Agni yang terlihat kesal.

“tadi saat sedang menjahit tangannya, dia menyerukan nama Shilla, namun setelah kami berikan obat tidur ,, dia langsung tidur, sepertinya dia sangat butuh anda …” jelas sang dokter.

Mama dan papa Alvin hanya saling memandang. Shilla mengulum bibir.

“yasudah Shill, kamu jagain Alvin ya,,, ,, kalo ada apa2 panggil kami, kami mau lunasin administrasi dulu. Kka, temenin Agni makan ,,dari tadi sore dia belum makan..” suruh mama Alvin.

Agni hanya mendengus, melihat Shilla mengangguk dan masuk kedalam ruangan, harusnya kan dia sebagai calon tunangan Alvin yang menjaga Alvin, Shilla kan bukan siapa2 ,, pikirnya kesal.

“ayo Ag ,,” ajak Cakka. Agni hanya mengangguk ogah2an. Sementara Cakka dari tadi senyam senyum gaje soalnya lagi smsan sama Oik (dasar si Cakka similikitii,, hihi)

Mama dan papa Alvin pun segera pergi bag. Administrasi.
###################

2 orang itu terbaring bersebalahan . dengan kasur yang berbeda dan satu meja yang membatasi mereka.

Ify membuka matanya perlahan, mengatur sinar yang masuk kedalam matanya. Jiwanya belum terkumpul semua, ia mersakan pusing yang teramat sangat .

Setelah jiwanya sudah seluruhnya utuh terkumpul,, Ify menoleh kearah kanan, dan membelalakan matanya melihat seseorang juga terbaring disitu. Dengan wajah yang terlihat lebih pucat darinya. Dan masih belum sadar .

PRANGG

Ify menyenggol gelas disampingnya sehingga jatuh dan menimbulkan suara keras. Membuat suster yang sedang berjalan masuk terlonjak dan malah memanggil dokter.

Dokter masuk kedalam ruangan melihat Ify dengan wajah ketakutannya turun dari kasur dan membereskan beling yang berserakan.

“aduhh,,, biar OB saja yang bersihkan belingnya, kamu harus istirahat..” kata sang dokter membantu Ify berdiri dan tiduran dikasurnya.

“maaf dok ,,” kata Ify menyesal sambil melihat beling2 itu.

“tidak apa2,, kamu harus jaga kesehatan. Daya tahan tubuh kamu itu lemah dan seperti tidak bisa untuk terlalu capek ! jadi kamu harus istirahat. Oiya kalau boleh tau nama kamu siapa ???”

“Ify dok, tapi, biasanya saya ga pernah ngedrop kok, saya juga ga pernah sakit…”

“iya,, itu biasanya terjadi saat tromobosit kamu bagus,, jadi hormon dan daya tahan tubuh kamu seimbang, tapi karena sekarang trombosit kamu rendah,, hormon kamu rendah, daya tahan tubuh kamu pun juga lemah ! jadi kamu harus istirahat , buat meningkatkan trombosit !!” suruh sang dokter.

“dok, saya boleh nanya ga ?? itu tuan Rio kok bisa disitu ??” tanya Ify menunjuk Rio .

“oh, tadi dia yang bawa kamu kesini, tapi dia malah pingsan juga, dari pemeriksaan saya, sepertinya ,, dia habis berlari jauh,, sebab detak jatungnya yang masih diatas normal juga produksi keringat yang sangat banyakk, apalagi saat memeriksa kakinya,, terlihat sedikit bengkak,,” jelas sang dokter lagi. Ify sedikit melotot .

“argghh ,,” erang Rio tiba2 , membuat dokter terlonjak dan spontan menoleh.

Dokter beserta suster yang tadi langsung menghampiri Rio yang malah semakin jadi mengerang .

“apa yang dirasakan anda ??” tanya sang dokter.

“arggh, semua badan saya sakit dok! Argh !” erangnya lagi sambil memegang kepalanya.

Ify hanya menggigit bibir bawahnya.

“oke,, kita harus memeriksa Rio lebih lanjut, sus,, pindahkan pasien keruang ronsen,, panggil suster sania untuk merawat Ify sementara.. “ kata sang dokter buru2.

Si suster pun memanggil suster lain dan segera mebawa kasur berjalan yang ditiduri Rio keruang ronsen.

Ify semakin takut melihat Rio yang terus saja mengerang kesakitan. Apa ini karenanya ?? ah semoga Rio baik2 saja.

“mba istirahat aja ya ,,” kata sang suster itu. Ify hanya mengangguk, masih memikirkan keadaan Rio tadi.

Sementara di ruang lain. Rio masih saja mengerang kesakitan,, pusat kesakitannya yaitu pada lambung dan kakinya .

Dokter mengetuk ngetuk kaki Rio.

“sakit ??” tanya sang dokter pada Rio yang masih saja meringis daritadi.

“sakit dok !!!” serunya.

“syukurlahh, berarti kakimu tidak apa apa,,, lambungmu hanya menerima reaksi kaget dari jantung karena tadi kamu berlari sangat jauh !! kakimu bengkak semua, Yo.. tapi untunglah tidak ada yang perlu dikhawatirkan . hanya lambung kamu yang terbelit akibat lari..”

“tapi dok ,, saya kan Cuma berlari aja, kenapa separah ini sakitnya..”

“untuk beberapa orang mungkin menganggap hanya berlari saja tak apa2,, tapi kalau kamu bukanlah seorang pelari, yang lebih parahpun bisa terjadi,, seseorang yang berlari terkadang mengalami sakit pada lambung atau usus buntu ,, dan itu wajar,, dan kamu termasuk yang mengalaminya…”

“jadi saya ga papa dok ??”

“tidak, kamu baik2 saja …” jawab sang dokter mengangguk mantap.

“makasih dok, saya mau keruangan tadi, jenguk temen saya …” kata Rio sembari bangun, meskipun masih saja sakit dari tadi.

“saya kira dia pacar kamu,, kalian cocok !!” kata si dokter membuat raut wajah Rio berubah.

“bukan, dia Cuma temen kok dok !” kata Rio sambil tersenyum.

Dokter itu hanya tersenyum. Rio pun beranjak dari kasurnya. Dan berjalan dengan sedikit pincang, dituntun oleh suster (enak banget susternya )

Ify masih memikirkan Rio, ahh, dia tidak papa kan ?? semoga…

Tiba2 seseorang dari luar pintu masuk dituntun oleh seorang suster masuk kedalam sambil membawa botol infusnya.

“Tuan RIO !!”serunya.

“hay,, lebay amat ekspresi lo !!” kata Rio sambil nyengir.

“ihh, ga tau orang khawatir apa !!!” kata manyun sambil sinis ngeliatin Rio.

“iya iya,, eh tau ga ,, dokter bilang kita cocok !!” kata Rio setengah berbisik menyadari suster masih merapikan alat2 disana.

“terus ???” tanya Ify bingung.

“nah,, berarti kita jodoh !” jawab Rio mantap.

“terus ??” tanya Ify lagi.

“berarti kita pacaran !”

“terus ???”

“kita nikah dan punya anak !!”

“teruss ??”

“kita punya cucu ..”

“terus???”

“kita dikubur deh …”

“terus …”

“nabrak tembong dan gepeng, udah ,, orang udah gepeng ga ada terus lagi !!!” kata Rio kesal.

“haha,, saya kan ga suka sama tuan !!” kata Ify tertawa.

DEG

“hah ?? yahhh, patah hati nih gue !” kata Rio lemas.

“serius ??” tanya Ify.

“ngga dengg, orang Cuma canda !” kata Rio cengengesan. Ify hanya ber-O ria. Kok ga beneran sih,, batin Ify kesal.

“yaudah,, kita ke taman aja yuk,, bosen nih !!” ajak Rio.

“tuan kan masih sakit !!!”

“alahh, kalo pingsan tinggal digotong !!”

“yee, situ pikir situ enteng !!”

“ooo,. Bagus ya,, tadi siapa ya yang ngegotong orang pingsan sampai 5 kilo,, sampe ikutan pingsan juga, malah lebih parah dari orang pingsan tadi…” sindir Rio pura2 cuek.

Ify mendelik melihat Rio.

“oo, siapa ya ,, yang nolong orang tapi ga ikhlas,,,,” sindir Ify balik. Sambil tersenyum miring melihat Rio.

“ooo, bales dendam nih ceritanya ??” tanya Rio sinis .

“haha,, iya deh,, nanti kalo tuan pingsan saya gotong!!” kaat Ify tertawa.

“ga mau ,, maunya …………” ucap Rio menggantung.

“apa ?? banyak maunya ih !!”

“iya gue maunya nafas buatan ! haha” (Rio mesum!!)

“ihh, emang tua tenggelem,, lagi ogah saya,, ihhhhhh, itu sih maunya tuan !!” Ify mendelik lagi.

“bener ya,, kalo sampai nanti kejadian, lo mau bayar berapa ??” tantang Rio.

“ga bakal kejadian !!!”

“ye ,, kan kalo !!”

“ga mau !! wllee :P”

Rio malah tersenyum menang .

“gue ga mau nafas buatan ,, gue mau yang beneran !” (ihhh Rio mesum nih !! gapapa deh,, sama Ify ini ! haha !!)

“Ihh apalagi !! saya mah gamau !! dosa!!” kata Ify tegas.

“oh ya ,, kita liat nanti,, kalo sampai itu beneran kejadian, balesannya adalah ,, lo jadi cewek gue !! berani ???” tantang Rio lagi.

“em, itu kan dosa !!”

“tinggal tobat gue bilang !!” kata Rio enteng.

“yee, emang segampang itu !!!”

“pokoknya begituu,, lo harus mau,, itu perjanjian kita !!! Deal !” kata Rio menarik paksa tagan Ify untuk bersalaman dengannya.

“ihhh,, saya ga setuju!”

“harus setuju ..”

“I DISAGREE!!” teriak Ify.

“YOU MUST AGREE!!!” teriak Rio balik.

“up to you lah !!!” Ify melengos.

“yaudah ketaman yuk !” (susternya udah pergi daritadi..) ajak Rio. Ify hanya mengangguk angguk aja dan ngikutin Rio yang udah duluan jalan.
###########
“mba , Ik, tolong dong,, “ seru Sivia kerepotan menuntun Gabriel yang sempoyongan.

“iihh ,, gue bisa sendiri,, lepasin ah !!” Gabriel memberontak.

“GABRIEL!!!” teriak Sivia dan langsung menyusulnya masuk kedalam rumah. Sementara Oik dan pembantu yang lain hanya mengikuti saja.

“ahh, papa ,, gua benci eluu !!!!” teriaknya membuat seisi rumah keluar termasuk pak dhika beserta bu Uci.

“ada apa ini ??” tanya Pak Dhika bingung.

Sivia memukul jidatnya. Dasar siake,, bisa kena marah dia abis ini !!

“eh, e pa, itu anu ,, temen aku ,, dia abis mabuk ,, jadi aku bawa kesini !!!” kata Sivia sambil tersenyum maksa dan menghampiri Gabriel yang seenaknya menendang guci disampingnya.

PRANGGG PRANGGG PRANGGG

“aduuuuuuuuuuhhhh! Temenmu ituloh Vi, bikin gaduh aja, segala dipecahin, kenapa ga kamu bawa pulang kerumahnya ??” tanya pak dhika sambil geleng2.

“iya Vi, itu temenmu , bikin Ributt.,,,” seru Bu Uci sambil turun kebawah bersama pak Dhika.

“ee, sori pa,, Ik , mba,, ayo bantu saya ambilin obat tidur,, biar dia langsung tidur…” dengan paksa Sivia membanting tubuh Gabriel ke kasur di kamar tamu.

“dasar ,, awas lu besok Yel!!” sinis Via. Oik dan mba Dea langsung melarutkan obat tidur itu di minuman Gabriel , hingga Gabriel yang meminumnya pun lagsung terlelap.
#########
-BERSAMBUNG-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar