Sabtu, 18 Juni 2011

Egokah Aku part 8

Egokah Aku-part 8-

“TUANNN RIOO AWAAAAAASSSSS!!!!!!!!” teriak Ify menutup matanya.

BRAKKKK … bunyi saat Rio membanting setir kekanan, tepatnya kearah pohon.

CKIIITTTTTT … bunyi rem mendadak mobil Rio.

DUMMDUMM .. bunyi saat saat menegangkan.

PRAKKKKKKK! Dan bunyi mobil Rio tertabrak pohon.

“AAAAAAAAA” Ify histeris sendiri saat mobil mercedes benz itu menabrak pohon. Rio hanya diam saat dahinya terbentur setir, hingga membuat dahinya berdarah. Rio masih dalam keadaan emosi. Ia menghela nafas beratnya.

Sementara Ify hanya bisa menangis, dia takut. Kejadian yang dulu teringat lagi. Ify mengalami trauma pada kecelakaan ayah dan ibunya waktu itu. Hingga sekarang, kejadian itu masih berbayang sampai sekarang.

Semua warga didekat taman perumahan itu melihat mobil mereka, ada yang panik banget, tapi Rio udah bilang kalau mereka ga kenapa2, akhirnya para warga pun acuh lagi seperti sebelumnya.

Ify menutup wajahnya. Tidak sadar bahwa dari tadi Ia teriak2 histeris.

“jangannnn ! jangaannnnn!!” teriak Ify kayak orang gila. Rio menoleh dan memicingkan matanya.

“lo … kenapa ??” akhirnya Rio bertanya juga.

Ify terdiam medengar pertanyaan Rio. Lalu membuka wajahnya. Menoleh kearah Rio lalu menangis lagi.

“huaaaa, hiks, hiks, tuan,, kita ga mati kan ??? apa ini lagi di surga ??” tanya Ify polos setengah terisak.

Rio kesal ditanya seperti itu. Pertanyaan yang bodoh menurutnya.

“lo pikir aja, lo pikir lo bakal masuk surga kalo mati ??” tanya Rio cuek.

Ify menoleh dengan wajah melasnya. Dan berfikir apa yang baru Rio katakan tadi.

“masih kira lo udah mati ??” tanya Rio lagi. dengan nada santai.

Ify masih melihat Rio dalam diam dan dengan perlahan menggeleng dengan tampang bloonnya.

Rio tersenyum miring. “hmm, baguslah!”

Ify memperhatikan wajah Rio. Ada yang aneh. Lalu Ify baru sadar apa yang aneh dari wajah Rio.

“Tuan Rio, itu jidatnya , itu berdarah, aduh gimana dong ?? itu juga aduh, mobilnya juga nabrak, itu ,itu tuan , keluar asepp, aduh gimana nih ?? aduhhhhh !!” Ify ribet sendiri membuat Rio semakin kesal saja.

“ihh, lo tuh kebanyakan aduhnya ya ?????? lebay !” kata Rio sedikit membentak.

Ify jadi kaget dibentak kayak gitu. Dan dalam sekejap langsung terdiam. Dan malah nanya yang gak nyambung.

“tuan mm, ga kerja ??” tanya ify sangat2 ga nyambung.

Rio menoleh dan mengangkat satu alisnya.

“menurut lo ?” tanyanya.

“eng .. engga ..” jawab ify lagi2 polossssss banget.

Rio memutar bola matanya.

“au ah,, cape ngomong sama lo!” Rio masih saja diam di jok mobilnya. Berbeda dengan Ify yang udah celingak celinguk ngeliatin mobil itu yang nabrak pohon.

“tuann, kalo mobilnya rusak gimana ?” tanya Ify lagi. polos lagi, polos lagi.

“servise aja, susah amat !” jawab Rio sekenannya.

“kalo ga bisa di servise gimana ??” tanya ify lagi.

“beli lagi lah, susah amat!!” jawab Rio enteng. Emang dia pikir mobil tuh es cincau apa yang harganya 2000. Emang dasar orang kaya.

“tuan emang punya uang ???” tanyanya lagi, masih dengan polossss.

Rio memutar bola matanya lagi, saking kesalnya pada Ify. Dan membiarkan pertanyaan tadi tidak terjawab. Ify mengangkat bahunya, mungkin dia emang orang kaya, pikir Ify.

Ify mengalihkan pandangannya kearah wajah Rio dan mulai teringat sesuatu.

“tuan, itu lukanya ???” tanyanya, kali ini ga polos.

Ify nyaris memegang dahi Rio itu, namun Rio langsung menepisnya.

“udah , gausah pegang2 nanti juga sembuh sendiri.!” Katanya sedikit membentak.

“tapi kata bu guru, kalo luka ga diobatin itu bisa infeksi tauk !” kata Ify tak mau kalah.

“mm, ada kotak p3k ga disini?? Sebentar saya cari dulu!!” Ify celingak celinguk mencari kotak p3k dan menemukannya, di atap mobil (???) Rio. Disana ada handsaplast, betadine, obat merah, perban, plester dan obat2 kecil lain. Ify mengambil betadine , dan handsaplast.

“tuan , ayo biar saya obatin di luar, ayo tuan kita keluar,, lama2 disini bisa sakit karna ngehirup asepnya,,” jelas Ify sambil memegang kenop pintu mobilnya, ingin turun.

Rio melihat Ify sekilas, dan mengacuhkan suruhan Ify tadi. Ify yang mau keluar jadi gajadi ngeliat Rio yang malah nyender ke joknya lagi.

“yeee, tuan, orang mau diobatin malah ga mau, kayak anak kecil aja sih ! ayo ah !” karena meskipun dibujuk, Rio tetep ga mau, Ify terpaksa keluar dari mobil dan menarik tangan Rio keluar dari mobil.

“ihh, ayolah tuan, ntar infeksi lho!” Ify masih menarik tangan Rio yang tetep aja ga mau keluar dari mobil.

“gue bilang ga mau ya ga mau !!!” bentaknya, meski dari tadi sudah dibentak , Ify tetap saja memaksa Rio tidak peduli akan marahnya rio padanya.

Karena yang dia tau, luka Rio bisa infeksi kalo ga diobatin, karena lukanya cukup dalem kalo dibilang luka kecil.

“saya janji deh tuan, abis ini, saya bakal temenin tuan kemanaaaaaa ajjaaaa ! oke ???” sogoknya seperti membujuk anak kecil.

‘kayaknya perlu dikerjain nih anak!’ batin Rio jail dan sebuah ide terlintas dipikirannya.

“gue mau keluar, tapi dengan satu syarat!” jelas Rio enteng dengan wajah tanpa dosa.

Ify membelalakan matanya, tanda senang akhirnya Rio mau keluar juga meskipun ujung2nya pake syarat.

“apa tuan ??” tanyanya antusias.

“mm, loe …..” katanya menggantung.

Ify melihat wajah Rio yang tidak serius, jadi dia Cuma mengangguk angguk saja.

“loe harus ,,,, cium gue …….” Terang Rio menunjuk pipinya, Ify membelalakan matanya kaget, hah,, Rio udah gila kali, masa Ify suruh nyium dia, mana mau Ify,,

“apa ???? saya harus nyium tuan ??? iiii, ogah !” Ify menggidikan bahunya tanda jijik.

“lho, kenapa ??? banyak lo yang mau nyium gue,, lo tuh beruntung karna bisa gue suruh !” jelas Rio tersenyum jail.

“ga, ga mau ah , ga mau..” tolak Ify sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

“ohh, yaudah ah,, gue males keluar,,” Rio kembali bersandar pada jok mobilnya pura2 merem, tapi dia setengah ngelirik Ify. Ify jadi manyun.

“yaudah terserah …..” kata Ify langsung masuk ke jok blakang mobil dengan tangan yang dilipat, ceritanya dia ngambek sama Rio.

‘yah, kok ga mau sih !! ahh, ayo Rio cari akalll!’ batin Rio sambil memikirkan bagaimana caranya biar bisa ngerjain Ify.

CLINGGGGGG

Lampu diatas kepala Rio menyala, akhirnya dia punya ide jga buat ngejailin Ify.

Rio memegang dahinya yang berdarah itu, lalu dengan sengaja menekannya, hingga Iapun refleks berteriak

“awwwww, ahhh” rintihnya beneran, salah sendiri dia beneran mencet lukanya.

Ify yang lagi manyun, kaget mendengar teriakan Rio dan langsung keluar dari mobil menuju kearah tempat pengemudi, dimana Rio mendudukinya.

“aduh, tuan kenapa ???” tanya Ify panik.

“aww, sakit Fy. Aduhhh!” rintihnya kali ini bohong, pura2 kesakitan sambil sesekali cekikikan karena Ify sedang mengambil betadine dan handsaplast yang Ia bawa tadi, kerena tertinggal di jok belakang.

