Sabtu, 18 Juni 2011

Egokah Aku Part 4

Egokah Aku???? –part 4-

Ify keluar dari mobil Rio karena menyadari seeorang yang dikenalnya berada di restoran itu, padahal Rio belum nyuruh dia turun. Ify berlari kearah seseorang itu tanpa memperdulikan Rio yang menatapnya aneh. Rio menepikan mobilnya lalu turun menghampiri Ify.

“Gabrielll???” panggil Ify kaget melihat gabriel dengan seragam Biru kuningnya.

Gabriel menoleh mendengar namanya dipanggil.

“eh Ify??? Kok kesini ?? mau pesen apa ???” tanyanya langsung menyerbu.

“harusnya gue yang nanya, kok lo disni ???” tanya Ify masih heran.

“kan dulu gue bilang gue kerja disini ,”

“engga, lo bilangnya lo kerja di kafe, bukan direstoran!” sanggah Ify.

“yaa, apapun itu, inilah tempat kerja gue,,”

“ooo, bilang dong, lo kerjanya di restoran, bukan di kafe”

“yaa, bodo lah, oiya lo kesini mau ngapain ? sama siapa ?? naik apa ??” tanya gabriel lagi.

“haduh, lo pikir gue Yolanda, gue mau belanja disini, sama majikan gue ! naik mobil majikan gue, puas lo ???”

“haha, iya deh, majikan ?? ko lo punya majikan ???” tanya Iel.

Belum sempat Ify menjawab, Rio sudah tiba disebelah Ify dan memandang Gabriel aneh.

“lo …… yang waktu itukan ??? yang jalan ditengah jalan itukan ?? yang bilang lo lebih cakep dari gue kan ??? yang …” pertanyaan Rio dipotong.

“iya, emang kenapa ??” tanya Gabriel enteng.

“ngapain lo disini?” tanya Rio sinis.

“lah, lo ngapain ??”

“lah ko lo jadi nanya balik? Harusnya lo jawab dulu pertanyaan gue !!” Rio malah sewot.

“lho, terserah gue dong,” Iel malah nyolot.

“ih, kok lo nyolot sih ??”

“lo kali yang nyolot!”

“lo!”

“lo!”

“lo!”

“lo!”

“lo!”

“lo!”

“lo!”

“lo!”

“udahhh STOPPPP!! Kalian itu ada2 aja deh !! gajelas tau ga, tuan, ayo cepet kita beli makanannya, udah jam empat nih!! Yel, gue mau beli beberapa menu makanan nih !”

“ohh silahkan, pesen aja, mau pesen apa ?”

“buat hidangan pembukanya kita mau pesen, Beef spaghetti, dan buat penutupnya gue mau pesen Ice Chocolate dan bla .. bla .. bla ..” Ify menjelaskan secara rinci makanan apa saja yang harus disiapkan. Sementara Rio hanya diam menunggu Ify menyebutkan menu apa saja di kertas yang telah di tunjukkannya tadi.

“oke sippp, tunggu aja, makanannya siap kuranglebih 1 jam.” jelas Gabriel.

“ahh, males mesti nunggu, Fy, kita jalan sekarang, lo telepon aja kalo udah selesai.” Kata Rio seenaknya. Ify dan Gabriel memicingkan mata, heran banget sama ni orang satu.

“emm, gue ga punya nomornya ify!” Gabriel geleng2.

“kalian ?? ga saling tukeran nomer HandPhone!! JADUL!” ejek Rio.

“yee, orang saya ga punya handphone!!” kata Ify sewot.

“gue juga!!!” ikut gabriel.

“hhh, okelah, berapa nomer telepon restoran ini???”

“nih!” Gabriel mengeluarkan kartu nama dari kantong celananya dan memberinya ke Rio.

“udah ah, ayo, Fy !!” ajak Rio menarik tangan Ify.

“mau kemana ??” tanya Ify.

“mau beli HP buat lo !! masa udah SMA ga punya HP.” Rio menarik2 tangan Ify hingga Ify pasrah saja mendengar ajakan Rio *yaiyalah, orang dibeliin Hp, penulis juga mau :P sama Rio lagi*.

“ihh, dulu punya kok, tapi rusak gara2 kecebur di empang deket sekolah!!” jelas Ify ketika mereka mau masuk mobil.

Rio melihat kearah Ify dengan tatapan ‘terus???’

Ify yang ditatap seperti itu langsung manyun dan masuk kedalam mobil. Diikuti Rio.

@dalam mobil di perjalanan

“setau gue kalo hape kecebur diempang pasti ilang bukan rusak!!” ucap Rio setengah menyindir.

Ify menoleh kearah Rio.

“I ..iya maksud saya itu tuan, dulu waktu kelas sebelas saya dikasih hape sama tante Mira(mama Shilla) tapi saking senengnya karena naik kelas, saya lompat2 sama tmen2 saya, dan hape itu langsung jatoh ke empang itu.” Jelas Ify. Rio hanya mendengarkan sambil senyum2 sendiri.

“tuan tau ga ??” tanya Ify polos sambil melihat kearah Rio yang sedang menyetir.

“lo udah kasih tau ???” tanya Rio balik.

“belum, tapi harusnya tuan tau siapa tante Mira!!” jelas Ify yang seperti mengompori.

“tante Mira ??” Rio melihat Ify seakan bertanya2 dan sangat penasaran.

“hmm,”

“mamanya cewek itu???” tanya Rio yang enggan menyebutkan nama ‘Shilla’.

“gadis cantik itu punya nama tuan, namanya Shilla.”

Rio memutar bola matanya kesal. Ngapain sih, Ify bahas2 Shilla, batinnya bete.

“terus??????” tanya Rio udah kesal.

“emm, gapapa, Cuma nanya!!” Ify kembali menghadap depan, memikirkan sesuatu. Dia takut Shilla akan marah padanya karena sekarang, Ia sedang bersama Rio.

Sementara Rio juga sedang berfikir, pikirannya melayang ke masa lalu, masa dikala semua orang merasakan namanya masa ABG, masa pergaulan bebasnya, dan Shilla. Shilla yang mengisinya, dan gatau dengan alasan apa, Shilla meninggalkannya. Menyisakan semua luka hingga sekarang, Rio !! belum mampu mengobati hatinya itu. Terlalu sakit menurutnya. Hingga mungkin sampai sekarang, Rio tak pernah bisa melupakan semuanya. Terlalu indah, namun pedih.

Rio mencengkram Stir mobilnya kuat2. Menjalankan mobilnya dengan amat kencang. Membuat Ify menoleh dan kaget melihat wajah Rio yang kembali dingin. Ada apa dengan pemuda itu ??

“tuan ???” panggil Ify.

Rio tak mejawab. Malah semakin mempercepat laju mobilnya hingga 100 km/jam.

Ify kaget dan kembali menghadap depan. Mempersiapkan diri untuk tertabrak mobil, masalahnya ini bukan jalan TOL, tapi Rio naik mobil udah kayak orang gila.

Setelah bertakut Ria (??) didalam mobil akhirnya mereka sampai di Sebuah Mall besar di Jakarta, dengan selamat dan tanpa lecet sedikitpun, *Riogituloh!*

Rio keluar dari mobil dan membanting pintu mobilnya dengan kencang, membuat Ify yang mau keluar jadi kaget, hey ,, kenapa Rio ini ??? perasaan tadi masih gapapa, Ify menggelengkan kepalanya.

Rio masih terus melanjutkan langkahnya yang sedikit diperlambat-untuk menunggu Ify sebenarnya-.

Ify menyamakan langkahnya dengan Rio dan memperhatikan wajah Rio yang tanpa ekspresi itu, wajah itu kembali lagi, membuat Ify jadi takut dan ciut ngeliatnya.

Karena sibuk memikirkan apa yang terjadi dengan Rio, jalan Ify seperti siput, lelet. Rio menoleh melihat langkah Ify yang sudah beda 5 langkah dibelakangnya, padahal tadi mereka sejajar.

Rio mendengus, lalu menghampiri Ify dan menarik tangannya lalu berjalan dengan cepat ke salah satu pusat HandPhone.

Ify yang kaget hanya memandang tangannya yang, aduh, bisa merah dicengkram ama Rio segitu kencangnya.

Rio berhenti disalah satu counter Hp terkenal, Blackberry (ahh, enaknya di beliin BB!! Penulis mauuu ..*beliin dong Yo :P*). Ify mengikuti Rio karena tadi tangannya sudah dilepas, dan benar, menimbulkan merah2 yang panas ditangannya.

Rio berbicara pada salah satu pegawai disana, sambil menunjuk salah satu HP yang, hmm, keren. Pegawai itu mengangguk-anggukan tanda mengerti HP mana yng Rio maksud. Dia langsung mengambil kotak handphonenya beserta Hpnya pula untuk dilihat2 terlebih dahulu.

Dengan acuh Rio mengambil HP itu dan memberinya ke Ify, ya sapa tau aja Ify ga setuju sama pilihannya.

Ify mengambil HP yang ada ditangan Rio yang terjulur kearahnya (ribet). Alamak, Blackberry Torch 9800 hitam, oh tidak , itu kan handphone canggih dan mahal, demi apa HP itu akan jadi miliknya sebentar lagi.

Melihat cashingnya yang begitu mengkilat saja sudah membuat Ify sesak nafas saking kagetnya#lebay. Rio memandang ekspresi Ify yang begitu lebay, dan norak, dan sebenarnya bikin malu Rio. Dan itu bikin Rio kesal. Akhirnya dia buka mulut.

“cepet liat fitur2nya, mau ga , buruan!” ucap Rio dngan nada kesal.

Ify mengangguk-angguk sambil menelan ludah. Ga perlu liat fiturnya, dia udah yakin semuanya bagus, dan dia mau banget punya hp itu. Rio merebut kembali HP itu dari tangan Ify dan memberinya ke salah satu pegawai disana. Dan mengeluarkan sebuah kartu ATM dari dompetnya.

Dengan sekejap, pegawai itu membungkus peralatan handphone, dan HPnya juga. Setelah itu memberikannya ke Ify, karena tadi Rio bilang suruh kasih ke gadis itu. Dengan senang hati Ify menerimanya.

“makasih mba, makasihhhh banyak yaaaa!!” Ify menyalami pegawai itu dengan erat.si’mba’ itu hanya tersenyum maksa sambil berusah melepaskan salaman Ify.

“ayo!” Rio menarik tangan Ify yang satunya dan langsung pergi darisana. Ify yang ditarik hanya pasrah saja.
#####
Sepanjang perjalanan, Ify memainkan BB barunya itu, karena udah sekaligus dapet simcard , jadi Ify udah bisa pake buat Facebook-an, Twitter-an atau BBM-an. Saking asiknya dia malah senyum2 sendiri dan iseng membuka menu kameranya,

CKREEEKK

Ify berhasil mengambil foto Rio yang sedang menyetir dalam ekspreai datar, dan foto itu adalah foto pertama yang ada di images-nya. Rio hanya menoleh sebentar memicingkan matanya, tanda kesal karena Ify seenaknya memfotonya.

Ify kembali berkutat pada BBnya tanpa memperdulikan Rio yang menatapnya kesal. Dia Cuma berkata sedikit.

“makasih ya tuan atas HPnya, karena tuan yang beliin handphone ini, jadi foto pertama itu foto tuan, dan saya ga mau isi lagu sebelum ngerekam suara tuan lagi nyanyi, saya juga ga bakal sms atau telpon, sebelum sms-an atau teleponan sama tuan, oke!!!” Ify tersenyum kerah Rio, yaaa, meski Rio tak menanggapinya. Tetap saja konsentrasi pada jalan.

Meskipun Rio hampir tersenyum mendengan ucapan Ify barusan, segitu senengnya dia di beliin hp itu , batin Rio heran.

Rio buru2 balik karena barusan nelpon gabriel, dan Gabriel bilang masakannya sudah siap.
#####
Ify yang turun karena tadi Rio bilang dia mau pergi sebentar, jadi Ify yang turun, soal transport, Rio udah kirimin taksi buat Ify.

Ify menghampiri Gabriel yang sedang melayani orang.

“Yel, mana pesanannya???” tanya Ify sedikit berbisik.

“oh tunggu bentar ya..” Gabriel mengobrol sebentar dgn pelanggannya yang tadi dan pergi, diikuti Ify dibelakangnya.

“majikan loe mana, Fy??” tanya Gabriel sambil membereskan pesanan Ify.

“katanya ada urusan,” jawab Ify sekenanya.

“ih tega banget, pesenan loe kan banyak, “

“santai aja, Yel. Tuan Rio udah ngirimin taksi kok buat aku,.”

“owh, yaudah, nih makanannya, semuanya 10.622.000, Fy!”

“owh, nih , tuan Rio kasih aku 11.000.000. serem juga sih bawanya, tapi yowislah, katanya sisanya tolong di transfer ke rekening kakaknya. Ni no rekeningnya.” Ujar Ify sambil memberikan uang cash yang dibawanya di amplop cokelat, dan juga no rekening yang Rio tulis.

“oke deh, sippo, makasih ya udah mau dateng ke sini, kapan2 dateng lagi ya ,,,”

“haha, okelah, lo juga, kapan2 jemput gue di sekolah ya ??”

“pasti itu,,, tunggu aja,,,” Gabriel tersenyum. sangat manis, pemandangan yang sungguh enak untuk dipandang. Membuat perut Ify tergelitik, jantungnya yang sudah tak bisa dikontrol lagi, darahnya mengalir lebih hebat, ahh, ini sudah tidak bisa dibiarkan,,

Mengapa dia ini??? Apa dia menyukai Gabriel?? Tapi mengapa hanya saat melihat senyum Gabriel saja dia mersakan seperti itu ??? apa ada seseorang di balik senyum itu ??? ify mengingat seseorang mungkin! Tapi,, ahh pusing!!!

Ify masih takjub sendiri melihat senyum Gabriel yang , hmm ,, manisnya ga ketulungan.

“fy ,, Fy ??” Gabriel mengoyang-goyangkan tangannya didepan Ify. Ify yang sadar dari alam khayalannya langsung salting.

“hah, eee ..ee” Ify jadi salting dan ga tau harus ngomong apa.

“kenapa lo ??? terpesona sama senyum gue ya ??” YAP!! Tebakan Gabriel bener2 bikin pipi Ify merah. Bener banget, yel. Batin Ify.

“hahhaaha, merah tuh mukanya, bener nih kayaknya lo terpesona sama senyum gue, yakann ??” ledek Gabriel. Ify udah bener2 panas. Mukaya merah banget, semerah darah#lebeh.

“hey, gue Cuma bercanda kalii, sampe merah begitu, jangan2 bener lagi lo terpesona sama senyum gue ???”

“hah?” Ify yang udah ga tau ngomong apalagi , mengambil hape-baru-nya dan melihat jam disana.

“eh udah jam 5 nih , gue balik ya, buru2nih gue, daaahhh!!!” Ify langsung berlari keluar sambil membawa semua makanan yang sudah dipesan, menyadari taksi yang dikirim Rio juga sudah sampai dan menunggu mama.

“huft,” lengos Ify. Dan iapun langsung masuk kedalam taksi.
#####
Semua sudah siap, tepat saat jam 7 semua sudah tertata secara rapi dan indah. Dan beberapa menit setelah itu, Sivia sampai dirumah sudah dengan baju dan sepatu untuk acara itu. Dan juga terlihat sangat anggun.

“semua sudah siap , karena tamu papa dan mama akan datang sebentar lagi !!” seru Sivia pada semua pekerja disana.

Semua pekerja disana mengangguk tanda pekerjaan mereka sudah selesai. Sivia tersenyum puas.

“Oik , Ify, terimakasih atas partisipasinya ,,” Sivia tersenyum kearah Oik dan Ify.

“iya nona Sivia ..” sahut mereka berbarengan.

PRIKKK .. PRIKKK ..

Bunyi klakson mobil itu menandakan bahwa teman2 Pak Andhika sudah sampai dan siap mengikuti acara terhormat itu.

Dari atas lantai dua, Rio mengintip ke luar jendela di kamar cadagannya(??). Disana ada keluarga Alvin, keluarga Cakka, dan ……… keluarga Shilla juga ada, juga beberapa keluarga teman sekelasnya.

Rio memperhatikan dirinya di cermin. Dengan kemeja berwarna merah marun bermotif kotak2 dengan balutan dasi dan jaz hitam dan juga celana hitam panjang (ahh, Rio aneh kayak gitu!) yaa, pokoknya style kalo orang mau ke acara resmi lah, dengan gaya rambut , yang , keren banget deh pokonya.

Rio merasa dia udah cukup tampan malam ini, dia ga siap kalau harus ketemu Shilla yang bener2 cantik tadi dengan gaun berwarna Silver berkelap-kelip dan rambut yang sudah dikeriting2in (apa tuh namanya??) dan higheels berwarna silver pula. Haaahh, cantiknya gadis itu.

Rio segera turun kebawah dan menemui orang tuanya dibawah. Ia berjala angkuh melewati teman2nya tak terkecuali Shilla.
#####
Ify mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan. Dan beberapa tamu pesta yang juga temannya, Shilla. Awalnya Shilla kaget melihat Ify yang berada disini, dan sekarang Shilla sudah mengerti mengapa Ify ada disana.

Malam ini Shilla amat cantik dengan tampilannya. Berbeda dengan Ify yang hanya memakai baju pelayan disana. Ah, dibanding Shilla, Ify memang tak ada apa2nya.

Acara sudah dimulai, acara pertama adalah makan2. Semua keluarga disana sudah memulai makan2 mereka dengan sajian yang menggoda. Tiba2 ..

“om tan, pa, ma, semua , Cakka mau kekamar mandi ya, jangan kangen sama Cakka! Dadah,,” Cakka langsung ngacir kamar mandi diiringi sorakan teman2nya. Cakka sih Cuma senyum2 doang.

Cakka berjalan santai kekamar mandi. Dan masuk kamar mandi dengan santai pula. Ia menatap dirinya di cermin.

“Cakka, Cakka, ganteng sekali dirimu !!!” Cakka memuji diri sendiri dengan yakinnya.

Mba Dea dan Oik yang kebetulan lewat ketawa-ketiwi mendengar kenarsisan Cakka. Ni orang udah gila kali ya ngomong kayak gitu.

“iki opo toh ??? lebay !! hahahahahahahaha” tawa itu terdengar hingga dalam kamar mandi, karena merasa ditertawakan, cakka langsung keluar.

“hheh, apa lo bedua ketawa2 ???” bentak Cakka.

“hah, nda mas,, mas iki lucu!! Masa yo ngomong sendiri kayak wong gelo, hahahaha!!” Kata Oik dengan logat jowonya.

Cakka memandang sinis Oik . dan kemudian pergi darisana, masih dengan wajah yang kesal. Oik dan mba dea masih saja tertawa cekikikan.

-BERSAMBUNG-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar