Minggu, 19 Juni 2011

Egokah Aku part 18

Egokah Aku-part 18-

Rio merebahkan tubuhnya dikasur, setelah berlari tadi dan sukses membuat kakinya yang masih bengkak tambah bengkak, ditambah sekarang perut sebelah kirinya amat sakit. Ia meringkuk kesakitan di kasur.

Meski sakitnya sudah reda dari beberapa menit yang lalu, tapi nafasnya masih sesak dan keringatnya masih bercucuran. Wajahnya sangat pucat.

Sepertinya dia lupa akan sesuatu. Ada sesuatu lagi yang membuatnya seperti itu.ini bahaya, sangat sangat bahaya. Rio meraih sebuah botol didekatnya. Dan segera meminumnya.

Lama kelamaan perutnya mulai terasa perih, ahhh, sakit, Tuhan ! tolong Rio!!

UHUKK UHUUKK

Rio berlari kekamar mandi, dan muntah disana. Inilah akibat perbuatannya. Tangannya memegang wastafel erat-erat. Menahan sakit di sekujur tubuhnya.

PRANGGG

Rio menonjok kaca didepannya. Pikirannya sudah tidak jernih lagi sekarang.

“AHH!!” desahnya emosi. Pecahan kaca itu menusuk tangannya. Begitu cepat. Membuat tangannya berdarah2 karena ulahnya sendiri. Tapi setidaknya Ia bisa melampiaskan emosinya dengan pecahan2 kaca itu. Rio mengambil pecahan kaca itu. lalu menggenggamnya erat. Seakan dengan cara itulah rasa sakitnya akan hilang.

Meskipun nyatanya ,, sekarang yang ada hanyalah darah yang terus2an mengalir dan memenuhi permukaan tangannya. Rio masih mengerang kesakitan meskipun seakan sakitnya ikut menguap saat Ia menghela nafas. Lalu menggenggam kencang tangannya yang berlumuran darah itu.

Wajahnya semakin pucat saja.

BRUUKK
#############
Ify mengompres dahi Gabriel yang sangat panas. Bau akohol juga masih menusuk hidungnya.

Memandangi sosok Gabriel dalam diam, tak henti2nya tersenyum kecil saat melihat wajah tampan nan ramah itu. tapi Ia sedang dilanda galau yang sangat besar saat ini. Ia menyukai Gabriel, tapi sepertinya ada rasa lain untuk seseorang yang lain pula, yang tak lain adalah Rio.

Juga sebuah perasaaan ganjil yag Ia rasakan,,Ia merasa, Gabriel membohonginya, meskipun Ia berusaha sekeras mungkin menepis pikirannya itu.

“gue ragu sama lo, Yel ! gue ga yakin suatu saat nanti,, kita bisa sama2!” gumam Ify sambil mengompres Gabriel. Dan setelah itu lebih memilih mengamati wajah pujaannya dalam diam.

TOK TOK

Ify terlonjak mendengar ketukan pintu dari kamar Gabriel. Ia pun berjalan menghampiri pintu dan membukanya.

SREETT

“ehh, ka Via …” kata Ify sedikit kaget.

“Fy,, Rio udah tidur ??” tanya Sivia.

“emm, kayaknya udah ka,, tadi dia udah ke rumah belakang.” Jawab Ify. Sivia pun langsung menjulurkan sebuah kotak HP.

“nih ,, kamu bangunin Rio, kasih ke Rio,, kaka gedeg sama dia ,, hapenya ilang kan ??? dasar tu anak ! nih kasih hapenya , biar bisa dihubungin dia !” suruh Sivia. Ify mengangguk angguk mengerti dan langsung menyambar kotak Handphone IPhone itu.

“oke ka ,, aku kebelakang dulu !” Ify langsung berlari kecil kearah rumah belakang. Tepatnya kekamar Rio.

Ada sesuatu perasaan yang mengganjal ketika masuk kerumah belakang, mengapa disini amat sepi,, ya memang sekarang sudah jam 10 lewat, tapi bukannya besok katanya ada keluarga dari salah satu partner haling yang akan bertamu, dan beberapa pembantu akan memasak makanan untuk besok ,, jadi mengapa sesepi ini.

Ify berjalan pelan kearah tangga. Merasakan bulu kuduknya meremang mendengar hanya suara jangkrik dan air kolam renang saja yang terdengar. Ify mempercepat langkahnya agar cepat sampai kamar Rio.

Setelah sampai didepan pintu kamar Rio, perasaan tidak enak muncul dihatinya,, sepeti ada yang tidak beres . Ify mulai mengangkat tangannya dan langsung mengetuk pintu dengan pelan.

TOK TOK TOK

Ify berhenti mengetuk pintu, kali aja ada yang jawab jadi biar kedengaran. Tapi tak ada respon. Ia pun kembali mengetuk pintunya.

TOKTOKTOK

“udah tidur kayaknya ..” kata Ify membalikkan badannya seraya berjalan meninggalkan kamar Rio yang sepertinya tidak ada respon. Namun sebelum menuruni tangga, Ia berhenti sebentar.

“tapi kata ka Via gue disuruh bangunin Rio,, ahh yaudahlah ,,” Ifypun balik lagi kekamar Rio dan tanpa mengetuk pintu langsung masuk saja.

Beruntungnya Rio, Ia tidak sempat mengunci pintunya tadi, sehingga Ify dengan mudah bisa masuk.

“RIO,, RIO !!” panggil Ify seraya mengedarkan pandangannya kearah seluruh penjuru ruangan, sebab Ruangan ini cukup besar.

“tu, ehh Rio ??? dimana sih >??” tanya Ify semakin bingung karena tidak menemukan sosok Rio ditempat tidur.

“RIO !!!!” wajahnya mendadak pucat dan kaget melihat sosok Rio tergeletak lemah di kamar mandi. Dengan darah yang terus mengalir dari tangannya.

“ya Allah Rioo!!!!” Ify refleks berteriak.

Ia segera berlari kerumah depan untuk memberithu semuanya. Dan terpaksa meninggalkan Rio dengan keadaan mengenaskan (??) seperti tadi.

TOKTOKTOKTOKKKKK

Ify mengetuk kencang pintu kamar Sivia. Membuat Sivia yang kaget langsung berlari membuka pintu.

“ada apa Fy????!!!” tanyanya bingung campur kaget campur penasaran>

“I .. itu ka Ri,, Rioo ,, dia pingsan,,,,,!!!!!!!!!” jawab Ify panik sendiri.

“apaa ??? pingsan ? kok bisa ??”tanya Sivia kaget.

“gatau ka, ayo kita cepet bawa kerumah sakit, ayo ka !!”

Sivia langsung menelpon ambulance dan berlari kerumah belakang diikuti Ifdy penuh kepanikan.
############
(SKIP, kepajangann kalo diceritain :P)

Sudah empat hari Rio terbaring dirumah sakit. Dan juga Alvin, pemuda itu juga masih ada dirumah sakit, meskipun nasibnya tak semengenaskan (??) Rio.

Akhir akhir ini Shilla seperti menjauhi Alvin. Ketika Agni datang menjenguk Alvin, pasti Shilla selalu langsung pulang, dan tak memberikan kesempatan untuk Alvin bertanya kenapa.

Alvin agak bingung dengan sikap Shilla yang seperti itu. sebisa mungkin Ia mencoba bertanya tapi jawaban Shilla hanya ‘kan udah ada Agni !’. tapi menurut Alvin bukan hanya itu maksud Shilla menghindarinya.

Shilla Cuma ingin tidak egois. Ia ingin memberikan kesempatan pada Alvin dan Agni untuk saling bersama, Ia juga tidak mau perasaan Alvin padanya akan membuat Alvin egois untuk memilikinya, dan sebisa mungkin Ia membuat perasaan Alvin itu hilang padanya.

Shilla tak mau ada yang tersakiti disini, mengingat bahwa perasaannya pada Alvin hanya sebagai teman saja, sedangkan Ia masih mencintai orang lain.

Biarlah, mungkin dengan Agni alvin bisa mendapat kasih sayang dan balasan perasaan yang tidak Ia dapat dari Shilla, mungkin dari Agni, Alvin bisa merasakan indahnya menjalin kasih,, mungkin karena itu, Shilla memutuskan untuk menjauhi Alvin.

Okelahh, kita tengok Iel yuk .

Gabriel termenung disebuah taman. Duduk diam memikirkan sesuatu. Pikirannya beberapa hari ini, melayang ke sebuah peristiwa.

FLASHBACK

“mas , mas gabisa gitu dong !! mas pikir saya ga liat ,, tadi mas mesramesraan sama cewek lain !” seru seorang wanita yang masih muda , kira kira berumur 31 tahun.

“halah, kamu buta !! saya Cuma kerja dengan clien tadi,,, kamu itu bisanya Cuma nuduh aja, saya ini capek !” balas bapak2 yang tak lain adalah suaminya.

“tapi mas, saya ngeliat itu dengan amta kepala saya sendiri !!” tegas wanita itu.

“yasudah,, memangnya kenapa kalau saya selingkuh ?? kamu mau apa ????”

Gabriel, mengintip kedua orang tuanya beradu mulut dari balik kamarnya, bersama seorang pembantu yang menjaganya.. kala itu Gabriel masih berumur 4 tahun, seorang anak laki2 yang belum mengetahui apa apa.

Bi Saski yang menjaga Iel dengan takut melihat pertengkaran kedua orang tua Gabriel.

Sementara Gabriel terus bertanya pada Bi Saski, ada apa dengan orang tuanya , mengapa mereka bertengkar.

“tuhkan bener mas selingkuh! Kenapa mas ?? salah saya apa ??”tanya wanita itu.

“hahahahahaha, saya lebih puas bersama gadis itu, dia lebih baik dari pada kamu … hahahahahaha ..” pria itu tertawa puas.

“jadi mas ???”tanya wanita itu tak percaya.

“haha, saya sudah tidak butuh kamu lagi .. hahahahaha …” pria itu mengambil vas bunga dan …

PRAAAANGGGG

Vas itu terbentur kekepala sang istri, jadilah wanita itu terjatuh dengan berlumuran darah.

“astagfirullah …” gumam Bi Saski. Sementara Gabriel sudah menangis sembari mengumpat dibelakang Bi Saski yang kaget.

“bibi, mama kenapa bibi ????” Iel menarik narik baju sang bibi.

“den, aden tenang ya,, mama aden ga kenapa kenapa kok …” Bi Saski menenangkan Iel.

“tapi bi, mama berdarah bi,, ayo tolongin mama, kata buguru kalo orang berdarah itu berarti sakit, ayo bi,, ayo …” ucap Iel disela tangisnya. Bi Saski yang melihat pa Bima sudah pergi dengan tertawa tawa , segera mengangguk, dan menghampiri mama Gabriel diikuti Gabriel.

Setelah kejadian itu, mungkin sudah takdirnya,, mama Gabriel diambil oleh yang Kuasa, sementara pak Bima, ayahnya, sama sekali tidak memperdulikannya, Ia malah membawa seorang anak yang dinamai Larissa Safanah Damanik (ganti dikit yee ,,,) yang sekarang dipanggil Acha.

Awalnya Gabriel tidak menerima Acha, Ia selalu kesal jika ayahnya lebih perhatian pada Acha, namun saat berumur sepuluh tahun, sebuah kisah antara kakak adik dan rasa persaudaraan mulai terjalin diantara mereka, entah dari kapan ,, yang penting Gabriel sekarang sudah bisa menerima Acha dengan baik.

Juga saat berumur 12 tahun, Gabriel yang meminta untuk bersekolah melanjutkan SMPnya di Paris, hingga sampai sekarang Ia lulus dan –seharusnya- kuliah, kisah itu benar2 sudah terkubur . Bi Saski sudah dipecat oleh ayahnya dikarenakan Ia mengetahui semuanya, dan itu akan membuat semua kesuksesan pak Bima terhambat.

Namun kisahnya itu akan Ia ingat sampai mati. Kisah yang membuatnya mengerti tentang rasa kehilangan dan dendam.

FLASHBACKEND

“Arghh ,, kenapa sih hidup gue ga jelas banget !!” Gabriel mengacak acak rambutnya.

Ditambah 4 hari yang lalu kedoknya kebongkar, dan alhasil, semuanya, terutama Ify , marah besar padanya.

Setelah puas merutuki dirinya sendiri, Gabriel memutuskan pergi, melajukan mobilnya ke arah sebuah universitas. Mungkin dengan kuliah, Ia tak akan terus2 memikirkan nasibnya sekarang.

Inikan memang impiannya, kuliah dan lulus menjadi sarjana, dan mungkin memang harus di mulai dari sekarang.

Gabriel memang sudah lulus SMA dari dulu, hanya saja Ia mengaku pada Ify bahwa Ia masih sekolah pada saat itu, agar Ify percaya bahwa Ia adalah orang miskin.

Namun beberapa hari yang lalu semua rahasianya terbongkar , karna ayah dan adiknya juga beberapa sepupunya berkunjung ke kediaman Haling , dan menemukan sosok Gabriel yang tengah ikut makan pagi, meskipun tanpa Rio, (karena Rio lagi di rumah sakit), dan Ify yang memang sedang pulang untuk membereskan pakaiannya dan pakaian Rio yang memang akan menginap dirumah sakit. Back to the topic.

Ayah Gabriel terlebih Gabriel terkaget kaget melihat mereka berada disana. Hingga akhirnya Pak Bima menceritakan semua tentang Gabriel yang membuat Ify, Oik, dan Sivia ternganga mendengarnya.

Berarti benar Gabriel membohonginya. Dan saat itu Ify menunjukkan kekecewaan dan kemarahannya dengan tatapan sinis dan tajamnya ke Gabriel, ksementara Sivia hanya geleng2, kalau orag tua Sivia, memang mereka tidak kenal jadi tidak kaget mendengarnya.
############
“Yo, ayo dong makan … ntar sakit loh !” Ify mengangkat sendok yang berisikan bubur kearah mulut Rio, tapi Rio menepisnya.

“gue ga mau …” Rio terus saja melemparkan ucapan seperti itu. Ia masih syok dengan apa yang baru Ia ingat beberapa hari lalu.

Bahwa Rio ternyata HANYA MEMPUNYA GINJAL SATU . hingga dokter menyatakan bahwa Ia takkan bisa berlari lari seperti anak muda biasanya.

Sebenarnya dari dulu Rio memang hanya mempunyai ginjal satu dengan alasan didonorkan pada seseorang. Seseorang yang …

“udahlah Yo,, makanlah,, yang sabar ya yo, be patient, jangan lupa berdoa pada yang maha kuasa,, biar ginjal lo balik lagi ……” Cakka yang ada disana akhirnya buka mulut , meskipun ucapannya malah membuat Rio semakin badmood.

“diem lu !! belum pernah nelen gayung kan?? Mau nyoba ???” ancam Rio galak.

“mau dong, kayak apa sih rasanya!!” tantang Cakka tenang. Rio beranjak dari tempat tidurnya berjalan kearah kamar mandi dan tak lama kemudian membawa gayung berwarna biru dengan watados.

“mau rasainkan ??” tanya Rio sengit.

“heh, eng , engga kok Yo! Siapa coba yang bilang !” Cakka udah ketakutan. Rio nekat nih.

“katanya tadi mau ??” Rio mengambil ancang2.

PRAKKKDUUUMBWAAAHHDOOKKK *bunyingasalabis

“adooooowwwww, bibir gue nan seksi ini jontor, tidaaaaaakkkkkkk !!!!!!!!” Cakka histeris memegangi bibirnya yang sedikit merah terkena gayung lemparan Rio.

“ayo telen,, katanya pengen rasain …ayoo!!” Rio memaksakan gayung itu agar ditelan Cakka. (mana bisa yo ??????)

Karena capek bercanda, akhirnya Ify berhasil membuat Rio makan, setelah membantu Cakka mmbuat bibirnya kembali lagi (??) maksudnya diobatin, kan tadi jontor karena kena gayung. (kasian Cakkaku #preett)

“nah gini kek , makan biar sehat …….” Kata Ify sambil menyuapi Rio makan.

“percuma sehat, tapi ga bisa main basket lagi, ga bisa jogging lagi,, huhu ..” Rio meratapi nasib (??)

“ya Alloh,,, bersyukur lo masih idup Yo,,, ntar gimana kalo jantung lo, hati lo, badan lo Cuma sebelah ??? mending ginjalkan yang Cuma sebelah ..>” nasihat Ify.

Sebenernya Ify merasa Rio menyembunyikan sesuatu dari sikapnya, akhir2 Ini matanya agak kosong. Seperti memendam sebuah rahasia yang pedih (aseeekk)

“Fy,, lo kan cakep,, ajak gue jalan2 yuk, bosen ni …” rayu Rio.

“Cakep ?? emang,, tapii, apa nyambungnya yak >???” tanya Ify bingung.

“gatau juga, ayolaaaahh,, pelissssss !!” mohon Rio setelah menghabiskan makanannya.

“mm, yaudah, gada alesan juga buat nolak ..” Ify mengagguk. Rio tersenyum puas. Dan dengan antusias nya Ia bangun dari tempat tidurnya. Mengagetkan Ify pula.

“haduuhh, ayo gapake lama!” Rio langsung turun dari kasurnya, dan menarik tangan Ify kearah parkiran.

“eitt,,, siapa bilang pake mobil ?? jalan2nya jangan jauh2 ihhh …” Ify menghentikan langkahnya. Rio pun menoleh kebelakang.

“aaaaahhIfy mahh,, ayolah plisssss …….” Rio memohon. Ify tetap menggeleng dan malah balik arah kedalam rumah sakit.

“Fy, Fy,, ayolah , Fy ,, gue bete dirumah sakit …. Ayolah …” Rio mengejar-ngejar Ify bak di film film, saat si cewek sedang marahsama si cowok.

“Fy plis, Fy, temenin gue ,, ayo ahhh ..” Ify tetap tidak buka mulut dan malah mempercepat langkahnya menuju kearah pintu utama rumah sakit.

“Fy …”

Ify menoleh kebelakang saking kesalnya daritadi dipanggil2. Rio kaget ketika Ify tiba2 berbalik. Dan alhasil, mereka jadi terdiam .

GLEK

Ify menelan ludah menyadari harus apa dia sekarang. Ia langsung saja mengedarkan pandangannya kearah mana mana, tidak bisa seperti tadi terus, bisa gila dia karna terpesona.

“yah Ify, ayuukk. Ayo , mau ya ? mau ya ??” bujuk Rio sambil memegang tangan Ify.

“mau kemana deh ??” tanya Ify sudah mulai luluh.

“gatau ,, jalan jalan aja … pliss …” mohon Rio lagi.

Ify menimbang-nimbang . dan kemudian mengangguk terpaksa. Kalau dipaksa seperti ini terus lama2 orang juga pasti aka luluh kan ???

“yee,, ayokk !” tanpa sadar Rio menarik tangan Ify , bukan menarik deng, tapi menggandeng .

Ify Cuma senyam senyum gaje menyadarinya.
################
“Shilla, karena Rio, teman duet mu tidak masuk, jadi kamu menyanyi sendiri saja, nanti ibu akan carikan teman duet untuk Rio, jika nanti dia sudah masuk. Untuk lagu, kamu bebas menentukan sendiri ,, oke …” jelas Bu Ira.

“I .. iya bu ..” Shilla mengangguk.

“yasudah, silahkan kembali kekelas !” suruh Bu Ira. Shillapun mengangguk dan keluar dari ruang musik. Ada perasaan kesal karena ternyata Ia tidak jadi duet dengan Rio. Lantas, Ia bisa melakukan apa ???

@kelas

Hari ini sepi, tidak ada Ify, tidak ada Rio, dan tidak ada …… Alvin ….

Hanya Shilla sendiri. Entah mengapa Ia ingin sekali sekarang juga menjenguk Alvin kerumah sakit. Ingin sekali.

Menyadari sekarang ada pelajaran guru terkiller se DB, Shilla tak mungkin ‘minggat’ dari sekolahnya sekarang.

Tiba2 seorang murid berlari kedalam kelas.

“woeee pak Hadi gamasukkk horeeeee !!” teriak seorang siswa dengan brutal sembari melompat ke meja dikelasnya (bandel!)

Shilla tersentak. Ada sebuah ide nakal dipirannya untuk pergi bolos dari sekolah.

Akhirnya dengan sikap acuhnya Ia pergi membawa tasnya beranjak dari kelas. Tidak ada yang memperhatikannya ini. Merekas sibuk mengobrol. Ada yng baca komik, ada yang kejar2an (MKKB) ,, pokoknya banyak deh.

Akhirnya setelah berhasil keluar dari dari sekolah ,, Ia mulai menjalankan mobilnya ketujuan pastinya, Rumah sakit, entah menemui Rio, atau ….. Alvin .

-BERSAMBUNG-

Egokah Aku part 17

Egokah Aku-part 17-

Shilla menunggu Alvin sadar. Tidak ada perasaan lain disana, hanya khawatir dan rasa takut yang mendalam , karena Alvin begini karena Shilla.

Sambil memandang wajah pemuda itu terlelap, Shilla hanya tersenyum simpul. Ganteng sekali pemuda ini , pikir Shilla.

Perlahan Shilla mengambil tangan Alvin yang penuh perban, menatapnya dengan miris, apa segitunya Alvin menyayangi Shilla ?? hingga tak peduli saat tangannya harus menggenggam pisau tajam demi Shilla, oh satu lagi,, bahkan Ia tertusuk oleh preman itu, jika dipikir2, mungkin lebih baik Shilla saja yang ditusuk, setelah itu preman2 itu pasti pergi dan tidak akan membuat tangan Alvin terluka , iya kan ??

Tidak tidak, Alvin menyanyangi Shilla lebih dari dirinya sendiri, apapun akan dia lakukan untuk Shilla, apapun !

Mungkin hanya Tuhan yang tau seberapa besar cinta Alvin untuk Shilla, oh, salah, seberapa pintar Alvin menyembunyikan perasaan cintanya yang amat besar itu pada Shilla.

Semoga Shilla tau,, keinginan Alvin hanya satu, menjaganya . Inilah cinta, cinta tak harus memiliki, butuh pengorbanan pula, jangan menganggap kamu punya cinta jika saat itu kamu belum sama sekali berkorban. Cinta yang seperti itu adalah cinta yang tak setia, tak lama, tak tulus.

Lebih baik seperti Alvin, dunia pun tau, seberapa sanggupnya dia bertahan mencintai Shilla hingga sekarang, itulah alasan mengapa Ia selalu kuat bila melindungi Shilla. ya ,,, itulah arti kesetiaan.

Tak terasa jarum waktu yang kian berjalan. Mata Alvin pun perlahan membuka, dan tersenyum kecil kala melihat Shilla lah yang pertama kali ditangkap matanya.

“Vin,, bentar gue panggil dokter !!” Shilla langsung memencet bel di sampingnya. Sambil terus melihat Alvin yang juga melihatnya.

Dokter pun masuk bersama suster suster dengan berlari kecil.

“Alvin sudah sadar ??” tanya sang dokter. Alvin hanya mengangguk.

Shilla langsung mundur ketika dokter mendekati Alvin, alasannya agar Ia tidak mengganggu dokter yang akan memeriksa Alvin.

“alhamdulillah, Alvin kondisimu sudah stabil, tidak ada yang mengkhawatirkan …” jelas sang dokter diikuti senyuman Alvin dan Shilla.

“sus,, pindahkan pasien keruang rawat biasa, keadaannya sudah membaik. Ayo …” para suster itu lagsung mendorong tempat tidur Alvin kearah ruang rawat biasa, dokter dan Shilla mengikutinya.

“jadi Alvin sudah membaik dok ???” tanya Shilla sambil mengikuti jalan dokter.

“iya,, syukurlah, tadinya saya pikir dia akan mengalami koma,, tapi ternyata dia pemuda yang kuat ….” jelas dokter itu.

Shilla hanya mengangguk angguk saja dan pastinya seneng karena Alvin ternyata ga kenapa kenapa .

Setelah dipindahkan keruang biasa, dokter meninggalkan mereka berdua. Shilla dan Alvin hanya berdiam diri, tak ada yang berbicara.

Hening . hening .. ingin Shilla bertanya siapa Agni yang ‘mengaku’ tunangannya itu. namun rasanya terlalu egois dan mencampuri urusan orang.

“Vin …” panggil Shilla, membuat Alvin yang sedang memainkan hape–baru-nya menoleh ke Shilla.

Alvin hanya menoleh sambil menatapnya penuh tanya. Shilla menatap handphone Alvin.

“gue kan bilang mau ganti, kok malah udah beli lagi ???” taya Shilla,, sekedar basa basi.

“ohh, ga ,, nyokap gue yang beliin ,, katanya gue suruh beli hape buat ………” ucapan Alvin menggantung, mengingat untuk apa sebenarnya hape itu dibeli.

“buat ??” tanya Shilla memastikan. Alvin berfikir sebentar.

“ga,, gapenting ! lagian kalo lo mau beliin gue hape, beli aja, ntar gue jadi hpnya dua deh,, hehe ,,” Alvin malah cengengesan. Shilla menatap Alvin sinis.

“lo kenal Agni ??? dia calon tunangan lo kan ???” tanya Shilla langsung. Membuat Alvin menelan ludahnya karena diserbu pertanyaan seperti itu.

“hah ? A, Agni ???” tanyanya memastikan, barangkali aja buka Agni.

Shilla hanya mengangguk. Sebenarnya sih tak ada masalah juga bagi Shilla, dia hanya ingin memastikan saja.

“dia sahabat gue,,, trus dia pindah ke singapure waktu kelas satu SMP, ….”

“gue ga nanya itu Vin, gue nanya ,,, Agni itu calon tunangan lo kan ???”

“hah,, ga kok,, gue belum setuju sama perjodohan itu ,, serius!!!”

“ya terserah lo mau setuju apa ngga,, ga ada hubungannya sama gue !!” kata Shilla biasa saja,tidak ada nada berarti didalamnya. Alvin hanya menggigit bibir bawahnya. Pertanda, bahwa-mungkin- dia salah ngomong tadi.

“eh, gue keluar dulu ya,, ntar gue panggilin Agni buat jagain lo ,, oke ??” tawar Shilla.

“yah,” gerutu Alvin membuat Shilla menyatukan kedua alisnya.

“napa ??? masih ada yang sakit ???” tanya Shilla lagi.

“ehh, engg, engga kok,, gapapa ,,,” kata Alvin tersenyum paksa.

“oow, yaudah, gue tinggal ya,, ntar Agni juga kesini kok ,, bye ..” Shilla keluar dari kamar Alvin. Alvin menghela nafas. Ahh, dia tidak sama sekali suka dengan Agni, itulah alasan mengapa dia tidak menerima perjodohan dari orang tuanya.

Alvin kembali menghela nafas, pertunangan itu takkan terjadi, tak akan terjadi. Alvin yakin itu.
######
Dalam hembusan angin malam yang amat damai itu, mereka duduk berdua sambil tersenyum. entah apa yang disenyumkan. Yang pasti mereka merasa senang sekali.

Aku ingin engkau slalu .. hadir dan temani aku … disetiap langkah .. yang meyakini ku .. kau tercipta untukku ..

Ify menoleh, melihat Rio sedang bersenandung merdu disebelahnya. ternyata pemuda ini benar2 sempurna ya …

“kok nyanyi ??” tanya Ify.

“emang ga boleh ?? lagian, gue juga mau latihan buat pensi nanti …” jawab Rio. Ify ber-O ria.

“mau ikutan nyanyi ??” tawar Rio.

“mm,boleh …” Ify mengangguk sambil tersenyum. Rio pun ikut tersenyum. lalu kembali bersenandung.

Meski waktu akan mampu .. memanggil sluruh ragaku .. kuingin kau tau .. ku slalu milikmu .. yang mencintaimu .. spanjang hidupku ..

Rio tersenyum kala Ify ikut bernyanyi dengannya tadi. Ah ,, gadis inipun sempurna menurutnya. Dengan gaya yang ga norak, ucapan cerewet namun polosnya,, wajahnya yang bisa dikategorikan seperti barbie, prestasi yang tidak dianggap main2 disekolahnya, dan senyumnya,, yang bisa membius semua laki2 yang melihatnya.

“suara saya bagus kan ??” kata Ify membanggakan dirinya sendiri.

“haha, iya iya,, gue boleh minta satu gak ??” tanya Rio diujung kalimat.

“apa??” tanya Ify sambil mengangkat alisnya.

“mulai sekarang panggil gue Rio. Dengan bahasa gue-elo!!” jelas Rio, singkat padat dan jelas.

“bukannya waktu itu tuan sendiri yang minta saya manggil tuan?? Kan ga sopan gue elo sama majikan sendiri ??”

“ini permintaan gue, turutin aja deh,, lagian gue tuh bukan kayak majikan lo !!” jelas Rio.

“lah terus kayak apa ??” tanya Ify bingung.

“kayak pacar lo …” Rio langsung menyeringai lebar. Ify malah mendelik.

“nyeh,, kira apaan .”

“oiya, coba test sekarang, panggil gue Rio,, dengan bahasa gue-elo ,, cepet ..” suruh Rio.

“ngomong gimana ??” tanya Ify bingung mau ngomong apa .

“bilang apa kek, bilang gini aja ‘Rio lo ganteng banget,, gue suka sama lo ,, gitu cepet !!!” suruh Rio lagi.

“yah, itu mah mau tuan ,,”

“yaudah terserah bilang apa aja dah ..”

“oke oke,, Ri .. Rio,, kok elo pesek ya ???” kata Ify menahan tawa.

“apa lo bilang ???dasar cungkring !” kata Rio tidak terima.

“yee, kayak sendirinya ga cungkring aja, huuuu !” sorak Ify.

“iya dah apa kata lo,, eitts,, ada hukumannya kalo lo sampai ga panggil gue Rio!!” ucap Rio pasrah tapi akhirnya memainkan matanya..

“apaaa ??” tanay Ify penasaran.

“kalo lo ngelanggar,, hukumannya ,, gue cium loh !!” kata Rio di akhir mengagetkan.

“ehh, apaapaan tuh!! Ga ada,gaada,,, itu sih mau nya !!”

“hahhahahahaha,, makanya jangan sampai salah !!!”

“ahh tau ah,, tuan, eh Rio ,, boleh nanya gak ??”

“tanya aja,, kalo masih bisa gue jawab ya gue jawab ,, kecuali soal PKN ,, gue ga pinter pelajaran itu, ulangan dapet 70 mulu !!” curhat Rio ga penting.

“oke ini serius, Yo,, yakin ga akan marah ???”

“tergantung ….”

Ify menghela nafas kala Rio menjawab seenaknya seperti itu.

“apa yang bikin, tu, eh elo kalau disekolah jadi dingin,, kalo dipikir,, sifat tu, eh elo kalau disekolah sama disini itu beda 360 derajat,, kenapa coba ??” cerocos Ify, Rio menoleh ke Ify seakan berkata ‘harus dijawab emangnya?’

“ga tau,, udah kebiasaan ..” jawab Rio sekenannya. Ify yakin bukan itu jawabannya,, pasti ada satu alasan kuat kenapa Rio seperti itu. tapi Ia memutuskan untuk diam saja,, tidak mau merusak momen malam ini.

“eh iya Yo,, foto yuk, disana terang ..” tunjuk Ify pada salah satu lampu pilar dekat bangku,, sambil menarik tangan Rio.

“ayoo,,” Rio beranjak dari rerumputan dan mengikti Ify yang sudah sampai duluan.

“ehh bentar,, lo kan ada hp, kenapa tadi ga nelpon aja Ify,, aduuhh ojan !!!” Rio memukul jidatnya sendiri.

“hehe, gue kira hapenya lowbat,, ehh tau2nya masih ada 2,, heheheeehhehe..” Ify malah cengengesan.

“IFYYYYY!!!!” teriak Rio geram. Ify malah cengengesan.

“ya maap,, yaudah ayo sekarang foto,, keburu malemm ,,” Rio langsung mengikuti Ify dan merangkulnya.

Mereka bergaya seperti biasa ,, dengan senyum mengembang dikedua bibir mereka,

CEKREEKK

Gambar itu berhasil diabadikan dalam kamera Handphone Ify. akhirnya mereka mulai berfoto2 lagi, sebelum akhirnya menelpon supir untuk menjemput mereka.
########
Cakka senyum senyum gajelas daritadi, makanan yang dia pesen, dia anggurin gitu aja, Agni sampe keki daritadi ngomong dicuekin mulu.

“heh, udah belum sih smsannya,, ga gerti orang lagi kesel apa !!” ujar Agni dengan nada kesal.

“haha, sori2,, maklum, lagi PDKT,,, wkwkwk!!” Cakka malah tertawa.

“iya, lo enak,, PEDEKATEnya berjalan mulus, lah gue ?? Alvin sama sekali ga ngarepin gue ,,,”

“sabar Ag, Alvin tuh orangnya keras,, kalo dia udah memutuskan sesuatu,, dia akan susah ngerubahnya lagi,, dia akan perjuangin sesuatu yang dia ucap dan impikan,, maka dari itu susah banget buat ngerebut hatinya,, ya kecuali lo bisa nyuri perhatian Alvin..” jelas Cakka masih sambil senyam-senyum baca SMS,

“gue juga tau Cakk, gue temenan sama dia udah dari bayi,, gue tau semua tentang dia,, tapi gue ga tau satu,, caranya ngeluluhin hati dia,, gue tau kok, tipe cewek Alvin tuh ga macem2, Cuma setia dan jujur,, bagi dia itu yang terpenting, dan gue ngerasa gue orang yang setia kok, gue juga ga pernah bohong ama dia..”

“gue minta lo jangan berharap banayak sama Alvin, Alvin tuh sayang banget sama Shilla, kita bisa liat dari perjuangannya tadi,, itu udah ngegambarin seberapa besar dia mencintai Shilla, Alvin ga akan bisa hidup tanpa Shilla …”

DEG

Ucapan Cakka membekas diingatan Agni. Agni memang sayang sama Alvin,, tapi dia .. dia masih bisa meninggalkan Alvin saat itu,, hingga saat Ia kembali,, ternyata Alvin sudah menemukan seseorang yang berarti dihidupnya,, dan itu bukan Agni. Rasanya sakit mengingat itu,, sesak.

Dari beberapa jarak yang tak jauh dari mereka, seseorang yang tak lain Shilla juga mendengar ucapan itu. rasa bersalah menggerogoti pikirannya,, kasihan Alvin,, Shilla memang jahat sekali selama ini.

Ia bodoh tidak tau, bodoh sekali.

From : Oik
bisa gombal ga ??

To: Oik
Bisa dong! Mau ?

From: Oik
¬coba ??

To: Oik
kau begitu sempurna , dimataku kau begitu indah

From : Oik
Oalah, itu mah lagu, gimana sih ??

To: Oik
Ha? Itu lagu yak ?? oh maaf ,, gue ga tau ,, hehe

From: Oik
Yahh, payah nih,, katanya jago gombal ,,,

To: Oik
Gue ga pinter gombal,, semua mantan gue,, jarang gue gombalin,, seringnya gue nyanyiin..

From: Oik
Nyanyiin apa ? oiya,, emang mantan kamu ada berapa??

To: Oik
Khusus buat lo,, gue nyanyiin lagu ini,,
Seperti biasa,, aku diam tak bicara,, hanya mampu pandangi bibir tipismu ya menarik, seperti biasa,, aku tak sanggup berjanji hanya mampu katakan aku cinta kau saat ini ..
mantan gue ada 23 ,,,

From: Oik
Gombal banget tuh lagunya,, belajar dari siapa ?? 23?? Banyak banget ?? siapa aja tuh ??

To: Oik
Belajar dari Iwan Fals dong, itukan lagunya om Iwan,, haha, emang mau gue sebutin satu2??,, itu mantan gue di DB, belum di sekolah2 lain juga di SMP,,

From : Oik
Yaampunn, banyak amat dong,, ada lagu lain kah ?? inget dong tugas besok ??

To: Oik
Oiya.,. gue baru inget,, besok senmus, nyanyi didepan ya ., tenang ,, gue punya banyak lagu kok,

Begitulah kira2 sms-an ga penting Caik. Meskipun ga penting, toh Cakka tetep seneng. Agni sampai geleng2 melihat Cakka yang senyum senyum sendiri dari tadi.

“Cakk, siapa sih yang bikin lo kayak orng gila?? Asem banget lo ! ah !” Agni kesal sendiri karena dari tadi ucapannya dianggurin Cakka.

“yaelah , Ag,, namanya juga lagi PEDEKATE,, ya pasti senenglah,, emang gue bau asem ya ?? perasaan udah mandi tadi sore??” kata Cakka ga nyambung.

“au ah, cape ngomong sama lu !!” Agni melanjutkan makannya. Sementara Cakka kembali lagi smsan sama Oik.

Shilla mengurungkan niatnya untuk memanggil Agni, dia memutuskan untuk kembali kekamar Alvin.
########
Rio dan Ify kaget melihat semua pembantu berbondong bondong membersihkan pecahan pecahan beling yang berserakan. Pecahan2 beling itu sangat banyak, hingga ada beberapa termasuk Oik yang terluka.

“lho ada apa ??” tanya Ify karena Rio memilih untuk diam.

“itu,Fy,, Gabriel tadi mabok, dan dia malah mecahin guci2 disini ..” jelas Oik masih sambil bersih2

Ify berlari kearah mereka, dan ikut membereskannya, sementara Rio memutuskan acuh dan berlari ke rumah belakang untuk tidur.

“oalah,, ada apa sih sama Iel?? Kasian dia ….” Ify cemberut. Dia kan suka sama Iel, otomatis jadi bingung kenapa Gabriel sampe mabuk.

“kamu cek aja dikamarnya ..” suruh Oik sambil terus mengambil pecahan2 beling. Ify masih terus juga mengambil puing2 beling itu.

“iya nanti aku liat deh !! sekalian aku kompres kalo dia sakit..” ucap Ify , membuat Rio yang tadi memutuskan untuk mengambil minum sebentar ,, terhenti diam. Rasa penasaran mulai muncul, apa kah yang akan dilakukan Ify terhadap Gabriel ?? perhatian banget sih !!

“yowiss, sana lah,, tapi tugas kamu kan ngurusin tuan Rio,, tugas ku tuh yang ngurusin tamu !!”

“tapi kan Ik, tuan Rio udah mau tidur, pliss Ik, aku mau rawat Iel !!” pinta Ify memohon. Rio memutar bola maanya sambil menghabiskan minumannya yang masih setengah dari gelasnya.

‘segitunya sih !’ batin Rio kesal.

“yaudahh, gapapa kok !! sana,, keburu malem, kita juga udah pada mau tidur, kecuali mba Dian sama mba Ina aja. Mereka mau masak buat besok pagi, besok pagi tamu dari keluarga besar Damanik akan datang Fy..”

BRUTTTTTHHH

Rio yang mendengarnya langsung kaget dan menyemprotkan air yang ada di dalam mulutnya. Semua para pembantu menatapnya bingung. Tak terkecuali Ify.

Ify pun langsung berlari kearah Rio yang masih terbatuk batuk karna keselek.

“aduh tuan, kenapa ?? ada yang sakit ???” tanya Ify panik. Mendengar nada bicara Ify, Rio tersenyum sebentar trus langsung pura2 batuk.

UHUKK UHHUUKK

“aduhh Fy,, gue batuk nih, aduh tenggorokan gue sakit,, gimana dong !!” Rio berpura2 batuk membuat Ify-yang dibohongi- semakin panik.

“yah ampun , gimana ya ?? emm, minum obat batuk,, tuann, aduhh, sebentar saya cari dulu !! tahan ya batuknya,, tahan !!” kata Ify sambil berlari ke ruang UKR (Unit Kesehatan Rumah,, *lah emang ada?? Adain :P) disana biasanya menyimpan obat2an (beda lho sama kotak P3k).

Semua pembatu terkikik melihat Ify yang panik, masa batuk suruh ditahan ?? gimana bisa coba ??

Ify mengambil asal obat batuk,, dan alhasil ,, yang ada di tangannya adalah bisolvon kidz.

Rio tertawa melihat Ify yang tergesa gesa berlari kearahnya, juga obat batuk yang salah dia ambil, lagian orang ga ada anak kecil,, masih aja ada obat buat dosis anak2,, gimana sih ??

“ni tuan,, minum cepet minum,,, !!!” paksa Ify sambil mengambil minum disebelahnya.

“aduh fy, sumpah lo lebay gila, gue ga papa kalee,, biasa aja,, selow selow,, !!!”

“yaampun tuan, bikin saya jantungan tau!!!” kata Ify kesal.

“eitts, ngomong apa barusan,, tuan ??? hayolo hayolo ,, hukuman hukuman !!” kata Rio selayaknya anak kecil yang menagih permen pada sang guru. Membuat Ify bergidik dan manyun.

“mulut lo minta dicium,, hahahahaha!!” Rio tertawa terbahak-bahak. (Rio bandel ya ????*denganwajahmarah)

“ihh, apaan sih,, tau ahh, saya mau ke Gabriel aja !!!” Ify berbalik badan kearah kamar Gabriel. Tapi tangannya ditahan Rio.

Mmcwah

Rio mencium pipi kiri Ify membuat Ify melotot. Dan sekarang pipinya bersemu merah. Kaget dengan perlakuan Rio barusan.

“kan gue bilang apa?? Itu hukumannya !” seru Rio sambil berlari kearah rumah belakang,, takut diserbu Ify.

“RIOO IKHH !!” teriak Ify sambil memegang pipinya yang sudah memerah. Dia tak berniat mengejar Rio sekarang, lebih baik ke kamar Gabriel saja. Mengurusinya…

-BERSAMBUNG-

Egokah Aku part 16

Egokah Aku-part 16-

Shilla yang sudah sampai dirumah sakit segera menggotong Alvin ke kasur berjalan bersama si pengemudi tadi.

“pak, makasih ya udah bantu kami ,,,” kata Shilla setelah para suster memasuki ruang UGD.

“iya nak, ada yang bisa saya bantu lagi, kebetulan saya juga sedang tidak ada urusan.” Kata si bapak2 itu.

“kalau boleh, saya mau minjem hape bapak buat menelpon keluarga Alvin,, boleh pak ??” tanya Shilla sopan.

‘oh yaudah silahkan ..” si bapak2 itu mengeluarkan HPnya dan menjulurkannya ke Shilla.

Shilla menelpon Cakka, karena Cuma nomor Cakka yang dia hapal,

NUT NUT

“halo !!” seru Shilla.

“eh iya Shill, kenapa ??” tanya Cakka.

“Cakk, Alvin lagi dirumah sakit,,, dia ditusuk sama preman, tolong kasih tau keluarganya ya, gue ga tau no papanya ,,,” kata Shilla to the point.

“hah ?? kok bisa ?? gimana ceritanya ??” tanya Cakka panik tiba2.

“ntar gue ceritain ,, yang penting sekarang hubungin keluarganya dulu , dan suruh dateng ke rumah sakit kasih bunda, cepet ya ,, buruan !” Shilla langsung menutup telponnya karena tidak enak berlama lama meminjam HP orang.

“pak, makasih ya ,, maaf ngerepotin …” kata Shilla sambil tersenyum.

“oiya dek, gapapa kok. Ada yang bisa dibantu lagi ??” tanya bapak2 itu.

“gaada pak, makasih banyak ya pak, saya ga tau kalo ga ada bapak gimana jadinya temen saya …”

“oh, yasudah, saya mau pulang dulu ya , sepertinya anak saya sudah menunggu dirumah,” kata bapak itu.

“oiya iya, pak ,, sekali lagi makasih ya …” Shilla tersenyum lagi. bapak bapak itupun pergi menghilang dari pandangan.

Selang beberapa menit Shilla menunggu, dokter tak kunjung keluar. Sepertinya belum selesai menangani Alvin.

Tiba2 beberapa orang berlari menuju tempat Shilla duduk, dan salah satunya adalah Cakka. 2 orang lainnya adalah orang tua Alvin, dan satu orang lagi seorang gadis, dia …………..

“gimana Alvin ???” tanya sang mama panik.

“gatau tante ,, dari tadi dokter belum keluar!!” kata Shilla cemas juga.

“memang gimana ceritanya nak Shilla, Alvin bisa ditusuk preman??” tanya papa Alvin.

“ini semua salah Shilla om. Kalo Alvin ga nolongin Shilla pasti sekarang dia ga kenapa2,, harusnya Alvin ga usah nolongin Shilla tadi.” Shilla malah menangis, ini bukan cari muka, dia benar2 takut sesuatu terjadi pada Alvin, sebab Alvin begini karenanya.

“sudah Shill, ini bukan salah kamu, ini Cuma kecelakaan ,,,” mama Alvin menepuk-nepuk pundak Shilla.

“tapi tante ,, Alvin ga bakal begini, kalo bukan karna Shilla,,” Shilla masih menangis saja. Mama Alvin hanya menepuk-nepuk pundak Shilla.

“Kka, itu yang namanya Shilla ???” tanya gadis disebelah Cakka.

“iya ,, dia itu orang yang paling Alvin sayang setelah keluarganya …” jelas Cakka.

Gadis itu menggerutu dalam hati. ‘jadi dia yang namanya Shilla. kalo kayak gini gue ga bakal bisa nyaingin dia, dia itu Cantik banget ..’ batin gadis itu.

‘ga ,, lo ga boleh nyerah,, lo pasti bisa dapetin Alvin.!’ Batin gadis itu yakin.

Setelah tangis Shilla reda, Shilla mengedarkan pandangannya, dan memicingkan matanya begitu melihat gadis itu.

‘siapa tu cewek? Setau gue Alvin ga punya adek apa kaka !’ batin Shilla bingung.

Mama Alvin tersenyum melihat wajah Shilla yang bingung itu,,

“pasti kamu belum kenal ya ,, ayo kenalin, ini calon tunangan Alvin,, Agni !!” jelas mama Alvin. Shilla membelalakan matanya.

‘Alvin punya calon tunangan ? ga mungkin !’ batinnya kaget.

Shilla masih diam pada tempatnya melihat gadis cukup tomboy itu. Agni pun masih biasa saja melihat Shilla.

“Ag,, ayo dong kenalan …” suruh mama Alvin. Agni tersenyum.

“kenalin , gue Agni ! calon tunangan Alvin !!!” serunya tegas, memberi penekanan pada kata ‘calon tunangan’ sambil menjulurkan tangannya.

Shilla melirik tangan Agni, sedikit sinis.

“Shilla,,!” kata Shilla sinis, sambil menjabat kencang tangan Agni. Dari awal Shilla melihat gadis ini,, rasanya dia kesal dan bawaannya pengen ngejambak tu rambut.

Agni melirik Shilla yang tersenyum miring dengan sinis. Tapi keadaan berubah setelah sang dokter tiba2 keluar.

Semua menghambur ke arah dokter.

“Alvin gimana dok ??? sudah sadar ??? lukanya parah ga ??” tanya sang mama, sang papa hanya mengelu-ngelus pundak mama.

“pasien belum sadar, tapi keadaannya baik2 saja, meskipun cukup dalam, tapi kami sudah menjahitnya. Jahitannya belum kering,, ada yang namanya Shilla?” tanya sang dokter di ujung kalimat.

“saya dok, kenapa ??” Shilla menunjuk dirinya sambil sebentar melirik Agni yang terlihat kesal.

“tadi saat sedang menjahit tangannya, dia menyerukan nama Shilla, namun setelah kami berikan obat tidur ,, dia langsung tidur, sepertinya dia sangat butuh anda …” jelas sang dokter.

Mama dan papa Alvin hanya saling memandang. Shilla mengulum bibir.

“yasudah Shill, kamu jagain Alvin ya,,, ,, kalo ada apa2 panggil kami, kami mau lunasin administrasi dulu. Kka, temenin Agni makan ,,dari tadi sore dia belum makan..” suruh mama Alvin.

Agni hanya mendengus, melihat Shilla mengangguk dan masuk kedalam ruangan, harusnya kan dia sebagai calon tunangan Alvin yang menjaga Alvin, Shilla kan bukan siapa2 ,, pikirnya kesal.

“ayo Ag ,,” ajak Cakka. Agni hanya mengangguk ogah2an. Sementara Cakka dari tadi senyam senyum gaje soalnya lagi smsan sama Oik (dasar si Cakka similikitii,, hihi)

Mama dan papa Alvin pun segera pergi bag. Administrasi.
###################

2 orang itu terbaring bersebalahan . dengan kasur yang berbeda dan satu meja yang membatasi mereka.

Ify membuka matanya perlahan, mengatur sinar yang masuk kedalam matanya. Jiwanya belum terkumpul semua, ia mersakan pusing yang teramat sangat .

Setelah jiwanya sudah seluruhnya utuh terkumpul,, Ify menoleh kearah kanan, dan membelalakan matanya melihat seseorang juga terbaring disitu. Dengan wajah yang terlihat lebih pucat darinya. Dan masih belum sadar .

PRANGG

Ify menyenggol gelas disampingnya sehingga jatuh dan menimbulkan suara keras. Membuat suster yang sedang berjalan masuk terlonjak dan malah memanggil dokter.

Dokter masuk kedalam ruangan melihat Ify dengan wajah ketakutannya turun dari kasur dan membereskan beling yang berserakan.

“aduhh,,, biar OB saja yang bersihkan belingnya, kamu harus istirahat..” kata sang dokter membantu Ify berdiri dan tiduran dikasurnya.

“maaf dok ,,” kata Ify menyesal sambil melihat beling2 itu.

“tidak apa2,, kamu harus jaga kesehatan. Daya tahan tubuh kamu itu lemah dan seperti tidak bisa untuk terlalu capek ! jadi kamu harus istirahat. Oiya kalau boleh tau nama kamu siapa ???”

“Ify dok, tapi, biasanya saya ga pernah ngedrop kok, saya juga ga pernah sakit…”

“iya,, itu biasanya terjadi saat tromobosit kamu bagus,, jadi hormon dan daya tahan tubuh kamu seimbang, tapi karena sekarang trombosit kamu rendah,, hormon kamu rendah, daya tahan tubuh kamu pun juga lemah ! jadi kamu harus istirahat , buat meningkatkan trombosit !!” suruh sang dokter.

“dok, saya boleh nanya ga ?? itu tuan Rio kok bisa disitu ??” tanya Ify menunjuk Rio .

“oh, tadi dia yang bawa kamu kesini, tapi dia malah pingsan juga, dari pemeriksaan saya, sepertinya ,, dia habis berlari jauh,, sebab detak jatungnya yang masih diatas normal juga produksi keringat yang sangat banyakk, apalagi saat memeriksa kakinya,, terlihat sedikit bengkak,,” jelas sang dokter lagi. Ify sedikit melotot .

“argghh ,,” erang Rio tiba2 , membuat dokter terlonjak dan spontan menoleh.

Dokter beserta suster yang tadi langsung menghampiri Rio yang malah semakin jadi mengerang .

“apa yang dirasakan anda ??” tanya sang dokter.

“arggh, semua badan saya sakit dok! Argh !” erangnya lagi sambil memegang kepalanya.

Ify hanya menggigit bibir bawahnya.

“oke,, kita harus memeriksa Rio lebih lanjut, sus,, pindahkan pasien keruang ronsen,, panggil suster sania untuk merawat Ify sementara.. “ kata sang dokter buru2.

Si suster pun memanggil suster lain dan segera mebawa kasur berjalan yang ditiduri Rio keruang ronsen.

Ify semakin takut melihat Rio yang terus saja mengerang kesakitan. Apa ini karenanya ?? ah semoga Rio baik2 saja.

“mba istirahat aja ya ,,” kata sang suster itu. Ify hanya mengangguk, masih memikirkan keadaan Rio tadi.

Sementara di ruang lain. Rio masih saja mengerang kesakitan,, pusat kesakitannya yaitu pada lambung dan kakinya .

Dokter mengetuk ngetuk kaki Rio.

“sakit ??” tanya sang dokter pada Rio yang masih saja meringis daritadi.

“sakit dok !!!” serunya.

“syukurlahh, berarti kakimu tidak apa apa,,, lambungmu hanya menerima reaksi kaget dari jantung karena tadi kamu berlari sangat jauh !! kakimu bengkak semua, Yo.. tapi untunglah tidak ada yang perlu dikhawatirkan . hanya lambung kamu yang terbelit akibat lari..”

“tapi dok ,, saya kan Cuma berlari aja, kenapa separah ini sakitnya..”

“untuk beberapa orang mungkin menganggap hanya berlari saja tak apa2,, tapi kalau kamu bukanlah seorang pelari, yang lebih parahpun bisa terjadi,, seseorang yang berlari terkadang mengalami sakit pada lambung atau usus buntu ,, dan itu wajar,, dan kamu termasuk yang mengalaminya…”

“jadi saya ga papa dok ??”

“tidak, kamu baik2 saja …” jawab sang dokter mengangguk mantap.

“makasih dok, saya mau keruangan tadi, jenguk temen saya …” kata Rio sembari bangun, meskipun masih saja sakit dari tadi.

“saya kira dia pacar kamu,, kalian cocok !!” kata si dokter membuat raut wajah Rio berubah.

“bukan, dia Cuma temen kok dok !” kata Rio sambil tersenyum.

Dokter itu hanya tersenyum. Rio pun beranjak dari kasurnya. Dan berjalan dengan sedikit pincang, dituntun oleh suster (enak banget susternya )

Ify masih memikirkan Rio, ahh, dia tidak papa kan ?? semoga…

Tiba2 seseorang dari luar pintu masuk dituntun oleh seorang suster masuk kedalam sambil membawa botol infusnya.

“Tuan RIO !!”serunya.

“hay,, lebay amat ekspresi lo !!” kata Rio sambil nyengir.

“ihh, ga tau orang khawatir apa !!!” kata manyun sambil sinis ngeliatin Rio.

“iya iya,, eh tau ga ,, dokter bilang kita cocok !!” kata Rio setengah berbisik menyadari suster masih merapikan alat2 disana.

“terus ???” tanya Ify bingung.

“nah,, berarti kita jodoh !” jawab Rio mantap.

“terus ??” tanya Ify lagi.

“berarti kita pacaran !”

“terus ???”

“kita nikah dan punya anak !!”

“teruss ??”

“kita punya cucu ..”

“terus???”

“kita dikubur deh …”

“terus …”

“nabrak tembong dan gepeng, udah ,, orang udah gepeng ga ada terus lagi !!!” kata Rio kesal.

“haha,, saya kan ga suka sama tuan !!” kata Ify tertawa.

DEG

“hah ?? yahhh, patah hati nih gue !” kata Rio lemas.

“serius ??” tanya Ify.

“ngga dengg, orang Cuma canda !” kata Rio cengengesan. Ify hanya ber-O ria. Kok ga beneran sih,, batin Ify kesal.

“yaudah,, kita ke taman aja yuk,, bosen nih !!” ajak Rio.

“tuan kan masih sakit !!!”

“alahh, kalo pingsan tinggal digotong !!”

“yee, situ pikir situ enteng !!”

“ooo,. Bagus ya,, tadi siapa ya yang ngegotong orang pingsan sampai 5 kilo,, sampe ikutan pingsan juga, malah lebih parah dari orang pingsan tadi…” sindir Rio pura2 cuek.

Ify mendelik melihat Rio.

“oo, siapa ya ,, yang nolong orang tapi ga ikhlas,,,,” sindir Ify balik. Sambil tersenyum miring melihat Rio.

“ooo, bales dendam nih ceritanya ??” tanya Rio sinis .

“haha,, iya deh,, nanti kalo tuan pingsan saya gotong!!” kaat Ify tertawa.

“ga mau ,, maunya …………” ucap Rio menggantung.

“apa ?? banyak maunya ih !!”

“iya gue maunya nafas buatan ! haha” (Rio mesum!!)

“ihh, emang tua tenggelem,, lagi ogah saya,, ihhhhhh, itu sih maunya tuan !!” Ify mendelik lagi.

“bener ya,, kalo sampai nanti kejadian, lo mau bayar berapa ??” tantang Rio.

“ga bakal kejadian !!!”

“ye ,, kan kalo !!”

“ga mau !! wllee :P”

Rio malah tersenyum menang .

“gue ga mau nafas buatan ,, gue mau yang beneran !” (ihhh Rio mesum nih !! gapapa deh,, sama Ify ini ! haha !!)

“Ihh apalagi !! saya mah gamau !! dosa!!” kata Ify tegas.

“oh ya ,, kita liat nanti,, kalo sampai itu beneran kejadian, balesannya adalah ,, lo jadi cewek gue !! berani ???” tantang Rio lagi.

“em, itu kan dosa !!”

“tinggal tobat gue bilang !!” kata Rio enteng.

“yee, emang segampang itu !!!”

“pokoknya begituu,, lo harus mau,, itu perjanjian kita !!! Deal !” kata Rio menarik paksa tagan Ify untuk bersalaman dengannya.

“ihhh,, saya ga setuju!”

“harus setuju ..”

“I DISAGREE!!” teriak Ify.

“YOU MUST AGREE!!!” teriak Rio balik.

“up to you lah !!!” Ify melengos.

“yaudah ketaman yuk !” (susternya udah pergi daritadi..) ajak Rio. Ify hanya mengangguk angguk aja dan ngikutin Rio yang udah duluan jalan.
###########
“mba , Ik, tolong dong,, “ seru Sivia kerepotan menuntun Gabriel yang sempoyongan.

“iihh ,, gue bisa sendiri,, lepasin ah !!” Gabriel memberontak.

“GABRIEL!!!” teriak Sivia dan langsung menyusulnya masuk kedalam rumah. Sementara Oik dan pembantu yang lain hanya mengikuti saja.

“ahh, papa ,, gua benci eluu !!!!” teriaknya membuat seisi rumah keluar termasuk pak dhika beserta bu Uci.

“ada apa ini ??” tanya Pak Dhika bingung.

Sivia memukul jidatnya. Dasar siake,, bisa kena marah dia abis ini !!

“eh, e pa, itu anu ,, temen aku ,, dia abis mabuk ,, jadi aku bawa kesini !!!” kata Sivia sambil tersenyum maksa dan menghampiri Gabriel yang seenaknya menendang guci disampingnya.

PRANGGG PRANGGG PRANGGG

“aduuuuuuuuuuhhhh! Temenmu ituloh Vi, bikin gaduh aja, segala dipecahin, kenapa ga kamu bawa pulang kerumahnya ??” tanya pak dhika sambil geleng2.

“iya Vi, itu temenmu , bikin Ributt.,,,” seru Bu Uci sambil turun kebawah bersama pak Dhika.

“ee, sori pa,, Ik , mba,, ayo bantu saya ambilin obat tidur,, biar dia langsung tidur…” dengan paksa Sivia membanting tubuh Gabriel ke kasur di kamar tamu.

“dasar ,, awas lu besok Yel!!” sinis Via. Oik dan mba Dea langsung melarutkan obat tidur itu di minuman Gabriel , hingga Gabriel yang meminumnya pun lagsung terlelap.
#########
-BERSAMBUNG-

Egokah Aku part 15

Egokah Aku-part 15-

Oik meringis kala mendengar suara itu lagi2 menggelegar. Masih dalam pelukan Cakka. Menyadari itu, Oik langsung melepaskannya.

“yah, kok dilepas??” tanya Cakka sambil manyun.

“yee, maunya. Sori tadi,, aku takut petir.” Kata Oik malu2.

“ahh, gapapa kok !!” Cakka malah senyam senyum gaje.

“ihh, udah ah,, kita main lagi yuk, one on one ?? gimana ??” tawar Oik.

“yakin lo nantang gue ?? ga takut kalah ??” tanya Cakka memainkan alisnya.

“kamu ga mau ya bilang aja,, jangan ngeremehin deh !!” kata Oik sok ngambek.

“ahaha,, oke oke! Siap2 aja buat kalah !!” Cakka langsung mengambil bola basketnya yang tadi sempat terlempar jauh.

“siapa takut !” Oik dan Cakka mulai tanding. Seru, seru sekali bermain dengan Cakka. Laki2 yang supel dan asik.

BRAKK

“Ik !” Cakka kaget.

“aduhh, aaa sakit huhu, sakit !!!” Oik malah merengek. Salah juga sih sok sok an mau lempar bola harus pake lari dulu, jadi kepeleset deh .

“kaki lo kenapa ??” tanya Cakka bingung dan langsung menghampiri Oik.

“keseleo ,, hiks hiks ..” Oik malah menangis.

“ee, udah jangan nangis, ayo sini gue urut..”

“emang kamu bisa urut ??” taya Oik tak yakin.

“nyehh, gini2 kalo gue kalo lomba angkle (tulisannya salah ya?? Maklum ,, aku ga tau basket, hehe) ngurut sendiri tau !”

“yaudah deh .,,,,”

Cakka pun langsung mengajak Oik kepinggiran lapangan dan mengurutnya. Hujan pun masih belum berhenti.

Selang beberapa waktu, Cakka pun akhirnya selesai mengurut Oik. Melalui kesakitan mendingan dan sembuh. Tapi tetap,, kaki Oik masih tak bisa untuk berjalan.

“lah , gimana bisa pulang ??” tanya Oik.

“gue gendong !!” kata Cakka menunjuk pundaknya.

“hah, aku berat loh ??”

“tenang, gue lebih berat !! udah buruan , naik !!”

Oik pun langsung naik ke punggung Cakka.

“oke, lets go !!” Cakka mulai berjalan. Tidak, yang Oik bilang salah, orang Cakka ga ngerasa keberatan kok.

“sori Ik, klo gue ga ngajak lo main basket kan elo ga bakal keseleo!!” kata Cakka menyalahkan dirinya.

“ga lagi, aku yang salah ,, harusnya aku ga usah soksokan lari dari jauh !! jadi gini kan !!”

“ga kali, gue yang salah..”

“aku yang salah!!”

“gue yang salah !!”

“aku yang salah !!”

“gue !!”

“aku”

“gue!”

“aku!!”

“stop., kita berdua salah !!” kata Oik menengahi sendiri.

“yang bener, ga ada yang salah !” kata Cakka.

“iyyaiya oke!! Berisik ahh, emang ga cape lagi gendong anak orang sambil ngomong !!” seru Oik.

“ga tuh biasa aja, Cakka gituloh !!”

“huuuu!!!”

Cakka melanjutkan jalannya yang tadi sempat berhenti . sedikit lagi sampai dirumah Rio.
###########
“LEPASIN DIA !!!!!!!!!” seru seseorang. Shilla menoleh kaget, begitupun para preman2 itu.

“haha, dasar anak bau kencur ,, mau sok sokan jadi pahlawan !!” tawa si preman remeh.

“Alvin ..” Shilla kaget melihat Alvin tiba2 ada disini. Tapi mungkin Shilla belum tau, sekarang dia sedang ada di dekat perumahan rumah Alvin.

BUKKKK BUKKK BUKKK

Ga segan2 Alvin meninju satu persatu si preman. Bahkan si preman yang bawa pisau tadi berhasi dia bikin kewalahan.

BUUUKKK BUKKKKK

Tanpa ampun, masih tanpa ampun Alvin menghajar para preman.

Tidak kehabisan akal, si preman yang ternyata masih memegang pisau langsung menjulurkan pisau kearah Shilla yang dari tadi hanya sedikit meringis melihat Alvin memukuli para preman2 itu.

“Haha, mau kemana lo ?? heh,, cewe lo kayaknya ga bakal selamat deh !!” dasar preman sotoy, siapa bilang Shilla pacarnya Alvin. Haha,, preman emang sotoy, kagak pinter2.

Alvin menoleh melihat Shilla yang tepat didepan wajahnya ada pisau tajam yang siap merobek kulitnya dan menusuknya kapan saja.

Melihat dua preman yang dia gebukki tadi sudah tepar, Alvin langsung menghampiri si preman yang mengarahkan pisaunya ke wajah Shilla.

“lepasin Shila!!” Alvin berniat menepis pisau itu, si preman malah semakin mendekatkan pisaunya kearah wajah Shilla.

“jangan mendekat!! Lo mendekat, habis dia di tangan gua !! haha”ancam si preman. Alvin geram , sementara Shilla sudah angat ketakutan. Kalau sekarang tidak hujan mungkin keringatnya sudah bercucuran deras.

“lepasin ga ???” Alvin malah semakin mendekat. Si preman yang emang nekat pun langsung …

“AAAAAAAAAAA” Shilla menutup wajahnya. Namun ,, tidak terjadi apa2 dengan dirinya. Perutnya bebas, wajahnya tidak berdarah sedikitpun.

Ia membuka matanya, dan melihat Alvin sendiri menahan pisau itu, ia menggenggam mata pisaunya. wajahnya sedikit kesakitan. Tangannyapun sudah mulai berdarah darah.

“Vin !” Shilla kaget.

“lari Shill, lari, cepet !!!” suruh Alvin menahan sakit.

“tapi Vin, elo ??” tanya Shilla bingung. Si preman masih memegang pisau yang ditahan Alvin.

“plis,, pergi Shill cepetan!! Gausah peduliin gue !! lari Shill !!!!” suruh Alvin masih menahan sakit. Shilla mengambil ancang2 untuk lari, dan Ia berhasil. Ia berhasil lari dari preman2 itu. namun dia tidak bodoh, Dia langsung mengumpat disalah satu tembok besar disana .

Merasa Shilla sudah hilang dari pandangan, Alvin langsung melepaskan genggamannya pada pisau itu.

“arggh ..” ringisnya sambil menatap tangannya yang sudah berlumuran darah.

Si preman yang geram pun menatap Alvin sengit.

JLEPPP

“AAaaa…” teriak Alvin kesakitan saat preman itu menusuknya.

Karena takut ketahuan dan malah masuk penjara, Ia membangunkan teman2nya yang sudah tepar tadi dan langsung kabur dari sana. Pisau yag tadi Ia buat menusuk Alvin, Ia lempar entah kemana.

Shilla membelalakan matanya saat si preman itu menusuk Alvin. Ia pun langsung berlari menghampiri Alvin yang tarjatuh memegang perutnya.

“ALVIN!!!” teriaknya sambil berlari. Matanya panas, ahh ini semua karenanya. Kalau saja Ia tidak nekat pulang malam dan pergi membeli bensin malam2 , pasti Ia takkan di cegat preman, dan Alvin tak akan tertusuk seperti ini.

“Vin, ta .. tahan ya ,, “Shilla menutupi perut Alvin yang berlumuran darah itu. sambil berteriak teriak. ‘tolong’

Dan sepertinya ,, keberuntungan dan keselamatan masih berpihak pada mereka. Sebuah mobil melintas . Shillapun menggoyag goyangkan tangannya memberi tanda pada mobil itu. mobil itu pun berhenti, Shilla segera berlari kearah pengemudi.

“pak, tolong pak, temen saya ditusuk pakk,, kami ga punya kendaraan untuk kerumah sakit..” kata Shilla panik sambil sesekali melihat Alvin yang sudah guling2 menahan sakit diperutnya.

“ayo neng ayo , silahkan !!” si pengemudi pun turun dan membantu Shilla mengangkat Alvin.

“Vin ,.. tahan ya ,, tahan Vin !” kata Shilla panik setelah sukses menggotong Alvin ke jok belakang.

Alvin masih meringis sambil memegang perutnya di paha Shilla (aduh bahasanya ,, haha). Ia tak tahan, sebab ini baru pertama kalinya Ia ditusuk. Akhh, sakit .. (jangan sampe deh,, hoho)

Shilla semakin panik. Hujan masih terus mengguyur dan membuat jalanan licin. Sementara mobil yang ditumpanginya berjalan dengan kecepaatan cukup tinggi,, alasannya ya biar cepat sampai rumah sakit.
############
BRAKKK

“IFY!!!!” teriak Rio sambil menopang tubuh Ify yang terjatuh.

“Fy,, Fy,, Ify !!” panggilnya sambil memukul mukul wajah Ify. mata Ify terpejam dan Itu berarti dia pingsan. Ify pun tak bereaksi.

Terpaksa Rio menggendongnya. Namun malam2 begini, klinik mana yang buka. Apalagi di perumahan mewah seperti ini, jam 7 saja mereka sudah terlelap mungkin.

Rio terus berlari sambil menggendong Ify. ahh, mengapa ribet seperti ini sih ??

Semua klinik yang Ia tau diperumahan ini semuanya sudah tutup, tak ada satupun tersisa.

Rio bingung, kalo seperti ini ,, Ify bisa2 mati kedinginan, pikirnya ngelantur. Ia capek sekali dari tadi berlari mencari klinik namun tak ada satupun yang buka.

Ditambah wajahnya yang lebam itu semakin membiru oleh dinginnya hujan.

Seseorang tukang kebun mungkin , Ia lewat sambil berjalan.

“pak, disini ada klinik yang buka ga ya ??” tanya Rio buru2.

Si ‘pak’ itu melihat Ify yang matanya terpejam dalam gendongan Rio. (lo kata bayi !! hehe)

“wah mas, gaada,, jam segini klinik udah tutup semua, ada juga rumah sakit , tapi masih 5 kilo lagi dari sini !” jelas si ‘pak’ itu.

“5 KILO ??? hah?? Yang bener pak?? Cuma rumah sakit itu doang ???” tanya Rio kaget. 1 kilo aja udah gempor gimana 5 kilo coba.

“iya, itu rumah sakit terdekat dari perumahan ini, ada satu lagi, tapi 12 kilo lagi dari perumahan ini,,” jelas si ‘pak’ itu lagi.

“hah ?? yaudahlah ,, makasih ya pak,, kalo boleh tau jalannya kemana dan rumah sakit apa ya namanya ??”

“mas telusurin aja perumahan ini, mentok belok kiri,, luruussssssssss terus,, sampai ketemu tikungan belok kanan, dan ketemu perempatan lurussssss aja terus, ntar disitu ada rumah sakit namanya RS Elisabeth” jelas si ’pak’ itu . Rio mendengarnya langsung menghela nafas.

Itu sih jauh banget, emang dia kuat, tubuhnyapun juga sama, dingin sekali, ditambah dengan bekas pukulan tadi yang membuat pipinya dan wajahnya terasa nyutnyutan.

Tapi mau bagaimana lagi ?? ingin balik kerumah malah lebih jauh, tapi,, ahh, stress Rio memikirkannya.

“yaudah pak, makasih ya …” si ‘pak’ itupun berlalu meninggalkan Rio .

Rio langsung berlari ke tujuannya tadi, rumah sakit. Ia tidak peduli sejauh apapun itu. yang penting sekarang, Ify selamat.

Beribu meter sudah Ia tempuh mencari arah tujuan dan kepastian,, dimana rumah sakit itu berada. Kakinya sudah lelah berlari. Kalau saja tidak hujan, keringatnya sudah berproduksi sangat banyak.

Apa ?? ia pun sudah tak kuat, sementara di perkirakan baru 1 kilo lebih yang Ia tempuh, ahh, masih sangat panjang yang harus Ia lewati. Lelah, lelah sekali kakinya. Namun Ia tak menyerah. Demi Ify mungkin.

Derap kakinya melangkah lebar2 masih sambil menggendong Ify. pegal, capek, lelah, sakit,, semua campur aduk dirasakan Rio. Kalo di hitung2 sekarang sudah 2 kilo Ia berlari menyusuri jalan yang di beritahu bapak2 tadi. Adakah tumpangan yang bisa mengantarnya sampai ketujuan. Kakinya benar2 lemas.

Rio berhenti sebentar, mengatur nafasnya yang tak beraturan, memejamkan matanya sebentar, meresapi setiap air hujan yang membasahi tubuhnya.

‘Tuhann, bantu aku ,,,,’ batinnya sambil menghela nafas. Dan kemudian mulai berlari lagi. harus, harus bisa, batinnya kuat, tujuan pertamanya adalah menyelamatkan Ify.

Rio tersenyum kala melihat sebuah papan bertuliskan

‘rumah sakit Elisabeth . jl, gembara no 14 => 1,5 KM’

Meski tergolong jauh, tapi berarti dari tadi dia sudah menempuh kira-kira 3,5 kilometer daritadi. Ia melihat jam besar disalah satu tiang kota (kalo yang tinggal dibekasi ,, bisanya adanya dideket mall giant,, kalo ditempat lain kurang tau deh, hehe), jam tengah menunjukkan pukul 09.15 ,, hah?? Rio sudah sejam lebih berlari?? Sinting banget ,,

Rio tak peduli lah, yag penting Ia segera membawa Ify kerumah sakit itu.

Berlari dan terus berlari tak peduli nanti, sedikit lagi , sedikit lagi sampai, sedikit lagi.

Ahh ayolah ,, tinggal beberapa meter lagi sampai Rio, ayo, cepat ayo, cepat cepatt,, Rio berhenti sebentar ,, lalu mengatur nafasnya yang sudah hampir hilang, separuh kesadarannya memudar.

Ayo Rio, sedikit lagi, batinnya menyemangati diri sendiri.

Rio melanjutkan langkahnya, larinya sudah tidak sempurna lagi, sepertinya dia sudah kewalahan,

HAPP

Ia bisa sampai kedalam rumah sakit,, akhirnya ….

“sus, tolong sus, tolong temen saya …” si suster itu langsung menarik kasur berjalan yang terdekat, dan Rio langsung meletakkan Ify di kasur itu.

Rio berlari mengikuti suster yang juga berlari. Apa ??? kesadarannya setengah lagi ,, matanya tertutup perlahan. Kakinya tak kuat menopang tubuhnya,,

BRUUKKKK
########
“ya Allah….” Sivia kaget melihat seseorang yang dikenalnya mabuk seperti itu.

‘orang yang mabuk’ itu bangun lagi. dan melihat Sivia dengan tatapan tak percaya.

“hai,, hai,, kayak kenal ,, aduh siapa ya ?? oiya,, oo,, inget, ka Via ya,, eh,, Via yahh ,,” kata orang itu dengan nada ga beraturan, maklum lagi mabok.

“Gabriel ,, apaan sih ?? kok bisa mabok ???” tanya Sivia bingung mesti gimana, orang yang ternyata Gabriel malah menggeleng.

“aku ga mabok kok, nih, ga kan ?? iya kan , hehe, aku sehat kok ,,” Gabriel menunjukkan senyumnya ,, namun namanya orang mabuk ya yang terlihat hanyalah gaya sempoyongannya (??)

“Iell, kamu tuh mabok, ayo bangun, kaka anter pulang ..” Sivia berusaha membantu Gabriel bangun.

“ihh, kaka, kaka, kita tuh seumuran sayang, ngapain pake kaka coba, ihh,,,” ucap Gabriel yang membuat Sivia bingung, bukannya waktu itu Rio cerita, kalo Gabriel itu seumuran denga Ify, ya….

Tapi orang mabuk itukan biasanya jujur, iya ga ??

“udah deh Yel, kamu tuh lagi mabok, ayo masuk mobil,,” kata Sivia sambil membantu Gabriel bangun dan masuk ke mobilnya.

@dalam mobil

“Sivia ,, kamu cantik yaaa, kayak artis, hihi, aduh jadi naksir deh ,, cuit cuit ..” omongan Gabriel mulai ga jelas membuat Sivia tertawa kecil, setaunya orang mabuk itu jujur, berarti kalau Gabriel bilang dia cantik jujur dong (emang!)

“Yel, kok kamu bisa mabok sih ??” tanya Sivia bingung.

“ahh, ngga kok, dibilagin aku ga mabok, gimana sih Sivia, tadi kupingnya taro kantong ya makanya ga denger !!” ucap Gabriel semakin ngaco.

“Eh, Sivia,, kamu tau ga,, aku tuh keseeeellllllll banget sama papa ,, papa itu kerjanya Cuma mainin cewek ga kayak aku yang setia!! Papa tu ga pernah mikiin aku dan ade aku,, bahkan aku yakinn dia itu ga tau setiap hari kita makan apa aja,,, jahat kan dia ?????” kata Gabriel menjelaskan semuanya.

“papa???” tanya Sivia bingung.

“iya say (say say lagi, si Iel), aku benci sama dia, dia itu dari waktu aku kecil ga pernah kasih aku makan secara langsung, kalo pulang kantor selalu lebih dari jam satu malem, berangkat kurang dari jam 5 pagi, kalo libur Cuma diem dikamar ga tau ngapain, makan ga pernah di meja makan,, terus katanya ,, dia yang bunuh mama… ihh kayak sinetron ya ?? apatuh namanya,, em ,, cinta pitri,, ehh, beda dengg, ahh pokoknya kayak sinetroooooonnnnnnnnnnn!!!” Gabriel malah teriak2. Sivia semakin bingung apa yang dijelaskan Gabriel.

“nama papa kamu siapa emangnya..?” tanya Via penasaran.

“itu, siapa tuh, bima bimacan, eh bukan, bima rizky, itu belakangnya pake emble embel damanik, ngikutin namaku kan ?? haha “ Gabriel tertawa. Sivia kaget bukan main. Pak Bhima Rizky Damanik kan pernah bekerja dengan perusahaan HA hingga terjalin beberapa tahun.

CKITTT. Sivia mengerem mendadak. Membuat Gabriel tersentak meskipun masih teler.

“jadi om bima itu, papa kamu Yel ??” tanya Sivia lagi.

“aduhh nyetir yang bener dong !! sini aku gantiin,,” Gabriel mulai ngelantur.

“jawab jujur Yel, om bima itu papa kamu ??”

“hah?? Bukann, bukann, dia ga pantes jadi papa, duitnya emang banyak, tapi nilai kasih sayang sama kemanusiaannya nol, ga kayak aku nilainya seratus, beda kan ??” jawab Iel lagi. Sivia hanya bisa geleng2 dan sebentar lagi semuanya akan terungkap.

“tapi Yel, kalo kamu orang kaya, kok kamu jualan ??” tanya Sivia mengorek ngorek info.

“ngapain makan dari duit dia, harammm, haha ! ya ada nanti ni perut bukannya gendut malah dimakanin cacing jadi kerempeng ,, haha!” Gabriel tertawa lagi membuat Sivia geleng2.

“yaudahlah, rumah kamu dimana sih ?? kaka ga tau !!” kata Sivia sambil mengedarkan pandangannya ke rumah2 yang dilewatinya.

“ahh, gamau pulang, ga mau pulangg.,,,,,,,,,” rengek Iel seperti anak kecil.

“huh, yaudah2, kerumah kaka aja ,,’’ Akhirnya Sivia pun menutar balik kearah rumahnya, dia memutuskan untuk meng-cancel pertemuan meeting tadi.

-BERSAMBUNG

Egokah Aku part 14

Egokah Aku-part 14-

Pulang sekolah.

Ify harus menemani Rio latihan musik. Eksul Rio dulu. Tidak tau juga mengapa Rio harus latihan musik ,, pdahal kan kelas XII sudah tidak ada lagi ekskul.

“tuan ??” panggil Ify. Rio menoleh, mereka memang jalan bersampingan sekarang.

“bisa ga gausah panggil gue tuan disini ???” sinis Rio.

“ehh, eh iya,, iya, Ri .. Rio !!” kata Ify terbata , bingung kenapa Rio tak mau dipanggil tuan ketika di sekolah, mungkin karena kalau disekolah ,, Rio hanyalah murid biasa yang tampan dan pintar. Mungkin …

“Rio !” panggilnya lagi.

“hmm,” jawab Rio singkat.

“kenapa mesti latihan musik sih ?? kan kita udah kelas XII???” tanya Ify.

“ntar lo juga tau !” kata Rio ketika sampai didepan ruang musik. Rio membuka pintunya.

Ify terkejut melihat hampir semua anak DB juga seluruh anggota ekskul musik ada disana, ada Shilla juga yang memang anggota musik, ada Alvin juga walaupun ekskulnya beda. Tapi yasudahlah,, berarti tidak Cuma Ify yang anggota ekskul lain disana.

Ify dan Rio masuk. Terlihat para guru ekskul musik seperti bu Winda dan Bu Uci di vokal , pak Duta di Drum, Pak Joe di gitar, ahh pokoknya semua guru musik ada disana.

Bu Ira berdeham di microfon itu,, mengetesnya entah bunyi atau tidak, dan sehabis itu langsung berbicara.

“terima kasih karena sudah mau berkumpul disini, berhubungan dengan ulang tahun sekolah yang ke 17 tahun, kita akan mengadakan pentas sinema, yang mana akan dihadirkan berbagai acara, seperti menyanyi, berdansa, dan berakting, dan disini kita berkumpul untuk membicarakan tentang siapa dan apa yang akan dilakukan untuk ekskul musik ini ..” Pak Duta memberikan kertas, dan Bu Ira menerimanya.

“dikertas ini ada berbagai nama yang sudah dipilih untuk tampil menyanyi di pensi nanti, ada yang sendiri dan ada yang berduet. Baik ,, nama sudah ditentukan dan tidak bisa diganggu gugat,, ibu akan bacakan dari mulai yang akan bernyanyi sendiri..” bu Ira menjelaskan siapa2 saja yang akan bernyanyi nanti. Rio mengelus dada ketika bu Ira tidak menyebutkan namanya dariadi. Itu berarti dia tidak perlu latihan2 .

“sekarang yang duet ..Riko dan Dea, Bastian dan Osa, Rio dan ….” Ucapan Bu Ira menggantung kala melihat pasangan duet Rio ,, sepertinya tulisannya agak samar, membuat bu Ira harus bertanya dulu pada Pak Duta siapakah pasangan duet Rio.

Sementara Rio menghela nafas,, ga nyanyi sendiri,, tapi duet, sama aja , pikirnya.

“Rio dan ,, Shilla !!!” lanjut bu Ira.

DEG

Rio dan Shilla saling menoleh mendengar apa yang bu Ira nyatakan tadi. Apa ?? jadi mereka harus berduet?? Harus latihan bersama dalam satu ruangan?? Dengan lagu yang telah ditentukan ?? harus saling berbicara kala ada yang salah dan nada2?? Apa ?? apakah harus seperti itu ??

Rio menghela nafas lagi, lalu memalingkan wajahnya kearah lain, ahh, menyebalkan sekali guru itu , Batinnya.

Alvin dan Ify hanya mengangkat bahu,, biarkan sajalah,, hanya duet ini,, tidak akan ada kejadian pertengkaran seperti dulu.

“baik,, ibu akan bacakan lagunya..” seru bu Ira dan mulai membacakan lagunya.

“dilagu yang sudah dipilih,, kalian harus bisa mencocokkan sama suasana lagunya ya,, kalau sedih ya nyanyikan dengan pengahayatan sedih, kalo senang ya senang, kalo romatis ya romantis, kalo kecewa ya kecewa..” jelas bu Ira sebelum membacakan lagunya. Anak2 yang tadi terpilih hanya mengangguk angguk mengerti. Sementara Rio masih tanpa ekspresi menunggu pembacaan lagunya.

“untuk Riko dan Dea,, aku dan dirimu ,,, untuk Bastian dan Osa ,, Sahabat,, untuk Rio dan Shilla, Tercipta untukku … “

JEDER

Apa barusan yang sang guru katakan ?? tercipta untukku?? Berarti mereka harus romantis berlaku didepan umum pensi nanti?? Ahh, Rio ingin memberontak, dia tidak suka, SANGAT TIDAK SUKA!!!

Sementara Shilla hanya mengurutkan dada,, sabar melihat ekspresi sinis Rio itu. dia,, dia tidak tau,, mengapa perasaan senang itu membuncah ketika tadi Bu Ira membaca pasangan duetnya dan lagunya.

Alvin sama kagetnya dengan Rio ,, hahhh, lagi2 rasa cemburu itu membludak,, menghancurkan hatinya,, ahh, Alvin sudahlah, salah sendiri dulu Ia tidak masuk ekskul yang sama dengan Shilla, batinnya.

Ify ikut menyesal, mengapa harus Shilla??? mengapa tercipta untukku ??? andai dulu dia mau mengikuti Shilla yang memang berniat masuk ekskul musik,, sesalnya.

“baik, sekarang tidak latihan dulu, karena pensi juga kira2 masih 3 minggu lagi, jadi kalian persiapkan diri dulu, baru latihan bersama,, 2 hari lagi, kita sudah mulai latihan setiap pulang sekolah, pensi ini sangat penting.. karena kita akan kedatangan pemilik yayasan DB, dan juga istri dan anaknya ,,”

“maka dari itu kita harus menunjukkan kualitas para siswa DB, agar tidak mempermalukan pemilik yayasan, mengerti semua???” tanya Bu Ira memastikan .

“Mengerti bu !!!” jawab anak2 kompak dan segera berhaburan ke luar ruang musik. Sementara anak2 yang ditunjuk berakting , masih ada didalam.

Rio dan Ify keluar. Ahh, wajah itu, Ify benci wajah itu,, wajah tu selalu terlihat kala terdengar nama Shilla. wajah dingin Rio.

“emm, Rio, kita …” kata Ify menggantung.

“pulang!” jawab Rio dingin dan langsung berjalan kearah mobilnya.

Ify hanya menghela nafas dan langsung mengikuti Rio dari belakang.

#############
“eh, Shill, tunggu!” panggil Alivin kala Shilla membuka pintu mobilnya.

Shilla hanya mengerutkan kening, kala Alvin berlari kearahnya.

“emm, emm ..” Alvin bingung mau bicara apa.

“apa ?” tanya Shilla menuggu penjelasan Alvin.

“e, ee, emm, “ Alvin malah gelagapan kayak orang salting (emang lagi salting sih !)

“duh Vin,, gue lagi cape, kalo lo mau ngomong ga penting, mending besok aja, gue cape sumpah !” Shilla sudah mulai lelah.

“emm, yaudah deh besok aja !!” Alvin langsung pergi dengan menyesal. Shilla hanya menatap punggung Alvin dengan bingung.

‘aneh amat’ batin Shilla. bukannya mengejar malah Shilla masuk kedalam mobil dan segera pergi dari sana.
#############
Laki2 itu mengendap-endap keluar dari rumahnya, lengkap dengan pakaian lusuhnya.

“kakak !” panggil seseorang .

Laki2 itu menepuk jidatnya,, ketahuan juga dah,

Ia menoleh dan cengengesan membuat sang adik masih bingung melihat kakaknya ini.

“kakak mau kemana ??” tanya sang adik yang baru pulang dari sekolahnya.

“ehh, kakak mau ketemu temen,, biasa alumni SMA ,, hehe!” lelaki Itu malah cengengesan lagi.

“kakak ngelantur ?? SMA kakak itu di paris, lahh, kenapa bisa reunian disini ??? terus, itu baju bukan kayak mau reunian,, kayak mau jualan tau ga ?? jangan2 …” sang adik mulai curiga dengan kakak gantengnya ini.

“ehh, engga kok, suer dehh, kaka mau ketemu temen2 alumni SMA kakak, mereka juga lagi liburan Indonesia!” jawab laki2 itu sambil membentuk huruf V dengan jarinya. Sang adik masih memandangnya curiga.

“aku ga percaya !aku mau bilang papa !!” katanya tegas.

“yah, cha, plis ,, jangan bilangin papa ya,, pliss!!” lelaki itu memohon.

“tapi kaka jawab dulu mau kemana ?”

“I ,, iya, kaka mau jualan !” jelasnya, membuat sang adik melongo mendengarnya.

“APA KAK ??? JUALAN ???” teriaknya , mungkin sang ayah yang sedang ada di lantai ataspun mendengar.

Laki2 itu langsung mendekap mulut adiknya. Namun siasia, Ia melihat ayahnya turun dari lantai atas.

“Gabriel ?? mau kemana kamu ??” tanya papanya sinis.

“ga penting juga !!” jawab Gabriel dengan wajah cueknya. Acha, adiknya, menyesal karena tadi dia sudah berteriak2.

“GABRIEL !!!” bentak papanya. Gabriel menatap sengit papanya itu.

“apa ??? papa ga pernah ngurusin ini kan ?? aku juga ga pernah ikut campur urusan papa, jadi terserah aku mau ngapain!!” sinia Iel juga.

“kamu ya???” bentak papanya sambil mengangkat tangannya, siap melayangkan tamparan ke pipi Gabriel.

“tampar !!! tampar aja sepuas papa !!” Gabriel menantang papanya. Membuat emosi papanya turun perlahan.

Acha hanya magap ketika sang ayah tadi ingin menampar kakanya,, lalu menghela nafas saat ayahnya tidak jadi melakukan itu.

Gabriel melangkah pergi keluar dari rumah itu dengan kesal, bahkan Ia sampai membanting pintu rumahnya itu. membuat Acha dan papanya hanya bisa geleng2.
############
“tuan, kok, kita lewat sini??” tanya Ify bingung saat melihat jalan yang beda dari biasanya, Ify bahkan tidak tau menau jalan apa ini.

“biar cepet!” jawab Rio singkat. Ahh, dia masih sangat kesal dengan apa yang bu Ira ucapkan.

Ify langsung diam kala mendengar jawaban singkat Rio, sudah ah, dia tak mau bertanya lagi, takut takut malah diamuk Rio.

Ify mengedaarkan pandangannya keluar jendela, dan terkejut melihat seseorang berjalan penuh emosi, keluar dari salah satu rumah yang amat mewah.

“tuan, tuan, berenti,, itu , itu Gabriel !!” kata Ify sambil menepuk nepuk tangan Rio yang sedang menyetir. Rio menoleh kearah Ify.

“ngapain sih ??” tanyanya kesal.

“berenti tuan !!! saya mau nyusul Iel, “ paksa Ify.

Akhrinya Rio berhenti dan membiarkan Ify turun dari mobilnya. Ia sedang tidak mood mengintrogasi orang, jadi dia pun langsung meluncur pergi ketika Ify keluar dari mobilnya.
##########
“GABRIEL !!” teriaknya . membuat langkah Gabriel terhenti. Namun saat mendengar suara itu ,, Iel langsung berlari lagi, dia tidak mau ketahuan oleh Ify.

“Gabriel tunggu!!” teriaknya. Namun tetap tak membuat langkah Gabriel berhenti. Ia malah semakin cepat melangkah.

“Iel, tunggu !!” Ify tetap tidak menyerah, diapun mengejar Iel.

Tidak kehabisan akal. Gabriel langsung mengumpat ketika melewati sebuah Rumah yang terparkir mobil. Gabriel segera masuk kedalam mobil itu, tidak peduli apa yang akan dilakukan sang pemilik mobil jika Ia ketahuan.

Ify malah terus mengejar Gabriel,, dia tidak tau rupanya bahwa Iel tengah mengumpat di mobil yang sudah Ia lewati tadi.

Ify mengedarkan pandangannya keseluruh jalan, namun Ia tak menemukan sosok Gabriel.,.

‘maaf Fy., gue ga mau elo tau tentang gue yang sebenernya,, !!’ batin Gabriel ketika mengintip dari kaca jendela mobil itu.

Ify mengaca-acak rambutnya , prustasi karena tidak menemukan Gabriel. Terlebih lagi Ia tak tau sama sekali jalan pulang, Tuhan ,, tolong Ify !!!
############
07.12 p.m.

Cakka senyam-senyum ga jelas saat melihat rumah didepannya, mudah2an boleh deh, batinnya.

TING NONG

Bunyi bel rumah membuat seseorang keluar dari rumah itu.

“siapa sih datang malem2 gini ???” dumel Oik.

TING NONG

Cakka yang kesal karena lama sekali dibukanya kembali memencet bel. Oik membuka pintunya dan bingung melihat Cakka yang ada didepan pintu itu.

“mau ngapain ??” tanya Oik bingung.

“ka Via mana Ik ??” tanay Cakka sambil celingak celinguk kedalam rumah itu.

“oh, bentar ya, masuk aja,, nanti aku panggil ,,” Cakka hanya mengangguk dan segera masuk kedalam.

Selang beberapa menit,, Sivia mulai muncul diruang tamu.

“ada apa Cakk?? Dateng malem2 gini ??” tanya Sivia.

“ka Via, aku mau minta izin boleh ??”

Sivia mengerutka kening.

“minta apa ??” tanya Sivia lagi.

“aku mau ngajak Oik main basket ,,, boleh ga ??” tanya Cakka to the point.

“hah?? Ngapain main basket malem2???” tanya Sivia lagi dengan bingung.

“boleh ya kak ?? Cuma dilapanga situ doang kok ,,” kata Cakka memohon sambil menunjuk lapangan basket yang tidak jelas terlihat.

“emm, gimana ya ?” Sivia menimang-nimang.

Cakka masih menunggu Sivia dengan wajah berharap.

“yaudah,, tapi jangan sampai malem loh!!”

“lah?? Inikan udah malem kak ??” tanay Cakka bingug.

“huh, maksudnya jangan terlalu malem,,”

“oo, yaudah,, Oiknya mana kak ?” tanya Cakka.

“bentar,, Ik!” panggil Sivia. Oik segera datang dan malah memandang bingung mereka berdua, kenapa dia dipanggil lagi.

“ada apa kak ??” tanya Oik bingung.

“tanya tuh sama tamu kamu !!” Sivia tersenyum dan malah meninggalkan mereka berdua.

“ada apa Cakk??” tanya Oik penasaran.

“Ik, gue mau ngajak lo maen basket,, ka Via udah izinin! Cepet sana ganti baju !!! gue tunggu!!” jelas Cakka. Oik megerutkan kening.

“serius??”

“iya udah sana cepet ganti baju,,, “ kata Cakka tak sabar, lagian kalo kebanyakan nanya nanti keburu malem,

Oik langsung pergi kekamarnya untuk ganti baju.
############
@Rio’s bedroom

Rio masih mengetik tugas dari sang guru tadi di sekolah. Moodnya benar2 lagi berantakan. Dia masih enggan mengerjakan proposal penting untuk bahan meeting yang baru saja kemarin Ia menangkan.

TOKTOKTOK

Seseorang mengetuk pintu kamarnya. Rio menghela nafas dan segera berjalan kearah pintu. Seperti nyatanya,, Ia tidak mau ada orang yang masuk kedalam kamarnya.

Begitu membuka pintu ternyata Sivia. Iapun langsung keluar dari kamarnya.

“napa ka ??” tanya Rio malas2an.

“Ify mana ??” tanya Sivia sinis.

‘astaga!!’ Rio menepuk jidatnya. Ia lupa bahwa Ify tadi sempat berhenti di satu perumahan yang jaraknya masih jauh dari rumahnya. Dan sekarang Ify belum pulang,, pasti Ify tak tau jalan pulang.

“Rio, Ify kemana ??” tanya Sivia sekali lagi.

“aku lupa kak, Ify aku tinggal di perumahan Pondok Indah tadi !!” Rio langsung panik.

“apa ?? yaudah ,, cepet sana cari!! Cepett,!!!” suruh Sivia panik.

Rio pun lagsung berlari kebawah dan membawa mobilnya keluar dari halaman rumahnya.
Sementara Sivia yang memang ada meeting segera siap2 dan juga ikut pergi searah dengan Rio. Meskipun beda mobil.
############
Ify terus berjalan. Ribuan meter Ia tempuh dari tadi, namun tak kunjung menemukan jalan pulang. Ia semakin takut. Jalanan sudah sepi, memang, biasanya diperumahan seperti ini, jam 8 saja sudah sangat sepi seperti kuburan.

Ify malah menangis. Bahkan Ia tak tau sekarang Ia ada dimana. Ia sangat ingin pulang.

JEDER JEDER JEDER

Petir menyambar-nyambar tanda akan turunnya hujan. Ify semakin terisak.

“mama, tante,, Shill, Tuan Rio,, Ify takut!!” gumamnya sambil terus melangkah tanpa peduli hujan yang sudah mengguyur dunia perlahan.

Ify tak tau lagi harus kemana, akhirnya Ia terduduk di tepi jalanan. Dia pun sudah capek. Tidak kuat lagi berjalan apalagi berlari.

Bagaimana ini ? akankah Rio menemukannya ???? ahh,, tolonglah Ify!

Ify menggigit jarinya. Ia sangat takut, sangat sangat takut. Karena sudah lelah menangis, akhirnya Ify berhenti menangis. Dan malah balik arah ketempat dimana tadi Ia memulai jalannya. Tidak peduli pada hujan yang terus mengguyur malah semakin besar dan lebat. Perlahan matanya tak dapat melihat jelas, Ia pusing, Ia sangat pusing. Dingin sekali rasanya,
#######
Shilla masih tetap melajukan mobilnya, entah kemana, tadi dia Habis mengunjungi rumah teman lamanya, dan sekarang dia menuju jalan pulang mungkin.

Namun memang nasib,, mobilnya dengan perlahan berhenti,, dan ketika Ia melihat bensinnya, sudah berada di garis merah. Dan itu berarti … bensinnya habis.

Shilla keluar dari dalam mobil. Dan terpaksa Ia harus membeli bensin dulu baru Ia bisa pulang membawa mobilnya.

Sambil terus bejalan, Shilla tidak peduli dengan mata2 jahil orang2 yang dilewatinya. Sampai pada rasa takutnya muncul kala beberapa orang itu yang tak lain adalah preman, menghampiri Shilla.

“aduh neng, mau kemana ujan2 gini ??” goda si preman.

“apaan sih !! permisi ,, saya mau lewat !!” kata Shilla jutek dan cepat2 berjalan. Tapi tangannya langsung dipegang sama si preman satunya.

“gausah pegang2!!!” Shilla menepis tangan preman itu.

“aduh,, neng, galak ih, abang jadi gemes!!” (ihhnajongamitamitgua!!)

Shilla mendelik saat preman2 itu menggodanya.

“neng,, kita ke kamar yuk !!!” ajak si preman. Meskipun hujan tengah melanda , namun si preman itu tidak gencar menggoda Shilla.

“apaan Sih!!” Shilla mulai emosi, dan langsung berlari kala si preman itu mengejarnya.

“ayo neng,, dijamin sedep dah !!” si preman satunya lagi juga ikut2an.

“pergi lo semua ,, atau gua teriak nih !!” ncam SHilla.

“sono teriak!!! Ga bakal ada yang denger,,,hahaha” tawa si preman membuat Shilla semakin ketakutan.

“TOLONG!!! TOLONGGGG !!!” teriak Shilla. si preman malah ketawa-ketiwi karena menurutnya tak akan ada yang mendengar teriakan Shilla.

“udah,, bawa dia ayo !! sama2 nanti dia kita nikmatin !! haha” (astagfirullahh,, iuhh, amit gue!)

Si preman satunya malah menggendong Shilla. Shilla memberontak.

DUGG

Ia langsung menendang kaki si preman itu. payungnya terbang entah kemana. Shilla tidak peduli, yang ia sangat peduli adalah, bagaimana preman2 tersebut bisa ia kalahkan.

DUGG

Satu tendangan lagi untuk preman yang lain. Ternyata Shilla jago karate juga. Eitts, si preman satunya malah ngejulurin pisau. Shilla langsung kicep ngeliatnya.

“LEPASIN DIA!!!”
###########
Meskipun hujan tengah deras2nya. 2 insan ini tetap saja asik dengan permainan mereka , dengan sangat senang mereka bermain basket.

Oik tidak menyangka akan seseru ini bermain dengan Cakka. Satu yang Oik tau lagi tentang Cakka, Cakka itu jago sekali bermain basket.

1 jam mereka bermain dari tadi, dan Oik belum sama sekali bisa memasukkan bola ke dalam ring, sementara Cakka sudah banyak sekali dari tadi melakukan shoot,, bahkan tak jarang dari jauh.

“Cakk, aku ,, hh , capek !!” Oik ngos-ngosan . Ia memegang lututnya.

“nyeh, payah lo !!! mau gue ajarin ga ??” tawar Cakka.

“hah?? Mau mau.,, “ jawab Oik sambil mengatur nafasnya.

“ayo sini !” Cakka memainkan jarinya,, mengarahkan Oik agar menghampirinya. Oik pun berjalan menghampirinya.

“gini caranya ..” Cakka mulai mengajarkan Oik bermain basket, dari mulai teknik drible sampai ngeshoot bola semuanya dia ajarin tanpa kurang. Terkadang Oik salah melakukanya, namun terkadang juga dia berhasil.

Cakka hanya tersenyum, akhirnya mereka bisa ngelakuin PEDEKATE itu.

“shoot sekali lagi coba ???” tantang Cakka.

Ia sekarang berada dibelakang Oik. Dan tangannya memegang tangan Oik yang memegang bola(ngerti??)

“siap ??’ tanya Cakka. Oik hanya mengangguk. Akhirnya tangannya dan tangan Cakka terangkat dan langsung melempar bola kedalam ring.

“masuk !! horeee!!” kata Oik girang sambil lompat2.

“haha,, siapa dulu gurunya ??? CAKKA …” Cakka menunjuk dirinya sendiri.

JEDER JEDER JEDER

Petir menyambarnyambar. Refleks Oik menubruk tubuh Cakka. Dan mereka sekarang berpelukan ditengah hujan (bahasanya ,, ckckck)
##########
Sivia melajukan mobilnya cepat. Tidak peduli dengan jalan yang licin karena hujan. Tadi dia habis meeting. Dan dia lupa ada satu proposal yang mesti ditandatangani ayahnya.

Dari kejauhan seseorang berjalan dengan sempoyongan, layaknya orang mabuk,, bukan,, sepertinya dia memang sedang mabuk.

Sivia yang memang sedang buru2 hanya membunyikan klaksonnya.

TINNNN TINNNNN TINNNNN

Seseorang itu nampaknya tak peduli dengan bunyi klakson yang bersumber dari mobil didepannya.

TINNNNNNNNNNNNNN

CKITTTTTTTT

Seorang itu terjatuh tepat didepan mobil, dan sepertinya pingsan. Sivia yakin itu bukan salahnya,, sepertinya seseorang itu tidak tertabrak mobilnya. Mungkin itu pengaruh dari alkohol yang ditegaknya.

Sivia turun dari mobilnya, dan melihat siapa yang barusaja mengganggu perjalanannya.

“ya Allah …”
###########
Rio melajukan mobilnya ngebut2. Bagi dia ngebut saat begini sudah biasa, namun sepertinya keberuntungan tidak berpihak padanya.

SRTTT SRRRTTT

Mesin mobilnya berbunyi dan perlahan berhenti.

“arggh, sial !!” Rio memukul stir mobilnya. Meskipun pintar, Rio paling tidak tau menau tentang mobil ,, ahh,. Kalo sudah begini, tak ada yang bisa menolongnya.

Rio keluar dari mobilnya sambil memayunginya. Ah mobil sialan ,, gerutunya.

Rio masih terus berjalan, yang ada dipikirannya sekarang, hanyalah, dimana Ify, DIMANA IFY !!!

“lo dimana sih Fy ???” Rio mengacak-acak rambutnya. Tiba2..

“heh, keluarin bareng2 lo !! jam tangan, hape, semuanya!!” paksa seseorang.

“apaapan nih ??” Rio langsung memandang bingung mereka semua.

“alah, kebayakan bacot lo !! serahin semua barang berharga lo !! atau gua habisin lo !!” ancam orag itu.

“silahkan, gua ga takut !” kata Rio tersenyum remeh.

BUKKKK

Satu pukulan mendarat di wajah Rio. Membuat Rio jatuh tersungkur. Rio tidak sama sekali membalas. Pikirannya melayang ke masa lalu.

FLASHBACK

BUUUK BUUUKK

“ahh, “ desahnya, seperti merintih.

BUKK BUKK

Tanpa ampun seseorang itu masih saja memukul si anak kecil ini dengan teganya.

“mau lari kemana kamu ?? hahahahahahaha !!” tawa orang itu licik.

Anak itu hanya bisa menangis. Tepi bibirnya telah berdarah. Matanya merah menahan tangis,, wajahnya lebam dan bengkak.

“mama tolong Rio, hiks hiks !!” isaknya. Orang itu hanya tersenyum licik.

“makanya, tebus dulu uang itu, jika sampai malam ini orang tua lo belum juga ngirim uang itu,, mapus lo ditangan gua ..” kata Orang itu licik dan sekali lagi menendang wajah Rio.

Rio hanya bisa meringis menahan sakit dan tak henti2nya menangis. Namun keberuntungan masih berpihak padanya.

Ayahnya sendiri datang tanpa membawa polisi dan langsung menebus uang yang diminta oleh si penculik. Beruntungnya Rio selamat dan berhasil dibawa pulag oleh pak Dhika, ayahnya.

Namun kejadian itu menimbulkan sebuah trauma yang besar, sangat sangat besar.

FLASHBACKEND

BUUKK BUKKKK

Rio hanya diam saat para preman itu menghajarnya habis2an. Dia trauma, di sangat trauma.

Para preman itu dengan mudahnya mengambil jam tangan Rio, dan barang berharga Rio yang lainnya. Sementara Rio hanya duduk di tengah jalan dengan lemas. Tidak, bukan tidak bisa melawan, bukan Ia takut, dia hanya …trauma.

Setelah puas mengambil barang2 berharga Rio-kecuali mobil- preman itu pergi dengan puas. Meninggalkan Rio disana , sendiri. Rio berdiri. Lemas sekali rasanya. Sekujur tubuhnya lemas, sangat lemas.

Tepi bibirnya berdarah. Ia mengelap pelan darah itu. dan kembali melanjutkan jalannya yang sempat tertunda tadi. Melupakan semuanya. Melupakan kejadian barusan.

Dari arah berlawanan, Rio melihat seseorang berjalan sambil menunduk. dia ….

“IFY!!” teriak Rio dan segera menghampiri gadis itu. dengan sedikit pincang, karena bekas tonjokan masih terasa di sekujur tubuhnya.

Ify melihat kearah sumber suara, dan tersenyum kala melihat seseorang itu Rio. Dia berhenti berjalan. Meski terasa pusing, Ify tetap berusaha melihat jelas.

Ahh, apa?? Aduuh, mengapa sangat pusing ??? ahh, dinginnnn sekali dirinya.

“Fy, lo kemana aja ??” tanya Rio antusias saat tiba didepan Ify.

BRUKKK

-BERSAMBUNG-

Egokah Aku part 13

Egokah Aku –part 13

######

Ify keluar dari kamar Shilla setelah tadi menghubungi mama Shilla agar datang,, kan kasian kalo orangtuanya sampai2 tak dihubungi. Dan menuju kekantin mencari Rio yang emang bilang mau kekantin tadi. Dia juga pengen bilang masalah traansfer rekening sama papa Iel karena tadi sempat lupa.

Senyum Ify mengembang menemukan Rio yang lagi bicara sama Cakka. Entah apa yang dibicarakan .

“Tuan Rio !” panggilnya. Membuat Rio menghentikan pembicaraanya lalu menoleh ke Ify.

“kenapa ??” tanya Rio sambil meminum kopi hangatnya.

“tadi saya kan teleponan sama papanya Gabriel, katanya dia mau ganti semua uang yang udah tuan bayar ke administrasi, dan dia minta no rekening tuan!” jelas Ify to the point.

BRUTHH ,, Uhuk .. Uhuk..

Rio keselek mendengar Ucapan Ify. Lalu terbatuk karena saking parah keseleknya.

Cakka yang emang ga tau Gabriel siapa ga kaget dengan ucapan Ify tadi. Ify menahan ketawanya. Rio menoleh kaget ke Ify.

“serius lo?? bokapnya Iel punya rekening ?? bercanda lo fy, haha” Rio yang menganggapnya bercanda, hanya tertawa.

“saya tuh serius tuan ,, kalo ga percaya ,, tuan telepon aja papanya Iel ,, ni telepon.” Ify memencet tombol hijau di hapenya. Rio hanya memandang tidak percaya.

“halo ,,” sapa papa Gabriel.

“halo om, ini saya Ify, ada yang mau ngomong nih sama om ,,” kata Ify seraya memberikan HPnya ke Rio. Rio mengambilnya.

“ha .. halo ..” sapa Rio terbata.

“halo, ada apa nak ?? ini siapa ??” tanya papa Gabriel.

‘kok kayak kenal suaranya ..’ batin Rio mengingat ingat.

“pak, saya Rio, apa benar bapak mau minta no rekening saya untuk mengganti biaya administrasi Gabriel ??” tanya Rio penasaran.

“iya, tolong ya kirim via mesagge saja, kirim juga berapa jumlah biayanya … makasih nak sudah mau menolong Gabriel ..” kata papa Iel ramah.

“iya pak sama2 , nanti saya smsin pa, ditunggu ya pak !” kata Rio sambil menutup teleponnya dan memandang Ify tak percaya.

“ehh, sumpah Fy,, gue kenal suara papanya Iel !” kata Rio mengingat-ingat lagi, sambil mengirim pesan ang tadi di minta papa Iel.

“siapa emangnya Yo ??” tanya Cakka penasaran.

“ini loh Cakk, gue kayak kenal sama suara papanya Iel,,tapi siapa ya ??” Rio berfikir lagi, rasanya suara papa Iel itu ga asing banget.

Rio masih terus berfikir dan berfikir …

CLING

Lampu di atas kepala Rio menyala dan tersenyum kala mengetahui siapa papanya Iel.

“gue tau … Fy nama panjang Iel siapa ??” tanay Rio.

“emm, katanya dia sih, Gabriel Stevent Damanik ..” jawab Ify .

Rio menganga mendengar nama Gabriel,, Cakka pun juga, Cakka tau pasti kalau begitu Gabriel itu siapa.

“jadi ,, Gabriel itu ………..”

BRAKKKK
#########
Shilla menghadapkan dirinya ke Alvin. Lalu dengan perlahan melipat kakinya. Dia mengikuti Alvin yang tadi berlutut.

“Shill, lo apaapaan sih ?? bangun ah !!!” Alvin menarik Shilla agar bangun. Tapi Shilla menggeleng.

“maaf ya …” katanya sambil tersenyum dan menatap mata Alvin.

Alvin menatap Shilla kaget.

“Shill, gue kan ga marah sama lo ! lo ngapain minta maaf ??” tanya Alvin sambil menarik Shilla berdiri. Shilla mengelak lagi.

“ga, lo harus maafin gue dulu !!” Shilla menggeleng.

“sumpah, gue ga marah sama lo !!” kata Alvin masih mencoba membangunkan Shilla.

“ih, lo tuh ,, tadi gue ga coba bangunin elo kan ,, yaudah sekarang lo biarin gue kayak gini !!”

“tap .. tapi …”

“kebanyakan tapi lo !!” Shilla sewot. Ehh, tapi langsung inget kalo dia lagi minta maaf. Yaudah, Shilla langsung ngambil tangan Alvin , dan langsung mencium tangan itu.

“Shill …” Alvin kaget dengan apa yang dilakukan Shilla.

Shilla tersenyum.

“maafin gue ???” pintanya.

“emm, oke oke, gue maafin ! ayo bangun ahh, gue gasuka lo kayak gini !!” Alvin membangunkan Shilla, kali ini dia ga nolak.

“sama kan ?” tanya Shilla .

“lo bikin gue ngelanggar janji gue tau ga !!” kata Alvin sedikit sewot.

“oh ya ?? maaf !!” kata Shilla pura2 melas.

“emang janji apa ?” tanya Shilla lagi.

“janji kalo gue ga bakal nyakitin lo !!” jawab Alvin jujur dan langsung pergi dari balkon kamar rumah sakit itu.

Shilla tersenyum, ternyata Alvin pernah janji begitu ya ..

“oow, segitu sayangnya lo ama gue ??” ledek Shilla. Alvin memberhentikan langkahnya mendengar ucapan Shilla.

“menurut lo ?? gue sampe ngerendahin diri gue buat dapet maaf lo ,, ga cukup buktiin kalo gue sayang banget sama lo Shill!!” serunya, terdengar sedikit lirih.

Shilla tersenyum lagi. dan langsung menghampiri Alvin.

“Vin …” panggilnya. Alvin menoleh.

Shilla langsung menarik Alvin dan memeluknya. Cukup lama dalam beberapa saat. Dia ga berniat apa2. Hanya ingin membuat kejadian tadi sama seperti sekarang. Juga mungkin ingin membuat Alvin merasakan ketulusannya,, untuk sekedar sandaran juga bagi Shilla,, sekarang dia sedang kesepian..

Shilla melepaskan pelukan itu. Alvin sempat bingung mengapa Shilla memeluknya.

“Shill ??” panggilnya tak percaya.

“sama lagi kan ??” kata Shilla sambil tersenyum.

Alvin hanya menggeleng-gelengkan tanda tak percaya. Shilla melakukan semua yang tadi sore mereka lakukan. Bener2 gila.

“emm tapi ……………” gumam Alvin pelan.

“tapi ??” tanya Shilla masih tersenyum.

“tapi lo ,, sayang ga sama gue ??” tanya Alvin langsung membuat senyum Shilla menghilang perlahan.

“emm, gu ,, gue ..” jawab Shilla gelagapan, bingung mau jawab gimana.

“Sssstt, gue udah tau Shill, jawabannya ,,” Alvin menaruh jemari telunjuknya didepan bibir Shilla.

“maaf Vin, gue belum bisa bales perasaan lo !” Shilla menepis tangan Alvin pelan. Alvin tersenyum.

“gapapa ,, gue ngerti kok!” Alvin tersenyum dan kemudian pergi dari kamar itu.

Shilla hanya menggigit bibir bawahnya. Tuhkan, jadi ngerasa bersalah lagi.

“Vin , lo ga marah kan ??” Tanya Shilla . membuat Alvin menghentikan langkahnya tanpa berbalik.

“engga kok !! gue mau nyari Rio dulu yah ,, bye ..” Alvin melanjutkan langkahnya lagi. Shilla hanya mengangguk meski tak dilihat Alvin.

Alvin berjalan keluar dengan santai, akhirnya masalah dengan Shilla selesai juga. Batinnya lega.

Alvin berjalan dengan santai kekantin, siapa tau Rio ada disitu (emang bener Rio disitu) tapi kalo ga ada yaudah cari lagi.

Tiba2 dia melihat sesosok yang dikenalnya, berjalan membelakanginya. Alvin menyipitkan matanya.

“hey ..” sapa Alvin berjalan kearah sosok itu. Lelaki itu menoleh dan membelalak. Sekali lagi Ia kaget.. karena harus bertemu dengan seorang yang Ia kenal.

Lelaki itu mempercepat jalannya agar tidak tertangkap Alvin . Alvin pun setengah berlari mengikutinya.

“hey Gabriel…” panggil Alvin lagi. membuat Gabriel memejamkan matanya karena sudah tidak bisa mengelak.

Namun sebelum Alvin berhasil meraih bahunya, Gabriel terus saja berlari. Hingga sampai dikantin. Gabriel melihat Rio, dan Cakka disana, juga Ify.

“ehh, Gabriel tunggu!!” panggil Alvin sekali lagi.

Gabriel masih terus memperhatikan mereka bertiga dan terus berlari tanpa melihat jalan.

BRAKK

Akhirnya Ia tersandung kursi didepannya karena tidak melihat jalan. Rio yang sedang berbicara serius langsung menghentikan ucapannya dan menoleh ke sumber bunyi.

Alvin tertawa kecil melihatnya lalu menghampiri Gabriel bangun. Sementara Gabriel Cuma cengengesan karena malu menjadi pusat perhatian seisi kantin rumah sakit.

“makanya jalan hati2,” Alvin menarik Gabriel. Gabriel langsung menunduk kearah Alvin.

“Iel lo kenapa si ??? itu kepala loe diperban !!” tanya Alvin bingung. Gabriel langsung menarik Alvin menjauh dari kantin, diikuti tatapan aneh dari Rio, Cakka, dan Ify.

“lo aneh Yel !!” Alvin memandang Gabriel tak percaya.

“aneh ??? maksud lo ??” tanya Iel menyembunyikan kekagetannya bertemu Alvin.

“lo kenapa ada disni ?? kepala lo diperban?? Om Bima mana ??? sejak kapan elo nyampe di Jakarta???” kok lo ga ngasih tau gue ??” tanya Alvin bertubi-tubi.

“wetts, santai Vin, nanya lo banyak banget,, bingung gue jawabnya…”

“hh, oke,, lo kenapa disini ??” tanya Alvin lagi.

“gue kecelakaan tadi ,,” jawab Iel berhati-hati. Soalnya dia yakin, Alvin pasti kaget.

“serius lo ?? emm tunggu ,,, om bima mana ???” tanya Alvin lagi.

“ehh, ee, dirumah !!” jawab Iel jujur. Dan langsung marah2 dalem hati karena dia malah ngomong begitu.

“loh terus lo bisa disini gimana caranya ??” tanya Alvin lagi dan lagi.

“gue yang bawa !!” jawab Ify dan Rio yang baru dateng bersama Cakka.

Alvin menoleh, sementara Gabriel memejamkan matanya dan menunduk, yahh, ketauan deh,, batin Iel pasrah.

“apa? Lo berdua?? Ohh, jadi Gabriel yang lo bilang tadi itu Gabriel toh !!” Alvin mengangguk angguk.

“lo kenal Iel Vin?” tanya Ify bingung.

“iyalah dia kan …” Mulut Alvin langsung dibekap Iel , dan Iel membawa Alvin menjauhi mereka semua.

“lo kenapa sih yel ???” tanya Alvin setelah Iel melepaskan bekapannya.

“pliss, Vin, pliss, jangan kasih tau mereka tentang gue !!! pliss!!” mohon Gabriel.

Alvin mengerutkan kening.

“kenapa ?? Rio kenal sama bokap lo ?? Cakka kenal sama ade lo!! Berarti mereka udah kenal lo kan ?? Ify juga udah kenal sama elo ,, ga da yang bisa disembunyiin !!” jelas Alvin.

“tapi ga ada yang tau kalo pa Bima itu bokap gue, ga ada yang tau kalau Acha itu ade gue, ga ada yang tau gue sebenernya ,, udah lo diem aja ,, oke ! terutama jangan sampe lo kasih tau ke Ify tentang gue !! awas kalo sampe kebongkar,, besok juga,, mampus lo ditangan gua !!” ancam Gabriel.

Alvin terkekeh.

“oke oke… tapi Rio udah tau kok ,,, Cakka juga udahh, tapi mungkin Ify belum !!!” jelas Alvin santai.

“Rio itu kerja diperusahaan Yel, dia bisa tau siapa2 aja yang pernah meeting dan kerja diperusahaannya itu.. siapa yang ga kenal anaknya Om Bhima Rizky Damanik (pinjem damanik Yel dibelakangnya ,, hehe), pemilik perusahaan Revolution Office International Group, seorang kaka dari pemilik Sin …..” penjelasan Alvin yang terkesan menyindir itu dipotong sama Iel.

“bisa diem ga ?? gue gibeng lu !!” ancam Gabriel lagi.

“kenapa sih emangnya ??” tanya Alvin bingung.

“ada lah, pokoknya lo tutup mulut aja ! awas lo lemes!!” ancam Gabriel lagi.

“udah udah, oke oke ! tapi bayarin gue makan sushie besok ? gimana ??” sogok Alvin sambil memainkan matanya.

“huh, Iya iya,, tapi malem aja ya ,, jangan siang2, nanti ,, ketahuan lagi !!” Gabriel mengangguk pasrah,, makan sushie doang,, pikirnya (doang palalu peyang!!)

Alvin tersenyum menang.

“trus mereka taunya lo siapa ???” tanya Alvin penasaran.

“pedangang asongan, yang nyelamatin anak kecil dan dipekerjakan restoran milik orang tua anak kecil itu ,,,”jelas Gabriel. Alvin langsung terkikik. Matanya seakan berkata ‘serius sumpah?’

“oke,,, wkwkwkwk,, gue ga bisa bayangin elo jadi pedagang asongan ,, haha!!” Alvin tertawa cekikikan. Gabriel hanya mendengus.

“yaudah2 , gue mau ke Rio dulu!! Dahhh!!”Alvin melambaikan tangannya pada Iel, Gabriel hanya diam melihat kepergian Alvin.
############
Rio, Ify dan Cakka menunggu menjelaskan tentang siapa Gabriel sebenarnya.

“suerr, terkewer-kewer ,,, Gue Cuma kenalan doang waktu nemu dia ditaman , lagi jualan,, sumpah !!” Alvin membentuk huruf V dengan jarinya.

Rio dan Ify masih memandang Alvin curiga. Cakka memegang dagunya layaknya seorang juri masak yang sedang melakukan penilaian pada sang koki.

“ihh lo pada ga percaya ya terserah,,” kata Alvin kesal karena ga berhasil meyakinkan mereka.

“emang terserah kita !!” kata mereka bertiga kompak masih sinis ngeliat Alvin. Alvin Cuma cengengesan.

“yaudahlah,, intinya gue ngomong bener!!” Alvin langsung pergi entah perjalan kemana,, diikuti pandangan curiga dari Ify,, sementara Rio dan Cakka menganggap itu tidak perlu dipermasalahkan.

“yaudah,, kita mending pulang, Fy,, Gabriel mungkin udah dijemput bokapnya, soalnya tadi gue udah sms ke bokapnya dan bilang mau pulang pake hape lo !, otomatis bokapnya jemput kan ??” kata Rio enteng,.

“huft, oke,, tapi kita pamit dulu sama Gabriel !!”

“gausah sih,,” Rio menarik tangan Ify yang tengah berbalik.

“gasopan tau !! main pergi aja,,” Ify melepaskan tangan Rio kemudian setengah berlari karena takut Rio menahannya lagi. Rio menghela nafas.

“Cakk , gue kesana dulu ya,, sampe ketemu disekolah !! bye !!” Rio pergi menyusul Ify,,Cakka hanya mengangguk dan pergi dari sana menyusul Alvin yang entah kemana tadi.
############
“Shilla!! kamu gapapakan ??? aduh kenapa kamu bisa dirumah sakit sih ?? hape kamu juga ga aktif,, kenapa sih ?? tadi bilangnya mau kemall, tapi kok malah masuk rumah sakit ???” omel mama Shilla begitu masuk kedalam kamar Shilla.

“aduhh, mama lebay ahh, Shilla gapapa kok Cuma kurang makan doang !!hape aku ga sengaja jatoh tadi,, makanya rusak,, tenang ajalah !!” kata Shilla enteng.

“haduh,, yaudah2 ,, kamu udah makan ?? minum obat gimana ?? siapa yang bayarin administrasinya??? Udah boleh pulang belum ??” tanya mama Shilla bertubi-tubi.

“plis deh ma,, udah kok, temenku yag bayarin,, aku juga udah boleh pulang.”

“yaudah,, ayo pulang sekarang !!” ajak mama Shilla.

“tapi mahh, aku mau bilang dulu sama temen aku !!” Shilla mencegat tangan mamanya yang melepaskan infusenya.

“yaudah sana,, emang temen kamu dimana ??” tanya mama Shilla.

“yaudah,, aku cari dulu !!” Shilla beranjak dari kasurnya dan langsung keluar kamarnya ,, sementara mama Shilla hanya mengikuti.
#####
Setelah tadi Rio dan Ify izin ke Gabriel pulang, dan Gabriel mengangguk meskipun terlihat raut wajah kecewa,, abisnya Ify masa mau pulang *sabar Yel, ada si penulis kok :P

Rio dan Ify berjalan kearah mobil kantor dan langsung melesat kearah HA> nanti pulang mereka bisa naik taksi atau minta dijemput supir.

Sunyi … hanya ada bunyi para kendaraan di luar yang saling mengklakson dan berderu dahsyat,, karena ngebut,, dan mobil yang Rio kemudikan termasuk salah satu dari bunyi deru yang berisik itu.

Ify tidak tau harus bicara apa,, Rio pun juga, sepertinya tidak perlu ada yang bicara memang.

Ify dan Rio sama2 tersenyum kala mendapatkan ide untuk menghancurkan kesunyian yang tercipta itu.

TAPP

Tangan Rio menumpu pada tanga Ify kala menekan sebuah tombol . ya,, mereka memang berniat menyalakan radio. Namun yang terjadi hanyalah kekagetan semata dan membuat mereka kembali terdiam. Rio lupa mungkin, bahwa Ia sedang mengemudikan mobilnya.

Rio masih terus melajukan mobilnya meski pelan. Tangan mereka, sesungguhnya dari tadi mereka hanya diam menatap tangan Rio yang menumpu pada tangan Ify. Rio tak sadar,, masih tak sadar,, begitu juga Ify.

Tak ada yang bisa membuyarkan khayalan mereka sekarang.

TINNN TINNN

Sebuah mobil dibelakang mobil Rio mengklakson karena jalan Rio yang terlalu lambat. Rio yang menyadari segera melepaskan tangannya itu dan kembali melihat kembali kedepan.

“emm, sory!” gumamnya.

“hah? Gapapa ,,” Ify menoleh kearah Rio dan tersenyum. Rio yang melihatnya langsung…

“eh, tu, tuan !!” Ify terkesiap ditempatnya,, habisnya Rio menjalankan mobilnya oleng,, tak tau kenapa pikirannya tak menyatu dengan raganya saat melihat senyuman Ify,, rasanya,, apa ya ??

“so ,, sorii, abisnya lo manis banget sih !!!” kata Rio mempernormal laju mobilnya.

“lah?? Hubungannya sama jalan oleng apaan ??” tanyaIfy bingung.

“ya gue jadi kelepek2 dan ga nyadar !!” jawab Rio jujur.

Ify terkekeh ,, didalam hatinya ada rasa senang yang mendalam sebenarnya. Pipinya pun bersemu merah.

“haha, bisa aja !!” Ify kembali menghadap depan, masih mencoba menetralkan kembali jantungnya yang sekarang-ternyata- berdegup sangat kencang. Rio hanya senyam-senyum gaje. Sebenernya ada perasaan degdegan juga yang Dia rasakan.

“Fy,,” panggilnya.

Ify hanya menoleh,, tak berani menyaut.

“kita ke sana ya ???” kata Rio menunjuk sebuah,, tempat makan saung .

“hah?? Ngapain ??” tanya Ify melongo.

“yee, makanlah,, emang mau ngapain lagi ??? pasti dari tadi siang lo belom makan kan ???” tanya Rio sambil menepika mobilnya di tempat parkir restoran itu.

Ify hanya mengangguk sekilas, melihat restoran didepannya yang sangat menakjubkan, selain angin sepoi2 yang terasa saat Ify keluar dari mobil juga sebuat danau didepan saung makan itu, membuatnya sangat terlihat romantis.

Ify menghirup udara disini, alami sekali,, pikirnya.

Rio memilih saung yang paling dekat dengan danau,, agar mereka bisa lebih merasakan sejuknya malam ini.

“mau pesen apa ??” tanya Rio saat sang waiters berjalan kearah mereka.

“apa aja ,” jawab Ify masih melihat kearah danau yang busett, keren banget.

Rio tersenyum simpul melihat mata Ify yang tetap tak lepas memandangi danau itu. lalu berbicara tak banyak kepada waiters. Dan waiters itupun langsung pergi.

“bagus ya ??” tanay Rio sambil melihat juga kearah danau.

“iya,, disini tenang,, bikin semua masalah rasanya jadi ilang sekejap,,” Ify menghela nafasnya,, sepertinya dia sedang tidak ada masalah, tapi kenapa rasanya seperti bebannya selama ini terhapus.

“iya, disini tenang banget ya,, “ Rio mengangguk anggukan kepalanya tada setuju dengan Ify.

“tuan pernah kesini ??” tanya Ify penasaran.

Rio berfikir sebentar,, mengingat-ngingat apakah Ia pernah ke tempat ini sebelumnya *gituajalupaYo.

“belom kayaknya ,,” jawab Rio masih setengah mengingat.

“trus?? Kok bisa kesini sekarang ??” tanya Ify lagi.

“gatau, mau aja ,, tertarik pas tadi liat tempatnya,, “ jawab Rio sekenannya.

“oh ..” gumam Ify,, lalu kembali kearah danau itu. melihatnya lagi.

“Fy,, “ panggil Rio lagi.

“hmm ,,” jawab Ify singkat.

“gue .. sa,sayang lo !” gumamnya seperti berbisik. Hingga terdengar hanya samar. *riokecepetanbilangnyanih!!!

“hah? A …. apa ??” tanya Ify yang sebenernya cukup mendengar apa yang Rio katakan. Namun hanya memastikan apakah yang Ia dengar tadi salah apa benar,, Ia pun juga terkesiap kala mendengarnya.

Rio tersadar dari apa yang baru Ia katakan tadi. Dan langsung bingung, sesungguhnya diapun tak mengerti apa yang baru saja Ia katakan.

“em, apa ?? gue lupa ,, gue ,, apa tadi gue emang bilang apa ??” tanya Rio berbelit belit, juga salting. Entah kutukan dari mana, Ia bisa berbicara seperti itu tadi.

“emm, mungkin salah denger!” Ify langsung mengalihkan pandangannya kearah lain. Sayangnya ga bener, batinnya kecewa,, entah mengapa.

“ehh, makan aja deh,, tuh udah dateng,,” Rio segera menghadap kearah meja, begitupun Ify ketika barusan mendengar seruan Rio.

Mereka makan dalam diam saat sajian itu disajikan .

Rio masih menyesal dan merutuki dirinya,, kalimat apakah yang baru Ia katakan beberapa menit yang lalu,, aneh.. pikirnya.

“oiya, Fy,, besok ada latian musik jam 3,, lo bisa kan temenin gue ??” tanya Rio sambil memakan makanannya.

“bisa,, itu udah tugas saya ,,” kata Ify juga sambil mengunyah. Lalu mereka kembali makan dalam diam, larut dalam pikiran masing2.

PLUK

Sebuah sendok terjatuh kebawah. Membuat pikiran Ify dan Rio tersadar lagi, membuat semuanya kembali lagi. Ify dan Rio sama2 menatap sendok yang terjatuh itu, dan pikiran mereka berduan sama.

TAPP

Lagi2 peristiwa sering itu terjadi,

DEG

Kali ini mata mereka saling menatap. Tidak peduli dengan angin yang terus bertiup. Percikan air danau yang serasa menjerit. Jarum waktu yang terus saja berjalan. Detik yang terdengar tajam. Dan mereka tentu masih bertahan pada posisi seperti itu.

Meluapkan segala derap detak jantung yang seperti menggebu, melontarkan maksud dari suara2 bergetar itu,, memperjelas maksud dari darah yang mengalir cepat itu, meluruskan rasa, membongkar kata … cinta …

Apa ? sekarang apa ?? lantas mata mereka tak bisa menghindar lagi ??? manik mata mereka sama2 saling menelusuri,, menciptakan susunan nada membentuk sebuah rasa, iya kan ??

Angin itu masih menjadi saksi mereka,, melewati semuanya.. dan Rio pun masih tidak bisa pergi mengabaikan mata bening itu. tak bisa, sungguh tak bisa, begitupun dengan Ify.

‘nit not nit not’

Dan lantas ??? mereka harus kembali ke dunia nyata,, harus menetralkan detak jantung masing masing, harus terlepas dari mata indah itu.. oh sudahlah.

Ify mengambil Hpnya yang bergetar lalu membaca sebuah SMS.

‘lagi dimana ?? kenapa belum pulang ??’ SMS dari bu Dina yang memang sudah menegtahui no Ify.

Dan kali ini Ify terpaksa membalasnya karna tidak ingin membuat cemas para seisi rumah.

‘lagi temenin tuan Rio makan, bu,’ lalu segera mengirimnya.

Rio hanya melanjutkan makannya sambil sesekali melihat Ify yang sibuk dengan HPnya. Mereka tak mengungkit tadi, biarlah itu hanya menjadi kegalauan semata. Agar tak ada yang perlu diucapkan. Toh mereka hanya tidak sengaja.

Mereka makan lagi, dalam diam,,, hanya bunyi sendok dan piring yang saling beradu,, Ify segera menyedot habis minumannya.

Rio yang sudah selesai duluan hanya melihat Ify sambil tersenyum kecil.

“makan tuh yang bener!!” tangannya mengelap tepi bibir Ify sambil tertawa kecil. Ify hanya diam kala Rio melakukannya,, ahh, ayolahh, jangan bikin jantungnya berlompat-lompat.

Selesai itu,, Rio langsung menaruh uang di bon yang telah dikasih sama waiters tadi.

Sehabis itu langsung menarik Ify dan pergi dari rumah makan itu. mobilnya segera melesat agar tidak berlama-lama dan terjebak macet.

-BERSAMBUNG