“ayo tuan, saya obatin, ayo keluar, ayooo !!” paksa Ify yang udah panik banget. Melas banget mukanya.

Rio bener2 pengen ketawa ngeliat wajah panik Ify itu,, tapi tetap dong, Rio tetap berakting kesakitan. Jiwa pemain sinetron gitu.

“ga, pokonya gue mau keluar dari mobil kalo lo mau nyium gue !” kata Rio sambil menunjuk pipinya.

Ify mengerutkan kening dan kembali menggeleng.

“ga , ga mau ah , ga mau !!” katanya ngotot.

“iih, Cuma pipi doang ko, apa lo yang mau gue cium ???” tanya Rio dengan mata menggoda.

Ify bergidik.

“ga ah , ga mau tuan!” tolak Ify lagi.

“tapi ini sakit Fy, ntar kalo gue pingsan gara2 kesakitan gimana, terus masuk UGD gimana , terus kalo mati, gue gentayangin elo gimana ?? mau emangnya ???” kata Rio kejauhan, orang bego juga tau kalo itu ga bakal kejadian, orang lukanya Cuma seuprit, Rio aja emang dasar, eh dasar Rio cacingan. :P

Ify berfikir layaknya orang bloon. Lalu menjadi galau sekarang.

“tapi tuan, itu kan dosa !” kata Ify ngeles.

“tinggal tobat nanti, gampang kan ???” kata Rio enteng. (si Rio tobat sambel kali!)

“emm, tapi …….. emm … nanti tuan geer lagi kalo saya cium!!” kata Ify ngeles lagi.

“iya, gue emang bakal geer, tapi gue bakal keluar kalo lo mau nyium gue, kalo ga mau, ya gue sampe mati bakal disini !!” ancam Rio. Sebenarnya Ify ga ada ruginya deh, tapi dia ga tega ngeliat luka Rio itu.

“emm, yaudah deh, tapi tutup mata ya,,,,,,,,” kata Ify sambil manyun.

“tenang …..” Rio langsung menutup matanya sambil tersenyum jail, Ify mendekatkan wajahnya ke pipi Rio dan …

Mmmwahh

Secepat kilat Ify mencium pipi Rio. Lalu kembali pada posisi sebelumnya.

“udah kan ??” tanya Ify sambil manyun.

Rio membuka matanya dan menoleh kearah Ify.

“yaahh, masa begitu doang sih !! ga asik,, tapi yaudah deh, yang penting udah dicium , oke gue keluar!!!” Rio mengijak kakinya keluar dari mobil. Ify bernafas lega, akhirnya bisa juga dia membujuk Rio.

Dan mereka berjalan ke bangku terdekat disana.
###############
Ify mulai mengobati Rio. Dengan telaten Ia mentotol-totolkan #lirik Penulis The POL, minjem kata2nya yak, hahay,, betadine ke kapas dan mulai di usap ke dahi Rio yang berdarah.

Rio tak meringis, dia hanya mencermati wajah Ify yang kini amat dekat dengannya, Ify terlihat cantik, dan Rio baru sadar itu, ternyata gadis polos itu sangat amat cantik ya,, Rio terenyum kala melihat Ify yang begitu telaten mengobatinya.

Ify membersihkan luka Rio dengan kapas yang ada betadinenya itu, tepat saat kejadian yang amat biasa dan menyinetronpun terjadi.

Dimana saat mata mereka beradu pandang, dan saling menelusuri manik mata satu sama lain. Ify mash tetap pada posisinya, yaitu membersihkan luka Rio dengan tanganya didahi Rio, sementara Rio duduk diam menatap Ify, Ify pun juga terdiam, melihat sebuah ketulusan terpancar dari si pemilik mata itu.

Mereka bertatap-tatapan, mengikuti gejolak didalam dada, mereka terpaku untuk sekejap, tak peduli waktu yang terus berjalan, yang mereka pikir adalah, bagaimana mata indah itu bisa tercipta, serasa waktupun hanya milik mereka.

Ify masih terhanyut dengan tatapan Rio padanya. Rio menatap Ify bukan hanya sekedar tatapan cueknya, sekarang Ia menatap Ify penuh arti. Dalam dan membuat Ify tak bisa lari dari ini.

Apa benar sekarang rasa itu sudah timbul?? Atau hanya semacam rasa canggung karena sebelumnya mereka tidak pernah sedekat ini melihat satu sama lain?? Tidak ada yang tau jawabannya.

“ehhmm” lagi2 rio berdeham membuat Ify tersadar dari lamunan itu,, Ify jadi salting sendiri, Rio juga, baru kali ini mereka saling bertatapan.

“udah ??” tanya Rio sok cuek. Berusaha menutupi rasa saltingnya itu.

“be .. belum, tuan,, sse, sebentar lagi !!” Ify yang memang ga pandai menutupi bahwa Ia salting, terlihat juga oleh Rio, juga wajah Ify yang udah merah banget, lebih merah dari kepiting rebus (saya aja ga tau kepiting rebus gimana, maklum, rada oon! :P).

Ify kembali mengobati Rio meskipun Ia terlihat menghindari mata Rio, takut jadi salting lagi kayak tadi.

Setelah menempelkan handsaplast ke dahi Rio, Ify membereskan p3knya. Rio hanya menunggu saja.

Dengan cepat Ify membereskan betadine dan kawan2nya, lalu berjalan kearah mobil untuk mengembalikannya. Tapi tiba2 Rio menahan tangan Ify.

Ify menoleh .

“makasih !” ucap Rio sambil tersenyum.

Ify juga tersenyum dan mengangguk kemudian kembali berjalan kearah mobil Rio sambil memikirkan sesuatu.

Kenapa gue bisa sedeket ini sama Rio yang semua temen2 sekelasnya itu geleng2 kalo ngajak ngomong dia ?? kenapa juga kalo di sekolah Rio itu cuek naudjubile? Kenapa juga kalo ditempat lain Rio biasa aja ??? apa dia mau nunjukin sama Shilla kalo dia bisa tanpa Shilla ?? tapi ga gitu juga kan caranya ??

Semua pikiran itu membuat Ify stress sendiri. Tapi yaudahlah, kayak D’Massive aja, syukuri apa yang ada, hidup adalah anugrah .. hehe

Setelah selesai menaruh kotak p3k yang Ia ambil tadi, Ify kembali ke bangku tempat Rio dan ia duduk tadi.

DRRTT .. DRRTT ..

Hape Ify bergetar, dan membuatnya sedikit terlonjak. Ify mengambil Hpnya dan melihat siapa yang memanggilnya.

‘Ka Sivia (work)’

Begitulah tulisan yang ada di tampilan BB Ify. Ify segera mengangkatnya menyadari bahwa Sivialah yang menelponnya.

“halo ..” sapa orang disebrang sana.

“iya ka,” jawab Ify.

“Fy, kamu sama Rio kan ??” tanya Sivia.

“iya ka, kenapa ?”

“emm, kalian cepet kekantor ya, saya mau minta Rio menggantikan saya nanti pas meeting, karena saya ada keperluan mendadak!” jelas Sivia.

“tadi saya udah telpon Rio tapi ga diangkat,,, cepetan ya, 15 menit udah nyampe, soalnya saya mau kasih tau Rio bahan meetingnya apa aja,,” jelas Sivia lagi, terdengar terburu2.

“emm, I .. iya kak, secepatnya kita kesana ..”

“yaudah saya tunggu ..”

TUT TUT TUT , sambungan diputus, sepertinya Sivia memang sedang buru2.

Rio memandang Ify dengan tatapan bertanya2.

“ka Sivia minta kita cepetan kesana tuan, ada yang penting, Ayo tuan !” Ify juga terlihat terburu-buru. Rio hanya mengikuti Ify dan meninggalkan mobilnya, beserta HPnya yang ada di dalam mobil.
###########
Ify menyetop taksi tapi tak ada yang tak berpenumpang.

“aduh tuan, ini gimana ini ??? udah 5 menit kita ga ketemu2 taksi tuan, aduh, angkot juga penuh semua, naik ojek ga mungkin !!! naik becak apalagi, bisa pingsan duluan kalo kita ajak ke kantor.” Ify ngedumel sendiri, sementara Rio terlihat santai2 aja.

“mm, satu2nya cara, kitaaa naikk bajajj ! itu tuh bajajnya , ayo tuan ayo, keburu ada yang naek!” Ify menarik2 tangan Rio. Rio mengerutkan kening.

“ga mau ah, masa naik bajaj !” tolak Rio.

“ayo Tuan nanti ka Sivia marah !” Ify masih keukeuh menarik2 tangan Rio.

“ga ah, mendingan telat daripada naik bajaj.” Tolak Rio lagi.

Karena bajaj yang Ify tunjuk berjalan kearahnya. Ify tidak peduli pada Rio yang menolak naik bajaj. Pokoknya dia tetep masuk ke bajaj itu menunggu Rio juga masuk.

Rio masih diam dengan tampang bodo amatnya, sambil melipat kedua tangannya. Bajaj yang emang berisik ngundang orang2 disekitar sana marah2. Akhirnya para ibu2 yang lagi nidurin anak bayinya malah keluar dan marah2 sama sopir bajaj itu dan menyuruhnya segera pergi.

“berisik banget sih !! bajaj kok masuk perumahan !! ngeselin banget !!” teriak Ibu2 itu, diikuti anggukan oleh Ibu2 lain, Ify hanya menggigit bibirnya, tanda takut sama omelan para ibu2. Sementara Rio masih dengan tampang acuhnya.

“iya bang, kalo misalnya mau cari penumpang jangan diperumahan kalo, sono noh dibunderan HI , pasti banyak, atau di pasar tanah abang,, kalo di perumahan gini jarang yang mau naik, tu anak saya jadi kebangun gara2 bunyi bajaj ini!!” omel ibu yang satunya lagi, pake nyolot banget lagi.

“bu, ini ada penumpang yang mau naik, kan ga ada salahnya nolak rejeki!” kata sopir bajajnya itu sambil menunjuk Ify dan Rio satu persatu.

“yaudah atuh, cepetan !! neng, mas, kalo mau naik bajaj tuh cepetan, udah tau ini perumahan kan berisik kalo ni bajaj Cuma dinyalain doang kagak jalan !” omel ibu2 yang lain membuat Ify angkat bicara.

“maaf bu, tadi mobil kami sempat tertabrak pohon, dan kami mau pulang, dan satu2nya kendaraan Cuma bajaj doang, jadilah kami naik bajaj!!” jels Ify yang ujung2nya sebenarnya ga penting.

“yaudah buruan pergi, jangan bikin keributan disini , ayo atuh sok !!” suruh si ibu2 tadi, ahkirnya mau ga mau Rio naik juga ke bajaj itu dengan wajah kesalnya , dan bajaj itu melesat pergi, sebelum tadi si sopirnya meminta maaf kepada para warga.
###############
Oik lagi mengelap meja di ruang tamunya, sambil bernyanyi-nyanyi kecil. Seperti yang Sivia bilang, Ia harus mengurus segala keperluan tamu, ya akhirnya inilah kerjaannya sekarang.

“RIOOOOOO!!” teriak salah seseorang di luar rumah itu, suaranya amat nyaring membuat Oik kesal mendengarnya, akhirnya Ia memutuskan untuk keluar karena mendengar suara nyaring itu.

“RIOOOOOO!!!” teriaknya lagi. Oik tutup kuping sambil bawa kemoceng,, kalo sampai tu orang teriak2 lagi, nyahoo lu ama Oik.

“RII …” baru orang itu uingin memanggil Rio lagi tapi udah keburu dicegat sama Oik.

“ehh, apaapaan sih, berisik banget, kalo manggil tuan Rumah tu yang sopan dong!! Mana cempreng banget lagi suara situ !!” Oik teriak biar menyamakan suara laki2 tadi.

“yee, maap, gue dan temen gue emang kalo manggil ke rumah Rio ya tereak2 begitu!” katanya santai. Lelaki disampingnya, menyipitkan matanya yang udah sipit.

“nyehh, lo aja kali gua ngga !!” katanya sewot.

“yaudah2 , kalian kesini mau ngapain ?? tuan Rio ga ada di rumah , lagi pergi !!” kata Oik ujung2nya sewot.

“yah ? tadikan kita udah janjian mau main pees, iya kan , Vin ??” tanyanya pada lelaki disampingnya, Alvin.

“ga sih, tadi kan elo yang maksa dateng kerumah Rio buat main pees, Rionya mah iya iya aja, dan tadi dia sendiri yang bilang, kalo dia masih mau pergi , jadi ya gitu deh !!” jelas Alvin sambil mengangkat bahunya.

“hah?? Emang Rio bilang gitu ?? ahh ga asik nih si Rio !!” Cakka malah manyun. Kesal karena rencananya main pees berantakan.

“yaudah sih, kita tunggu aja didalem ! dari pada balik lagi, males banget !” kata Alvin juga yang emang niatnya mau ngadem dirumah Rio.

“jadi kita boleh masuk ??” tanya Cakka antusias.

Oik pura2 berfikir dan mengangguk. Mereka kan juga termasuk tamu, dan harus dilayani dengan baik.

Akhirnya Cakka dan Alvin langsung menyerbu masuk dan duduk di ruang keluarga, mereka sudah tak pernah canggung lagi disini, mereka sudah menganggap rumah Rio juga rumahnya, sama seperti Rio yag menganggap rumah mereka berdua adala rumahnya.

“eh , eh , eh , gimana sih ??? bukannya tunggu diruang tamu , malah main lari2 aja keruang keluarga ! songong banget sih dirumah orang !” kata Oik sewot.

Cakka dan Alvin menoleh kearah Oik yang udah kesel karena mereka main asal masuk aja.

“tenang, kita emag udah anggep ini rumah sebagai rumah kita, ya gak Vin ??” tanya Cakka.

“yoyoy , dari pada lo marah2in kita, mending lo bikinin kita minum , aus nih !!” suruh Alvin seenaknya. Oik hanya melengos lalu berjalan kearah dapur.

“Cakk, si Oik manis juga, kenapa ga lo gebet aja ???” tanya Alvin memainkan alisnya.

“hah, ga ah, cupu sih, lagian kampungan banget !!” kata Cakka jujur.

“ssstt, lo tuh kalo punya mulut dijaga ya, kalo dia denger bisa sakit hati tau ga ?? dasar lu !!” kata Alvin sambil melirik Oik yang masih sibuk dengan jus buatannya.

“iyaiya, mm, tapi manis juga sih ! senyumnya mengalihkan duniaku!” kata Cakka lebay sambil memperhatikan Oik yang lagi membuat jus sambil senyum2 sendiri.

“wow, Cakka jatuh cinta nih ceritanya??? Eh tapi kapan dia pernah senyum ama lo ??” tanya Alvin sambil berfikir kapan Oik pernah senyum sama Cakka ??

“ga juga sih, hehe,, “ Cakka cengengesan.

“yee, dasar.. mm tapi gue mau nantang lo nih ??” kata Alvin sambil memainkan matanya.

“apa ???” tanya Cakka penasaran .

“gini, kalo lo berhasil nakhlukin dia,, lo harus ajak gue ke eropa utara , gimana ???” tantang Alvin.

“yee, enak di elu kagak enak di gue, ga ah !!” tolak Cakka mentah2.

“makanya dengerin dulu, gue tadi Cuma canda. Kalo misalnya lo berhasil pacarin dia, buat dia sayang ama lo , gue bakal bayarin lo berdua nonton konser Justin Bieber, gimana ??” tawar Alvin.

Mata Cakka langsung berbinar-binar mendengar nama Justin Bieber disebut2. Dia kan amat ngefans sama Justin Bieber.

“serius lo ??”

“4000 rius , gimana ??”

“mau banget !!!” Cakka mengangguk anggukan kepalanya tanda setuju. Yaiyalah, jelas gampang baginya nakhlukin Oik, Cakka kan playboy sejati.

“eitts, ga segampang itu ,, lo harus bener2 sayang sama dia dan ga boleh selingkuh kayak kemarin2 lagi,, ngerti ??”

“yahh, itu susah Vin, lo tau kan kalo gue udah ketemu cewek, pasti tu cewe naksir sama gue, nah gue kan nanti bisa macarin dia ,, ahh susah Vin !” Cakka jadi galau setelah ditantang Alvin seperti itu.

“ga peduli gua, pokoknya kalo lo bisa setia paling ngga 1 tahun, gue bakal bayarin lo sama Dia nonton konser Justin bieber, beserta Meet and Great nya nanti,, gimana ??”

Cakka mulai berfikir lagi , dan dia memutuskan untuk mencoba saja dulu.

“mmm, insya Allah deh Vin, doain aja mudah2an iman gue kuat, oke !!”

“sippp !!” Alvin mengacungkan jempolnya pada Cakka bahwa mulai waktu ini, Cakka harus membuat Oik suka padanya, bahkan mencintainya.

Mungkin hanya dengan ini Alvin bisa merubah Cakka, semoga Cakka tak pernah mempermainkan perempuan lagi seperti biasanya. Itulah yang Alvin harapkan. Cakka bisa setia pada satu cinta .

-BERSAMBUNG-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar