Sabtu, 18 Juni 2011

Egokah Aku part 6b


Egokah Aku –part 6b-

Ini bukan pengkhianatan, ini hanya semacam, emm, keegoisan semata. Siapa yang sangka sekarang, didepan mata Alvin, berdiri 2 pasang sejoli yang baru saja menikmati cinta kira2 20 menit lalu.

Sedih ? sakit ?? pasti!! Namun sekuat mungkin Alvin coba untuk tidak marah dan main tangan terhadap Rio. Bahkan Cakka, sempat hampir menampar Rio jika tidak dihalangi Alvin, siapa yang terima sahabatnya disakiti seperti itu??

Alvin kaget, melihat Rio dan Shilla yang sedang berpelukan dilapangan sekolah diiringi sorak sorai para murid disana.

Namun berbeda dengan Cakka yang terlihat geram.

‘maaf Vin, cinta ga bisa dipaksa, cinta itu gak harus memiliki kan ?? Shilla cintanya sama gue, bukan sama lo ,,” pahit bukan kata2 itu, Rio memang sungguh egois, inilah akhir cerita dari kisah cinta Alvin.

Kata2 Rio yang diucapkan saat Alvin menatap tajam Rio. Saat Shilla sedang tidak ada tentunya. Tidak ada yang tau, bahwa selama ini, Rio juga menyukai Shilla, dan juga menjadi pengagum rahasia Shilla.

Dan ternyata, Shilla yang selalu tersenyum ketika mendapat bingkisan dari ‘Secreet admirer’ nya itu ternyata hadiah dari Rio, bukan dari Alvin.

Dan ternyata Shilla selalu mencak2 dan marah2 ketika membaca isi2 surat dan hadiah dari ‘secreet admirer’nya itu ternyata dari Alvin.

Entah mengapa Shilla tau, ada 2 orang pengagum rahasianya,, sementara selama ini, Alvin bagai dibalut kebohongan karena mendengar cerita temannya yang selalu menggebu-gebu kala menceritakan betapa bahagianya Shilla mendapat hadiah itu.

Dan sekarang Alvin hanya bungkam, diam , dan merasa tak bermakna lagi. sahabat macam apa Rio itu ???

Tapi Alvin memaafkan, sebab dia tau bagaimana sifat Rio. Sifat yang membahayakan bila dilawan.

Kejadiaan itu sudah dilupakan setelah genap beberapa bulan Rio dan Shilla pacaran. Hanya saja, luka itu masih membekas dihati Alvin. Kata2 Rio pun masih terngiang-ngiang di otak Alvin. Lidah memang tidak bertulang, namun pedasnya bahasa lidah, seperti menuai dan memakan ribuan cabai. (emang ?? sotoy !! hehe)

Tapi Tuhan punya balasan,, bukan azab, hanya sebuah peringatan..

Saat hubungan hangat itu harus hancur dan berakhir, diiringi isak tangis dan kepedihan, sungguh teragis hubungan itu.

Dan disaat seperti itu, Alvinlah justru yang tersenyum, tersenyum miring. Hanya sekedar senang saat sakit itu mampu terbalaskan meski tak sepenuhnya.

FLASHBACKOFF

Rio masih menatap Alvin lirih saat Alvin duduk dibangkunya. Rio memang sudah lupa dengan kejadian itu, dan mencoba mengulang persahabatan mereka dari awal, tapi siapa sangka, hari ini, kejadian lama itu terungkap lagi.

Cakka hanya mengulum bibir. Dia mengerti. Apa yang terjadi pada kedua sahabatnya . mungkin Alvin hanya sekedar ingin mengingatkan, bahwa apa yang dilakukan Rio, lukanya masih membekas diingatan dan hati Alvin.

Ify menatap mereka –Rio,Alvin,Cakka-heran. Kenapa ya mereka ????

‘mungkin ada masalah kali ,, ‘ pikir Ify tak berniat mencampuri.

Alvin masih saja tersenyum. senyum puas untuk sebuah peristiwa. Bagaikan mendapatkan medali dalam olimpiade.

“Vin ???” panggil Shilla.

“ya ??” Alvin menoleh.

Mata mereka bertemu, beradu, membuat jantung Alvin berlompat Ria ditempatnya, seperti ingin keluar dari dalam badan. Dengan keringat yang bercucuran deras.

“mm, boleh nanya??” sekejap Shilla menghancurkan lamunan Alvin tentang dirinya.

“apa ??”

“puisi itu , tadi,, buat siapa ??” Tanya Shilla .

“, hah? Ada lah pokoknya, siapapun yang nyadar, dan siapapun yang ngerasa,,,” jelas Alvin sedikit teriak. Membuat Rio mendengarnya. Dan lagi2 Rio hanya bisa menatapnya lirih.

Shilla mengangkat bahunya dan sama sekali tak merasa. Bahkan Ia sudah lupa bahwa Ia pernah punya pengagum rahasia yang tidak pernah menunjukan jati dirinya itu.

Hidup memang penuh keegoisan, Egoiskah kamu?? Jika Ia, dalam hal apa ?? karena setiap orang pasti selalu egois, apalagi tentang cinta. Jangan merasa seperti orang terjahat, kita semua sama, kita pernah sering merasa mementingkan diri sendiri, sesungguhnya itu manusiawi, jika seseorang tidak pernah egois, itu …… terlalu baik.
#######

“Alyssa saufika,,” panggil bu Winda.

Ify maju kedepan kelas membawa buku PS nya. Cenat cenut juga tuh mau bacain tentang pangerannya.

“ayo Ify,,” Ify mengangguk dan mulai membacanya.

Mata itu …
Ada apa di dalam tatapannya
Tersirat sebuah keindahan
Dalam dan menghangatkan

Senyum itu …
Ada apa didalam senyumannya
Terselip sebuah ketulusan
Manis dan menghanyutkan

Hati ini …
Ada apa dengan hati ini
Menatapnya saja
Membuat hati ini bergetar
Seperti menyimpan harapan untuk memilikinya

Bagi ku …
Dia sosok yang sempurna ..
Takkan bahagia bila aku tak melihat wajahnya ..
Tak menatap matanya ..
Tak mendapati senyumnya ..

Dan aku sadar
Aku menyayanginya ..
Aku mencintainya …
Aku tegar dibuatnya
Dan takkan bertahan tanpanya

PROKPROKPROK

Tepuk tangan membahana diruang kelas itu. (sumpahh, puisinya ga banget, maaf ya kalo jelek, Cuma segini kemampuan saya ,, )

“cuit .. cuitt .” sorak sorai anak kelas XII Ipa-1.

“cieeeee,siapa tuh cieeeee, Ify ..” ledek salah satu murid disana. Ify hanya tersenyum malu2.

Dan tebakan Rio benar, Ify memang lagi jatuh cinta. Dasar polos.

“cuitt,, siapa tuh ??? daud ya????” ledek Cakka. (maaf Daud dan DaudLovers,, ini just story :D)

Daud hanya manyun tidak terima di katain begitu.

“ihh, mau tau aja,,,,” Ify langsung kembali duduk sambil senyam senyum sendiri.

“siapa tuh ??? emm, Rio ya ??” ledek Cakka lagi. kali ini bikin Rio menatapnya tajam.

“hehe, piss, Yo!!!” Cakka cengar cengir meski terlihat senyum lirih di wajahnya.

Rio malah murung lagi. Ia baru sadar, dulu inilah jahatnya Ia pada Alvin. Sungguh jahat.
############
“Ashilla Zahrantiara …” panggil bu Winda.

Shilla berjalan maju kedepan ragu sambil menatap Rio.

“ayo Shilla, silahkan ..” kata bu Winda yang melihat Shilla ragu2 untuk membaca .

“I .. iya bu,” Shilla mulai membacanya, dengan bergetar.

Maaf
Untuk sebuah kata yang tak pernah terucap
Untuk sebuah rasa yang tak pernah terbalas
Untuk sebuah hati yang selalu tersakiti

Manusia, bukan malalikat
Manusia, bukan nabi
Kitalah manusia
Satu makhluk yang selalu khilav

Ini memang salah
Ini memang biadab
Tapi inilah aku
Manusia yang tak sempurna

Aku ...
Dengan segala kelemahanku
Dengan segala khilavku ..
Kuharap engkau mengerti
Karena Inilah aku
Manusia yang tak akan menjadi sempurna

(maapin yeee, aye gak bise buat puisii, hehe PISSS!)

Semua diam. Bukan karena Shilla membacakannya jelek atau karena puisinya, tapi mereka menatap Shilla bingung. Ada juga tatapan remeh, sinis, dan benci.

“lho ?? kok diem ? tepuk tangan dong ..” suruh bu Winda.

Sehingga tepuk tangan pun mulai terdengar.

Shilla hanya berjalan menunduk melihat tatapan Rio padanya, Rio tersenyum miring.

Hey, mengapa daritadi puisi2 itu seperti menyindir Rio (kecuali punya Ify).
Ahh yaudahlah, ga penting.
##########
“Mario Stevano ..” inilah ,, saat menegangkan yang tak ingin dilewati satu muridpun disana, bahkan yang kebelet pun ga jadi mau kekamar mandi, jarang2 kan bisa ngedenger suara Rio yang membaca puisi,,oke , mari kita simak.

Aku yakin …
Langit pun tak akan percaya
Untuk sebuah rasa yang kuciptakan
Menjadi abu untuk dibuang

Aku yakin
Burung pun takkan lihat
Setitik harapan yang ku selipkan
Tidak untuk disempurnakan

Aku yakin
Bulan pun tak jadi saksi
Perasaan indah ini
Terbakar panasnya mentari
Terinjak hingga hancur berkeping-keping

Hilang … lenyap …
Aku pun pergi
Menghilang dari pandang
Tak terlihat dan tak terkira
Dan merasuk jiwa yang merasa

Satu hati yang mencinta
Tidak untuk dicinta
Satu hati ini
Tenyata untuk disakiti

Aku percaya
Rasa ini akan terbang
Jauh terdampar
Tak nampak lagi
Seperti raga yang hilang lepas
(sama aja yee, ancur juga, tenang abis ini ga ada lagi kok , hehe )

PROKPROKPROK

Mereka semua tepuk tangan sambil cengo, ga nyangka sedalam itu yang Rio baca. Ada yang sampai menitihkan air mata (lebay) saking sedihnya dan menghayati puisi yang Rio baca.

Bahkan Ify hanya terdiam membisu menatap Rio yang kini tengah berjalan kearah bangkunya.

‘apa puisi itu buat Shilla??’ batin Ify menebak-nebak.

Shilla melihat Rio dengan lirih. Memang dia yang salah, semuanya memang hanya dia yang salah , segitunya kah ??? mungkin.

Ify masih melihat Rio dengan aneh, seakan-akan Rio makhluk dari bulan, alias alien. Rio yang risih diliatin, menoleh kearah Ify. Tepat saat mata mereka berhenti disatu titik. Beradu dan berhadapan.

Cinta … hadir dari rasa di hati, melalui tatapan, terungkap lewat bahasa, atau terkadang dipendam oleh pemiliknya. Cinta,, tak ada kebohongan disana,, semuanya penuh dengan ketulusan dan pengorbanan.

Inikah awal dari kisah mereka ??? kisah cinta mereka?? Kisah yang tak pernah terduga sebelumnya?? Bertemu saat ini ? siapa yang kira!!

Ify masih terus menatap Rio. Rio pun juga, seakan dunia hanya milik mereka. Jantung milik mereka juga sama, berloncat2 dan ber-ajep-ajep (??)

‘ohh, tajem banget, ahh gue meleleh …’ batin Ify menghela nafas.

“erhhmm ..” deheman Rio mengentikan semuanya. Rio menghadap depan. Tidak bisa bohong juga bahwa tadi Ia terhanyut dengan tatapan Ify.

Ahh, ada apa dengan dirinya ini?? Meskipun sudah menghadap depan,, Rio tetap saja salting ,, Ify tersenyum kecil melihat tingkah Rio yang tak biasanya.
#######
-BERSAMBUNG-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar