Egokah Aku-part 18-
Rio merebahkan tubuhnya dikasur, setelah berlari tadi dan sukses membuat kakinya yang masih bengkak tambah bengkak, ditambah sekarang perut sebelah kirinya amat sakit. Ia meringkuk kesakitan di kasur.
Meski sakitnya sudah reda dari beberapa menit yang lalu, tapi nafasnya masih sesak dan keringatnya masih bercucuran. Wajahnya sangat pucat.
Sepertinya dia lupa akan sesuatu. Ada sesuatu lagi yang membuatnya seperti itu.ini bahaya, sangat sangat bahaya. Rio meraih sebuah botol didekatnya. Dan segera meminumnya.
Lama kelamaan perutnya mulai terasa perih, ahhh, sakit, Tuhan ! tolong Rio!!
UHUKK UHUUKK
Rio berlari kekamar mandi, dan muntah disana. Inilah akibat perbuatannya. Tangannya memegang wastafel erat-erat. Menahan sakit di sekujur tubuhnya.
PRANGGG
Rio menonjok kaca didepannya. Pikirannya sudah tidak jernih lagi sekarang.
“AHH!!” desahnya emosi. Pecahan kaca itu menusuk tangannya. Begitu cepat. Membuat tangannya berdarah2 karena ulahnya sendiri. Tapi setidaknya Ia bisa melampiaskan emosinya dengan pecahan2 kaca itu. Rio mengambil pecahan kaca itu. lalu menggenggamnya erat. Seakan dengan cara itulah rasa sakitnya akan hilang.
Meskipun nyatanya ,, sekarang yang ada hanyalah darah yang terus2an mengalir dan memenuhi permukaan tangannya. Rio masih mengerang kesakitan meskipun seakan sakitnya ikut menguap saat Ia menghela nafas. Lalu menggenggam kencang tangannya yang berlumuran darah itu.
Wajahnya semakin pucat saja.
BRUUKK
#############
Ify mengompres dahi Gabriel yang sangat panas. Bau akohol juga masih menusuk hidungnya.
Memandangi sosok Gabriel dalam diam, tak henti2nya tersenyum kecil saat melihat wajah tampan nan ramah itu. tapi Ia sedang dilanda galau yang sangat besar saat ini. Ia menyukai Gabriel, tapi sepertinya ada rasa lain untuk seseorang yang lain pula, yang tak lain adalah Rio.
Juga sebuah perasaaan ganjil yag Ia rasakan,,Ia merasa, Gabriel membohonginya, meskipun Ia berusaha sekeras mungkin menepis pikirannya itu.
“gue ragu sama lo, Yel ! gue ga yakin suatu saat nanti,, kita bisa sama2!” gumam Ify sambil mengompres Gabriel. Dan setelah itu lebih memilih mengamati wajah pujaannya dalam diam.
TOK TOK
Ify terlonjak mendengar ketukan pintu dari kamar Gabriel. Ia pun berjalan menghampiri pintu dan membukanya.
SREETT
“ehh, ka Via …” kata Ify sedikit kaget.
“Fy,, Rio udah tidur ??” tanya Sivia.
“emm, kayaknya udah ka,, tadi dia udah ke rumah belakang.” Jawab Ify. Sivia pun langsung menjulurkan sebuah kotak HP.
“nih ,, kamu bangunin Rio, kasih ke Rio,, kaka gedeg sama dia ,, hapenya ilang kan ??? dasar tu anak ! nih kasih hapenya , biar bisa dihubungin dia !” suruh Sivia. Ify mengangguk angguk mengerti dan langsung menyambar kotak Handphone IPhone itu.
“oke ka ,, aku kebelakang dulu !” Ify langsung berlari kecil kearah rumah belakang. Tepatnya kekamar Rio.
Ada sesuatu perasaan yang mengganjal ketika masuk kerumah belakang, mengapa disini amat sepi,, ya memang sekarang sudah jam 10 lewat, tapi bukannya besok katanya ada keluarga dari salah satu partner haling yang akan bertamu, dan beberapa pembantu akan memasak makanan untuk besok ,, jadi mengapa sesepi ini.
Ify berjalan pelan kearah tangga. Merasakan bulu kuduknya meremang mendengar hanya suara jangkrik dan air kolam renang saja yang terdengar. Ify mempercepat langkahnya agar cepat sampai kamar Rio.
