Egokah Aku –part 12-
Rio, Ify dan Cakka masuk kedalam ruangan. Terlihat Shilla yang sedang diam merenung.
“hay, Shill !” sapa Ify sambil tersenyum. Shilla hanya tersenyum memperhatikan mereka bertiga.
“Alvin mana ??” entah mengapa bibirnya bertanya seperti itu. Ia malah sangat penasaran Alvin kemana.
“Alvin,,, lagi tebus obat!” jawab Rio tanpa nada,, hh, masih saja, saat bertemu Shilla dia tak bisa tersenyum. tapi sukur2 masih mau menjawab pertanyaan Shilla.
“Shill lo cerita sama gue,, ada apa sama lo sama Alvin tadi sebelum kita kesini !” suruh Ify.
Diikuti anggukan Cakka.
“iya Shill, lo tau ga, gue udah cape2 bawain magkuk bubur itu tuh sama roti, eh pas kesini lo berdua malah ngilang!” jelas Cakka sambil menunjuk mangkuk bubur dan roti berserta minumnya yang sepertinya sudah dingin.
“em, lo berdua bisa keluar.. gue Cuma mau crita sama Ify!” katanya sambil menatap mereka bertiga.
“yah, ga seru lo Shill!” gerutu Cakka.
“udahlah, Cakk, ayo keluar ,, nanti kita tanya sama Alvin!” ajak Rio. Cakka hanya mengangguk pasrah.
“semua, gue keluar!” kata Rio lagi, dengan tanpa nada, membuat Shilla menghela nafas mendengarnya.
“iya gue juga!” kalo Cakka so pasti dengan nada yang pasrah dan langsung keluar dari ruang itu.
Setelah dipastikan menghilang dari pandang , Ify langsung menagih cerita Shilla.
“jadi lo sama Alvin kenapa??” tanya Ify penasaran.
Shilla menghela nafas dan menceritakan dari awal, mulai dari dia mendengar Alvin membisikkan sesuatu sampai Alvin memeluknya hinga Ia digendong Alvin kekamar. Semuanya Ia ceritakan lengkap tak ada yang kurang.
Ify ternganga mendengar cerita Shilla , dan dia baru saja memuji-muji Alvin dalam hati.
“sumpah , Shill, lo tega banget sama Alvin, dia tuh ga salah,, keinginan dia itu mulia banget Shill,! Lo , lo gila Shill!!” kata Ify menggebu-gebu membuat Shilla menyesal.
“tapi gue ga suka, selama ini dia ngintilin gue gitu,, gue ga suka Fy!!” katanya dengan nada lirih.
“tapi Shill, dia ga pernah ganggu elo kan ? dia Cuma mau lo baik2 aja, Alvin itu bener2 the best Shill, dia ga salah, tapi dia malah ngerendahin dirinya buat dapet maaf dari elo !! elo yang harus minta maaf sama Alvin!” seru Ify membuat Shilla semakin takut. Dia takut Alvin tak akan memaafkannya.
“terus gue harus gimana Fy??? Apa gue harus berlutut juga sama kayak yang dia lakuin tadi ??” tanya Shilla bingung.
“itu terserah elo! Tapi yang jelas, Alvin balik kekamar ini, lo harus minta maaf sama dia, gue Cuma bisa saranin itu, gue ga mau ikut campur, itu masalah elo! Tapi sekali lagi, gue akuin Alvin emang baik banget sama elo,, gue bakal bahagia banget kalo dicintai orang sebaik dia!” jelas Ify lagi.
Shilla menatap Ify lalu berfikir bagaimana caranya Ia meminta maaf pada Alvin.
“yaudah gue keluar dulu, good luck Shill!” Ify melangkah keluar dan bertemu Alvin diluar pintu, tepat saat ia ingin masuk.
“eh, Fy, kok keluar? Ayo masuk !” ajaknya. Ia tak mau hanya berdua saja dengan Shilla. Tidak, Alvin tidak marah,, hanya tak ingin menyakiti dirinya dan Shilla lagi.
Ify tersenyum.
“gue salut sama lo ! good luck ya !” Ify menepuk-nepuk pundak Alvin. Alvin mengerutkan kening.
“lo salut sama gue ?? kenapa ??” tanyanya bingung.
“lo … gue dah denger semuanya dari Shilla. Ahh, Alviinn !!! Shilla beruntung tau ga disayang sama elo !!” kata Ify histeris sambil menggoyang-goyangkan tubuh Alvin.
Alvin tersenyum lirih.
‘sayangnya dia ga merasa kayak elo, Fy!’ batin Alvin lirih.
“Vin, lo masuk sekarang, dan selesain masalah elo sama Shilla, oke ??”
Alvin hanya mengangguk dan segera masuk kedalam.
###################
Alvin dan Shilla masih diam2an didalam ruangan itu. Yang tercipta hanya kesunyian semata. Shilla masih terus membuang mukanya dan menelan ludah saking deg2annya. Alvin terus melihat Shilla dengan wajah berharap.
Shilla masih membuang muka, masih memikirkan bagaimana caranya meminta maaf pada Alvin.
DAG DIG DUG
Jantung Shilla ajep2 sendiri. Membuat Shilla tidak bisa mengatur nafasnya. Dia terlalu takut buat minta maaf sama Alvin. Sementara mulut Alvin gelagapan dari tadi meski tanpa suara. Bingung gimana mintanya.
Alvin ingin menyuapi Shilla makan, benarkan ?? Alvin memang terlalu baik, jelas2 daritadi Shilla sudah merendahkannya, menyakitinya, dia masih saja ingin menyuapi Shilla.
Tapi ingat, sekali lagi Alvin tak peduli apa yang orang katakan tentang Shilla, Alvin menyayangi gadis itu, tidak ingin melihatnya sakit. Bahkan Alvin senang, bila tindakan Shilla sore tadi membuat Shilla puas.
“Shill !” akhirnya Alvin berani buka mulut. Shilla tak menoleh. Dia malah memejamkan matanya, tak berani melihat Alvin, Alvin memang tulus.Shilla tak bisa kalau harus menatap mata Alvin dalam2 . bisa2 dia terhanyut dan tak sadarkan diri#lebeh.
“makan ya?? Gue suapin!!” kalimat bujukan itu terlontar dari mulut Alvin. Ahh, Shilla ingin berbalik rasanya, melupakan masalahnya dengan Alvin sejenak, dan membiarkan Alvin menyuapinya.
“Shill, kata dokter, lo harus makan , biar sembuh, abis makan minum obat !” kata Alvin lagi, tidak peduli pada Shilla yang terus membelakanginya. Alvin bener2 bikin Shilla ngerasa bersalah banget. Disaat seperti ini, Alvin masih bisa perhatian padanya.
“Shill…” Shilla tidak tahan dan berbalik ke arah Alvin dan menatapnya biasa.
“cukup! Gue makan sendiri !!” kataya dengan nada sinis sambil mengambil sebuah mangkuk bubur yang baru dikasih suster tadi.
Alvin hanya menatap wajah Shilla dalam diam, yasudah kalo Shilla ingin makan sendiri. Alvin terus saja memandang wajah cantik itu.
Shilla yang lagi makan bubur-yang sama sekali ga ada rasanya- risih diliatin sama Alvin.
‘duh, Vin! Lo jangan liatin gue kayak gitu dong !ah!’ batin Shilla risih. Shilla melanjutkan makannya meski risih diliatin Alvin. Karena tak mau berlama2 diliatin Alvin, Shilla mempercepat makannya, sampai2 keselek.
“Uhuk .. uhukk , erh ,, sial !” Shilla berlari kekamar mandi dan memuntahkan bubur itu. Alvin yang kaget langsung membawa minumnya ke kamar mandi disana.
“uhuk .. uhuk .. hoeekk …” Shilla masih saja memuntahkan bubur yang sebenernya ga bisa dimuntahin, tapi dia paksain (lagian ada2 aja, keselek, bubur :P)
“Shill, udah !!” kata Alvin sambil menjulurkan air putih kearah Shilla. Shilla mengambilnya dan segera meminumnya. Lalu melirik Alvin sebentar.
“thanks !” katanya tanpa senyum dan kembali ke kasur.
Lehernya nyut2an, karena abis mencoba muntah. Alvin tersenyum melihatnya. Lucu menurutnya. *ada2 aja si Alvin :P
Shilla langsung mengambil obatnya yang tadi dibawah Alvin lalu meminumnya.
Alvin masih saja memperhatikan Shilla sambil tersenyum.
Setelah selesai meminum obatnya, Shilla menoleh kearah Alvin.
“kenapa Sih liatin gue mulu ?? gue cantik ya ?” kata Shilla dengan nada menggoda.
Alvin terkekeh, dan sedikit kemudian wajahnya berubah jadi kaget.
“hey,, lo udah maafin gue ??” tanyanya bingung.
Shilla tersenyum.
“emm, mungkin !!” kata Shilla sambil mengangkat bahunya, dan tertawa kecil. Alvin tak ikut tersenyum, masih memandang Shilla bingung dan serius.
“Shill, serius.. lo udah maafin gue?” tanyanya sedikit terdengar antusias.
Shilla menatap Alvin lagi. lalu tersenyum.
“kesana ! ayo !” Shilla menunjuk balkon kamar rumah sakit dan berjalan kesana. Alvin mengikuti Shilla dan berjalan disampingnya.
###############
“aku dirumah sakit !”
“loh, emang anda peduli ??”
“mana aja boleh !!”
“udahlah, gausah sok perhatian, urusin aja tuh pacar baru anda!!”
Gabriel langsung menutup teleponnya.
SREETT.
Ify menutup pintu kamar itu. Lalu menatap Gabriel bingung.
“eh , Fy?? Hay ,,” kata Gabriel sok manis.
“telepon ama siapa lo tadi ??” tanya Ify curiga.
“eng, engga ,, engga ko !! buka siapa2..” kata Gabriel terbata.
“oh, sejak kapan lo beli HP??” tanya Ify lagi.
“emm, waktu dapet gaji pertama, hehe..” Iel malah cengengesan.
“owh, mana liat HP lo ??”
“hah, mau ngapain ???” tanya Gabriel bingung.
“mau liat, bagus apa engga,.” Ify menjulurkan tangannya kearah Gabriel. Gabriel dengan ragu mengeluarkan Hpnya. Dan memberinya ke Ify.
Ify kaget melihat HP Gabriel. Blackberry Storm hitam mengkilat dengan silikon berwarna putih.
“gaji pertama lo cukup buat beli HP ini ??” tanya Ify semakin curiga melihat BB storm Gabriel yang harganya berkisar 3 sampai 5 jutaan.(kok jadi promosi ??)
“ee..ee ,, cu ,, cukup kok ! hehe ..” kata Gabriel terbata-bata.
Ify mengerutkan kening. “yakin ???” Ify memang tidak mau menanyakan berapa gaji Iel, itu kan privasinya.
Gabriel mengangguk sambil tersenyum paksa.
“yaudahlah, gue mau nanya Yel, lo kenapa bisa kecelakaan ??” tanya Ify mengalihkan topik. Iel bersyukur dalam hati, untung Ify tidak menanyakan macem2.
“ya gitu aja, gue nyebrang terus ketabrak !! abis itu, bangun2 gue ada dirumah sakit !!” jelas Iel singkat.
“gila,, kayak di pelem2 ya ??” Ify membayangkan sinetron2 yang biasanya seperti yang
Iel ceritakan.
“haha, iya tuh, hidup kayak sinetron !! untung aja ga kayak cinta fitri!”(noh kan promosi lagi !! penulis ktauan deh suka nonton cinta Fitri :P)
“wkwkwk, emang hidup lo kayak sinetron ?? gue kayak biasa ah ,,” kata Ify.
“jiaah , lo mungkin ga ngerasa kali !!”
“hah, gatau juga sih ???” Ify mengangkat bahunya.
“ehh, hidup lo kayak sinetron ,, emang kaya sinetron apa ?” tanya Ify penasaran.
“ya , nanti lo juga tau!” jawab Iel asal.
Ify jadi semakin penasaran ada apa dengan Iel.
Drrrttt .. Drrttt ,, Hape Gabriel getar lagi. berhubung HPnya ada ditangan Ify. Ify langsung mengangkatnya. Sebelum mengangkat, Ify melihat nama yang tertera di layar Hp Gabriel.
‘ +6285218876911’
Gabriel terbelalak. Dan berusaha merebut HPnya.
“Sssttt..” Ify menaruh telunjuk didepan bibirnya.
“Ify !! sini !!” Iel masih berusaha merebut HPnya.
“halo ..”
“halo,, ini siapa ??” tanya orang disebrang sana, yang lebih tepatnya papa Gabriel.
“ini Ify, temannya gabriel ..” jawab Ify biasa.
“ohh, nak Ify yang nyelamatin Gabriel ya ?” tanya papa Iel.
“mm, iya, tadi saya nemuin dia udah kecelakaan ..” jelas Ify.
“ohh, makasih ya udah mau bawa anak saya kerumah sakit, yang bayarin administrasinya siapa ??” tanya sang papa.
“itu, tuan Rio, teman kami om ..” jawab Ify jujur.
“makasih ya, tolong kirimi no rekeningnya, nanti saya transfer uang rumah sakitnya, maaf sudah merepotkan !!” kata papa Ify ramah.
Gabriel menepuk jidatnya. Mendengar ucapan papanya. Karena HPnya di loudspeaker, jadi dia bisa denger apa yang mereka omongin. Ify mengerutkan kening.
“oh, emm, yaudah om, nanti saya bilangin ke tuan Rio.” Kata Ify masih bingung.
“makasih ya nak ..” kata papa Gabriel dengan ramah.
“iya sama2 om!!”
NUT NUT NUT
Telepon diputus oleh papa Iel. Ify memandang Gabriel curiga.
“Gabriel, kasih tau gue ,, sebenernya lo itu bohong kalau elo itu kerja di restoran ??” tanya Ify curiga. Gabriel aneh banget sih.
“emm, engga kok Fy !!” elak Gabriel. Ify menghela nafas.
“terus maksud papa lo mau transfer uang apa ??” desak Ify.
“ya ,, papa gue berarti mau ganti uangnya …”
“lo pikir ya yel,, selama ini lo bilang lo ga mampu bayar tapi apa ?? bahkan papa lo punya rekening ,, itu berarti bokap lo itu sanggup bayar kartu ATM!! Lo bohong ya ??” sinis Ify.
“em, ee ,, engga Fy, bener gue ga boong ..”
“oke oke, sekarang gue tanya ,, lo jawab jujur !!! siapa nama panjang lo ???” tanya Ify tajam .
“Gabriel Stevent ..” jawab Iel jujur meskipun ada boongnya *gimana tuh??
“Gabriel Stevent siapa ??? jawab jujur Iel !!” paksa Ify.
“e,, Cuma segitu nama gue kok !! ga ada panjang2 lagi!!!” jawab Iel bohong.
“pasti masih ada kepanjangannya ,, iya kan ?? kalo lo ga mau jawab ,, gue bakal tanya bokap lo !!!” ancam Ify seraya mengetik sms ke papa Iel.
“ehh, Fy,, jangan dong !!” Gabriel berusaha mengambil HPnya, tapi dicegat Ify.
“makanya jawab jujur!!!”tekan Ify.
“hah, emm I .. iya ,, iya masih ada nama panjang gue !!” akhirnya Iel mau jawab.
Ify tersenyum menang. “siapa ??” tanyanya.
“Gabriel Stevent Damanik ! puas lo ?? balikin HP gue !!” jawab Gabriel terpaksa.
Ify hanya membulatkan mulutnya. Meskipun merasa tidak asing dengan nama belakang Gabriel, tapi Ify yang memang ga pernah ngurus masalah perusahaan, jadi ga tau kalo nama Iel itu ….. damanik itu ….
########
Rio masuk kedalam kamar Gabriel. Susasana tegang yang tadi sempat tercipta langsung mencair. Rio membawa sebuah gitar, milik salah satu satpam rumah sakit yang biasanya ngegitar tiap malem.
“lo mo ngamen Yo ??” tanya Gabriel asal.
“wenak aja !! kita nyanyi yuk !!!!” ajak Rio.
Ify mengerutkan kening, namun kemudian mengangguk.
“ayo, tapi setelan nya oke ga ??” tanya Gabriel menunjuk gitar yang dipegang Rio.
“sipp, emang lo bisa maen gitar ??” tanya Rio meragukan Iel.
“wetsah, bisa dong !! sini gitarnya, dengerin yak !!” Rio menyerahkan gitarnya pada Iel.
“oke, lagu ini untuk Ify !” kata Gabriel seraya tersenyum kearah Ify.
Ify kaget,, “kok buat gue ??” tanyanya. Kegeeran juga dia.
“udah, dengerin aja !!” Gabriel mulai memetik gitanya ,, lalu menggenjreng gitarnya,,, dan mulai bernyanyi.
Aku yang terlelap sendiri
Terlelap sampai tak sadar diri
Kulihat sang pujaan hati
Datang melangkah trus menghampiri
Namun sungguh sayang
Itu hanyalah sebuah mimpi
Terbangunkan pagi
Bersama matahari
Aku bergetar disentuh dia
Mataku terbang sampai kelangit
Tubuhnya pun kupandangi
Putih mulus dan seksi
Ify sempat menoyor pelan kepala Gabriel kala mendengar kata ‘seksi’ namun setelah itu dia tertawa senang karena lagu itu dinyanyikan untuknya,, berarti dia putri Iklan dong??
Terjalin seperti sang bidadari
Kan kupeluk dia sampai mati
Rambutnya pun indah bagai putri
Mirip iklan di TV
Aku bergetar disentuh dia
Mataku terbang sampai kelangit
Tubuhnya pun kupandangi
Putih mulus dan seksi
Terjalin seperti sang bidadari
Kan kupeluk dia sampai mati
Rambutnya pun indah bagai putri
Mirip iklan di TV
Gabriel tersenyum lebar setelah menyelesaikan nyanyiannya. Membuat pipi Ify bersemu merah. (mau!! dinyanyiin Putri Iklan sama Iel )
“gimana ??? suka ga ??” tanya Gabriel menggoda.
“suka bangettt, aaaaaaaaa! Kereeenn !!” kata Ify menggebu-gebu. Gabriel hanya tersenyum puas. Karena persembahannya tadi membuat Ify senang.
“yah,, itu mah belum seberapa, Ify,, lo bakal kelepek2 kalo gue nyanyiin lagu !!” kata Rio merebut gitarnya dari Gabriel.
“coba ??” tantang Gabriel. Rio tersenyum miring.
“denger ya, lagu ini buat elo Fy !!” kata Rio membuat Ify semakin terbang saja.
“alamak,, bisa pingsan nih gue !!” kata Ify lebay.
Rio dan Gabriel hanya terkekeh. Rio segera memetik gitarnya. Dan mulai bernyanyi.
Oh her eyes, her eyes
Make the stars look like they're not shining
Her hair, her hair
Falls perfectly without her trying
She's so beautiful
And I tell her every day
Yeah I know, I know
When I compliment her She wont believe me
And its so, its so
Sad to think she don't see what I see
But every time she asks me do I look okay
I say
When I see your face
There's not a thing that I would change
Cause you're amazing
Just the way you are
And when you smile,
The whole world stops and stares for a while
Cause girl you're amazing
Just the way you are
Her lips, her lips
I could kiss them all day if she'd let me
Rio langsung melet ketika bernyanyi di bait tadi. Ify bales melet.
Her laugh, her laugh
She hates but I think its so sexy
She's so beautiful
And I tell her every day
Oh you know, you know, you know
Id never ask you to change
If perfect is what you're searching for
Then just stay the same
So don't even bother asking
If you look okay
You know I say
When I see your face
There's not a thing that I would change
Cause you're amazing
Just the way you are
And when you smile,
The whole world stops and stares for awhile
Cause girl you're amazing
Just the way you are
The way you are
The way you are
Girl you're amazing
Just the way you are
When I see your face
There's not a thing that I would change
Cause you're amazing
Just the way you are
And when you smile,
The whole world stops and stares for awhile
Cause girl you're amazing
Just the way you are
Ify bener2 terbang dinyanyiin lagu itu. Gabriel langsung bertepuk tangan, tidak menyangka sekeren itu Rio bernyanyi (riogitu!)
“keren kan ??” Rio memainkan alisnya.
“banget !!” jawab Gabriel dan Ify kompak. Rio tertawa.
“yoa,, keren Yo !!” puji Gabriel.
“yaiyalah, gue gitu ,, Mario Stevano !!” Rio membanggakan dirinya.
“hahahaha,,, pada ngefans kayaknya sama gue !!” puji Ify pada dirinya sendiri.
“yee, geer lo !!” Rio melet (meletmuluYo!)
“lah tadi pada nyanyi begitu mau ngapain ??” tanya Ify bingung.
“mau adu keren,dan ternyata gue yang menang !!” Rio kembali terkikik.
Gabriel hanya ikut tertawa. Tidak menyangka,, bahwa dirinya yang seperti ini bisa bertemu dengan Rio.. walaupun sebenarnya mampu namun ternyata mereka dipertemukan oleh Ify.
“yah, masa gitu ??” Ify langsung manyun.
“bercanda ayang!! Gue emang kalah ! tapi gue tetep menangin hati lo ?? iya tak ??” tanya Gabriel sambil merangkul Ify.
“ ayang ayang,, menurut lo ??” tanya Ify sambil mengangkat bahunya.
“menurut gue. lo ga cocok sama dia, lo cocokan sama gue!” Rio menunjuk dirinya sendiri.
“ga nanya bang !!” kata Gabriel sinis, meskipun Cuma bercanda.
“lah tadi si Ify nanya , ya gue jawab !!” Rio pura2 bloon.
“ihh, tuan,, saya ga nanya tau, ga ngerti banget sih !!” Ify melipat tangannya.
“iya2, bercanda,, tapi serius,, menurut gue lo lebih cocok sama gue !!”
“terus …” tanya Ify mash melipat kedua tangannya.
“berarti kita pacaran !!” kata Rio enteng.
“nyehh, kayak di pelem, pembantu pacaran ama majikan ,, haha ..” Gabriel tertawa lagi.
“iya tuh, mendingan sama Gabriel,, wlee !!” Ify melet lagi.
“yah, patah hati deh !!” Rio memasang tampang mupengnya.
“itu sih DEEL!!” sahut Ify dan Gabriel. Sedetik kemudian mereka tertawa terbahakbahak. Mensyukuri kejadian kali ini, senang karena satu sama lain bisa klop. Bisa saling menghibur.
########
Jam sudah menunjukan pukul 06.30. berarti sekarang sudah gelap. Matahari sudah kembali keperaduannya. Membuat sedikit bias disana. Bias warna langit berwarna biru dan jingga, yang berdominan biru,, sedangkan jingga hanya separuhnya saja,,membuat langit itu terlihat indah.
Mereka berdua berdiri bersampingan, sambil memandang langit tanpa awan itu.
Shilla malah menunduk. Bingung mau gimana minta maaf sama Alvin.
“Shill ,, jadi lo udah maafin gue ??” tanya Alvin sambil melihat Shilla yang masih menunduk. Shilla perlahan mengangguk. Membuat Alvin tersenyum senang lalu segera mengambil tangan Shilla dan memegangnya erat.
“thanks, Shill, makasih banyak !!” katanya antusias. Shilla hanya tersenyum mengangguk sambil melihat tangannya yang dipegang Alvin.
Alvin yang menyadari tanganya yang sedang memegang tangan Shilla, langsung melepaskannya takut Shilla marah lagi.
“eh, so .. sori Shill !” Alvin menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Shilla tertawa kecil.
“gapapa ..” ujarnya. Lalu mengambil tangan Alvin. Dan membuka telapak tangan Alvin lalu meletakan tangannya didalam tangan Alvin itu (sumpah! Susah jelasinnya! Pada ngerti ga ?)
“genggam tangan gue sepuas lo !!” Shilla tersenyum lirih. Alvin memandang Shilla bingung.
“maksudnya ??” tanya Alvin masih tak mengerti. Malah mencoba melepaskan genggaman tangannya pada Shilla.
“lo mau peluk gue ?? lo bebas sekarang Vin !! gue ga bakal nolak atau berusaha ngelepasin pelukan lo !” kata Shilla lagi. Ia mecoba menatap mata Alvin. Dan menemukan pancaran ketulusan pada mata itu.
Alvin memalingkan wajahnya, dia masih tak bisa mengontrol jantungnya yang sangat susah dikendalikan sekarang ..
Shilla mengarahkan wajah Alvin kehadapnya lagi.
“Vin!!!” panggilnya. Alvin langsung menoleh.
“ya??” tanyanya sambil tersenyum, Alvin masih tidak bisa mengontrol jantungya, juga darahnya yang megalir diatas kecepatan normal.
“lo kenapa ??” tanya Shilla bingung. Alvin hanya menggeleng.
“Vin!” Shilla memegang wajah Alvin membuat mata mereka bertemu lagi.
Alvin tidak bisa mengontrol nafasnya, sudah, cukupp, bisa bisa Alvin mati jantungan disini.
“Vin, lo ?” tanya Shilla bingung.
“engga Shill.! Engga papa!!” Alvin mencoba tersenyum. dan mencoba tidak melihat mata Shilla.
Shilla menghela nafas. Sekarang dia mau minta maaf sama Alvin. Dia membulatkan tekatnya.
“Vin ….” Panggilnya lagi . Alvin hanya menoleh seolah berkata apa.
“gue .. gue minta maaf !”
Alvin terbelalak kaget,,
“buat apa ?” tanyanya masih kaget.
“mm, buat tadi sore, sori ya ! gue ngerasa gue jahat banget. Gue tadi udah ngehancurin HP lo ! padahal, itukan HP lo,, gue ga berhak sama sekali buat ngehancurinnya,, juga masalah gue ngebentak dan maki2 lo ! maaf Vin !” Shilla malah menunduk. Dia bener2 takut Alvin ga bakal memaafkannya.
Tapi Alvin malah menatapnya aneh.
“lo …….. serius ??” tanyanya ga percaya.
Shilla mengangguk. Dia hanya bisa mengangguk. Tak berani bicara apapun.
“kenapa lo minta maaf ???” tanya Alvin bingung dan bikin Shilla menghela nafas.
Shilla mengambil Hpnya dari kantong bajunya dan menghancurkannya sama seperti ketika Ia menghancurkan HP Alvin.
Shilla membuang silikon HPnya asal.
Alvin melotot melihatnya.
“Shilla! Lo apaapaan sih ??” Alvin mencoba merebut HP Shilla, tapi Shilla malah mundur dan menyembunyikan HPnya dibelakang.
“diem !” Shilla melihat sinis Alvin. Dengan gerakan cepat Shilla membanting HPnya.
BRAAKKK
HPnya hancur seketika. Persis seperti waktu Ia menghancurkan HP Alvin (udah kebanyakan duit, sampe ngancurin 2 hape , ckckckck . mendingan beliin gue hape daripada udah pada punya bb malah dibanting-banting. Engga bersyukur amet sih!)
“Shilla!!” seru Alvin kaget melihat HP Shilla hancur tak berbentuk.
“Injek HP itu sekarang !!” suruh Shilla.
Alvin melas, bingung kenapa Shilla bilang gitu.
“ALVIN! Injek HP itu sekarang !!!!!!!!!!” kata Shilla membentak. Alvin menggeleng cepat.
“lo udah gila kali ya ??” Alvin menggeleng-gelengkan kepalanya.
“iya, gue udah gila,, makanya sebelum gue ngelakuin macem2 lagi,, lo injek HP itu,, cepett!!” suruh Shilla lagi.
“tapi Shill??”Alvin masih ragu2 untuk menginjaknya.
“buruan injekk !!!” suruh Shilla menarik tangan Alvin agar mendekat ke HPnya yang hancur.
Alvin langsung menginjak HP itu sambil menatap Shilla bingung.
Shilla tersenyum miring.
“Thanks !” kata Shilla kembali tersenyum miring.
“lo aneh, Shil. Sumpah!!” Alvin sedikit cengo melihat Shilla.
“oiya,, lo belum tampar gue !! cepetan tampar !!” suruh Shilla sambil mengambil tangan Alvin.
“ga mau !!” Alvin menggeleng.
“ish, tampar ga ??”
“NGGA!!” jawab Alvin tegas.
“Alvin tampar!!!” suruh Shilla lagi.
“gamau ,, “
“tampar gue atau gue loncat Vin !” ancam Shilla sambil mendekat kearah pegangan balkon.
“Shill, lo nekat banget deh, ga lucu !!” Alvin mulai ga suka sama kelakuan Shilla. Shilla malah tersenyum miring.
“makanya buruan tampar gue!” Shilla kembali mendekat kearah Alvin.
“Ga mau ,, gue bilang ga mau ya ga mau !!!” Alvin langsung membentak.
“yaudah gue loncat!!” dengan tanpa basa-basi Shilla langsung berlari kearah ujung balkon dan melompat.
“SHILLA!!” shilla menoleh menatap Alvin yang berteriak.
“Shill! Oke oke!!” Alvin akhirnya nyerah dan langsung mendekati Shilla. Shilla kembali kehalaman balkon. Sambil melihat Alvin tanpa dosa.
“buruan !!” suruh Shilla. Alvin menatap tangannya. Alvin mengepal-ngepalkan tangannya.
Lalu dengan perlahan mengarahkan tangannya kepipi Shilla.
PLAK
Tamparan yang ga ada kenceng2nya, tapi membuat Alvin benar2 menyesal. Dia baru saja melanggar janjinya dulu, bahwa ia takkan menyakiti Shilla, tapi bukankah Shilla yang memintanya ?? jadi dia tidak salah kan ?? tapi dia tetap melanggar janjinya, ahh yasudahlah.
“Alvin !!! KURANG KENCENG !!!!” seru Shilla kesal.
“tampar gue kayak tadi gue nampar elo !!” suruhnya lagi. Alvin menggeleng. Dia bahkan tidak ingat tadi Shilla menamparnya seberapa kencang.
“tapi Shill ……….”
“ga pake tapi,, buruan !! atau kalo perlu lo nampar gue lebih kenceng !! cepet Vin !!!” paksanya . ahh, Alvin tidak mau berbasa-basi, dan segera menangkat tangannya meski ragu.
PLAKKKKK
Benar saja, Alvin menampar Shilla sangat kencang. Shilla memegang pipinya lalu melihat Alvin.
“so .. sori Shiill!!” katanya merasa bersalah.
“thanks!!” kata Shilla lagi. pipinya merah. Saking kencangnya ditampar Alvin.
Tak tau juga mengapa tangan Alvin menamparnya sangat kencang. Mungkin Cuma khilav semata.
“lo kenapa sih Shill ??? HP lo, lo Hancurin, lo minta gue nampar elo !! lo aneh tau ga !” kata Alvin bingung.
“ga,, gue Cuma pengen ngerasain jadi elo !! tapi kayaknya belum lengkap ya ??” katanya sambil berfikir sesuatu.
Otak Shilla nyambung. Jadi langsung ketemu apa yang kurang. Alvin mengerutkan kening, aneh banget si Shilla, pikirnya.
-BERSAMBUNG-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar