Minggu, 19 Juni 2011

Egokah Aku part 13

Egokah Aku –part 13

######

Ify keluar dari kamar Shilla setelah tadi menghubungi mama Shilla agar datang,, kan kasian kalo orangtuanya sampai2 tak dihubungi. Dan menuju kekantin mencari Rio yang emang bilang mau kekantin tadi. Dia juga pengen bilang masalah traansfer rekening sama papa Iel karena tadi sempat lupa.

Senyum Ify mengembang menemukan Rio yang lagi bicara sama Cakka. Entah apa yang dibicarakan .

“Tuan Rio !” panggilnya. Membuat Rio menghentikan pembicaraanya lalu menoleh ke Ify.

“kenapa ??” tanya Rio sambil meminum kopi hangatnya.

“tadi saya kan teleponan sama papanya Gabriel, katanya dia mau ganti semua uang yang udah tuan bayar ke administrasi, dan dia minta no rekening tuan!” jelas Ify to the point.

BRUTHH ,, Uhuk .. Uhuk..

Rio keselek mendengar Ucapan Ify. Lalu terbatuk karena saking parah keseleknya.

Cakka yang emang ga tau Gabriel siapa ga kaget dengan ucapan Ify tadi. Ify menahan ketawanya. Rio menoleh kaget ke Ify.

“serius lo?? bokapnya Iel punya rekening ?? bercanda lo fy, haha” Rio yang menganggapnya bercanda, hanya tertawa.

“saya tuh serius tuan ,, kalo ga percaya ,, tuan telepon aja papanya Iel ,, ni telepon.” Ify memencet tombol hijau di hapenya. Rio hanya memandang tidak percaya.

“halo ,,” sapa papa Gabriel.

“halo om, ini saya Ify, ada yang mau ngomong nih sama om ,,” kata Ify seraya memberikan HPnya ke Rio. Rio mengambilnya.

“ha .. halo ..” sapa Rio terbata.

“halo, ada apa nak ?? ini siapa ??” tanya papa Gabriel.

‘kok kayak kenal suaranya ..’ batin Rio mengingat ingat.

“pak, saya Rio, apa benar bapak mau minta no rekening saya untuk mengganti biaya administrasi Gabriel ??” tanya Rio penasaran.

“iya, tolong ya kirim via mesagge saja, kirim juga berapa jumlah biayanya … makasih nak sudah mau menolong Gabriel ..” kata papa Iel ramah.

“iya pak sama2 , nanti saya smsin pa, ditunggu ya pak !” kata Rio sambil menutup teleponnya dan memandang Ify tak percaya.

“ehh, sumpah Fy,, gue kenal suara papanya Iel !” kata Rio mengingat-ingat lagi, sambil mengirim pesan ang tadi di minta papa Iel.

“siapa emangnya Yo ??” tanya Cakka penasaran.

“ini loh Cakk, gue kayak kenal sama suara papanya Iel,,tapi siapa ya ??” Rio berfikir lagi, rasanya suara papa Iel itu ga asing banget.

Rio masih terus berfikir dan berfikir …

CLING

Lampu di atas kepala Rio menyala dan tersenyum kala mengetahui siapa papanya Iel.

“gue tau … Fy nama panjang Iel siapa ??” tanay Rio.

“emm, katanya dia sih, Gabriel Stevent Damanik ..” jawab Ify .

Rio menganga mendengar nama Gabriel,, Cakka pun juga, Cakka tau pasti kalau begitu Gabriel itu siapa.

“jadi ,, Gabriel itu ………..”

BRAKKKK
#########
Shilla menghadapkan dirinya ke Alvin. Lalu dengan perlahan melipat kakinya. Dia mengikuti Alvin yang tadi berlutut.

“Shill, lo apaapaan sih ?? bangun ah !!!” Alvin menarik Shilla agar bangun. Tapi Shilla menggeleng.

“maaf ya …” katanya sambil tersenyum dan menatap mata Alvin.

Alvin menatap Shilla kaget.

“Shill, gue kan ga marah sama lo ! lo ngapain minta maaf ??” tanya Alvin sambil menarik Shilla berdiri. Shilla mengelak lagi.

“ga, lo harus maafin gue dulu !!” Shilla menggeleng.

“sumpah, gue ga marah sama lo !!” kata Alvin masih mencoba membangunkan Shilla.

“ih, lo tuh ,, tadi gue ga coba bangunin elo kan ,, yaudah sekarang lo biarin gue kayak gini !!”

“tap .. tapi …”

“kebanyakan tapi lo !!” Shilla sewot. Ehh, tapi langsung inget kalo dia lagi minta maaf. Yaudah, Shilla langsung ngambil tangan Alvin , dan langsung mencium tangan itu.

“Shill …” Alvin kaget dengan apa yang dilakukan Shilla.

Shilla tersenyum.

“maafin gue ???” pintanya.

“emm, oke oke, gue maafin ! ayo bangun ahh, gue gasuka lo kayak gini !!” Alvin membangunkan Shilla, kali ini dia ga nolak.

“sama kan ?” tanya Shilla .

“lo bikin gue ngelanggar janji gue tau ga !!” kata Alvin sedikit sewot.

“oh ya ?? maaf !!” kata Shilla pura2 melas.

“emang janji apa ?” tanya Shilla lagi.

“janji kalo gue ga bakal nyakitin lo !!” jawab Alvin jujur dan langsung pergi dari balkon kamar rumah sakit itu.

Shilla tersenyum, ternyata Alvin pernah janji begitu ya ..

“oow, segitu sayangnya lo ama gue ??” ledek Shilla. Alvin memberhentikan langkahnya mendengar ucapan Shilla.

“menurut lo ?? gue sampe ngerendahin diri gue buat dapet maaf lo ,, ga cukup buktiin kalo gue sayang banget sama lo Shill!!” serunya, terdengar sedikit lirih.

Shilla tersenyum lagi. dan langsung menghampiri Alvin.

“Vin …” panggilnya. Alvin menoleh.

Shilla langsung menarik Alvin dan memeluknya. Cukup lama dalam beberapa saat. Dia ga berniat apa2. Hanya ingin membuat kejadian tadi sama seperti sekarang. Juga mungkin ingin membuat Alvin merasakan ketulusannya,, untuk sekedar sandaran juga bagi Shilla,, sekarang dia sedang kesepian..

Shilla melepaskan pelukan itu. Alvin sempat bingung mengapa Shilla memeluknya.

“Shill ??” panggilnya tak percaya.

“sama lagi kan ??” kata Shilla sambil tersenyum.

Alvin hanya menggeleng-gelengkan tanda tak percaya. Shilla melakukan semua yang tadi sore mereka lakukan. Bener2 gila.

“emm tapi ……………” gumam Alvin pelan.

“tapi ??” tanya Shilla masih tersenyum.

“tapi lo ,, sayang ga sama gue ??” tanya Alvin langsung membuat senyum Shilla menghilang perlahan.

“emm, gu ,, gue ..” jawab Shilla gelagapan, bingung mau jawab gimana.

“Sssstt, gue udah tau Shill, jawabannya ,,” Alvin menaruh jemari telunjuknya didepan bibir Shilla.

“maaf Vin, gue belum bisa bales perasaan lo !” Shilla menepis tangan Alvin pelan. Alvin tersenyum.

“gapapa ,, gue ngerti kok!” Alvin tersenyum dan kemudian pergi dari kamar itu.

Shilla hanya menggigit bibir bawahnya. Tuhkan, jadi ngerasa bersalah lagi.

“Vin , lo ga marah kan ??” Tanya Shilla . membuat Alvin menghentikan langkahnya tanpa berbalik.

“engga kok !! gue mau nyari Rio dulu yah ,, bye ..” Alvin melanjutkan langkahnya lagi. Shilla hanya mengangguk meski tak dilihat Alvin.

Alvin berjalan keluar dengan santai, akhirnya masalah dengan Shilla selesai juga. Batinnya lega.

Alvin berjalan dengan santai kekantin, siapa tau Rio ada disitu (emang bener Rio disitu) tapi kalo ga ada yaudah cari lagi.

Tiba2 dia melihat sesosok yang dikenalnya, berjalan membelakanginya. Alvin menyipitkan matanya.

“hey ..” sapa Alvin berjalan kearah sosok itu. Lelaki itu menoleh dan membelalak. Sekali lagi Ia kaget.. karena harus bertemu dengan seorang yang Ia kenal.

Lelaki itu mempercepat jalannya agar tidak tertangkap Alvin . Alvin pun setengah berlari mengikutinya.

“hey Gabriel…” panggil Alvin lagi. membuat Gabriel memejamkan matanya karena sudah tidak bisa mengelak.

Namun sebelum Alvin berhasil meraih bahunya, Gabriel terus saja berlari. Hingga sampai dikantin. Gabriel melihat Rio, dan Cakka disana, juga Ify.

“ehh, Gabriel tunggu!!” panggil Alvin sekali lagi.

Gabriel masih terus memperhatikan mereka bertiga dan terus berlari tanpa melihat jalan.

BRAKK

Akhirnya Ia tersandung kursi didepannya karena tidak melihat jalan. Rio yang sedang berbicara serius langsung menghentikan ucapannya dan menoleh ke sumber bunyi.

Alvin tertawa kecil melihatnya lalu menghampiri Gabriel bangun. Sementara Gabriel Cuma cengengesan karena malu menjadi pusat perhatian seisi kantin rumah sakit.

“makanya jalan hati2,” Alvin menarik Gabriel. Gabriel langsung menunduk kearah Alvin.

“Iel lo kenapa si ??? itu kepala loe diperban !!” tanya Alvin bingung. Gabriel langsung menarik Alvin menjauh dari kantin, diikuti tatapan aneh dari Rio, Cakka, dan Ify.

“lo aneh Yel !!” Alvin memandang Gabriel tak percaya.

“aneh ??? maksud lo ??” tanya Iel menyembunyikan kekagetannya bertemu Alvin.

“lo kenapa ada disni ?? kepala lo diperban?? Om Bima mana ??? sejak kapan elo nyampe di Jakarta???” kok lo ga ngasih tau gue ??” tanya Alvin bertubi-tubi.

“wetts, santai Vin, nanya lo banyak banget,, bingung gue jawabnya…”

“hh, oke,, lo kenapa disini ??” tanya Alvin lagi.

“gue kecelakaan tadi ,,” jawab Iel berhati-hati. Soalnya dia yakin, Alvin pasti kaget.

“serius lo ?? emm tunggu ,,, om bima mana ???” tanya Alvin lagi.

“ehh, ee, dirumah !!” jawab Iel jujur. Dan langsung marah2 dalem hati karena dia malah ngomong begitu.

“loh terus lo bisa disini gimana caranya ??” tanya Alvin lagi dan lagi.

“gue yang bawa !!” jawab Ify dan Rio yang baru dateng bersama Cakka.

Alvin menoleh, sementara Gabriel memejamkan matanya dan menunduk, yahh, ketauan deh,, batin Iel pasrah.

“apa? Lo berdua?? Ohh, jadi Gabriel yang lo bilang tadi itu Gabriel toh !!” Alvin mengangguk angguk.

“lo kenal Iel Vin?” tanya Ify bingung.

“iyalah dia kan …” Mulut Alvin langsung dibekap Iel , dan Iel membawa Alvin menjauhi mereka semua.

“lo kenapa sih yel ???” tanya Alvin setelah Iel melepaskan bekapannya.

“pliss, Vin, pliss, jangan kasih tau mereka tentang gue !!! pliss!!” mohon Gabriel.

Alvin mengerutkan kening.

“kenapa ?? Rio kenal sama bokap lo ?? Cakka kenal sama ade lo!! Berarti mereka udah kenal lo kan ?? Ify juga udah kenal sama elo ,, ga da yang bisa disembunyiin !!” jelas Alvin.

“tapi ga ada yang tau kalo pa Bima itu bokap gue, ga ada yang tau kalau Acha itu ade gue, ga ada yang tau gue sebenernya ,, udah lo diem aja ,, oke ! terutama jangan sampe lo kasih tau ke Ify tentang gue !! awas kalo sampe kebongkar,, besok juga,, mampus lo ditangan gua !!” ancam Gabriel.

Alvin terkekeh.

“oke oke… tapi Rio udah tau kok ,,, Cakka juga udahh, tapi mungkin Ify belum !!!” jelas Alvin santai.

“Rio itu kerja diperusahaan Yel, dia bisa tau siapa2 aja yang pernah meeting dan kerja diperusahaannya itu.. siapa yang ga kenal anaknya Om Bhima Rizky Damanik (pinjem damanik Yel dibelakangnya ,, hehe), pemilik perusahaan Revolution Office International Group, seorang kaka dari pemilik Sin …..” penjelasan Alvin yang terkesan menyindir itu dipotong sama Iel.

“bisa diem ga ?? gue gibeng lu !!” ancam Gabriel lagi.

“kenapa sih emangnya ??” tanya Alvin bingung.

“ada lah, pokoknya lo tutup mulut aja ! awas lo lemes!!” ancam Gabriel lagi.

“udah udah, oke oke ! tapi bayarin gue makan sushie besok ? gimana ??” sogok Alvin sambil memainkan matanya.

“huh, Iya iya,, tapi malem aja ya ,, jangan siang2, nanti ,, ketahuan lagi !!” Gabriel mengangguk pasrah,, makan sushie doang,, pikirnya (doang palalu peyang!!)

Alvin tersenyum menang.

“trus mereka taunya lo siapa ???” tanya Alvin penasaran.

“pedangang asongan, yang nyelamatin anak kecil dan dipekerjakan restoran milik orang tua anak kecil itu ,,,”jelas Gabriel. Alvin langsung terkikik. Matanya seakan berkata ‘serius sumpah?’

“oke,,, wkwkwkwk,, gue ga bisa bayangin elo jadi pedagang asongan ,, haha!!” Alvin tertawa cekikikan. Gabriel hanya mendengus.

“yaudah2 , gue mau ke Rio dulu!! Dahhh!!”Alvin melambaikan tangannya pada Iel, Gabriel hanya diam melihat kepergian Alvin.
############
Rio, Ify dan Cakka menunggu menjelaskan tentang siapa Gabriel sebenarnya.

“suerr, terkewer-kewer ,,, Gue Cuma kenalan doang waktu nemu dia ditaman , lagi jualan,, sumpah !!” Alvin membentuk huruf V dengan jarinya.

Rio dan Ify masih memandang Alvin curiga. Cakka memegang dagunya layaknya seorang juri masak yang sedang melakukan penilaian pada sang koki.

“ihh lo pada ga percaya ya terserah,,” kata Alvin kesal karena ga berhasil meyakinkan mereka.

“emang terserah kita !!” kata mereka bertiga kompak masih sinis ngeliat Alvin. Alvin Cuma cengengesan.

“yaudahlah,, intinya gue ngomong bener!!” Alvin langsung pergi entah perjalan kemana,, diikuti pandangan curiga dari Ify,, sementara Rio dan Cakka menganggap itu tidak perlu dipermasalahkan.

“yaudah,, kita mending pulang, Fy,, Gabriel mungkin udah dijemput bokapnya, soalnya tadi gue udah sms ke bokapnya dan bilang mau pulang pake hape lo !, otomatis bokapnya jemput kan ??” kata Rio enteng,.

“huft, oke,, tapi kita pamit dulu sama Gabriel !!”

“gausah sih,,” Rio menarik tangan Ify yang tengah berbalik.

“gasopan tau !! main pergi aja,,” Ify melepaskan tangan Rio kemudian setengah berlari karena takut Rio menahannya lagi. Rio menghela nafas.

“Cakk , gue kesana dulu ya,, sampe ketemu disekolah !! bye !!” Rio pergi menyusul Ify,,Cakka hanya mengangguk dan pergi dari sana menyusul Alvin yang entah kemana tadi.
############
“Shilla!! kamu gapapakan ??? aduh kenapa kamu bisa dirumah sakit sih ?? hape kamu juga ga aktif,, kenapa sih ?? tadi bilangnya mau kemall, tapi kok malah masuk rumah sakit ???” omel mama Shilla begitu masuk kedalam kamar Shilla.

“aduhh, mama lebay ahh, Shilla gapapa kok Cuma kurang makan doang !!hape aku ga sengaja jatoh tadi,, makanya rusak,, tenang ajalah !!” kata Shilla enteng.

“haduh,, yaudah2 ,, kamu udah makan ?? minum obat gimana ?? siapa yang bayarin administrasinya??? Udah boleh pulang belum ??” tanya mama Shilla bertubi-tubi.

“plis deh ma,, udah kok, temenku yag bayarin,, aku juga udah boleh pulang.”

“yaudah,, ayo pulang sekarang !!” ajak mama Shilla.

“tapi mahh, aku mau bilang dulu sama temen aku !!” Shilla mencegat tangan mamanya yang melepaskan infusenya.

“yaudah sana,, emang temen kamu dimana ??” tanya mama Shilla.

“yaudah,, aku cari dulu !!” Shilla beranjak dari kasurnya dan langsung keluar kamarnya ,, sementara mama Shilla hanya mengikuti.
#####
Setelah tadi Rio dan Ify izin ke Gabriel pulang, dan Gabriel mengangguk meskipun terlihat raut wajah kecewa,, abisnya Ify masa mau pulang *sabar Yel, ada si penulis kok :P

Rio dan Ify berjalan kearah mobil kantor dan langsung melesat kearah HA> nanti pulang mereka bisa naik taksi atau minta dijemput supir.

Sunyi … hanya ada bunyi para kendaraan di luar yang saling mengklakson dan berderu dahsyat,, karena ngebut,, dan mobil yang Rio kemudikan termasuk salah satu dari bunyi deru yang berisik itu.

Ify tidak tau harus bicara apa,, Rio pun juga, sepertinya tidak perlu ada yang bicara memang.

Ify dan Rio sama2 tersenyum kala mendapatkan ide untuk menghancurkan kesunyian yang tercipta itu.

TAPP

Tangan Rio menumpu pada tanga Ify kala menekan sebuah tombol . ya,, mereka memang berniat menyalakan radio. Namun yang terjadi hanyalah kekagetan semata dan membuat mereka kembali terdiam. Rio lupa mungkin, bahwa Ia sedang mengemudikan mobilnya.

Rio masih terus melajukan mobilnya meski pelan. Tangan mereka, sesungguhnya dari tadi mereka hanya diam menatap tangan Rio yang menumpu pada tangan Ify. Rio tak sadar,, masih tak sadar,, begitu juga Ify.

Tak ada yang bisa membuyarkan khayalan mereka sekarang.

TINNN TINNN

Sebuah mobil dibelakang mobil Rio mengklakson karena jalan Rio yang terlalu lambat. Rio yang menyadari segera melepaskan tangannya itu dan kembali melihat kembali kedepan.

“emm, sory!” gumamnya.

“hah? Gapapa ,,” Ify menoleh kearah Rio dan tersenyum. Rio yang melihatnya langsung…

“eh, tu, tuan !!” Ify terkesiap ditempatnya,, habisnya Rio menjalankan mobilnya oleng,, tak tau kenapa pikirannya tak menyatu dengan raganya saat melihat senyuman Ify,, rasanya,, apa ya ??

“so ,, sorii, abisnya lo manis banget sih !!!” kata Rio mempernormal laju mobilnya.

“lah?? Hubungannya sama jalan oleng apaan ??” tanyaIfy bingung.

“ya gue jadi kelepek2 dan ga nyadar !!” jawab Rio jujur.

Ify terkekeh ,, didalam hatinya ada rasa senang yang mendalam sebenarnya. Pipinya pun bersemu merah.

“haha, bisa aja !!” Ify kembali menghadap depan, masih mencoba menetralkan kembali jantungnya yang sekarang-ternyata- berdegup sangat kencang. Rio hanya senyam-senyum gaje. Sebenernya ada perasaan degdegan juga yang Dia rasakan.

“Fy,,” panggilnya.

Ify hanya menoleh,, tak berani menyaut.

“kita ke sana ya ???” kata Rio menunjuk sebuah,, tempat makan saung .

“hah?? Ngapain ??” tanya Ify melongo.

“yee, makanlah,, emang mau ngapain lagi ??? pasti dari tadi siang lo belom makan kan ???” tanya Rio sambil menepika mobilnya di tempat parkir restoran itu.

Ify hanya mengangguk sekilas, melihat restoran didepannya yang sangat menakjubkan, selain angin sepoi2 yang terasa saat Ify keluar dari mobil juga sebuat danau didepan saung makan itu, membuatnya sangat terlihat romantis.

Ify menghirup udara disini, alami sekali,, pikirnya.

Rio memilih saung yang paling dekat dengan danau,, agar mereka bisa lebih merasakan sejuknya malam ini.

“mau pesen apa ??” tanya Rio saat sang waiters berjalan kearah mereka.

“apa aja ,” jawab Ify masih melihat kearah danau yang busett, keren banget.

Rio tersenyum simpul melihat mata Ify yang tetap tak lepas memandangi danau itu. lalu berbicara tak banyak kepada waiters. Dan waiters itupun langsung pergi.

“bagus ya ??” tanay Rio sambil melihat juga kearah danau.

“iya,, disini tenang,, bikin semua masalah rasanya jadi ilang sekejap,,” Ify menghela nafasnya,, sepertinya dia sedang tidak ada masalah, tapi kenapa rasanya seperti bebannya selama ini terhapus.

“iya, disini tenang banget ya,, “ Rio mengangguk anggukan kepalanya tada setuju dengan Ify.

“tuan pernah kesini ??” tanya Ify penasaran.

Rio berfikir sebentar,, mengingat-ngingat apakah Ia pernah ke tempat ini sebelumnya *gituajalupaYo.

“belom kayaknya ,,” jawab Rio masih setengah mengingat.

“trus?? Kok bisa kesini sekarang ??” tanya Ify lagi.

“gatau, mau aja ,, tertarik pas tadi liat tempatnya,, “ jawab Rio sekenannya.

“oh ..” gumam Ify,, lalu kembali kearah danau itu. melihatnya lagi.

“Fy,, “ panggil Rio lagi.

“hmm ,,” jawab Ify singkat.

“gue .. sa,sayang lo !” gumamnya seperti berbisik. Hingga terdengar hanya samar. *riokecepetanbilangnyanih!!!

“hah? A …. apa ??” tanya Ify yang sebenernya cukup mendengar apa yang Rio katakan. Namun hanya memastikan apakah yang Ia dengar tadi salah apa benar,, Ia pun juga terkesiap kala mendengarnya.

Rio tersadar dari apa yang baru Ia katakan tadi. Dan langsung bingung, sesungguhnya diapun tak mengerti apa yang baru saja Ia katakan.

“em, apa ?? gue lupa ,, gue ,, apa tadi gue emang bilang apa ??” tanya Rio berbelit belit, juga salting. Entah kutukan dari mana, Ia bisa berbicara seperti itu tadi.

“emm, mungkin salah denger!” Ify langsung mengalihkan pandangannya kearah lain. Sayangnya ga bener, batinnya kecewa,, entah mengapa.

“ehh, makan aja deh,, tuh udah dateng,,” Rio segera menghadap kearah meja, begitupun Ify ketika barusan mendengar seruan Rio.

Mereka makan dalam diam saat sajian itu disajikan .

Rio masih menyesal dan merutuki dirinya,, kalimat apakah yang baru Ia katakan beberapa menit yang lalu,, aneh.. pikirnya.

“oiya, Fy,, besok ada latian musik jam 3,, lo bisa kan temenin gue ??” tanya Rio sambil memakan makanannya.

“bisa,, itu udah tugas saya ,,” kata Ify juga sambil mengunyah. Lalu mereka kembali makan dalam diam, larut dalam pikiran masing2.

PLUK

Sebuah sendok terjatuh kebawah. Membuat pikiran Ify dan Rio tersadar lagi, membuat semuanya kembali lagi. Ify dan Rio sama2 menatap sendok yang terjatuh itu, dan pikiran mereka berduan sama.

TAPP

Lagi2 peristiwa sering itu terjadi,

DEG

Kali ini mata mereka saling menatap. Tidak peduli dengan angin yang terus bertiup. Percikan air danau yang serasa menjerit. Jarum waktu yang terus saja berjalan. Detik yang terdengar tajam. Dan mereka tentu masih bertahan pada posisi seperti itu.

Meluapkan segala derap detak jantung yang seperti menggebu, melontarkan maksud dari suara2 bergetar itu,, memperjelas maksud dari darah yang mengalir cepat itu, meluruskan rasa, membongkar kata … cinta …

Apa ? sekarang apa ?? lantas mata mereka tak bisa menghindar lagi ??? manik mata mereka sama2 saling menelusuri,, menciptakan susunan nada membentuk sebuah rasa, iya kan ??

Angin itu masih menjadi saksi mereka,, melewati semuanya.. dan Rio pun masih tidak bisa pergi mengabaikan mata bening itu. tak bisa, sungguh tak bisa, begitupun dengan Ify.

‘nit not nit not’

Dan lantas ??? mereka harus kembali ke dunia nyata,, harus menetralkan detak jantung masing masing, harus terlepas dari mata indah itu.. oh sudahlah.

Ify mengambil Hpnya yang bergetar lalu membaca sebuah SMS.

‘lagi dimana ?? kenapa belum pulang ??’ SMS dari bu Dina yang memang sudah menegtahui no Ify.

Dan kali ini Ify terpaksa membalasnya karna tidak ingin membuat cemas para seisi rumah.

‘lagi temenin tuan Rio makan, bu,’ lalu segera mengirimnya.

Rio hanya melanjutkan makannya sambil sesekali melihat Ify yang sibuk dengan HPnya. Mereka tak mengungkit tadi, biarlah itu hanya menjadi kegalauan semata. Agar tak ada yang perlu diucapkan. Toh mereka hanya tidak sengaja.

Mereka makan lagi, dalam diam,,, hanya bunyi sendok dan piring yang saling beradu,, Ify segera menyedot habis minumannya.

Rio yang sudah selesai duluan hanya melihat Ify sambil tersenyum kecil.

“makan tuh yang bener!!” tangannya mengelap tepi bibir Ify sambil tertawa kecil. Ify hanya diam kala Rio melakukannya,, ahh, ayolahh, jangan bikin jantungnya berlompat-lompat.

Selesai itu,, Rio langsung menaruh uang di bon yang telah dikasih sama waiters tadi.

Sehabis itu langsung menarik Ify dan pergi dari rumah makan itu. mobilnya segera melesat agar tidak berlama-lama dan terjebak macet.

-BERSAMBUNG

Tidak ada komentar:

Posting Komentar