Egokah Aku-part 17-
Shilla menunggu Alvin sadar. Tidak ada perasaan lain disana, hanya khawatir dan rasa takut yang mendalam , karena Alvin begini karena Shilla.
Sambil memandang wajah pemuda itu terlelap, Shilla hanya tersenyum simpul. Ganteng sekali pemuda ini , pikir Shilla.
Perlahan Shilla mengambil tangan Alvin yang penuh perban, menatapnya dengan miris, apa segitunya Alvin menyayangi Shilla ?? hingga tak peduli saat tangannya harus menggenggam pisau tajam demi Shilla, oh satu lagi,, bahkan Ia tertusuk oleh preman itu, jika dipikir2, mungkin lebih baik Shilla saja yang ditusuk, setelah itu preman2 itu pasti pergi dan tidak akan membuat tangan Alvin terluka , iya kan ??
Tidak tidak, Alvin menyanyangi Shilla lebih dari dirinya sendiri, apapun akan dia lakukan untuk Shilla, apapun !
Mungkin hanya Tuhan yang tau seberapa besar cinta Alvin untuk Shilla, oh, salah, seberapa pintar Alvin menyembunyikan perasaan cintanya yang amat besar itu pada Shilla.
Semoga Shilla tau,, keinginan Alvin hanya satu, menjaganya . Inilah cinta, cinta tak harus memiliki, butuh pengorbanan pula, jangan menganggap kamu punya cinta jika saat itu kamu belum sama sekali berkorban. Cinta yang seperti itu adalah cinta yang tak setia, tak lama, tak tulus.
Lebih baik seperti Alvin, dunia pun tau, seberapa sanggupnya dia bertahan mencintai Shilla hingga sekarang, itulah alasan mengapa Ia selalu kuat bila melindungi Shilla. ya ,,, itulah arti kesetiaan.
Tak terasa jarum waktu yang kian berjalan. Mata Alvin pun perlahan membuka, dan tersenyum kecil kala melihat Shilla lah yang pertama kali ditangkap matanya.
“Vin,, bentar gue panggil dokter !!” Shilla langsung memencet bel di sampingnya. Sambil terus melihat Alvin yang juga melihatnya.
Dokter pun masuk bersama suster suster dengan berlari kecil.
“Alvin sudah sadar ??” tanya sang dokter. Alvin hanya mengangguk.
Shilla langsung mundur ketika dokter mendekati Alvin, alasannya agar Ia tidak mengganggu dokter yang akan memeriksa Alvin.
“alhamdulillah, Alvin kondisimu sudah stabil, tidak ada yang mengkhawatirkan …” jelas sang dokter diikuti senyuman Alvin dan Shilla.
“sus,, pindahkan pasien keruang rawat biasa, keadaannya sudah membaik. Ayo …” para suster itu lagsung mendorong tempat tidur Alvin kearah ruang rawat biasa, dokter dan Shilla mengikutinya.
“jadi Alvin sudah membaik dok ???” tanya Shilla sambil mengikuti jalan dokter.
“iya,, syukurlah, tadinya saya pikir dia akan mengalami koma,, tapi ternyata dia pemuda yang kuat ….” jelas dokter itu.
Shilla hanya mengangguk angguk saja dan pastinya seneng karena Alvin ternyata ga kenapa kenapa .
Setelah dipindahkan keruang biasa, dokter meninggalkan mereka berdua. Shilla dan Alvin hanya berdiam diri, tak ada yang berbicara.
Hening . hening .. ingin Shilla bertanya siapa Agni yang ‘mengaku’ tunangannya itu. namun rasanya terlalu egois dan mencampuri urusan orang.
“Vin …” panggil Shilla, membuat Alvin yang sedang memainkan hape–baru-nya menoleh ke Shilla.
Alvin hanya menoleh sambil menatapnya penuh tanya. Shilla menatap handphone Alvin.
“gue kan bilang mau ganti, kok malah udah beli lagi ???” taya Shilla,, sekedar basa basi.
“ohh, ga ,, nyokap gue yang beliin ,, katanya gue suruh beli hape buat ………” ucapan Alvin menggantung, mengingat untuk apa sebenarnya hape itu dibeli.
“buat ??” tanya Shilla memastikan. Alvin berfikir sebentar.
“ga,, gapenting ! lagian kalo lo mau beliin gue hape, beli aja, ntar gue jadi hpnya dua deh,, hehe ,,” Alvin malah cengengesan. Shilla menatap Alvin sinis.
“lo kenal Agni ??? dia calon tunangan lo kan ???” tanya Shilla langsung. Membuat Alvin menelan ludahnya karena diserbu pertanyaan seperti itu.
“hah ? A, Agni ???” tanyanya memastikan, barangkali aja buka Agni.
Shilla hanya mengangguk. Sebenarnya sih tak ada masalah juga bagi Shilla, dia hanya ingin memastikan saja.
“dia sahabat gue,,, trus dia pindah ke singapure waktu kelas satu SMP, ….”
“gue ga nanya itu Vin, gue nanya ,,, Agni itu calon tunangan lo kan ???”
“hah,, ga kok,, gue belum setuju sama perjodohan itu ,, serius!!!”
“ya terserah lo mau setuju apa ngga,, ga ada hubungannya sama gue !!” kata Shilla biasa saja,tidak ada nada berarti didalamnya. Alvin hanya menggigit bibir bawahnya. Pertanda, bahwa-mungkin- dia salah ngomong tadi.
“eh, gue keluar dulu ya,, ntar gue panggilin Agni buat jagain lo ,, oke ??” tawar Shilla.
“yah,” gerutu Alvin membuat Shilla menyatukan kedua alisnya.
“napa ??? masih ada yang sakit ???” tanya Shilla lagi.
“ehh, engg, engga kok,, gapapa ,,,” kata Alvin tersenyum paksa.
“oow, yaudah, gue tinggal ya,, ntar Agni juga kesini kok ,, bye ..” Shilla keluar dari kamar Alvin. Alvin menghela nafas. Ahh, dia tidak sama sekali suka dengan Agni, itulah alasan mengapa dia tidak menerima perjodohan dari orang tuanya.
Alvin kembali menghela nafas, pertunangan itu takkan terjadi, tak akan terjadi. Alvin yakin itu.
######
Dalam hembusan angin malam yang amat damai itu, mereka duduk berdua sambil tersenyum. entah apa yang disenyumkan. Yang pasti mereka merasa senang sekali.
Aku ingin engkau slalu .. hadir dan temani aku … disetiap langkah .. yang meyakini ku .. kau tercipta untukku ..
Ify menoleh, melihat Rio sedang bersenandung merdu disebelahnya. ternyata pemuda ini benar2 sempurna ya …
“kok nyanyi ??” tanya Ify.
“emang ga boleh ?? lagian, gue juga mau latihan buat pensi nanti …” jawab Rio. Ify ber-O ria.
“mau ikutan nyanyi ??” tawar Rio.
“mm,boleh …” Ify mengangguk sambil tersenyum. Rio pun ikut tersenyum. lalu kembali bersenandung.
Meski waktu akan mampu .. memanggil sluruh ragaku .. kuingin kau tau .. ku slalu milikmu .. yang mencintaimu .. spanjang hidupku ..
Rio tersenyum kala Ify ikut bernyanyi dengannya tadi. Ah ,, gadis inipun sempurna menurutnya. Dengan gaya yang ga norak, ucapan cerewet namun polosnya,, wajahnya yang bisa dikategorikan seperti barbie, prestasi yang tidak dianggap main2 disekolahnya, dan senyumnya,, yang bisa membius semua laki2 yang melihatnya.
“suara saya bagus kan ??” kata Ify membanggakan dirinya sendiri.
“haha, iya iya,, gue boleh minta satu gak ??” tanya Rio diujung kalimat.
“apa??” tanya Ify sambil mengangkat alisnya.
“mulai sekarang panggil gue Rio. Dengan bahasa gue-elo!!” jelas Rio, singkat padat dan jelas.
“bukannya waktu itu tuan sendiri yang minta saya manggil tuan?? Kan ga sopan gue elo sama majikan sendiri ??”
“ini permintaan gue, turutin aja deh,, lagian gue tuh bukan kayak majikan lo !!” jelas Rio.
“lah terus kayak apa ??” tanya Ify bingung.
“kayak pacar lo …” Rio langsung menyeringai lebar. Ify malah mendelik.
“nyeh,, kira apaan .”
“oiya, coba test sekarang, panggil gue Rio,, dengan bahasa gue-elo ,, cepet ..” suruh Rio.
“ngomong gimana ??” tanya Ify bingung mau ngomong apa .
“bilang apa kek, bilang gini aja ‘Rio lo ganteng banget,, gue suka sama lo ,, gitu cepet !!!” suruh Rio lagi.
“yah, itu mah mau tuan ,,”
“yaudah terserah bilang apa aja dah ..”
“oke oke,, Ri .. Rio,, kok elo pesek ya ???” kata Ify menahan tawa.
“apa lo bilang ???dasar cungkring !” kata Rio tidak terima.
“yee, kayak sendirinya ga cungkring aja, huuuu !” sorak Ify.
“iya dah apa kata lo,, eitts,, ada hukumannya kalo lo sampai ga panggil gue Rio!!” ucap Rio pasrah tapi akhirnya memainkan matanya..
“apaaa ??” tanay Ify penasaran.
“kalo lo ngelanggar,, hukumannya ,, gue cium loh !!” kata Rio di akhir mengagetkan.
“ehh, apaapaan tuh!! Ga ada,gaada,,, itu sih mau nya !!”
“hahhahahahaha,, makanya jangan sampai salah !!!”
“ahh tau ah,, tuan, eh Rio ,, boleh nanya gak ??”
“tanya aja,, kalo masih bisa gue jawab ya gue jawab ,, kecuali soal PKN ,, gue ga pinter pelajaran itu, ulangan dapet 70 mulu !!” curhat Rio ga penting.
“oke ini serius, Yo,, yakin ga akan marah ???”
“tergantung ….”
Ify menghela nafas kala Rio menjawab seenaknya seperti itu.
“apa yang bikin, tu, eh elo kalau disekolah jadi dingin,, kalo dipikir,, sifat tu, eh elo kalau disekolah sama disini itu beda 360 derajat,, kenapa coba ??” cerocos Ify, Rio menoleh ke Ify seakan berkata ‘harus dijawab emangnya?’
“ga tau,, udah kebiasaan ..” jawab Rio sekenannya. Ify yakin bukan itu jawabannya,, pasti ada satu alasan kuat kenapa Rio seperti itu. tapi Ia memutuskan untuk diam saja,, tidak mau merusak momen malam ini.
“eh iya Yo,, foto yuk, disana terang ..” tunjuk Ify pada salah satu lampu pilar dekat bangku,, sambil menarik tangan Rio.
“ayoo,,” Rio beranjak dari rerumputan dan mengikti Ify yang sudah sampai duluan.
“ehh bentar,, lo kan ada hp, kenapa tadi ga nelpon aja Ify,, aduuhh ojan !!!” Rio memukul jidatnya sendiri.
“hehe, gue kira hapenya lowbat,, ehh tau2nya masih ada 2,, heheheeehhehe..” Ify malah cengengesan.
“IFYYYYY!!!!” teriak Rio geram. Ify malah cengengesan.
“ya maap,, yaudah ayo sekarang foto,, keburu malemm ,,” Rio langsung mengikuti Ify dan merangkulnya.
Mereka bergaya seperti biasa ,, dengan senyum mengembang dikedua bibir mereka,
CEKREEKK
Gambar itu berhasil diabadikan dalam kamera Handphone Ify. akhirnya mereka mulai berfoto2 lagi, sebelum akhirnya menelpon supir untuk menjemput mereka.
########
Cakka senyum senyum gajelas daritadi, makanan yang dia pesen, dia anggurin gitu aja, Agni sampe keki daritadi ngomong dicuekin mulu.
“heh, udah belum sih smsannya,, ga gerti orang lagi kesel apa !!” ujar Agni dengan nada kesal.
“haha, sori2,, maklum, lagi PDKT,,, wkwkwk!!” Cakka malah tertawa.
“iya, lo enak,, PEDEKATEnya berjalan mulus, lah gue ?? Alvin sama sekali ga ngarepin gue ,,,”
“sabar Ag, Alvin tuh orangnya keras,, kalo dia udah memutuskan sesuatu,, dia akan susah ngerubahnya lagi,, dia akan perjuangin sesuatu yang dia ucap dan impikan,, maka dari itu susah banget buat ngerebut hatinya,, ya kecuali lo bisa nyuri perhatian Alvin..” jelas Cakka masih sambil senyam-senyum baca SMS,
“gue juga tau Cakk, gue temenan sama dia udah dari bayi,, gue tau semua tentang dia,, tapi gue ga tau satu,, caranya ngeluluhin hati dia,, gue tau kok, tipe cewek Alvin tuh ga macem2, Cuma setia dan jujur,, bagi dia itu yang terpenting, dan gue ngerasa gue orang yang setia kok, gue juga ga pernah bohong ama dia..”
“gue minta lo jangan berharap banayak sama Alvin, Alvin tuh sayang banget sama Shilla, kita bisa liat dari perjuangannya tadi,, itu udah ngegambarin seberapa besar dia mencintai Shilla, Alvin ga akan bisa hidup tanpa Shilla …”
DEG
Ucapan Cakka membekas diingatan Agni. Agni memang sayang sama Alvin,, tapi dia .. dia masih bisa meninggalkan Alvin saat itu,, hingga saat Ia kembali,, ternyata Alvin sudah menemukan seseorang yang berarti dihidupnya,, dan itu bukan Agni. Rasanya sakit mengingat itu,, sesak.
Dari beberapa jarak yang tak jauh dari mereka, seseorang yang tak lain Shilla juga mendengar ucapan itu. rasa bersalah menggerogoti pikirannya,, kasihan Alvin,, Shilla memang jahat sekali selama ini.
Ia bodoh tidak tau, bodoh sekali.
From : Oik
bisa gombal ga ??
To: Oik
Bisa dong! Mau ?
From: Oik
¬coba ??
To: Oik
kau begitu sempurna , dimataku kau begitu indah
From : Oik
Oalah, itu mah lagu, gimana sih ??
To: Oik
Ha? Itu lagu yak ?? oh maaf ,, gue ga tau ,, hehe
From: Oik
Yahh, payah nih,, katanya jago gombal ,,,
To: Oik
Gue ga pinter gombal,, semua mantan gue,, jarang gue gombalin,, seringnya gue nyanyiin..
From: Oik
Nyanyiin apa ? oiya,, emang mantan kamu ada berapa??
To: Oik
Khusus buat lo,, gue nyanyiin lagu ini,,
Seperti biasa,, aku diam tak bicara,, hanya mampu pandangi bibir tipismu ya menarik, seperti biasa,, aku tak sanggup berjanji hanya mampu katakan aku cinta kau saat ini ..
mantan gue ada 23 ,,,
From: Oik
Gombal banget tuh lagunya,, belajar dari siapa ?? 23?? Banyak banget ?? siapa aja tuh ??
To: Oik
Belajar dari Iwan Fals dong, itukan lagunya om Iwan,, haha, emang mau gue sebutin satu2??,, itu mantan gue di DB, belum di sekolah2 lain juga di SMP,,
From : Oik
Yaampunn, banyak amat dong,, ada lagu lain kah ?? inget dong tugas besok ??
To: Oik
Oiya.,. gue baru inget,, besok senmus, nyanyi didepan ya ., tenang ,, gue punya banyak lagu kok,
Begitulah kira2 sms-an ga penting Caik. Meskipun ga penting, toh Cakka tetep seneng. Agni sampai geleng2 melihat Cakka yang senyum senyum sendiri dari tadi.
“Cakk, siapa sih yang bikin lo kayak orng gila?? Asem banget lo ! ah !” Agni kesal sendiri karena dari tadi ucapannya dianggurin Cakka.
“yaelah , Ag,, namanya juga lagi PEDEKATE,, ya pasti senenglah,, emang gue bau asem ya ?? perasaan udah mandi tadi sore??” kata Cakka ga nyambung.
“au ah, cape ngomong sama lu !!” Agni melanjutkan makannya. Sementara Cakka kembali lagi smsan sama Oik.
Shilla mengurungkan niatnya untuk memanggil Agni, dia memutuskan untuk kembali kekamar Alvin.
########
Rio dan Ify kaget melihat semua pembantu berbondong bondong membersihkan pecahan pecahan beling yang berserakan. Pecahan2 beling itu sangat banyak, hingga ada beberapa termasuk Oik yang terluka.
“lho ada apa ??” tanya Ify karena Rio memilih untuk diam.
“itu,Fy,, Gabriel tadi mabok, dan dia malah mecahin guci2 disini ..” jelas Oik masih sambil bersih2
Ify berlari kearah mereka, dan ikut membereskannya, sementara Rio memutuskan acuh dan berlari ke rumah belakang untuk tidur.
“oalah,, ada apa sih sama Iel?? Kasian dia ….” Ify cemberut. Dia kan suka sama Iel, otomatis jadi bingung kenapa Gabriel sampe mabuk.
“kamu cek aja dikamarnya ..” suruh Oik sambil terus mengambil pecahan2 beling. Ify masih terus juga mengambil puing2 beling itu.
“iya nanti aku liat deh !! sekalian aku kompres kalo dia sakit..” ucap Ify , membuat Rio yang tadi memutuskan untuk mengambil minum sebentar ,, terhenti diam. Rasa penasaran mulai muncul, apa kah yang akan dilakukan Ify terhadap Gabriel ?? perhatian banget sih !!
“yowiss, sana lah,, tapi tugas kamu kan ngurusin tuan Rio,, tugas ku tuh yang ngurusin tamu !!”
“tapi kan Ik, tuan Rio udah mau tidur, pliss Ik, aku mau rawat Iel !!” pinta Ify memohon. Rio memutar bola maanya sambil menghabiskan minumannya yang masih setengah dari gelasnya.
‘segitunya sih !’ batin Rio kesal.
“yaudahh, gapapa kok !! sana,, keburu malem, kita juga udah pada mau tidur, kecuali mba Dian sama mba Ina aja. Mereka mau masak buat besok pagi, besok pagi tamu dari keluarga besar Damanik akan datang Fy..”
BRUTTTTTHHH
Rio yang mendengarnya langsung kaget dan menyemprotkan air yang ada di dalam mulutnya. Semua para pembantu menatapnya bingung. Tak terkecuali Ify.
Ify pun langsung berlari kearah Rio yang masih terbatuk batuk karna keselek.
“aduh tuan, kenapa ?? ada yang sakit ???” tanya Ify panik. Mendengar nada bicara Ify, Rio tersenyum sebentar trus langsung pura2 batuk.
UHUKK UHHUUKK
“aduhh Fy,, gue batuk nih, aduh tenggorokan gue sakit,, gimana dong !!” Rio berpura2 batuk membuat Ify-yang dibohongi- semakin panik.
“yah ampun , gimana ya ?? emm, minum obat batuk,, tuann, aduhh, sebentar saya cari dulu !! tahan ya batuknya,, tahan !!” kata Ify sambil berlari ke ruang UKR (Unit Kesehatan Rumah,, *lah emang ada?? Adain :P) disana biasanya menyimpan obat2an (beda lho sama kotak P3k).
Semua pembatu terkikik melihat Ify yang panik, masa batuk suruh ditahan ?? gimana bisa coba ??
Ify mengambil asal obat batuk,, dan alhasil ,, yang ada di tangannya adalah bisolvon kidz.
Rio tertawa melihat Ify yang tergesa gesa berlari kearahnya, juga obat batuk yang salah dia ambil, lagian orang ga ada anak kecil,, masih aja ada obat buat dosis anak2,, gimana sih ??
“ni tuan,, minum cepet minum,,, !!!” paksa Ify sambil mengambil minum disebelahnya.
“aduh fy, sumpah lo lebay gila, gue ga papa kalee,, biasa aja,, selow selow,, !!!”
“yaampun tuan, bikin saya jantungan tau!!!” kata Ify kesal.
“eitts, ngomong apa barusan,, tuan ??? hayolo hayolo ,, hukuman hukuman !!” kata Rio selayaknya anak kecil yang menagih permen pada sang guru. Membuat Ify bergidik dan manyun.
“mulut lo minta dicium,, hahahahaha!!” Rio tertawa terbahak-bahak. (Rio bandel ya ????*denganwajahmarah)
“ihh, apaan sih,, tau ahh, saya mau ke Gabriel aja !!!” Ify berbalik badan kearah kamar Gabriel. Tapi tangannya ditahan Rio.
Mmcwah
Rio mencium pipi kiri Ify membuat Ify melotot. Dan sekarang pipinya bersemu merah. Kaget dengan perlakuan Rio barusan.
“kan gue bilang apa?? Itu hukumannya !” seru Rio sambil berlari kearah rumah belakang,, takut diserbu Ify.
“RIOO IKHH !!” teriak Ify sambil memegang pipinya yang sudah memerah. Dia tak berniat mengejar Rio sekarang, lebih baik ke kamar Gabriel saja. Mengurusinya…
-BERSAMBUNG-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar