Sabtu, 18 Juni 2011

Egokah Aku part 9

Egokah Aku-part 9-

Oik berjalan kearah Cakka dan Alvin yang sedang menonton Televisi yang lagi heboh sama Briptu Norman.

“chaiya ,,, chaiya ,,, chaiya ,,,,,” Cakka joget2 ala briptu Norman meskipun ga mirip. Oik bergidik ngeliat Cakka, jijik ,, orang dirumah Rio juga, ga malu banget sih, batin Oik.

“nih tuan Alvin , tuan Cakka!!” kata Oik mempersembahkan jus alpukat yang baru Ia bikin sambil melihat kearah Cakka masih dengan ngeri2 gitu.

Cakka menghentikan aktivitas jogetnya, lalu mengambil jus alpukatnya,

“eh Ik,, mau nanya deh!!” kata Cakka sembari menyeruput jusnya.

“tanya aja ..” kata Oik yang berjalan kearah dapur, niatnya mengembalikan nampan.

“emm, dirumah lo banyak semut ya ???” tanya Cakka dengan tatapan menggoda.

“dihh, sok tau kamu,, kadang2 sih !!” jawab Oik jujur.

“pantesan aja lo manissssss banget,, tapi kadang2 doang ! hehe “ Cakka malah cengengesan.

“ihh, gombal apa ngeledek tuh ??” sambar Alvin yag dari tadi hanya diam.

“niatnya gombal Vin, tapi ya tau, mulut gue malah ngomong begitu !” kata Cakka jujur.

“oiya Ik, emm, pembantu yang lain kemana ??” tanya Alvin yang biasanya rajin ngegoda para pembantu (Alvin genit, ih!)

“owwh, ada di rumah belakang, kan nanti malem pak Dika mau ada meeting penting di belakang, jadi mereka harus nyiapin semuanya..” jelas Oik menerangkan yang sebenarnya.

“ow, aneh2 aja, meeting masa dirumah !!” celetuk Cakka.

“hussh, kalo tua Dhika denger bisa dimaki kamu !!” kata Oik mengingatkan.

“tau, tau !!” Cakka pasrah aja.

“yaudah deh, Ik,, kita mau kekamar cadangan Rio ya ,, ada yang mau kita ambil disana ,, biasa, barang ketinggalan,,” Alvin dan Cakka berdiri, bersiap untuk naik tangga.

Oik hanya mengangguk-angguk saja, toh dia ga punya hak juga buat ngelarang.

Cakka dan Alvin pun bergegas ke arah kamar Rio. Mereka emang udah biasa kesana, soalnya Rio ngelarang buat masuk kekamarnya yang asli yang ada di belakang, gatau juga kenapa. Dan satusatunya orang lain selain Rio yang pernah masuk kekamar Rio itu Cuma Ify, ya, Cuma Ify.

Setelah masuk kekamar-cadangan-Rio, Cakka menutup pintunya rapat2 lalu duduk di kasur empuk Rio.

“Vin, ternyata susah buat bikin Oik suka sama gue! di gombalin aja ga ngerti !! kayaknya gue ga bisa deh bikin dia suka sama gue!” terang Cakka putus asa.

“yah, baru gitu doang,, tenang , konser JB masih lama kok (orangudahlewatlagi!) meet and greatnya jug masih lama, lo coba aja dulu !! payah, masa gitu aja udah nyerah!!” Kata Alvin mengompori.

“hah, gue gak nyerah kok, Cuma males aja , gue pasti bisa nakhlukin dia, liat aja nanti !!” Cakka yang ga mau dianggap cemen sama Alvin langsung menarik kembali ucapannya tadi.

Alvin tersenyum mendengar ucapan Cakka, semoga ini berarti Cakka ga akan lagi nyakitin cewek.

“oiya, lo telpon Rio deh!!! Gue mau tau dia lagi dimana sekarang !!” suruh Alvin. Cakka hanya mengangguk dan mengeluarkan Nokia X6nya

NUT ………… NUT…… NUT… NUT… NUT.. NUT.. NUT NUT

Semakin lama bunyinya semakin cepat, dan itu berarti tidak ada jawaban, ahh kemana sih Rio ??

“gabisa Vin, ga diangkat,,” kata Cakka sambil memperhatikan layar HPnya, kali aja Rio telpon balik.

“hah?? Yaudah , mungkin dia masih kerja !!” kata Alvin tidak mau mempermasalahkan.

“lagian dia tuh, masih kelas XII udah megang Official Manager,, tu kerja kan berat banget!! Ada2 aja sih !!!!!!!!!” seru Cakka sambil geleng2.

“biarin sih, itukan pilihannya dia !!!” kata Alvin yang emang males ngomong.

“ahh, yaudah ah, nonton Horror aja yuk !!” ajak Cakka.

Alvin berfikir sebentar , lalu mengangguk.

“boleh, tapi apa ??? Rio kan koleksi Horror nya banyak !!” tanya Alvin yang masih bingung mau nonton apa.

“itu aja, arwah goyang karawang, gimana ??” tanya Cakka sambil membayangkan tokoh Jupe sedang berjoget (ngeres nih Cakka :P)

“ngaco loe! Maunya!! Rio mana punya horror indonesia, paling juga dia punya pintu terlarang ama bangku kosong yang emang kagak ada begitu2annya,, Rio kan suka yang sadis sadis!” jelas Alvin membuat Cakka nyengir. Mereka masih berfiir-fikir apa yang ingin mereka tonton.

Lalu keduanya tersenyum.

“SAW !!” seru mereka berdua kompak dan langsung mengambil DVDnya dan mulai menontonnya.
##############
Rio dan Ify sudah sampai dikantor. Tapi kali ini Rio dan Ify jadi bahan omongan dan ketawa orang, masa sang Official Manager mereka datang kekantor naik bajaj??

Biarpun udah malu banget, Rio tetap jaga Imagenya. Ify sebenernya juga Risih daritadi diketawain, Cuma ya, biarin ajalah terserah mereka.

Karena tak mau berlama2 di depan Pintu utama HA, yang bikin mereka semakin ditertawakan, Rio langsung menarik tangan Ify masuk , kearah ruangan Sivia.

TOKTOKTOKTOK

Rio mengetuk pintunya kasar dan kencang, membuat Sivia yang sedang berkutat serius pada laptopnya jadi terlonjak.

“siapa sih?? Gasopan!!” teriak Sivia yang sebenarnya berniat menyuruhnya sekalian masuk.

Rio dan Ify langsung masuk tanpa dikasih aba2, Ify menunduk sementara Rio memasang tampang acuhnya.

“RIO! Pantes aja !” cibir Sivia lalu kembali berkutat pada laptopnya.

“ka, kaka ngapain sih nyuruh aku kesini ???” Rio agak membentak. Sivia hanya menoleh sebentar kearah Rio. Lalu menjelaskan semuanya sambil tetap mengetik di laptopnya.

“lagian jabatan kamu dikantor itu tinggi Rio, kamu yang mengurusi semua bawahan kamu, kecuali CS(CleaningService) kamu malah keluyuran, kalau begini, mau jadi apa perusahaan papa !!” jelas Sivia yang membuat kuping Rio panas. Selalu aja tiap ketemu Via, Rio pasti diomelin, diceramahin, ahh pokoknya Rio paling males kalo ketemu kakanya.

“kamu kalo mau keluyuran inget wa ..” sebelum Sivia melanjutkan omelannya, Rio langsung memotongnya.

“jadi yang jelas, kaka kesini mau nyuruh aku apa ??” tanya Rio yang udah jengkel di ceramahin mulu sama Via.

“kamu gantiin kaka meeting sama pak Hendra dari PT.MekarSariCipta ,, mereka client kita yang sangat penting, kaka harap di meeting ini kamu berhasil Yo, ini bahan2 meetingnya udah kaka buat, tinggal kamu perluasin aja kata2nya,,” terang Sivia biasa2 aja. Ga dengan nada ngomel.

Rio hanya mengangguk-anggukan kepalanya tanda mengerti. Ify hanya menunggu saja sambil menunduk.

“emang kenapa sih ka ??? kaka mau ada keperluan apa ??” tanya Rio.

Sivia menoleh sebentar kearah Rio lalu wajahnya berubah menjadi sedih.

“Stev, Yo,, dia kecelakaan pas mau terbang ke Aussie, dan sekarang dia kritis dirumah sakit.” Ujar Sivia dengan mata berkaca-kaca.

Akhirnya Rio hanya dapat menggigit bibir bawahnya pertanda maklum, kasihan juga kan, Stev, (namanya diambil dari Iel!!) pacar kakanya ini harus kecelakaan pesawat dan ga kritis, wajar kalo Sivia mau jagain dia.

“yaudahlah, kaka ke rumah sakit aja sekarang, biar aku yang lanjutin buatnya!!” akhirnya Rio berperikemanusiaan juga dan mau mengizinkan Sivia bertemu pacarnya yang kritis.

“yakin kamu ??” tanya Sivia sembari mengelap matanya yang sudah berkaca-kaca.

“yakin, udah cepet sana, entar keburu ……..” ucapan Rio menggantung, dan dia tidak berniat melanjutkannya, karena takutnya, Sivia malah nangis.

Sivia melirik Ify, dan mengangguk.

“yaudah kaka mau kerumah sakit dulu, Fy, saya mau ngomong sebentar !!” suruh Sivia , Ify hanya menuruti.

Ify dan Sivia berjalan keluar dari ruangan kerja Sivia.

“Fy, Rio ga ngapa2in kamu kan ??” tanya Sivia.

Ify mengangkat wajahnya yang sedari tadi menunduk.

“emm, eng, engga!” jawab Ify mencoba tersenyum. karena, kalo dibilang ga ngapa2in ya emang ga ngapa2in dia kan si Rio.

Sivia mengalihkan pemandangannya keluar Pintu utama HA. Kayaknya ada yang aneh.

“mobil Rio mana ?? biasanya juga mobilnya mejeng disono, dia kan ga pernah mau markir mobil bener!!” SIvia melihat lagi kearah Ify.

“ee, tadi itu , mobilnya nabrak !!” jawab Ify jujur karena bohong juga ga ada gunanya.

“APA ??? nabrak ?? dimana ???” tanya Sivia yang langsung kaget dengan pernyataan Ify barusan.

“ta .. tadi di perumahan kelapa gading ka, tapi kita ga kenapa2 kok !!!” jelas Ify mencoba menenangkan Sivia yang keget.

“terus kalian kesini naik taksi ??” tanya Sivia lagi.

Ify menggeleng perlahan.

“naik bus ??” tanya Via lagi.

Ifypun menggeleng lagi.

“travel ??”

Ify kembali menggeleng.

“terus naik apa kesini ?” tanya Sivia yang udah gatau lagi apa yang bisa mengantar Ify dan Rio sampai HA.

“ba .. bajaj, ka !!” seru Ify.

Sivia tersentak,,

“hah?? Bajaj ?? “ Sivia menahan ketawanya mendengar jawaban Ify. Karena tak bisa menahan ketawanya, Sivia jadi terbahak-bahak.

“se,, serius kamu ? haha, emang Rio mau , naik bajaj ?? hahahahaha!!” kata Sivia diselingi tawa.

“serius ka, tadinya gamau tapi ya karena terpaksa, jadi tuan Rio mau ga mau!!” jelas Ify.

“huaaaahhahahahaha!!” SIvia malah tertawa terbahak2. Ga nyangka Rio mau naik bajaj. Sungguh hal langka menurutnya.

Ify kembali menunduk mendengar tawa Sivia. Entah mengapa perasaan dia bener2 ga enak.
Ada yang mengganjal dihatinya. Sepertinya ada yang tidak beres.

Sivia menghentikan tawanya, lalu melihat kearah Ify yang masih menunduk.

Sivia mencengkram bahu Ify pelan membuat Ify mengangkat wajahnya.

“Fy, kamu kenapa ??? sakit ??” Sivia terlihat cemas dan memegang dahi Ify.

Ify menggeleng perlahan dan kembali menunduk.

“kamu kenapa sih ??? ada yang salah dari omongan saya tadi ???” tanya Sivia meihat Ify cemas.

Lagi2 Ify hanya menggeleng dan mencoba tersenyum.

“e .. engga ka, kaka mendingan kerumah sakit aja ,, aku ga papa kok !!” Ify tersenyum.

“bener ???” tanya Sivia yang masih bingung ada apa dengan Ify.

“iya ka, tenang aja !”Ify mengangguk lagi.

“yaudah, saya pergi dulu, kalo ada apa2, kamu telepon saya aja!! See you ya !!” Sivia berjalan melewati Ify dan berlalu pergi. Ify pun kembali ke ruangan Sivia dan menunggu Rio selesai membuat proposal untuk meeting.

Rio mematikan laptop kakaknya dan itu tandanya dia udah selesai. Dia membereskan semua bahan2 meeting yang sudah di print, kemudian memberi tanda pada Ify bahwa Ia sudah selesai.

Rio memutuskan untuk mengganti baju DB yang berwarna pink kotak2, dengan kemeja dan jas warna hitam.

Ify mengikuti Rio keluar dari ruagan Sivia dan menuju kearah parkiran, Rio juga tinggal minjem mobil kantor.

Mobil itu mulai melaju dengan Ify yang masih memakai seragam Duta Bhagaskara, sementara Rio yang sudah berganti menjadi kemeja.

Sepanjang perjalanan, keheningan terjadi. Rio masih diam karena Ify pun tidak mengajak bicara.

“tuan … bukannya ka Sivia bilangnya meetingnya jam 3 ya ???sekarang kan masih jam 2 kurang !!” akhirnya Ify bicara bermaksud memecah keheningan disana.

“ya gapapa, bagus, biar client nganggapnya disiplin,,,!” jawab Rio sekenanya. Membuat Ify Cuma ngangguk2 aja.

Tiba2 didepan mobil rio dipinggir jalan ada ramai2 yang membuat perhatian Ify tersita untuk melihatnya.

“tuan, tuan itu ada apa tuan ,, itu kayaknya kecelakaan deh, ayo tuan kita liat !!!” Ify memukul-mukul tangan kiri Rio sambil melihat kearah ramai2 itu.

“ahh, paling juga orang demo,, !!” kata Rio tetap menjalankan mobilnya.

“tuan ayo turun ,, saya mau liat siapa yang kecelakaan !!” paksa Ify .

Rio menghela nafas dan langsung menepikan mobilnya lalu turun.

Ify langsung berlari menyerobot para kerumunan untuk melihat siapa yang jadi pusat perhatian warga.

“misi, misi dong, misi !!” Ify menyerobot para kerumunan itu dan sampai dipaling dalam. Ify melihat kearah korban yang bersimba darah itu. Dan betapa terkejutnya Ify melihat korban tabrak lari itu yang ternyata adalah … adalah …
######
Oik kesel banget, lagi masak, malah disuruh Cakka sama Alvin buatin popcorn sama Orange Juice ke kamar-cadangan-Rio.

Terpaksa masaknya dilanjutin sama mba Dea, dan Oik harus ngebuatin pesanan mereka, emang mereka kira ini rumah, restoran.

Setelah selesai membuat popcorn, dan orange juice, Oik mengambil nampan dan mengantarkan pesanan Alvin dan Cakka.

TOKTOKTOK

Oik mengetuk pintu kamar Rio.

“masuk ,,” teriak Alvin. Akhirnya Oikpun masuk dan menuju kearah meja kecil disana. Sementara Alvin dan Cakka mukanya udah ketakutan banget nonton tu film,, SAW gitu, sadisnya kagak nahan,,

Cakka masih aja serius menonton Film sadis itu, Alvin juga serius melihat film yang sadis itu, Oik sibuk meletakkan jus jeruk dimeja kecil yag ada dikamar Itu. Masih tetap memandang LCD televisi itu, juga itung2 menontonnya sekalian.

Tepat pada saat leher sang pemain terikat tali, dan saat waktunya habis,, kepalanya harus putus dan pada saat itu juga mereka bertiga-Oik, Cakka, Alvin- berteriak.

“AAAAAAAAAAAAA!!!!” teriak mereka bertiga,, Oik menutup wajahnya dengan nampan Itu sementara Alvin menutupi wajahnya dengan bantall, Kalo Cakka narik bed-cover dari kasur dan akhirnya bed-cover itu jatuh menimpa dirinya.

Alvin yang tersadar bahwa makanan dan minuman yang ia pesan sudah datang, langsung menyuruh Oik membawanya kesini.

Oik segera menaruh minuman dan popcornnya dinampan dan memberikannya kearah Alvin.

Cakka dan Alvin langsung menyerbu popcornnya. Sambil menyeruput jusnya, mereka kembali memfokuskan mata mereka pada layar besar didepan mereka.

“Ik, duduk aja, nonton bareng !!!” ajak Alvin.

Oik yang memang pengen nonton film itu, langsung duduk disamping Cakka.

Tiba2 ………….

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA” teriak mereka bertiga, saat gergaji membelah perut sang pemain lainnya.

Oik refleks memeluk Cakka.

“AAAAAAA SEREEEMMM!!” teriaknya.

Alvin yang memang laki2 yang pemberani (haseek) terus saja melanjutkan nontonnya.

Cakka udah senyum2 gajelas menyadari Oik masih saja memeluknya. Oik juga ga nyadar, karena sesungguhnya tadi dia refleks.

Namun begitu menyadari dirinya sedang memeluk Cakka, mm lebih tepatnya tidak sengaja memeluk Cakka, Oik langsung melepaskan pelukannya. Dan melihat Cakka sinis.

“ihh, kesempatan dalam kesempitan!!!!!!!” seru Oik kesal.

“gue ya yang harusnya ngomong gitu !!!” Balas Cakka.

“ihh pede banget kamu !!” kata Oik sinis.

“iyalah, lo udah meluk bukannya makasih, malah marah2 !!” balas Cakka lagi.

“ahh tau ahh,, geer banget sih,, saya mau mandi aja !!” Oik bergegas keluar dari kamar itu.

“yee, ngapain,, gue kan wangi, ga perlu mandi juga wanginya udah wangi banget !!” teriak akka karena Oik sudah sampai di pintu.

“iya, wangi kentut ! amitt ih !!” Oik langsung keluar karen tidak mau adu bacot sama Cakka.

“iihh !!” cibir Cakka lalu kembali fokus kearah TV itu. Alvin yang sempat ketawa juga kembali fokus kearah tv.
#################
“GABRIEELLLL!!!!!!!!!” teriak Ify setelah melihat siapa korban tabrak lari itu. Ify kaget bukan kepalang.

Rio menghampiri Ify yang matanya udah berkaca2 , ga percaya apa yang dia liat sekarang.

“Fy??” panggil Rio tak percaya. Menatap Gabriel dengan tatapan ga percayanya sama kayak Ify.

Perlahan , air mata Ify turun, Ia sama sekali tak menyangka apa yang sedang Ia lihat sekarang. Seseorang yang Ia sayang , terbaring lemah tak berdaya disana.

Dengan perlahan Ify berlutut dengan air mata yang masih bercucuran deras, Ia memegang, hmm,, lebih tepatnya mencengkram bahu Gabriel.

“Yel, ba .. bangun ,, iyel , bangunnn !!” histerisnya. Ia tidak peduli pada semua warga disana yang melihatnya dengan tatapan bermacam2.

“Iyel, bangun, Yel , jawab gue , iyeellll!” teriak Ify histeris mengguncang tubuh Gabriel yang sama sekali tak bereaksi, air mata Ify mengalir deras.

Rio melihat Ify iba dan kemudian memegang pundaknya.

“Fy, lebih baik kita bawa kerumah sakit sekarang!” ajak Rio.

Ify sejenak terdiam , lalu menghapus airmatanya. Dan mengangguk-angguk tanda setuju.

“yaudah , ayo, pak bantu saya gotong Gabriel ya ..” Rio meminta tolong kepada para warga disana untuk menggotong Gabriel masuk kedalam mobil Rio.

Akhirnya setelah menggotong Gabriel masuk, Ify dan Rio segera masuk, dan mobil itu melaju dengan kecepatan seperti biasanya, ngebut.

Ify masih memangku kepala Gabriel. Masih juga berurai air mata.

“tuann, jangan ngebuttttt!!!!! Nanti Gabriel kenapa-napa !” lirih Ify, meskipun sedikit teriak.

“Fy, kita harus sampe cepet2, kalo ga nanti nyawa Iel bisa ga tertolong!!” terang Rio masih tetap melajukan cepat mobilnya.

Ify hanya terdiam. Dia sudah pasrah saja, pokoknya yang harus dilakukannya sekarang cepat2 menyelamatkan Iel.

Tak sampai sepuluh menit, mereka sudah sampai dirumah sakit. Rio dan Ify segera turun dari mobil. Membiarkan Gabriel diangkat oleh para tim medis oleh kasur berjalan (namanya apa ya ??)

Ify setengah berlari mengikuti para suster yang juga menjalankan cepat kasur berjalan itu. Rio melirik jam tangannya, sudah jam 2 lewat 5 , sementara meeting dimulai jam 3 sore.

‘tenang Rio, meetingnya masih lama !’ batin Rio mencoba percaya, bahwa ia takkan telat datang ke meeting nanti.

“mba, mas , tunggu disini ya !!” kata suster seraya menutup pintu UGD. Ify mundur dan duduk disamping ruangan itu, air matanya kering, ahh, sudahlah, tidak ada gunanya menangis saat ini.

Rio masih berdiri, bodohnya Ia, Handphonenya Ia tinggalkan di mobil yang entah seperti apa nasibnya sekarang,, mungkin I-Phonenya juga sudah diambil orang. Rio jadi tidak bisa memainkan HPnya sekarang.

Mereka berdua masih menunggu meski dalam keadaan yang berbeda, Ify duduk diruang tunggu sementara Rio berdiri bersandar pada tembok disamping pintu UGD.

15 menit berlalu, dokter tak kunjung keluar, lampu diatas pintu UGD pun tak kunjung berpindah. Ify masih dengan rasa kepanikannya yang besar, menunggu daritadi, Ia bahkan sering mengganti posisi duduknya karena saking lamanya.

Rio melirik jam tangannya. Sudah setengah 3, bagaimana ini ??? meeting sebentar lagi akan dimulai, sementara perjalanan dari rumah sakit ke PT.MekarSariCipta butuh waktu 15 menit agar sampai dengan selamat, itu pun bila tidak macet.

Tiba2 seorang suster datang dan meminta salah sau dari mereka-Rio atau Ify- untuk melunaskan administrasi terlebih dahulu. Akhirnya rio langsung pergi ke bagian administrasi untuk membayar biaya rumah sakit.

Tiba2 pintu UGD terbuka dan lampu diatasnya pun berpindah. Ify menghampiri sang dokter dengan wajah harap2 cemas. Dia benar2 takut kali ini.

“dok, gimana Gabriel ??” tanya Ify panik.

“pasien mengalami pendarahan pada kepalanya karena terlalu banyak kehilangan darah,,, dan sekarang pasien kritis,” jelas dokter itu, membuat mata Ify berkaca-kaca lagi.

Sebuah pernyataan yang tidak ingin Ify dengar, ahh, apa ??? Gabriel mengalami pendarahan pada kepalanya ??? dari yang pernah Ify baca di RPUL Global dulu, pendarahan dikepala dapat menyebabkan kelumpuhan meskipun tidak 100% . atau bahkan bila sangat hebat bisa menyebabkan kematian.

Mungkinkah itu akan terjadi pada Gabriel ?? maybe yes, maybe no. dan Ify berharap tidak .

“apa saya boleh masuk dok ??” tanya Ify ketika Rio sudah kembali dan berdiri disampingnya.

“boleh, silahkan, asal tidak mengganggu ketenangan pasien .” terang dokter itu.

Ify mengangguk dan segera masuk kedalam ruangan itu, bersamaan dengan Rio yang mengikutinya.

“Gabriel kenapa ??” tanya Rio sambil menutup pintu UGD nya , sementara Ify sudah duduk disamping Gabriel.

Ify menghela nafasnya pelan sambil menoleh kearah Rio.

“pendarahan di kepala! Dan kritis.” Jelas Ify miris. Rio menatap Ify kemudian Gabriel.

Lalu Rio kembali menatap Ify seolah berkata ‘serius ?’.

Namun tidak ada jawaban dari Ify dan itu berarti benar. Rio menghela nafasnya sebentar dan memutuskan untuk keluar dari ruang UGD, membiarkan Ify menjaga Gabriel sepuasnya.

Rio menunggu diluar.

Setelah sepuluh menit, Ify tak kunjung keluar, Rio melihat jam tangannya , dan melihat tinggal 20 menit waktu untuk menuju keangka 3.

Rio langsung masuk lagi keruang UGD itu dan menghampiri Ify. Tangannya memegang pundak Ify.

“Fy, meeting udah mau dimulai!” jelas Rio pelan. Ify menggeleng dengan tatapan kosong.

“kita kan bisa jenguk Gabriel nanti, Fy, ini penting menyangkut perusahaan, ayolah !” kata Rio sedikit memaksa.

“engga mau tuan, tuan sendiri aja kesananya!” Ify masih menggeleng tanda tak mau pergi dan berhenti menjaga Gabriel.

Rio berfikir, untuk apa Ify diam disini menjaga Gabriel seperti mayat hidup.

“Fy, ayolah, gue butuh pendamping buat nemenin gue !!” Rio masih saja tetap memaksa Ify. Lagipula dia juga tidak ingin Ify seperti orang hilang dan menunggu seseorang menjemputnya, toh ada suster ini kan, yang 24 jam bila dibutuhkan pasti ada .

Ify kembali menggeleng.

“ayolah Fy, sebentar lagi meeting mau dimulai, dan gue ga akan dateng kesana kalo elo ga ikut !” jelas Rio sedikit memaksa. Terdengar dari nada bicaranya.

“saya bilang ga mau ya ga mau !!” Ify menatap tajam Rio lalu dengan sisa emosinya , Ia membentak Rio.

Rio tersentak, Ify barusan membentaknya, demi seorang Gabriel, wajar sih, jelas saja, Ify menyayanginya, dimata Ify, Gabriel jauh lebih berarti dari Rio.

“Fy, jangan egois dong, ini buat kepentingan perusahaan, lebih penting dari Gabriel,, lo tau kan kak Sivia nyuruh lo apa ??” Rio mulai membentak, dia kesal karena Ify tetap saja tak mau pergi dengannya, padahal inikan juga tugasnya untuk mengikuti kemanapun Rio pergi.

Tapi seharusnya Rio tak perlu meminta Ify menemaninya dalam keadaan seperti ini. Taukah Rio, Gabriel adalah salah satu orang yang masuk didaftar seseorang yang Ify sayang.

Ify menoleh kearah Rio, melepaskan genggaman tangannya yang tadi menggenggam Gabriel. Menatap Rio dengan tajam tapi lirih. Rio yang ditatap seperti itu hanya diam menunggu Ify bicara.

“siapa yang egois sekarang ?? tuan tau kan kalau saya menyayangi dia !” Ify menunjuk Gabriel sambil berjalan mendekati Rio.

DEG

Sebuah kalimat yang menacap telak dihati Rio , kalimat yang, hhm , tajam,, dan membuat Rio serasa tertancap sebuah pisau, sakit dan nyut2an.

Rio terus mundur. Bukan karena takut, tapi Ia berniat mengajak Ify bicara di luar.

Setelah sampai di luar ruang UGD, posisi Rio sama seperti kala menunggu tadi, bersandar pada tembok disamping pintu ruangan itu, lalu Ify berada dihadapnya.

Ify masih menatap tajam+lirih Rio. Rio juga menatap Ify, meskipun tanpa banyak arti dari tatapannya.

“apa kamu ga pernah sayang sama orang ?? jadi kamu ga tau rasanya melihat orang yang kamu sayang itu sakit atau terluka?? Oh, saya tau, kamu terlalu jahat buat orang yang kamu sayang, sampai2 orang itu pergi karena ga tahan sama sikap kamu?? Jadi kamu ga pernah merasakan sakit karena orang itu terluka ?? iya kan ??” tanya Ify tidak membentak, tidak teriak, dengan nada seperti biasa orang bertanya, namun terdengar sedikit tajam, dan sukses membuat hati Rio panas mendengarnya.

Rio gantian menatap Ify tajam. Nyaris saja mencengkram Tangan Ify bila Ia tidak dapat menahan emosinya.

Ify sesungguhnya khilav bicara seperti tadi, Ia hanya ingin Rio tau, bahwa Gabriel lebih penting dari meeting diperusahaan manapun.

Bukankah kita baru menyadari bahwa bila kita menyayangi seseorang saat kita akan kehilangannya, begitulah yang dirasakan Ify, bedanya Ify memang merasakan bahwa Ia menyukai Gabriel, hanya saja dia tidak menyangka perasaan yang Ia punya ternyata tak sedangkal seperti yang ia kira.

Ify menunduk, menyesali apa yang baru Ia katakan tadi. Air matanya pun turun perlahan. Rio pasti sangat marah padanya kini.

Rio masih menatap tajam Ify dan sekarang mencengkram sikut Ify. Ify hanya sedikit meringis. Dan kembali menunduk.

Kini Rio menatapnya emosi.

“lo tau kan ? gue emang egois,, kenapa elo ga ngikutin gue ?? HAH !” bentaknya.

Ify meringis lagi, menyadari sekarang bahunya yang dicengkram oleh Rio.

“ma .. maaf tuan!” lirih Ify. Ia hanya bisa mengatakan itu sekarang.

“gue tau lo sayang dia, maaf kalo gue lebih mentingin meeting itu dari pada orang yang lo sayang ! sory !!” lirih Rio . Ify masih menunduk dan menangis. Dia takut bila Rio sudah emosi, meskipun nyatanya ,, Rio sekarang tengah menatapnya lirih.

Dengan perlahan Rio menarik Ify kedalam pelukannya, Ify hanya diam saja,mungkin Rio tau bahwa sekarang , Ify sedang membutuhkan sandaran. Wajah Ify terbenam di bahu Rio. Rio memeluknya erat, tak tau atas dasar apa Rio memeluk Ify, yang Ia yakin , Ia dapat menenangkan Ify sekarang .

“maaf udah buat lo nangis!” ujar Rio tulus. Entah mengapa bibirnya mengucap itu. Masih dengan erat Ia memeluk Ify, tidak peduli dengan waktu yang terus berjalan. Rio seperti tidak ingin melepaskannya .

Hey , ini bukan pelukan terlarang kan ??? Rio tak berniat apapun. Namun entah mengapa ,, pelukan itu menghangatkan,, sekali lagi hanya bisa bertanya, ‘entah mengapa??’

Ify masih menangis. Meskipun isakannya tidak terdengar. Hanya saja kemeja Rio basah, tidak apalah.

Dengan perlahan , Rio melepaskan pelukannya dan mengangkat wajah Ify yang masih saja menunduk.

“yaudah, lo jaga Gabriel, sekarang gue pergi meeting, okey??” katanya ramah sambil tersenyum.

Ify mengangguk. Rio pun berlalu dan pergi begitu saja, Ify hanya menatap tubuh Rio yang sedikit demi sedikit menghilang .


-BERSAMBUNG-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar