Sabtu, 18 Juni 2011

Egokah Aku Part 5

Egokah Aku-part 5-

Bagaimana cara membuatmu bahagia
Nyaris ku menyerah jalani semua
Tlah berbagai kata kuungkap percuma
Agar kau percaya cintaku berharga

Tak kuat ku menahanmu
Mempertahankan cintaku
Namun kau begitu saja
Tak pernah merindu

Sungguh aku tak bisa
Sampai kapanpun tak bisa
Membenci dirimu
Sesungguhnya aku tak mampu

Sulit untukku bisa
Sangat sulit ku tak bisa
Memisahkan sgala
Cinta dan benci yang kurasa

Apa kau mengerti
Ku sedih sendiri
Tanpa ada kamu
Ku merasa sepi

Tlah lama kumenantimu
Diam sendiri menunggu
Setengah hati mencinta
Ku sakit karenamu

Sungguh aku tak bisa
Sampai kapanpun tak bisa
Membenci dirimu
Sesungguhnya aku tak mampu

Sulit untukku bisa
Sangat sulit ku tak bisa
Memisahkan sgala
Cinta dan benci yang kurasa

Ku sakit karenamu

Sulit untukku bisa
Sangat sulit ku tak bisa
Memisahkan sgala
Cinta dan benci oooo

Sungguh aku tak bisa (Sungguh aku tak bisa)
Membenci dirimu
Sesungguhnya aku tak mampu

Sungguh aku tak bisa
Sampai kapanpun tak bisa
Memisahkan sgala
Cinta dan benci oooo
Cinta dan benci yang kurasa


Suara merdu itu mengalun indah di ruangan. Semua pembantu disana terkagum-kagum mendengar suara merdu yang tak disangka-sangka pemiliknya itu. Para tamupun kaget mendengar suara itu berpadu dengan piano yang ia mainkan sendiri.

Ify tersenyum kala semua bertepuk tangan, ia tidak menyangka, perfomance nya malam ini dapat membuat semua terkejut tidak terkecuali Rio.

Siapa sangka, gadis dari kalangan sederhana itu mahir bermain piano dan memiliki suara merdu nan indah, membuat para tamu berdecak kagum.

Apalagi tidak ada persiapan apapun untuk malam ini. Mama Uci meminta Sivia agar ada hiburan untuk para tamu malam ini. Karena tak mungkin membatyar orang juga untuk malam ini, akhirnya Sivia bertanya satu2 pada semua pekerja disana, dan ternyata hanya Ify yang bisa bermain alat musik. Akhirnya dia memutuskan untuk menampilkan Ify malam ini.

Ify yang awalnya ga mau jadi mau juga gara2 dibujuk. Cinta dan benci??? Kenapa lagu itu,, karena tadi Rio yang memilihnya, dia maksa Ify buat nyanyi itu, akhirnya Ify mau.

PROKPROKPROK

“hebatttt …”

“kerennnn ..”

“udah cantik, pinter nyanyi lagi ,,”

Kira2 seperti itulah tanggapan para tamu melihat Ify malam ini,,, setelah dibujuk, akhirnya Sivia mendandani Ify dan menyulapnya menjadi anggun, tak jauh beda dengan Shilla.

Gaun berwarna gold berkelap-kelip, higheels berwarna cokelat keemasan menyerupai gaunnya, dan rambut yang di blow (akhirnya aku tau namanya :P).

“siapa dia jeung ???” tanya slah satu orang disana.

“dia pekerja baru disini,, “ jawab tante Uci.

“wah, sayang kalo dia Cuma jadi pembantu, mending angkat dia jadi anak aja jeung,, dijamin dia ga bakal malu2in,,” kata orang itu lagi. mama Uci hanya tersenyum menanggapinya.

Mama Shilla menghampiri Ify, Shilla pun juga.

“Wuaahh kerenn , Fyy, tante ga tau loh kamu bisa main piano,,” puji mama Shilla seraya tersenyum kearah Ify.

“iya Fy, waktu itu gue ajak lo ikut ekskul musik, lo malah ikut ekskul fotografi, ahh ga asik lo!!!”

“hehe, ga gitu juga kalii, gue juga Cuma bisa, ga sampe hebat, waktu itu kakek yang ngajarin gue,,,”

“ooo, trus abis ini masih mau tampil ??” tanya Shilla.

“tampil ?? lo kira konser,, iya ,, satu persembahan lagi, lagunya akan duet sama tuan Rio , upps!!” Ify menutup mulut menyadari persembahan spesialnya dengan Rio nanti terbongkar, padahal niatnya mau kejutan,, apalagi ini dia ngomongnya di depan Shilla.

“santai kali, Fy,, good luck ya buat duetnya ,,,” Shilla tersenyum, meskipun Ify tau itu Cuma maksa.

“yaudah Fy, tante sama Shilla mau kesana dulu ya,, good luck ya , Fy ,,”

“iya tante ,,” Ify tersenyum sambil menatap kedua orang itu berlalu pergi.
#####
“are you Ready ??” tanya Sivia pada Ify, hmm, dan Rio.

Keduanya mengangguk, ada kecanggungan tersendiri kala mereka akan membawakan lagu ini,,,

Tapi mereka sudah siap, mudah2an semua puas dengan persembahan mereka.
#####
Ify sudah duduk didepan Piano, sementara Rio disampingnya berdiri. Ify meletakkan mic didepan mulutnya.

“sebelum bernyanyi, saya ingin mengatakan sesuatu, bahwa kesetiaan itu indah, maka kita harus menjaga kesetiaan, dan berusaha untuk setia sama pasangan kita,,”

Shilla merasa tersindir dengan kata2 Ify ,, namun ia berusaha untuk tetap biasa saja, meski raut wajahnya kini berubah. Rio tersenyum miring melihat perubahan raut wajah Shilla.

“sekali lagi, lagu ini kami persembahkan untuk semua orang yang setia dan semua orang yang merasa kesetiaan pasangannya …”

Ify mulai memainkan pianonya dan Rio mulai bernyanyi ketika Ify selesai memainkan intronya.

Rio:
I can’t remember when you weren’t there
When I didn’t care for anyone but you
I swear we’ve been through everything there is
Can’t imagine anything we’ve missed
Can’t imagine anything the two of us can’t do

Rio dan Ify:
Through the years
You’ve never let me down
You turned my life around
The sweetest days I’ve found
I’ve found with you
Through the years
I’ve never been afraid
I’ve loved the life we’ve made
And I’m so glad I’ve stayed
Right here with you
Through the years

Ify:
I can’t remember what I used to do
Who I trusted whom, I listened to before
And I swear you’ve taught me Everything I know
Can’t imagine needing Someone so
But seems to me
I need you more and more

Rio dan Ify:
(Through the years) through the years
(through all the good and bad)
through all the good and bad
(I knew how much we had)
(I’ve always been so glad) so glad be with you
(to be with you)
(Through the years) through the years
(it’s better every day) it’s better everyday
(you’ve kissed me my tears away)
you kissed me my tears away
(as long as it’s okay)
I’ll stay with you
Through the years

Through the years
You’ve never let me down
You turned my life around
The sweetest days I’ve found
I’ve found with you
Through the years
It’s better every day
You’ve kissed me my tears away
As long as it’s okay
I’ll stay with you
Through the years
Through the years


PROK PROK PROK

Lagi2 tepuk tangan didapat Ify. Rio dan Ify tersenyum memberi hormat. Puas karena malam ini mereka bisa menghibur para tamu undangan ayah Rio. Rio tidak terlalu peduli pada pesta ayahnya itu, tapi dia senang malam ini bisa menyindir Shilla. Setidknya Shilla pasti tau lagu itu untuknya.

Dan lagi2 para tamu dibuat terkejut dengan duet mereka. Mereka juga tak pernah tau suara Rio yang begitu lembut itu,, dan benar2 keren saat dipadukan dengan suara R&B Ify. Ahh, pasangan yang cocok, pikir mereka semua. Meskipun sepertinya mereka takkan mungkin bersatu.

Mengingat status mereka yang jauh, majikan dan pembantu, jauh skali bukan ???? namun apalah arti perbedaan bila saling cinta, dan apalah arti harta bila tak ada cinta dan kasih sayang (aseeekk, bahasa gue!!).

Ahh, lagipula tak mungkin juga Ify mencintai Rio dan Rio mencintai Ify, mereka juga sadar, kalau satu sama lain tidak saling suka, cukup sahabatan aja,, ga lebih,, eh tapi tunggu, sahabat kan bisa jadi cinta,, ahh, taulah , ngapain juga dipikirin.

“Ify kereeennnnn!!”puji Oik teriak2. Diiringi anggukan para pembantu dan tukang kebun disana.

“makasihh ,”
Sivia menghampiri Ify, (tadi Rio udah ngacir duluan) dan mengembalikan HPnya. Ify tadi meminta Sivia untuk merekam duet RiFy. Dan berhasil juga lagu pertama yang ada di music library Ify itu adalah suara Rio, meskipun juga dengannya.

“ amazing and so romantic,, saya gak nyangka lho kamu bisa main piano dan sehebat itu, apalagi kamu cocok banget kalo duet sama Rio!!” puji Sivia.

“engga ka, aku juga Cuma bisa doang, gak sampe hebat.” Mau dibilang gimanapun, udah keliatan permainan hebat Ify itu, jadi mau ngelak apapun juga, ga akan mempan.

“oiya, Oik, kamu besok sudah bisa sekolah. Tadi paman saya sudah mengurus kepindahan kamu. Kamu juga ga perlu ikut tes lagi karena ternyata kamu udah bisa masuk tanpa tes, soalnya sekolah kamu sudah memenuhi standart sekolah bagus. Dan baju seragam kamu sudah saya suruh Bu Dina untuk ditaruh di kamar kamu. Buku pelajaran juga sudah ada. Ify saya harap kamu bantu dia ya besok untuk menemani Oik melihat2 sekolah.”

“I ,.. iya kak ,” Oik dan Ify tersenyum-maksa-.

“yaudah ,, saya mau kesana dulu, makasih ya udah mau bantu saya .” ucap Sivia

Lagi2 Ify mengangguk. Sivia pun melangkah pergi dari tempatnya.

Dan setelah itu acara di rumah itu berjalan lancar.
#####
@Rio’s Home

03.45

Ify terbangun dari tidurnya menyadari sudah jam setengah empat lebih. Memang sudah seharusnya ia bangun jam segini. Para pembantu lainnya termasuk Oik juga sudah bangun daritadi. Hanya Ify saja yang masih tertidur di kamarnya.

Ia terbangun juga karena alarm HPnya yang berbunyi, kalau tidak, mungkin hingga pagi dia akan tetap tidur.

Ify berjalan menyusuri lorong panjang biar bisa sampai rumah depan.

“ih, males banget tinggal dirumah aneh begini, bisa2 gempor kalo tiap hari mau keruang depan aja harus jalan panjang dulu, kalo naik sepeda juga paling semenit baru nyampe,” gumam Ify kecil tapi kesal. Padahal 15 detik juga udah nyampe kok ke rumah depan, Ify aja yang lebay2in.

Dan mulai hari ini, dia bakal jagain Rio dan ngikutin kemana dia pergi, ini adalah tugas gila menurut Ify. Mengikuti Rio??? Pergi naik mobil dengan Rio ?? tidak taukah Sivia, bahwa kalau Rio bawa mobil, bisa ngebahayain nyawa orang, perasaan dia udah sering jalan bareng Rio.

Mungkin karena itu kali Sivia menyuruh Ify untuk menjaga Rio. Hah, males banget.

“pagi semua !!!” sapa Ify pada semuanya.

“haha, ini belum pagi, Fy. Masih subuh!!” kata Oik tertawa.

“yadeh, apalah Itu,, oiya hari ini kita mulai kerja seperti biasakan??”

“iya, aku mah tenang2 aja. Orang aku Cuma ngurusin tamu, ah, pasti ga tiap hari dateng, kalau kamu ngurusin tuan Rio ya?? Kasian deh !!” ledek Oik.

“ii, jahat banget sih, kita tukeran aja yuk ??” Ify manyun namun kemudian cengar-cengir.

“wlee, enak aja, yaudah deh selamat mengerjakan tugas ya, hehe, ayo sini bantu masak,”

“yaudah deh ,,,”
######
05.50

Seperti biasa, keluarga Haling mulai Sarapan dimeja makan. Dan dengan sedikit candaan2 kecil atau obrolan2 kecil.

“papa, Via kok namanya ga ada halingnya sih !! masa Rio ada ,, curang!!” ambek Sivia.

“waktu itu kamu dikasih namanya sama mama, Vi. Papa ga punya kuasa buat namain haling dibelakangnya.” Jawab sang papa.

“ahh, pkoknya Sivia mau ganti nama, jadi Sivia Haling , gimana ???”

Mama dan papa Via tersenyum.

“kamu nih, ada2 aja,, kayak anak kecil , gitu aja ngambek,,,” mama uci terkekeh.

Sementara Rio dari tadi Cuma mainin I-Phone nya aja. Ga ada ekspresi diwajahnya. Membuat Sivia kesal, dan juga membuat papa dan mamanya menggeleng.

“Rio, makan !! jangan main HP terus!!” suruh Pak Dhika.

Rio Cuma melirik sebentar kearah papanya lalu kembali memainkan I-Phone nya tanpa memperdulikan suruhan papanya.

“Rio!!! Dengerin dong suruhan papa tadi!!” Sivia ikut2an marah.

“hmm ,” respon Rio. Lalu mengambil lauk yang ada dimeja dengan wajah kesal, kesal karena dipaksa.

Mama Uci hanya menggeleng2kan kepalanya.

“kamu nih kenapa Sih, Yo??? Cuek banget?? Ntar kalo ga makan kan kamu juga yang sakit,” tanya mama Uci.

“hhh, aku tau mah,.” Lengos Rio.

“tau apa kamu, Yo, kaka tau kenapa kamu jadi aneh begini, ayolah Cuma karna hal spele kayak gitu kamu jadi berubah begini, dan bahkan waktu papa sakit aja kamu ga jenguk, mau apa sih kamu ???” Sivia emosi.

Rio menoleh ke arah kakanya yang sudah marah itu lalu melihat kearah mama dan papanya.

“benar kata kakak kamu, Rio, kamu gausah pikirin masa lalu, yag penting itu udah ga berarti apa2 lagi. udahlah , kamu harus mulai hidup baru!! Jangan kayak gini terus.!” Nasihat mama Rio.

Papa Rio hanya mengangguk tanda setuju dengan kata2 mama dan Sivia.

“udahlah, kalian ga usah ngurusin aku, aku tuh bukan anak kecil lagi tau ga, ma, pa, ka!!”Rio menaruh piringnya dan langsung mengambil tasnya.

“mau kemana kamu ??” tanya Sivia.

“berangkat!!!”

“tunggu, hari ini kamu berangkat sama Ify dan Oik.” Jelas Via membuat aktivitas Rio memakai tas berhenti.

“tapi …”

“ga pake tapi2an. Ify!!!! Oikkkkkkk!!!!” panggil Sivia.

Ify dan Oik yang memang sudah siap daritadi langsung menuju kearah Sivia.

“iya ka.”

“sekarang kalian berangkat bareng Rio. Kalo Rio ngapa2in kalian bilang aja, biar saya yag hukum dia.”

Ify dan Oik melirik kearah Rio yang menggerutu karena niatnya ngebut nanti ga jadi gara2 mereka berdua ikut.

“udah sana! Rio buruan, nanti telat,,!” suruh Sivia.

Rio langsung jalan keluar, diikuti Oik dan Ify.

“kamu yakin Vi mereka bareng Rio?? Kenapa ga pake mobil lain aja!” mama Uci khawatir kalo Rio bisa nyelakain mereka.

“haduh, mama tau kan, hari ini aku bakal make 2 mobil karena ada kunjungan ke bogor sama temen2. Papa dan mama juga kan beda kantor jadi mesti make 2 mobil. Pak bowo pulang kampung, pak andi sama pak dewa sakit, lagi pula verarri gak bisa dijalanin sampai kesekolah Rio, bisa ancur itu mobil!!” jelas Sivia.

“lagi pula satu mobil lagi dipake sama paman ke Yogja katanya ada perlu!!”

“iya, mama Cuma takut, Rio itu kan kalo bawa mobil ngebut2, siapa coba yang ga jantungan ,,”

“tenang aja, dia udah biasa begitu,,”
#####
Ify dan oik membuka pintu belakang mobil itu. Sementara Rio pintu depan. Tapi entah mengapa rio merasa aneh, kenapa ya ???

‘oiya, salah satu harus didepan , entar gue dikira supir lagi!!’ batin Rio.

“heh, salah satu didepan, gue ga mau orang2 kira gue supir!” kata Rio sewot.

Ify dan Oik saling memandang, lalu menggeleng.

Rio mengerutkan kening,

“salah satu didepan, atau gue tinggal??” ancam Rio.

Ify dan Oik liat2an lagi.

“mm, kamu aja deh, Ik!” suruh Ify.

“enak aja , kamu ahh, aku ..,. aku ga mau !!!” tolak Oik.

“ihh, tapikan !!!” elak Ify.

“ayolah, daripada ditinggal!!” bujuk Oik.

“ihhh, kamu aja Ik.”

“ahh, ayolah!!!”

“kamulah ,, ya ??”

“ga ah, kamu aja..”

“kamu aja, ihh,” dan terjadilah adu bacot disana , Rio melengos.

“3 detik, gue tinggal,” ancam Rio lagi.

Ify dan Oik berpandangan dan ……

“huaaaa, iyaaa , iyaaaa, jangan ditinggal ,,,” Ify dan Oik malah berlari kepintu depan 22nya. Lalu mereka berpandangan lagi.

“aku aja, “ Oik membuka pintunya.

“aku aja ,,” Ify mendorong Oik.

“ihh, aku .”

“aku ,,”

“aku,,,”

“akuu” nyehh, malah adu bacot lagi.

“hhahh, ayolah ,, buruan,,” lengos Rio.

Ify dan Oik berpandangan.

Lalu kembali melepaskan handle pintu depan itu.

“kamu aja deh,,” Oik menunduk.

“kamu Aja!!” Ify berjalan ke pintu mobil belakang.

“iiihh, Ifyy mah, kamu aja!!”

“ahhh, kamu!!”

“kamu aja ,,, sono , sono !!!:” Oik mendorong Ify.

Rio udah jengkel melihatnya dan langsung masuk dan menggas mobilnya. Ify dan Oik terlonjak, dan langsung masuk. Ify di depan dan Oik dibelakang. Dan mobil itu pun melesat seperti biasanya, ngebutttt.
#####
100 meter sebelum sampai sekolah., Rio memberhentikan mobilnya.

Ify dan Oik menoleh kearah Rio. Rio memasang wajah tanpa ekspersinya.

“turun!” katanya datar.

Ify dan Oik mengerutkan kening.

“turun!” ulang Rio.

“ta .. tapi <” kata Ify terbata.

“turun!!”

Akhirnya Ify dan Oik turun. Dan mobil Rio berlalu begitu cepat.

“huuuu!” sorak Oik. Kesal karena dituruni ditengah jalan gitu. Dan akhirnya Oik dan Ify jalan kaki ke sekolah.
#####
@jalan
“Fy, aku minder nih ! disana pasti semuanya cantik2, kaya2, handphonenya keren2, aaahh , aku minder, Fy!” keluh Oik dijalan.

“yaampun kenapa sih ??? aku aja biasa, padahal aku kan juga bukan orang kaya, tapi yaa, semua menerima aku dengan baik dikelas.”

Memang semua murid disekolah DB itu tidak mempermasalahkan ekonomi. Tidak ada orang2 seperti di film2 yang anti pada orang miskin atau menghina orang miskin yang sekolah disana.

Iiuuh, Duta bhagaskara sangat anti dengan murid seperti itu. Awalnya Ify sama seperti Oik yang minder dan malu karena dia adalah orang yang tidak kaya, namun setelah berkenalan dengan berbagai murid disana, dia merasa sangat pas masuk sekolah itu.

Kualitas sekolah yang benar2 sangat bagus, juga murid2 yang penuh dengan orang kaya namun friendly banget, dan juga murid yag tidak membeda-bedakan perbedaan kasta. Ify senang, teman2 sekelasnya tak ada satupun yang menghinanya, meski mereka tau Ify hanya ‘numpang’ dirumah Shilla.

SMA DB, siapa yang tak kenal sekolah itu, dan Ify bangga bisa menjadi salah satu murid yang menyumbang prestasi disana. Semua teman Ify bangga mempunyai Ify, seseorang yang supel, asikk, pintar , baik, meskipun cerewet, tapi tetap, Ify adalah sosok yag sangat menyenangkan, semua akan sedih bila kehilangannya.

Mereka bersyukur, ada murid seperti Ify. Yang tak pernah memilih-milih teman dan ga pernah pelit dalam hal apapun, juga kemandiriannya, mungkin Ify adalah satu dari sekian murid SMA DB yang bekerja sebagai Cleaning Service. Ahh pokoknya Ify bangga bisa sekolah disana, dan teman2 Ify pun bagga mempunya teman seperti Ify.

Tidak terasa perjalanan yang diselingi dengan obrolan mereka akhirnya berakhir. Ify dan Oik sudah sampai di depan gerbang SMA Duta Bhagaskara. Oik hanya tersenyum melihat sekolah itu. Tidak ada yang spesial, hanya ada satpam di pos depan gerbang dan pagar yang tidak terlalu tinggi.

Oik dan Ify mulai melangkahkan kaki masuk kedalam SMA DB. Dan Oik merasa juga tidak perlu berlebay-lebayan melihat sekolah itu, biasa saja namun istimewa (gimana tuh ??), sekolahnya tidak seperti di Boys Before Flowers yang gedungnya bertingkat2. Sekolah ini hanya 2 tingkat , tidak lebih, lapangan yang cukup lebar, dan luas. Ahh pokoknya sama seperti sekolah2 biasa.

“bagus ???” tanya Ify kepada Oik yang tak berhenti terseyum daritadi.

Oik mengangguk-angguk.

Suatu kehomatan dia bisa ada disekolah itu. Mimpi apa ya dia bisa masuk situ?

“ahh, yaudah yuk, kita taro tas dulu, baru aku kenalin kamu sama temen2, oke ??”

Oik mengangguk lagi. dan mereka pun berjalan kearah kelas Ify.

-BERSAMBUNG-


Tidak ada komentar:

Posting Komentar