Setelah sampai didepan pintu kamar Rio, perasaan tidak enak muncul dihatinya,, sepeti ada yang tidak beres . Ify mulai mengangkat tangannya dan langsung mengetuk pintu dengan pelan.
TOK TOK TOK
Ify berhenti mengetuk pintu, kali aja ada yang jawab jadi biar kedengaran. Tapi tak ada respon. Ia pun kembali mengetuk pintunya.
TOKTOKTOK
“udah tidur kayaknya ..” kata Ify membalikkan badannya seraya berjalan meninggalkan kamar Rio yang sepertinya tidak ada respon. Namun sebelum menuruni tangga, Ia berhenti sebentar.
“tapi kata ka Via gue disuruh bangunin Rio,, ahh yaudahlah ,,” Ifypun balik lagi kekamar Rio dan tanpa mengetuk pintu langsung masuk saja.
Beruntungnya Rio, Ia tidak sempat mengunci pintunya tadi, sehingga Ify dengan mudah bisa masuk.
“RIO,, RIO !!” panggil Ify seraya mengedarkan pandangannya kearah seluruh penjuru ruangan, sebab Ruangan ini cukup besar.
“tu, ehh Rio ??? dimana sih >??” tanya Ify semakin bingung karena tidak menemukan sosok Rio ditempat tidur.
“RIO !!!!” wajahnya mendadak pucat dan kaget melihat sosok Rio tergeletak lemah di kamar mandi. Dengan darah yang terus mengalir dari tangannya.
“ya Allah Rioo!!!!” Ify refleks berteriak.
Ia segera berlari kerumah depan untuk memberithu semuanya. Dan terpaksa meninggalkan Rio dengan keadaan mengenaskan (??) seperti tadi.
TOKTOKTOKTOKKKKK
Ify mengetuk kencang pintu kamar Sivia. Membuat Sivia yang kaget langsung berlari membuka pintu.
“ada apa Fy????!!!” tanyanya bingung campur kaget campur penasaran>
“I .. itu ka Ri,, Rioo ,, dia pingsan,,,,,!!!!!!!!!” jawab Ify panik sendiri.
“apaa ??? pingsan ? kok bisa ??”tanya Sivia kaget.
“gatau ka, ayo kita cepet bawa kerumah sakit, ayo ka !!”
Sivia langsung menelpon ambulance dan berlari kerumah belakang diikuti Ifdy penuh kepanikan.
############
(SKIP, kepajangann kalo diceritain :P)
Sudah empat hari Rio terbaring dirumah sakit. Dan juga Alvin, pemuda itu juga masih ada dirumah sakit, meskipun nasibnya tak semengenaskan (??) Rio.
Akhir akhir ini Shilla seperti menjauhi Alvin. Ketika Agni datang menjenguk Alvin, pasti Shilla selalu langsung pulang, dan tak memberikan kesempatan untuk Alvin bertanya kenapa.
Alvin agak bingung dengan sikap Shilla yang seperti itu. sebisa mungkin Ia mencoba bertanya tapi jawaban Shilla hanya ‘kan udah ada Agni !’. tapi menurut Alvin bukan hanya itu maksud Shilla menghindarinya.
Shilla Cuma ingin tidak egois. Ia ingin memberikan kesempatan pada Alvin dan Agni untuk saling bersama, Ia juga tidak mau perasaan Alvin padanya akan membuat Alvin egois untuk memilikinya, dan sebisa mungkin Ia membuat perasaan Alvin itu hilang padanya.
Shilla tak mau ada yang tersakiti disini, mengingat bahwa perasaannya pada Alvin hanya sebagai teman saja, sedangkan Ia masih mencintai orang lain.
Biarlah, mungkin dengan Agni alvin bisa mendapat kasih sayang dan balasan perasaan yang tidak Ia dapat dari Shilla, mungkin dari Agni, Alvin bisa merasakan indahnya menjalin kasih,, mungkin karena itu, Shilla memutuskan untuk menjauhi Alvin.
Okelahh, kita tengok Iel yuk .
Gabriel termenung disebuah taman. Duduk diam memikirkan sesuatu. Pikirannya beberapa hari ini, melayang ke sebuah peristiwa.
FLASHBACK
“mas , mas gabisa gitu dong !! mas pikir saya ga liat ,, tadi mas mesramesraan sama cewek lain !” seru seorang wanita yang masih muda , kira kira berumur 31 tahun.
“halah, kamu buta !! saya Cuma kerja dengan clien tadi,,, kamu itu bisanya Cuma nuduh aja, saya ini capek !” balas bapak2 yang tak lain adalah suaminya.
“tapi mas, saya ngeliat itu dengan amta kepala saya sendiri !!” tegas wanita itu.
“yasudah,, memangnya kenapa kalau saya selingkuh ?? kamu mau apa ????”
Gabriel, mengintip kedua orang tuanya beradu mulut dari balik kamarnya, bersama seorang pembantu yang menjaganya.. kala itu Gabriel masih berumur 4 tahun, seorang anak laki2 yang belum mengetahui apa apa.
Bi Saski yang menjaga Iel dengan takut melihat pertengkaran kedua orang tua Gabriel.
Sementara Gabriel terus bertanya pada Bi Saski, ada apa dengan orang tuanya , mengapa mereka bertengkar.
“tuhkan bener mas selingkuh! Kenapa mas ?? salah saya apa ??”tanya wanita itu.
“hahahahahaha, saya lebih puas bersama gadis itu, dia lebih baik dari pada kamu … hahahahahaha ..” pria itu tertawa puas.
“jadi mas ???”tanya wanita itu tak percaya.
“haha, saya sudah tidak butuh kamu lagi .. hahahahaha …” pria itu mengambil vas bunga dan …
PRAAAANGGGG
Vas itu terbentur kekepala sang istri, jadilah wanita itu terjatuh dengan berlumuran darah.
“astagfirullah …” gumam Bi Saski. Sementara Gabriel sudah menangis sembari mengumpat dibelakang Bi Saski yang kaget.
“bibi, mama kenapa bibi ????” Iel menarik narik baju sang bibi.
“den, aden tenang ya,, mama aden ga kenapa kenapa kok …” Bi Saski menenangkan Iel.
“tapi bi, mama berdarah bi,, ayo tolongin mama, kata buguru kalo orang berdarah itu berarti sakit, ayo bi,, ayo …” ucap Iel disela tangisnya. Bi Saski yang melihat pa Bima sudah pergi dengan tertawa tawa , segera mengangguk, dan menghampiri mama Gabriel diikuti Gabriel.
Setelah kejadian itu, mungkin sudah takdirnya,, mama Gabriel diambil oleh yang Kuasa, sementara pak Bima, ayahnya, sama sekali tidak memperdulikannya, Ia malah membawa seorang anak yang dinamai Larissa Safanah Damanik (ganti dikit yee ,,,) yang sekarang dipanggil Acha.
Awalnya Gabriel tidak menerima Acha, Ia selalu kesal jika ayahnya lebih perhatian pada Acha, namun saat berumur sepuluh tahun, sebuah kisah antara kakak adik dan rasa persaudaraan mulai terjalin diantara mereka, entah dari kapan ,, yang penting Gabriel sekarang sudah bisa menerima Acha dengan baik.
Juga saat berumur 12 tahun, Gabriel yang meminta untuk bersekolah melanjutkan SMPnya di Paris, hingga sampai sekarang Ia lulus dan –seharusnya- kuliah, kisah itu benar2 sudah terkubur . Bi Saski sudah dipecat oleh ayahnya dikarenakan Ia mengetahui semuanya, dan itu akan membuat semua kesuksesan pak Bima terhambat.
Namun kisahnya itu akan Ia ingat sampai mati. Kisah yang membuatnya mengerti tentang rasa kehilangan dan dendam.
FLASHBACKEND
“Arghh ,, kenapa sih hidup gue ga jelas banget !!” Gabriel mengacak acak rambutnya.
Ditambah 4 hari yang lalu kedoknya kebongkar, dan alhasil, semuanya, terutama Ify , marah besar padanya.
Setelah puas merutuki dirinya sendiri, Gabriel memutuskan pergi, melajukan mobilnya ke arah sebuah universitas. Mungkin dengan kuliah, Ia tak akan terus2 memikirkan nasibnya sekarang.
Inikan memang impiannya, kuliah dan lulus menjadi sarjana, dan mungkin memang harus di mulai dari sekarang.
Gabriel memang sudah lulus SMA dari dulu, hanya saja Ia mengaku pada Ify bahwa Ia masih sekolah pada saat itu, agar Ify percaya bahwa Ia adalah orang miskin.
Namun beberapa hari yang lalu semua rahasianya terbongkar , karna ayah dan adiknya juga beberapa sepupunya berkunjung ke kediaman Haling , dan menemukan sosok Gabriel yang tengah ikut makan pagi, meskipun tanpa Rio, (karena Rio lagi di rumah sakit), dan Ify yang memang sedang pulang untuk membereskan pakaiannya dan pakaian Rio yang memang akan menginap dirumah sakit. Back to the topic.
Ayah Gabriel terlebih Gabriel terkaget kaget melihat mereka berada disana. Hingga akhirnya Pak Bima menceritakan semua tentang Gabriel yang membuat Ify, Oik, dan Sivia ternganga mendengarnya.
Berarti benar Gabriel membohonginya. Dan saat itu Ify menunjukkan kekecewaan dan kemarahannya dengan tatapan sinis dan tajamnya ke Gabriel, ksementara Sivia hanya geleng2, kalau orag tua Sivia, memang mereka tidak kenal jadi tidak kaget mendengarnya.
############
“Yo, ayo dong makan … ntar sakit loh !” Ify mengangkat sendok yang berisikan bubur kearah mulut Rio, tapi Rio menepisnya.
“gue ga mau …” Rio terus saja melemparkan ucapan seperti itu. Ia masih syok dengan apa yang baru Ia ingat beberapa hari lalu.
Bahwa Rio ternyata HANYA MEMPUNYA GINJAL SATU . hingga dokter menyatakan bahwa Ia takkan bisa berlari lari seperti anak muda biasanya.
Sebenarnya dari dulu Rio memang hanya mempunyai ginjal satu dengan alasan didonorkan pada seseorang. Seseorang yang …
“udahlah Yo,, makanlah,, yang sabar ya yo, be patient, jangan lupa berdoa pada yang maha kuasa,, biar ginjal lo balik lagi ……” Cakka yang ada disana akhirnya buka mulut , meskipun ucapannya malah membuat Rio semakin badmood.
“diem lu !! belum pernah nelen gayung kan?? Mau nyoba ???” ancam Rio galak.
“mau dong, kayak apa sih rasanya!!” tantang Cakka tenang. Rio beranjak dari tempat tidurnya berjalan kearah kamar mandi dan tak lama kemudian membawa gayung berwarna biru dengan watados.
“mau rasainkan ??” tanya Rio sengit.
“heh, eng , engga kok Yo! Siapa coba yang bilang !” Cakka udah ketakutan. Rio nekat nih.
“katanya tadi mau ??” Rio mengambil ancang2.
PRAKKKDUUUMBWAAAHHDOOKKK *bunyingasalabis
“adooooowwwww, bibir gue nan seksi ini jontor, tidaaaaaakkkkkkk !!!!!!!!” Cakka histeris memegangi bibirnya yang sedikit merah terkena gayung lemparan Rio.
“ayo telen,, katanya pengen rasain …ayoo!!” Rio memaksakan gayung itu agar ditelan Cakka. (mana bisa yo ??????)
Karena capek bercanda, akhirnya Ify berhasil membuat Rio makan, setelah membantu Cakka mmbuat bibirnya kembali lagi (??) maksudnya diobatin, kan tadi jontor karena kena gayung. (kasian Cakkaku #preett)
“nah gini kek , makan biar sehat …….” Kata Ify sambil menyuapi Rio makan.
“percuma sehat, tapi ga bisa main basket lagi, ga bisa jogging lagi,, huhu ..” Rio meratapi nasib (??)
“ya Alloh,,, bersyukur lo masih idup Yo,,, ntar gimana kalo jantung lo, hati lo, badan lo Cuma sebelah ??? mending ginjalkan yang Cuma sebelah ..>” nasihat Ify.
Sebenernya Ify merasa Rio menyembunyikan sesuatu dari sikapnya, akhir2 Ini matanya agak kosong. Seperti memendam sebuah rahasia yang pedih (aseeekk)
“Fy,, lo kan cakep,, ajak gue jalan2 yuk, bosen ni …” rayu Rio.
“Cakep ?? emang,, tapii, apa nyambungnya yak >???” tanya Ify bingung.
“gatau juga, ayolaaaahh,, pelissssss !!” mohon Rio setelah menghabiskan makanannya.
“mm, yaudah, gada alesan juga buat nolak ..” Ify mengagguk. Rio tersenyum puas. Dan dengan antusias nya Ia bangun dari tempat tidurnya. Mengagetkan Ify pula.
“haduuhh, ayo gapake lama!” Rio langsung turun dari kasurnya, dan menarik tangan Ify kearah parkiran.
“eitt,,, siapa bilang pake mobil ?? jalan2nya jangan jauh2 ihhh …” Ify menghentikan langkahnya. Rio pun menoleh kebelakang.
“aaaaahhIfy mahh,, ayolah plisssss …….” Rio memohon. Ify tetap menggeleng dan malah balik arah kedalam rumah sakit.
“Fy, Fy,, ayolah , Fy ,, gue bete dirumah sakit …. Ayolah …” Rio mengejar-ngejar Ify bak di film film, saat si cewek sedang marahsama si cowok.
“Fy plis, Fy, temenin gue ,, ayo ahhh ..” Ify tetap tidak buka mulut dan malah mempercepat langkahnya menuju kearah pintu utama rumah sakit.
“Fy …”
Ify menoleh kebelakang saking kesalnya daritadi dipanggil2. Rio kaget ketika Ify tiba2 berbalik. Dan alhasil, mereka jadi terdiam .
GLEK
Ify menelan ludah menyadari harus apa dia sekarang. Ia langsung saja mengedarkan pandangannya kearah mana mana, tidak bisa seperti tadi terus, bisa gila dia karna terpesona.
“yah Ify, ayuukk. Ayo , mau ya ? mau ya ??” bujuk Rio sambil memegang tangan Ify.
“mau kemana deh ??” tanya Ify sudah mulai luluh.
“gatau ,, jalan jalan aja … pliss …” mohon Rio lagi.
Ify menimbang-nimbang . dan kemudian mengangguk terpaksa. Kalau dipaksa seperti ini terus lama2 orang juga pasti aka luluh kan ???
“yee,, ayokk !” tanpa sadar Rio menarik tangan Ify , bukan menarik deng, tapi menggandeng .
Ify Cuma senyam senyum gaje menyadarinya.
################
“Shilla, karena Rio, teman duet mu tidak masuk, jadi kamu menyanyi sendiri saja, nanti ibu akan carikan teman duet untuk Rio, jika nanti dia sudah masuk. Untuk lagu, kamu bebas menentukan sendiri ,, oke …” jelas Bu Ira.
“I .. iya bu ..” Shilla mengangguk.
“yasudah, silahkan kembali kekelas !” suruh Bu Ira. Shillapun mengangguk dan keluar dari ruang musik. Ada perasaan kesal karena ternyata Ia tidak jadi duet dengan Rio. Lantas, Ia bisa melakukan apa ???
@kelas
Hari ini sepi, tidak ada Ify, tidak ada Rio, dan tidak ada …… Alvin ….
Hanya Shilla sendiri. Entah mengapa Ia ingin sekali sekarang juga menjenguk Alvin kerumah sakit. Ingin sekali.
Menyadari sekarang ada pelajaran guru terkiller se DB, Shilla tak mungkin ‘minggat’ dari sekolahnya sekarang.
Tiba2 seorang murid berlari kedalam kelas.
“woeee pak Hadi gamasukkk horeeeee !!” teriak seorang siswa dengan brutal sembari melompat ke meja dikelasnya (bandel!)
Shilla tersentak. Ada sebuah ide nakal dipirannya untuk pergi bolos dari sekolah.
Akhirnya dengan sikap acuhnya Ia pergi membawa tasnya beranjak dari kelas. Tidak ada yang memperhatikannya ini. Merekas sibuk mengobrol. Ada yng baca komik, ada yang kejar2an (MKKB) ,, pokoknya banyak deh.
Akhirnya setelah berhasil keluar dari dari sekolah ,, Ia mulai menjalankan mobilnya ketujuan pastinya, Rumah sakit, entah menemui Rio, atau ….. Alvin .
-BERSAMBUNG-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar