Sabtu, 18 Juni 2011

Egokah Aku part 12

Egokah Aku –part 12-

Rio, Ify dan Cakka masuk kedalam ruangan. Terlihat Shilla yang sedang diam merenung.

“hay, Shill !” sapa Ify sambil tersenyum. Shilla hanya tersenyum memperhatikan mereka bertiga.

“Alvin mana ??” entah mengapa bibirnya bertanya seperti itu. Ia malah sangat penasaran Alvin kemana.

“Alvin,,, lagi tebus obat!” jawab Rio tanpa nada,, hh, masih saja, saat bertemu Shilla dia tak bisa tersenyum. tapi sukur2 masih mau menjawab pertanyaan Shilla.

“Shill lo cerita sama gue,, ada apa sama lo sama Alvin tadi sebelum kita kesini !” suruh Ify.

Diikuti anggukan Cakka.

“iya Shill, lo tau ga, gue udah cape2 bawain magkuk bubur itu tuh sama roti, eh pas kesini lo berdua malah ngilang!” jelas Cakka sambil menunjuk mangkuk bubur dan roti berserta minumnya yang sepertinya sudah dingin.

“em, lo berdua bisa keluar.. gue Cuma mau crita sama Ify!” katanya sambil menatap mereka bertiga.

“yah, ga seru lo Shill!” gerutu Cakka.

“udahlah, Cakk, ayo keluar ,, nanti kita tanya sama Alvin!” ajak Rio. Cakka hanya mengangguk pasrah.

“semua, gue keluar!” kata Rio lagi, dengan tanpa nada, membuat Shilla menghela nafas mendengarnya.

“iya gue juga!” kalo Cakka so pasti dengan nada yang pasrah dan langsung keluar dari ruang itu.

Setelah dipastikan menghilang dari pandang , Ify langsung menagih cerita Shilla.

“jadi lo sama Alvin kenapa??” tanya Ify penasaran.

Shilla menghela nafas dan menceritakan dari awal, mulai dari dia mendengar Alvin membisikkan sesuatu sampai Alvin memeluknya hinga Ia digendong Alvin kekamar. Semuanya Ia ceritakan lengkap tak ada yang kurang.

Ify ternganga mendengar cerita Shilla , dan dia baru saja memuji-muji Alvin dalam hati.

“sumpah , Shill, lo tega banget sama Alvin, dia tuh ga salah,, keinginan dia itu mulia banget Shill,! Lo , lo gila Shill!!” kata Ify menggebu-gebu membuat Shilla menyesal.

“tapi gue ga suka, selama ini dia ngintilin gue gitu,, gue ga suka Fy!!” katanya dengan nada lirih.

“tapi Shill, dia ga pernah ganggu elo kan ? dia Cuma mau lo baik2 aja, Alvin itu bener2 the best Shill, dia ga salah, tapi dia malah ngerendahin dirinya buat dapet maaf dari elo !! elo yang harus minta maaf sama Alvin!” seru Ify membuat Shilla semakin takut. Dia takut Alvin tak akan memaafkannya.

“terus gue harus gimana Fy??? Apa gue harus berlutut juga sama kayak yang dia lakuin tadi ??” tanya Shilla bingung.

“itu terserah elo! Tapi yang jelas, Alvin balik kekamar ini, lo harus minta maaf sama dia, gue Cuma bisa saranin itu, gue ga mau ikut campur, itu masalah elo! Tapi sekali lagi, gue akuin Alvin emang baik banget sama elo,, gue bakal bahagia banget kalo dicintai orang sebaik dia!” jelas Ify lagi.

Shilla menatap Ify lalu berfikir bagaimana caranya Ia meminta maaf pada Alvin.

“yaudah gue keluar dulu, good luck Shill!” Ify melangkah keluar dan bertemu Alvin diluar pintu, tepat saat ia ingin masuk.

“eh, Fy, kok keluar? Ayo masuk !” ajaknya. Ia tak mau hanya berdua saja dengan Shilla. Tidak, Alvin tidak marah,, hanya tak ingin menyakiti dirinya dan Shilla lagi.

Ify tersenyum.

“gue salut sama lo ! good luck ya !” Ify menepuk-nepuk pundak Alvin. Alvin mengerutkan kening.

“lo salut sama gue ?? kenapa ??” tanyanya bingung.

“lo … gue dah denger semuanya dari Shilla. Ahh, Alviinn !!! Shilla beruntung tau ga disayang sama elo !!” kata Ify histeris sambil menggoyang-goyangkan tubuh Alvin.

Alvin tersenyum lirih.

‘sayangnya dia ga merasa kayak elo, Fy!’ batin Alvin lirih.

“Vin, lo masuk sekarang, dan selesain masalah elo sama Shilla, oke ??”

Alvin hanya mengangguk dan segera masuk kedalam.
###################
Alvin dan Shilla masih diam2an didalam ruangan itu. Yang tercipta hanya kesunyian semata. Shilla masih terus membuang mukanya dan menelan ludah saking deg2annya. Alvin terus melihat Shilla dengan wajah berharap.

Shilla masih membuang muka, masih memikirkan bagaimana caranya meminta maaf pada Alvin.

DAG DIG DUG

Jantung Shilla ajep2 sendiri. Membuat Shilla tidak bisa mengatur nafasnya. Dia terlalu takut buat minta maaf sama Alvin. Sementara mulut Alvin gelagapan dari tadi meski tanpa suara. Bingung gimana mintanya.

Alvin ingin menyuapi Shilla makan, benarkan ?? Alvin memang terlalu baik, jelas2 daritadi Shilla sudah merendahkannya, menyakitinya, dia masih saja ingin menyuapi Shilla.

Tapi ingat, sekali lagi Alvin tak peduli apa yang orang katakan tentang Shilla, Alvin menyayangi gadis itu, tidak ingin melihatnya sakit. Bahkan Alvin senang, bila tindakan Shilla sore tadi membuat Shilla puas.

“Shill !” akhirnya Alvin berani buka mulut. Shilla tak menoleh. Dia malah memejamkan matanya, tak berani melihat Alvin, Alvin memang tulus.Shilla tak bisa kalau harus menatap mata Alvin dalam2 . bisa2 dia terhanyut dan tak sadarkan diri#lebeh.

“makan ya?? Gue suapin!!” kalimat bujukan itu terlontar dari mulut Alvin. Ahh, Shilla ingin berbalik rasanya, melupakan masalahnya dengan Alvin sejenak, dan membiarkan Alvin menyuapinya.

“Shill, kata dokter, lo harus makan , biar sembuh, abis makan minum obat !” kata Alvin lagi, tidak peduli pada Shilla yang terus membelakanginya. Alvin bener2 bikin Shilla ngerasa bersalah banget. Disaat seperti ini, Alvin masih bisa perhatian padanya.

“Shill…” Shilla tidak tahan dan berbalik ke arah Alvin dan menatapnya biasa.

“cukup! Gue makan sendiri !!” kataya dengan nada sinis sambil mengambil sebuah mangkuk bubur yang baru dikasih suster tadi.

Alvin hanya menatap wajah Shilla dalam diam, yasudah kalo Shilla ingin makan sendiri. Alvin terus saja memandang wajah cantik itu.

Shilla yang lagi makan bubur-yang sama sekali ga ada rasanya- risih diliatin sama Alvin.

‘duh, Vin! Lo jangan liatin gue kayak gitu dong !ah!’ batin Shilla risih. Shilla melanjutkan makannya meski risih diliatin Alvin. Karena tak mau berlama2 diliatin Alvin, Shilla mempercepat makannya, sampai2 keselek.

“Uhuk .. uhukk , erh ,, sial !” Shilla berlari kekamar mandi dan memuntahkan bubur itu. Alvin yang kaget langsung membawa minumnya ke kamar mandi disana.

“uhuk .. uhuk .. hoeekk …” Shilla masih saja memuntahkan bubur yang sebenernya ga bisa dimuntahin, tapi dia paksain (lagian ada2 aja, keselek, bubur :P)

“Shill, udah !!” kata Alvin sambil menjulurkan air putih kearah Shilla. Shilla mengambilnya dan segera meminumnya. Lalu melirik Alvin sebentar.

“thanks !” katanya tanpa senyum dan kembali ke kasur.

Lehernya nyut2an, karena abis mencoba muntah. Alvin tersenyum melihatnya. Lucu menurutnya. *ada2 aja si Alvin :P

Shilla langsung mengambil obatnya yang tadi dibawah Alvin lalu meminumnya.

Alvin masih saja memperhatikan Shilla sambil tersenyum.

Setelah selesai meminum obatnya, Shilla menoleh kearah Alvin.

“kenapa Sih liatin gue mulu ?? gue cantik ya ?” kata Shilla dengan nada menggoda.

Alvin terkekeh, dan sedikit kemudian wajahnya berubah jadi kaget.

“hey,, lo udah maafin gue ??” tanyanya bingung.

Shilla tersenyum.

“emm, mungkin !!” kata Shilla sambil mengangkat bahunya, dan tertawa kecil. Alvin tak ikut tersenyum, masih memandang Shilla bingung dan serius.

“Shill, serius.. lo udah maafin gue?” tanyanya sedikit terdengar antusias.

Shilla menatap Alvin lagi. lalu tersenyum.

“kesana ! ayo !” Shilla menunjuk balkon kamar rumah sakit dan berjalan kesana. Alvin mengikuti Shilla dan berjalan disampingnya.
###############
“aku dirumah sakit !”

“loh, emang anda peduli ??”

“mana aja boleh !!”

“udahlah, gausah sok perhatian, urusin aja tuh pacar baru anda!!”

Gabriel langsung menutup teleponnya.

SREETT.

Ify menutup pintu kamar itu. Lalu menatap Gabriel bingung.

“eh , Fy?? Hay ,,” kata Gabriel sok manis.

“telepon ama siapa lo tadi ??” tanya Ify curiga.

“eng, engga ,, engga ko !! buka siapa2..” kata Gabriel terbata.

“oh, sejak kapan lo beli HP??” tanya Ify lagi.

“emm, waktu dapet gaji pertama, hehe..” Iel malah cengengesan.

“owh, mana liat HP lo ??”

“hah, mau ngapain ???” tanya Gabriel bingung.

“mau liat, bagus apa engga,.” Ify menjulurkan tangannya kearah Gabriel. Gabriel dengan ragu mengeluarkan Hpnya. Dan memberinya ke Ify.

Ify kaget melihat HP Gabriel. Blackberry Storm hitam mengkilat dengan silikon berwarna putih.

“gaji pertama lo cukup buat beli HP ini ??” tanya Ify semakin curiga melihat BB storm Gabriel yang harganya berkisar 3 sampai 5 jutaan.(kok jadi promosi ??)

“ee..ee ,, cu ,, cukup kok ! hehe ..” kata Gabriel terbata-bata.

Ify mengerutkan kening. “yakin ???” Ify memang tidak mau menanyakan berapa gaji Iel, itu kan privasinya.

Gabriel mengangguk sambil tersenyum paksa.

“yaudahlah, gue mau nanya Yel, lo kenapa bisa kecelakaan ??” tanya Ify mengalihkan topik. Iel bersyukur dalam hati, untung Ify tidak menanyakan macem2.

“ya gitu aja, gue nyebrang terus ketabrak !! abis itu, bangun2 gue ada dirumah sakit !!” jelas Iel singkat.

“gila,, kayak di pelem2 ya ??” Ify membayangkan sinetron2 yang biasanya seperti yang
Iel ceritakan.

“haha, iya tuh, hidup kayak sinetron !! untung aja ga kayak cinta fitri!”(noh kan promosi lagi !! penulis ktauan deh suka nonton cinta Fitri :P)

“wkwkwk, emang hidup lo kayak sinetron ?? gue kayak biasa ah ,,” kata Ify.

“jiaah , lo mungkin ga ngerasa kali !!”

“hah, gatau juga sih ???” Ify mengangkat bahunya.

“ehh, hidup lo kayak sinetron ,, emang kaya sinetron apa ?” tanya Ify penasaran.

“ya , nanti lo juga tau!” jawab Iel asal.

Ify jadi semakin penasaran ada apa dengan Iel.

Drrrttt .. Drrttt ,, Hape Gabriel getar lagi. berhubung HPnya ada ditangan Ify. Ify langsung mengangkatnya. Sebelum mengangkat, Ify melihat nama yang tertera di layar Hp Gabriel.

‘ +6285218876911’

Gabriel terbelalak. Dan berusaha merebut HPnya.

“Sssttt..” Ify menaruh telunjuk didepan bibirnya.

“Ify !! sini !!” Iel masih berusaha merebut HPnya.

“halo ..”

“halo,, ini siapa ??” tanya orang disebrang sana, yang lebih tepatnya papa Gabriel.

“ini Ify, temannya gabriel ..” jawab Ify biasa.

“ohh, nak Ify yang nyelamatin Gabriel ya ?” tanya papa Iel.

“mm, iya, tadi saya nemuin dia udah kecelakaan ..” jelas Ify.

“ohh, makasih ya udah mau bawa anak saya kerumah sakit, yang bayarin administrasinya siapa ??” tanya sang papa.

“itu, tuan Rio, teman kami om ..” jawab Ify jujur.

“makasih ya, tolong kirimi no rekeningnya, nanti saya transfer uang rumah sakitnya, maaf sudah merepotkan !!” kata papa Ify ramah.

Gabriel menepuk jidatnya. Mendengar ucapan papanya. Karena HPnya di loudspeaker, jadi dia bisa denger apa yang mereka omongin. Ify mengerutkan kening.

“oh, emm, yaudah om, nanti saya bilangin ke tuan Rio.” Kata Ify masih bingung.

“makasih ya nak ..” kata papa Gabriel dengan ramah.

“iya sama2 om!!”

NUT NUT NUT

Telepon diputus oleh papa Iel. Ify memandang Gabriel curiga.

“Gabriel, kasih tau gue ,, sebenernya lo itu bohong kalau elo itu kerja di restoran ??” tanya Ify curiga. Gabriel aneh banget sih.

“emm, engga kok Fy !!” elak Gabriel. Ify menghela nafas.

“terus maksud papa lo mau transfer uang apa ??” desak Ify.

“ya ,, papa gue berarti mau ganti uangnya …”

“lo pikir ya yel,, selama ini lo bilang lo ga mampu bayar tapi apa ?? bahkan papa lo punya rekening ,, itu berarti bokap lo itu sanggup bayar kartu ATM!! Lo bohong ya ??” sinis Ify.

“em, ee ,, engga Fy, bener gue ga boong ..”

“oke oke, sekarang gue tanya ,, lo jawab jujur !!! siapa nama panjang lo ???” tanya Ify tajam .

“Gabriel Stevent ..” jawab Iel jujur meskipun ada boongnya *gimana tuh??

“Gabriel Stevent siapa ??? jawab jujur Iel !!” paksa Ify.

“e,, Cuma segitu nama gue kok !! ga ada panjang2 lagi!!!” jawab Iel bohong.

“pasti masih ada kepanjangannya ,, iya kan ?? kalo lo ga mau jawab ,, gue bakal tanya bokap lo !!!” ancam Ify seraya mengetik sms ke papa Iel.

“ehh, Fy,, jangan dong !!” Gabriel berusaha mengambil HPnya, tapi dicegat Ify.

“makanya jawab jujur!!!”tekan Ify.

“hah, emm I .. iya ,, iya masih ada nama panjang gue !!” akhirnya Iel mau jawab.

Ify tersenyum menang. “siapa ??” tanyanya.

“Gabriel Stevent Damanik ! puas lo ?? balikin HP gue !!” jawab Gabriel terpaksa.

Ify hanya membulatkan mulutnya. Meskipun merasa tidak asing dengan nama belakang Gabriel, tapi Ify yang memang ga pernah ngurus masalah perusahaan, jadi ga tau kalo nama Iel itu ….. damanik itu ….
########
Rio masuk kedalam kamar Gabriel. Susasana tegang yang tadi sempat tercipta langsung mencair. Rio membawa sebuah gitar, milik salah satu satpam rumah sakit yang biasanya ngegitar tiap malem.

“lo mo ngamen Yo ??” tanya Gabriel asal.

“wenak aja !! kita nyanyi yuk !!!!” ajak Rio.

Ify mengerutkan kening, namun kemudian mengangguk.

“ayo, tapi setelan nya oke ga ??” tanya Gabriel menunjuk gitar yang dipegang Rio.

“sipp, emang lo bisa maen gitar ??” tanya Rio meragukan Iel.

“wetsah, bisa dong !! sini gitarnya, dengerin yak !!” Rio menyerahkan gitarnya pada Iel.

“oke, lagu ini untuk Ify !” kata Gabriel seraya tersenyum kearah Ify.

Ify kaget,, “kok buat gue ??” tanyanya. Kegeeran juga dia.

“udah, dengerin aja !!” Gabriel mulai memetik gitanya ,, lalu menggenjreng gitarnya,,, dan mulai bernyanyi.

Aku yang terlelap sendiri
Terlelap sampai tak sadar diri
Kulihat sang pujaan hati
Datang melangkah trus menghampiri

Namun sungguh sayang
Itu hanyalah sebuah mimpi
Terbangunkan pagi
Bersama matahari

Aku bergetar disentuh dia
Mataku terbang sampai kelangit
Tubuhnya pun kupandangi
Putih mulus dan seksi

Ify sempat menoyor pelan kepala Gabriel kala mendengar kata ‘seksi’ namun setelah itu dia tertawa senang karena lagu itu dinyanyikan untuknya,, berarti dia putri Iklan dong??

Terjalin seperti sang bidadari
Kan kupeluk dia sampai mati
Rambutnya pun indah bagai putri
Mirip iklan di TV

Aku bergetar disentuh dia
Mataku terbang sampai kelangit
Tubuhnya pun kupandangi
Putih mulus dan seksi

Terjalin seperti sang bidadari
Kan kupeluk dia sampai mati
Rambutnya pun indah bagai putri
Mirip iklan di TV

Gabriel tersenyum lebar setelah menyelesaikan nyanyiannya. Membuat pipi Ify bersemu merah. (mau!! dinyanyiin Putri Iklan sama Iel )

“gimana ??? suka ga ??” tanya Gabriel menggoda.

“suka bangettt, aaaaaaaaa! Kereeenn !!” kata Ify menggebu-gebu. Gabriel hanya tersenyum puas. Karena persembahannya tadi membuat Ify senang.

“yah,, itu mah belum seberapa, Ify,, lo bakal kelepek2 kalo gue nyanyiin lagu !!” kata Rio merebut gitarnya dari Gabriel.

“coba ??” tantang Gabriel. Rio tersenyum miring.

“denger ya, lagu ini buat elo Fy !!” kata Rio membuat Ify semakin terbang saja.

“alamak,, bisa pingsan nih gue !!” kata Ify lebay.

Rio dan Gabriel hanya terkekeh. Rio segera memetik gitarnya. Dan mulai bernyanyi.

Oh her eyes, her eyes
Make the stars look like they're not shining
Her hair, her hair
Falls perfectly without her trying
She's so beautiful
And I tell her every day

Yeah I know, I know
When I compliment her She wont believe me
And its so, its so
Sad to think she don't see what I see
But every time she asks me do I look okay
I say

When I see your face
There's not a thing that I would change
Cause you're amazing
Just the way you are

And when you smile,
The whole world stops and stares for a while
Cause girl you're amazing
Just the way you are

Her lips, her lips
I could kiss them all day if she'd let me

Rio langsung melet ketika bernyanyi di bait tadi. Ify bales melet.

Her laugh, her laugh
She hates but I think its so sexy
She's so beautiful
And I tell her every day

Oh you know, you know, you know
Id never ask you to change
If perfect is what you're searching for
Then just stay the same
So don't even bother asking
If you look okay
You know I say

When I see your face
There's not a thing that I would change
Cause you're amazing
Just the way you are

And when you smile,
The whole world stops and stares for awhile
Cause girl you're amazing
Just the way you are

The way you are
The way you are
Girl you're amazing
Just the way you are

When I see your face
There's not a thing that I would change
Cause you're amazing
Just the way you are

And when you smile,
The whole world stops and stares for awhile
Cause girl you're amazing
Just the way you are

Ify bener2 terbang dinyanyiin lagu itu. Gabriel langsung bertepuk tangan, tidak menyangka sekeren itu Rio bernyanyi (riogitu!)

“keren kan ??” Rio memainkan alisnya.

“banget !!” jawab Gabriel dan Ify kompak. Rio tertawa.

“yoa,, keren Yo !!” puji Gabriel.

“yaiyalah, gue gitu ,, Mario Stevano !!” Rio membanggakan dirinya.

“hahahaha,,, pada ngefans kayaknya sama gue !!” puji Ify pada dirinya sendiri.

“yee, geer lo !!” Rio melet (meletmuluYo!)

“lah tadi pada nyanyi begitu mau ngapain ??” tanya Ify bingung.

“mau adu keren,dan ternyata gue yang menang !!” Rio kembali terkikik.

Gabriel hanya ikut tertawa. Tidak menyangka,, bahwa dirinya yang seperti ini bisa bertemu dengan Rio.. walaupun sebenarnya mampu namun ternyata mereka dipertemukan oleh Ify.

“yah, masa gitu ??” Ify langsung manyun.

“bercanda ayang!! Gue emang kalah ! tapi gue tetep menangin hati lo ?? iya tak ??” tanya Gabriel sambil merangkul Ify.

“ ayang ayang,, menurut lo ??” tanya Ify sambil mengangkat bahunya.

“menurut gue. lo ga cocok sama dia, lo cocokan sama gue!” Rio menunjuk dirinya sendiri.

“ga nanya bang !!” kata Gabriel sinis, meskipun Cuma bercanda.

“lah tadi si Ify nanya , ya gue jawab !!” Rio pura2 bloon.

“ihh, tuan,, saya ga nanya tau, ga ngerti banget sih !!” Ify melipat tangannya.

“iya2, bercanda,, tapi serius,, menurut gue lo lebih cocok sama gue !!”

“terus …” tanya Ify mash melipat kedua tangannya.

“berarti kita pacaran !!” kata Rio enteng.

“nyehh, kayak di pelem, pembantu pacaran ama majikan ,, haha ..” Gabriel tertawa lagi.

“iya tuh, mendingan sama Gabriel,, wlee !!” Ify melet lagi.

“yah, patah hati deh !!” Rio memasang tampang mupengnya.

“itu sih DEEL!!” sahut Ify dan Gabriel. Sedetik kemudian mereka tertawa terbahakbahak. Mensyukuri kejadian kali ini, senang karena satu sama lain bisa klop. Bisa saling menghibur.
########
Jam sudah menunjukan pukul 06.30. berarti sekarang sudah gelap. Matahari sudah kembali keperaduannya. Membuat sedikit bias disana. Bias warna langit berwarna biru dan jingga, yang berdominan biru,, sedangkan jingga hanya separuhnya saja,,membuat langit itu terlihat indah.

Mereka berdua berdiri bersampingan, sambil memandang langit tanpa awan itu.

Shilla malah menunduk. Bingung mau gimana minta maaf sama Alvin.

“Shill ,, jadi lo udah maafin gue ??” tanya Alvin sambil melihat Shilla yang masih menunduk. Shilla perlahan mengangguk. Membuat Alvin tersenyum senang lalu segera mengambil tangan Shilla dan memegangnya erat.

“thanks, Shill, makasih banyak !!” katanya antusias. Shilla hanya tersenyum mengangguk sambil melihat tangannya yang dipegang Alvin.

Alvin yang menyadari tanganya yang sedang memegang tangan Shilla, langsung melepaskannya takut Shilla marah lagi.

“eh, so .. sori Shill !” Alvin menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Shilla tertawa kecil.

“gapapa ..” ujarnya. Lalu mengambil tangan Alvin. Dan membuka telapak tangan Alvin lalu meletakan tangannya didalam tangan Alvin itu (sumpah! Susah jelasinnya! Pada ngerti ga ?)

“genggam tangan gue sepuas lo !!” Shilla tersenyum lirih. Alvin memandang Shilla bingung.

“maksudnya ??” tanya Alvin masih tak mengerti. Malah mencoba melepaskan genggaman tangannya pada Shilla.

“lo mau peluk gue ?? lo bebas sekarang Vin !! gue ga bakal nolak atau berusaha ngelepasin pelukan lo !” kata Shilla lagi. Ia mecoba menatap mata Alvin. Dan menemukan pancaran ketulusan pada mata itu.

Alvin memalingkan wajahnya, dia masih tak bisa mengontrol jantungnya yang sangat susah dikendalikan sekarang ..

Shilla mengarahkan wajah Alvin kehadapnya lagi.

“Vin!!!” panggilnya. Alvin langsung menoleh.

“ya??” tanyanya sambil tersenyum, Alvin masih tidak bisa mengontrol jantungya, juga darahnya yang megalir diatas kecepatan normal.

“lo kenapa ??” tanya Shilla bingung. Alvin hanya menggeleng.

“Vin!” Shilla memegang wajah Alvin membuat mata mereka bertemu lagi.

Alvin tidak bisa mengontrol nafasnya, sudah, cukupp, bisa bisa Alvin mati jantungan disini.

“Vin, lo ?” tanya Shilla bingung.

“engga Shill.! Engga papa!!” Alvin mencoba tersenyum. dan mencoba tidak melihat mata Shilla.

Shilla menghela nafas. Sekarang dia mau minta maaf sama Alvin. Dia membulatkan tekatnya.

“Vin ….” Panggilnya lagi . Alvin hanya menoleh seolah berkata apa.

“gue .. gue minta maaf !”

Alvin terbelalak kaget,,

“buat apa ?” tanyanya masih kaget.

“mm, buat tadi sore, sori ya ! gue ngerasa gue jahat banget. Gue tadi udah ngehancurin HP lo ! padahal, itukan HP lo,, gue ga berhak sama sekali buat ngehancurinnya,, juga masalah gue ngebentak dan maki2 lo ! maaf Vin !” Shilla malah menunduk. Dia bener2 takut Alvin ga bakal memaafkannya.

Tapi Alvin malah menatapnya aneh.

“lo …….. serius ??” tanyanya ga percaya.

Shilla mengangguk. Dia hanya bisa mengangguk. Tak berani bicara apapun.

“kenapa lo minta maaf ???” tanya Alvin bingung dan bikin Shilla menghela nafas.

Shilla mengambil Hpnya dari kantong bajunya dan menghancurkannya sama seperti ketika Ia menghancurkan HP Alvin.

Shilla membuang silikon HPnya asal.

Alvin melotot melihatnya.

“Shilla! Lo apaapaan sih ??” Alvin mencoba merebut HP Shilla, tapi Shilla malah mundur dan menyembunyikan HPnya dibelakang.

“diem !” Shilla melihat sinis Alvin. Dengan gerakan cepat Shilla membanting HPnya.

BRAAKKK

HPnya hancur seketika. Persis seperti waktu Ia menghancurkan HP Alvin (udah kebanyakan duit, sampe ngancurin 2 hape , ckckckck . mendingan beliin gue hape daripada udah pada punya bb malah dibanting-banting. Engga bersyukur amet sih!)

“Shilla!!” seru Alvin kaget melihat HP Shilla hancur tak berbentuk.

“Injek HP itu sekarang !!” suruh Shilla.

Alvin melas, bingung kenapa Shilla bilang gitu.

“ALVIN! Injek HP itu sekarang !!!!!!!!!!” kata Shilla membentak. Alvin menggeleng cepat.

“lo udah gila kali ya ??” Alvin menggeleng-gelengkan kepalanya.

“iya, gue udah gila,, makanya sebelum gue ngelakuin macem2 lagi,, lo injek HP itu,, cepett!!” suruh Shilla lagi.

“tapi Shill??”Alvin masih ragu2 untuk menginjaknya.

“buruan injekk !!!” suruh Shilla menarik tangan Alvin agar mendekat ke HPnya yang hancur.

Alvin langsung menginjak HP itu sambil menatap Shilla bingung.

Shilla tersenyum miring.

“Thanks !” kata Shilla kembali tersenyum miring.

“lo aneh, Shil. Sumpah!!” Alvin sedikit cengo melihat Shilla.

“oiya,, lo belum tampar gue !! cepetan tampar !!” suruh Shilla sambil mengambil tangan Alvin.

“ga mau !!” Alvin menggeleng.

“ish, tampar ga ??”

“NGGA!!” jawab Alvin tegas.

“Alvin tampar!!!” suruh Shilla lagi.

“gamau ,, “

“tampar gue atau gue loncat Vin !” ancam Shilla sambil mendekat kearah pegangan balkon.

“Shill, lo nekat banget deh, ga lucu !!” Alvin mulai ga suka sama kelakuan Shilla. Shilla malah tersenyum miring.

“makanya buruan tampar gue!” Shilla kembali mendekat kearah Alvin.

“Ga mau ,, gue bilang ga mau ya ga mau !!!” Alvin langsung membentak.

“yaudah gue loncat!!” dengan tanpa basa-basi Shilla langsung berlari kearah ujung balkon dan melompat.

“SHILLA!!” shilla menoleh menatap Alvin yang berteriak.

“Shill! Oke oke!!” Alvin akhirnya nyerah dan langsung mendekati Shilla. Shilla kembali kehalaman balkon. Sambil melihat Alvin tanpa dosa.

“buruan !!” suruh Shilla. Alvin menatap tangannya. Alvin mengepal-ngepalkan tangannya.

Lalu dengan perlahan mengarahkan tangannya kepipi Shilla.

PLAK

Tamparan yang ga ada kenceng2nya, tapi membuat Alvin benar2 menyesal. Dia baru saja melanggar janjinya dulu, bahwa ia takkan menyakiti Shilla, tapi bukankah Shilla yang memintanya ?? jadi dia tidak salah kan ?? tapi dia tetap melanggar janjinya, ahh yasudahlah.

“Alvin !!! KURANG KENCENG !!!!” seru Shilla kesal.

“tampar gue kayak tadi gue nampar elo !!” suruhnya lagi. Alvin menggeleng. Dia bahkan tidak ingat tadi Shilla menamparnya seberapa kencang.

“tapi Shill ……….”

“ga pake tapi,, buruan !! atau kalo perlu lo nampar gue lebih kenceng !! cepet Vin !!!” paksanya . ahh, Alvin tidak mau berbasa-basi, dan segera menangkat tangannya meski ragu.

PLAKKKKK

Benar saja, Alvin menampar Shilla sangat kencang. Shilla memegang pipinya lalu melihat Alvin.

“so .. sori Shiill!!” katanya merasa bersalah.

“thanks!!” kata Shilla lagi. pipinya merah. Saking kencangnya ditampar Alvin.

Tak tau juga mengapa tangan Alvin menamparnya sangat kencang. Mungkin Cuma khilav semata.

“lo kenapa sih Shill ??? HP lo, lo Hancurin, lo minta gue nampar elo !! lo aneh tau ga !” kata Alvin bingung.

“ga,, gue Cuma pengen ngerasain jadi elo !! tapi kayaknya belum lengkap ya ??” katanya sambil berfikir sesuatu.

Otak Shilla nyambung. Jadi langsung ketemu apa yang kurang. Alvin mengerutkan kening, aneh banget si Shilla, pikirnya.


-BERSAMBUNG-

Egokah Aku part 11

Egokah Aku -part 11-

“CAKKA?”

“KA VIA??”

“RIO??”

“ALVIN??”

“KOK DISINI ???” tanya mereka kompak satu sama lain, bingung kenapa semua pada ada disini .

“Shilla/Iel/Stev sakit !” jawab mereka berbarengan lagi. terkecuali Cakka, Cakka hanya cengo melihat mereka ngomong pada kompak banget.

Mereka-Alvin,Rio,Sivia-terdiam dan masih berfikir satu sama lain.

“Kok Bisa ??” tanya mereka bertiga berbarengan lagi dan sedetik kemudian tertawa.

“oke, oke, gue dulu,, tadi Shilla pingsan, dan gue langsung bawa kerumah sakit..” jelas Alvin.

Rio membelalakan matanya.

“Shilla??? Kenapa dia ???” tanya Rio kaget.

“mm, kata dokter sih dia Cuma kecapean aja, sama maagnya kambuh !” jelas Alvin tidak mau memperpanas suasana. Rio mengangguk mengerti, toh dia juga sudah tidak peduli.

“lo kenapa disini ?” tanya Alvin ke Rio.

“temennya Ify sakit ,, dia mengalami kecelakaan, gue Cuma nemenin dia doang!” jelas Rio.

“Siapa ???” tanya mereka kompak.

“ituloh ka, Gabriel,, yang waktu itu hampir aku tabrak ..”

“owhh..”

Sementara Alvin dan Cakka masih mengerutkan kening.

“Gabriel siapa ?” tanya Cakka dan Alvin hampir berbarengan.

“panjang, ya pokoknya dia temen gue juga ,,,” jawab Rio.

“kalo ka Via disini ngapain ??” tanya Alvin bingung.

Rio yang udah tau sih diem aja.

“tanya aja sama Rio, udah ahh, aku mau ke kantin dulu, mau beli minum,, haus!” katanya seraya berjalan melewati Rio. Rio dkk hanya mengangkat bahunya.

“terus Shilla gimana ??” tanya Rio.

“emm, tadi sih udah sadar, Cakk, ambil sana makanannya, ! gue mau nyuapin Shilla,,” suruh Alvin. Cakka mengangguk dan segera menuju kekantin.

“lo dikamar mana Vin ?” tanya Rio.

“melati no 57, elo ??”

“gue dimawar, lupa nomer berapa , hehe !” Rio cengengesan.

“yaudah, gue ke Ify dulu ya, sukses bro!” Rio memainkan matanya.

Alvin mengangkat alisnya dan mengangkat bahunya,, kemudian memutuskan kembali kekamar Shilla.
##############
Alvin melangkah masuk kedalam kamar Shilla, dan Alvin terkejut karena tidak mendapati Shilla dikasur. Kemana dia ???

“Shill, Shilla!! Lo dimana ??” panggil Alvin sambil membuka pintu kamar mandi disitu, siapa tau aja, Shilla ada di kamar mandi. Tapi nihil, Ruangan itu kosong. Alvin tidak melihat Shilla disemua sudut ruangan itu.

Tiba2 seseorang berdiri cukup jauh dibelakangnya dan menatapnya lirih.

Alvin tidak menyadari ada Shilla dibelakangnya. Ia masih saja celingak celinguk , barangkali Shilla ada di balkon yang ada dirumah sakit itu tanpa menoleh kebelakang.

Shilla meremas Handphone Alvin.

“Alvin …” panggilnya. Dengan nada sedikit tidak percaya.

Alvin menoleh, dan tersenyum melihat Shilla ternyata tidak hilang.

“eh , Shill .. lo kem ..” ucapa Alvin dipotong oleh Shilla.

Shilla mengangkat HP Alvin dengan sinis.

“jelasin maksud dari ini semua???” suruh Shilla sinis sambil melempar HP Alvin kebawah. Untuk saja Hp itu ada silikonnya, jadi di lempar pun ga ngaruh.

Kayaknya Shilla marah banget sama Alvin. Alvin kaget bukan main melihat Shilla melempar HPnya . bodoh , bodohnya Alvin, lupa membawa HPnya. Ahh Ia merutuki dirinya sendiri.

Shilla mendekat kearah Alvin masih memandangnya sinis.

Shilla mencengkram bahu Alvin, menatapnya , ahh tidak bisa diartikan.

“jawab Vin !! jAWAB!” Shilla mengguncang tubuh Alvin yang masih diam mematung. Alvin menatap Shilla, yang sepertinya sangat marah padanya.

“Shill, maaf!” kata Alvin agak melas. Dia tidak menyangka Shilla akan semarah ini padanya.

Shilla menatap Alvin emosi. Lalu mendorong Alvin.

“maaf?? Bulshit lo !!” Shilla berlari pergi keluar dari kamar itu.

“Shill, Shilla, arggghhh !” Alvin mengacak-acak rambutnya. Kemudian mengambil Handphonenya dan mengejar Shilla.

Shilla berlari kearah taman rumah sakit, masih ga nyangka dengan isi handphone Alvin yang ternyata semua tentangnya, mulai dari galery fotonya, video2nya sampai semua sms Alvin ternyata semuanya tentang Shilla. Ahh, separah itukah ..

Tapi itu dulu, ketika mereka kelas XII ,, Alvin sudah tidak mengintai Shilla lagi. bahkan, Ia tak tau bahwa akhir2 ini Shilla kurang makan dan tidur, juga ketika Shilla ingin pergi tadi, Alvin tak tau kan ??? itu berarti Alvin sudah tidak mengintai Shilla lagi.

Alvin menghentikan langkahnya saat melihat Shilla berdiri membelakanginya disana.

“Shilla maaf!!!” katanya langsung. menatap punggung Shilla yang berada tak jauh dari dirinya berdiri sekarang.

Shilla tersenyum miring, meski Alvin tak melihatnya.

“buat ??” tanyanya dengan nada remeh.

“tentang semua yang ada dihape gue, semuanya , maaf, gue Cuma mau mastiin kalo elo dalam keadaan baik2 aja.” Jelasnya.

“heh, lebay !” kata Shilla meremehkan. Terasa menusuk dan tajam.

DEG

Rasanya sakit mendengar Shilla mengatakan seperti itu. Baru kali ini Shilla bener2 sinis dan tajam saat berbicara sama Alvin.

“maaf Shill!” lirihnya.

“hah? Haha! Bodo !” entah mengapa Shilla tertawa seperti itu. Membuat Alvin semakin perih medengarnya. Shilla tak suka, dia tak suka cara Alvin yang seperti ini, kalau Alvin menyayanginya, Alvin kan bisa menyatakannya langsung, tidak perlu dengan sembunyi2 merekam aktivitas Shilla, dan memfoto Shilla dengan sembunyi pula.

Bahkan sampai menyewa orang untuk melihat keadaannya saat Alvin sedang tidak bisa menjaganya dari jauh.

“lo PENGECUT tau ga ??” maki Shilla, Alvin semakin panas mendengarnya, ahh, apa ? Shilla bilang bahwa Ia pengecut.

Alvin menahan rasa sesaknya dan berjalan kehadapan Shilla. Memandangnya dengan banyak arti . Shilla memalingkan wajahnya, tolong,, jangan tatap dia seperti itu, Shilla tak sanggup dilihat seperti itu..

“maaf ….” Lagi2 hanya maaf yang terlontar dari mulut Alvin. Dengan perlahan Alvin melipat kakinya di depan Shilla, ya , dia berlutut dihadapan Shilla, sambil menunduk.

Shilla melihat Alvin, ada perasaan kasihan juga Ia melihat Alvin seperti itu. Namun ia masih emosi. Dan kembali tersenyum miring.

“Shill, plis maafin gue, gue emang pengecut,, maaf ,, maaf banget Shill!” Lirih Alvin. Entah sudah berapa kali ia berkata maaf pada Shilla. Shilla masih diam meskipun sekali lagi, ia merasa Iba pada Alvin.

Dengan perlahan juga Alvin mengambil tangan Shilla dan digenggamnya. Lalu dengan perlahan juga Ia mencium tangan itu. Shilla kaget dengan perlakuan Alvin barusan.

“Vin?” panggilnya kaget.

“gue emang pengecut, gue ga pernah berani ngungkapin perasaan gue ke elo ! maaf Shill! Maaf, gue sayang sama lo! harusnya rasa ini ga pernah ada, gue ga pantes sayang sama elo !” jelasnya sambil menatap Shilla. Masih sama dengan keadaan tadi. Berlutut.

“Alvin!” panggilnya lagi. Alvin malah menunduk. Dia tau pasti, bahwa tadi , perlakuannya bisa membuat Shilla tambah emosi.

Hey, tapi kenapa ?? itu terlihat sangat tulus bukan?? Sumpah , Alvin tak berniat apapun!

“maaf …” dan entah mengapa, bibirnya berucap itu lagi. Shilla bosan mendengarnya.

Shilla menatap Alvin yang masih saja menunduk. Tak berani menatap Shilla. Tapi bibirnya terus saja mengucap maaf,,

“gue bakal cium kaki lo, biar lo maafin gue! “ tegasnya. Membuat Shilla jadi bingung dan kaget. Shilla membelalakan matanya. Entah mengapa, mulutnya tak bisa memaafkan Alvin, padahal kalau menurut penulis, Alvin ga salah *menurut elo kan !! :P

“Alvin berdiri !” suruhnya dengan nada datar.

Alvin malah semakin menunduk kearah kaki Shilla. Membuat Shilla melotot melihat tindakan nekat Alvin. Dia rela melakukan apa saja, agar Shilla mau memaafkannya. Bahkan sampai mencium kaki Shilla, itupun Ia lakukan*wow!

“Alvin berdiri !” kali ini sedikit bernada, membuat Alvin sedikit tersentak.

Namun tetap, Alvin bertahan pada posisinya seperti itu, dia tak mau kali ini Shilla mengecapnya sebagai pengecut atau pecundang dan kawan2nya.

“ALVIN BERDIRI GUE BILANG!!!!!!!!” bentaknya. Tapi Alvin malah tersenyum dan masih saja keukeuh pada posisinya itu. Dan malah semakin menunduk.

Shilla mundur saat wajahnya Alvin hampir mendekati kakinya. Membuat Alvin menghela nafasnya.

Alvin diam pada tempatnya. Shilla memandang Alvin sinis.

“ALVIN BERDIRI ATAU GUE GA AKAN MAAFIN LO SELAMANYA !!!” bentaknya lagi. membuat Alvin bereaksi, wajahnya terangkat dan melihat Shilla.

“tapi Shill, lo mau ma …” lagi2 ucapan Alvin dipotong Shilla.

Shilla ikut berjongkok lalu menarik Alvin agar berdiri. Meskipun Shilla sedikit kasar melakukannya.

PLAKKKK

Tamparan telak mendarat dipipi Avin. Membuat pipinya semakin panas. Shilla menamparnya sangat kencang. Pipi Alvin yang putih pun jadi merah. (tega banget sih Shilla !)

“LOE BEGO VIN!” bentaknya.

JEDERRR

Apa yang baru Shilla bilang tadi, benar2 membekas di ingatan Alvin, Alvin kembali menunduk sambil memegang pipinya.

“maaf Shill,, gue sayang sama lo !” lirihnya lagi. ahh, sudah cukup, Shilla tak mau lagi mendengar Alvin mengucapkan kata maaf terus.

“cukup Vin ! muak gue denger permintaan maaf dari lo!!” bentaknya.

Hey, Shilla siapa bisa membentak-bentaknya seperti itu ??? Alvin tidak peduli meskipun semua orang mengiranya lemah karna Shilla. Karna sampai kapanpun, Shilla akan slalu jadi yang pertama dihatinya. Mungkin itu alasan kuat Alvin mengapa Ia bisa fine-fine aja dibentak2 dari tadi. Meskipun hatinya, ahh, panas dan sakit sekali medengar semua itu.

“Hape lo ???” Shilla menjulurkan tangannya kearah Alvin. Alvin langsung mengambil HPnya, tanpa basa-basi pula Ia memberikannya ke Shilla.

Shilla mengambil HP itu dengan kasar. Memperlihatkan senyum miringnya ke arah Alvin sambil menunjukkan HPnya. Entahlah mengapa ,, Alvin tidak peduli, yang jelas , dia tidak tahan melihat Shilla tersenyum seperti itu untuknya. Terlalu sakit untuk dilihat.

Shilla melepas silikon HP BB Alvin. Membuangnya entah kemana. Alvin menatap semua yang dilakukan Shilla pada HPnya itu, dengan miris.

Dengan sekejap Shilla menjatuhkan HP Alvin.

BRAK

Handphone itu hancur , cashingnya sudah tak berbentuk, ditambah dengan Shilla yang dengan kasar menginjak-injak HP itu. Sekali lagi, Alvin hanya menatap semua itu dengan miris. Sepertinya , dia tak punya kuasa untuk mengambil dan menyelamatkan HPnya.

“Shill …….” Alvin bergantian menatap HPnya yang sudah hancur juga Shilla. Shilla hanya tersenyum miring.

“gue bakal ganti,, tapi inget, jangan ada satupun foto gue didalem hp lo !”

Shilla berbalik badan dan berniat pergi..

“Shill!” Alvin menarik tangan Shilla hingga Shilla terpaksa berbalik kehadapnya. Dengan tanpa ba-bi-bu-be-bo Alvin langsung memeluk Shilla. Tak peduli dengan apa yang akan Shilla lakukan padanya nanti.

Ia membiarkan kali ini dia yang berkuasa. Setelah tadi Shilla puas menyindir dan memaki Alvin , menampar juga menghancurkan HP Alvin, Alvin pikir itu semua sudah membuat Shilla lega dan amat puas. Juga Alvin yang tadi amat sangat merendahkan dirinya. Tidak ada salahnya juga, memeluk Shilla seperti ini, semoga Shilla mengerti, mengapa Alvin memeluknya. Shilla spontan melotot, namun setelah itu dia diam menunggu Alvin melepaskan pelukannya.

Namun Alvin tak kunjung melepaskan pelukannya, Ia malah mengeratkan pelukannya pada Shilla.

Masalah … masalah bisa datang dengan tiba2, tanpa dikira-kira, dan bisa menimbulkan rasa sakit saat menghadapinya. Masalah tidak hanya dilihat dari satu sudut pandang,, ada yang menganggap bahwa si pelaku tak salah, atau ia sangat salah, ada yang bilang juga dia sedikit salah dalam hal ini, maka dengarlah, ketahuilah, kita semua berbeda, mata kita berbeda meski sama untuk melihat, tapi hati dan nurani kita berbeda dengan orang lain.

Ini manusiawi, hanya saja , fatal bila seseorang itu menganggap si pelaku sangat salah, hingga menghukumnya amat berat, tanpa tau mengapa si pelaku melakukannya. Biar aku beritahu,,, jangan pernah mudah menyimpulkan sesuatu,, jangan mudah terhasut sesuatu, karena semua yang kita duga dan kita kira tidak selalu benar.

Sekali lagi, peristiwa AlvinShilla diatas memberi kita sebuah pelajaran, Shilla salah, menyimpulkan bahwa Alvin terlalu berlebihan terhadapnya, dia tak taukan , seberapa besar cinta Alvin padanya, dia juga tidak tau, selama ini Alvin harus menanggung sakit saat melihatnya harus bermesraan dengan Rio dan kekasihnya yang lain.

Mungkin ini cara Shilla, bahkan Alvin pun tak bisa melakukan apapun ,, dihadapan Shilla dia lemah, iya kan ?? kalian pasti tau itu.

Aku harap kalian tidak seperti Shilla, semoga saja, masalah bisa dilihat dari berbagai sudut pandang, semoga kalian bisa menanggapinya dan menyelesaikannya dari sudut pandang yang baik.

Dan semua ini berdasarkan perasaan kita,, Shilla hanya tak suka dan akhirnya marah,, itu semua hanya egonya yang bicara. Bukan hati dan perasaannya.

Egokah Shilla ???
###############
Rio panas dari tadi menunggu Ify dari luar ,, entah mengapa Ia kesal berlama-lama disini . ingin masuk, oh tidak, ia tidak ingin menjadi lalat didalam.

Ahh, tapi Ia malas menunggu diluar. Sudahlah, Ifypun pasti tak akan marah bila Ia masuk kedalam, meski Rio harus terima resiko , jika Ia masuk kedalam, Ia akan jadi kambing congek.

Rio membuka pintu ruang kamar itu, agar tidak menimbulkan suara berisik.

Setelah masuk Rio mengedarkan pandangannya kearah Ify dan Gabriel.

“jiaah, daritadi gue nunggu, mereka malah tidur!” gumam Rio seraya berjalan mendekati Ify yang sedang tertidur disamping Gabriel. Sekilas wajahnya amat lelah, tapi tetap damai.

Rio tersenyum kecil melihat Ify . lalu mengalihkan pandangannya kearah Gabriel. Dan menatapnya tanpa ekspresi.

Rio segera menggendong Ify ,, niatnya ingin memindahkan Ify kesofa , biar Ify lebih enak aja gitu tidurnya, dengan perlahan rio meletakkan tubuh Ify disofa panjang , lalu mengambil selimut di lemari rumah sakit yang ada disana.

Rio menyelimutkan Ify hingga sebatas leher. Sepertinya Ify tidur sangat nyenyak , hingga tak sadar Rio sedang menyelimutinya.

Rio masih terdiam. Bingung mau ngapain. Akhirnya dia memutuskan untuk beranjak kekamar Shilla, pengen tau juga keadaan Shilla.

Sebelum pergi Rio melihat Gabriel, dan membatin.

‘gue harap lo buka saingan gue!‘ batinnya dan langsung pergi dari ruangan itu.

Namun sebelum melangkah, Rio sudah dikejutkan dengan sesuatu. Dengan tiba2 Ify mengigau, sepertinya dia mimpi buruk. Dahinya berkeringat. Rio langsung menghampiri Ify.

“ja .. jangan ,, jangan ..” igau Ify membuat Rio sedikit bingung. Rio menampar pelan pipi Ify ,,

“Fy, Fy, bangun,, lo, kenapa ,, Fy !” panggilnya terus memukul-mukul pipi Ify. Ify terus berkeringat. Wajahnya pucat.

“jangan ,, aa, ja .. jangann !!!!!!!!!” teriaknya dan spontan bangun. Rio langsung mengambil minum di kulkas disana , lalu menyuguhkan ke Ify.

“hosh, hosh, hosh ..” nafas Ify terengah-engah saat ini. Rio menunggu Ify mengatur nafasnya.

Setelah selesai mengatur nafas, Ify mengambil botol minum yang tadi di julurkan kearahnya.

“tu ,, tuan Rio kok disiini ??” tanya Ify setelah selesai menegak minuman itu.

“abisnya males nunggu diluar,, eh pas gue masuk , lo malah tidur, eiya, lo kenapa Fy? Mimpi buruk ??” tanya Rio diakhir kalimatnya.

Ify malah terdiam , teringat mimpinya itu,, lalu malah menangis.

“hiks, hiks, sa .. saya ,, takut ,, hiks !” katanya terisak. Rio malah pengen ketawa ngeliat wajah Ify yang ga ada dramatis2nya kalau lagi nangis.

“takut kenapa ??” tanya Rio penasaran.

“ahh, pokoknya takut !!” Ify malah manja2 gitu.

Rio terkekeh dan mengangkat bahunya.

“tuan,,, boleh peluk ??” tanya Ify. Rio terkaget-kaget mendengar permintaan ify barusan,, aneh2 aja, masa meluk minta .. dasar polos.

“hah?? Kenapa ?? lo ketagihan ya dipeluk gue ??” tanya Rio menggoda.

“Ihh, serius tuan,, saya lagi ga bercanda.” Kata ify pura2 ngambek.

Rio malah setengah tersenyum melihat Ify.

“yaudah sini ! dijamin menghangatkan !! hahay !!” katanya langsung menarik Ify kedalam pelukannya. Bedanya kali ini , wajah Ify didada Rio. Ify membenamkan wajahnya disana. (enak ya Ify, dipeluk Rio tinggal minta ! )

Rio masih saja memeluk Ify, pelukan yang tidak berarti apa2 sebenarnya, tapi Ify senang, karena paling tidak, rasa takutnya tentang mimpi buruknya tadi, hilang begitu saja, kala Ia berada didalam dekapan Rio.

Rio tersenyum kecil, dan mengelus rambut Ify. Sama seperti layaknya seorang kakak ke adik,, meskipun sebenarnya mereka seumuran *aslinya sih Rio lebih muda :P

Ify masih diam, mereka masih diam dalam posisi seperti itu, karena Ify yang memang lelah, tak sengaja tertidur di dada Rio. Rio yang menyadarinya langsung melepaskan pelukannya dan langsung kembali menyelimuti Ify.

Ia langsung keluar dari ruangan itu, berniat menjenguk Shilla.
########
Cakka sebel banget nih kalo udah kayak gini, si Alvin ngilang gatau kemana, diteleponin gak aktif *yaiyalah,orang hpnya ancur.

“ihh, Si Alvin ama Shilla kemana sih!!’ gerutunya karena tidak menemukan Shilla juga.

Rio datang tanpa permisi.

“ehh, Cakk, pada kemana ??” tanya Rio bingung, karna ketika masuk, ia tak mendapati AlShill.

“nah justru itu, ngeselin banget tau ga sih mereka !” dumel cakka.

“yaudah , tunggu aja , paling nanti balik, mending kita ngeteh di kantin aja,,” ajak Rio.

“yaudah yu, biarin aja tuh berdua pacaran ,,” Rio terkekeh dan kemudian mengikuti Cakka yang sudah berjalan lebih dulu.

Sementara ditaman.

Alvin masih tak melepaskan pelukan itu, masih, masih saja. Dengan erat pula.

Shilla agak sesak karena Alvin memeluknya terlalu kencang. Ingin mendorong, tapi dia hanya perempuan, yang dibanding Alvin kekuatannya kalah kemana-mana ,,

Taukah Shilla, bahwa sekarang ini Alvin sedang, sedang ,, menitihkan air matanya, meski tanpa sebuah isakan. Air matanya meluncur mulus. Sakit, sakit sekali rasanya jadi Alvin. Itulah yang membuat Alvin sesak.

Tiba2 entah dari mana , atau hanya pikiran Alvin , terdengar sayup2 lagu , sebuah lagu yang sangat menggambarkan dirinya kini.

Lihat ku disini
Kau buat ku menangis
Kuingin menyerah
Tapi tak menyerah
Kucoba lupakan
Tapi ku bertahan

Kau terindah
Kan slalu terindah
Aku bisa apa tuk memilikimu
Kau terindah
Kan slalu terindah
Harus bagaimana ku mengungkapkannya
Kau pemilik hatiku

Mungkin lewat mimpi
Kubisa tuk memberi
Kuingin bahagia
Tapi tak bahagia
Kuingin dicinta
Tapi tak dicinta

Kau terindah
Kan slalu terindah
Aku bisa apa tuk memilikimu
Kau terindah
Kan slalu terindah
Harus bagaimana ku mengungkapkannya
Kau pemilik hatiku

Segitunyakah ??? seindah itukah Shilla dimata Alvin?? Sepertinya …

Alvin memejamkan matanya, meresapi setiap bait lagu itu, sambil ikut menyanyikannya dalam hati. Dengan Air mata yang sedikit membasahi pipinya.

DEG

Lagu yang juga Shilla dengar membuatnya, merasa aneh. Dan tiba2 saja perutnya sangat sakit, mungkin Alvin lupa bahwa kata dokter, bila Shilla sampai tidak makan lagi, akan membuat penyakitnya semakin parah .

“Vin,, le .. lepas!” katanya terbata. Tidak kuat menahan sakit itu. Juga keringat dingin yang mulai bercucuran.

Entah tidak dengar atau tidak mau, Alvin masih saja memeluk Shilla.

Shilla mengumpulkan sisa kekuatan dan kesadarannya agar Alvin mendengar ucapannya.

“V .. Vin ,, le .. lepas! Sa .. sakit!” katanya sekali lagi. Terdengar seperti rintihan. Bahkan Ia sudah tak dapat melihat jelas.

Mendegar rintihan Shilla, Alvin segera melepas pelukannya dan langsung melihat Shilla yang separuh kesadarannya sudah hilang.

“Shill, Shill ! Shilla !!!!” panggilnya kaget, saat Shilla terjatuh, untung berhasil Ia tangkap.

“Shilla!!” panggilnya lagi. karena Shilla stengah sadar, dia hanya bisa merintih.

“sa .. sakit!!!” Rintihnya.

Alvin memutuskan untuk membawa Shilla kedalam ruangannya. Setelah menggendong Shilla sampai dikamarnya, Alvin menidurkan Shilla dikasur. Dan segera memanggil dokter.

Alvin menunggu Shilla diluar sambil membenamkan wajahnya dikedua tangannya. Apa yang baru Ia lakukan tadi,, itu semua gila! Ahh, Alvin, lo gilaaaa!!, batinya merutuki dirinya sendiri.

Tiba2 , Rio, Ify dan Cakka datang karena memang niat mereka untuk menjenguk Shilla. Ify sudah diceritakan sama Rio tadi Shilla kenapa. Jadi dia langsung kesini.

Mereka bingung melihat wajah Alvin yang, kusut banget.. sambil terus mengacak2 rambutnya*tetep ganteng kok Vin,, hehe

“Vin, Shilla kenapa lagi ???” tanya Ify panik.

Alvin yang memang tidak menyadari kehadiran mereka bertiga, langsung menoleh kaget.

“ehh, kalian sejak kapan disini ?” tanya Alvin basa-basi, tidak ingin memperlihatkan stressnya.

“basi lo Vin! Dari lo ngacak2 rambut lo kayak orang gila !!” jawab Ify sinis.

Alvin nyengir dan cengengesan.

“heuh, Shilla kenapa lagi ??” tanya Ify lagi. Rio dan Cakka hanya mengangguk-anggukan kepalanya. Tanda sama juga bertanya seperti Ify.

“emm, maagnya kambuh Fy!” jelasnya.

“nah, gini nih, tadi lo minta gue buat beliin makan, tapi pas gue ngasih makanannya ,, lo malah ngilang,, kemana lo ?? pacaran ama Shilla ??”tanya Cakka asal jeplak.

Alvin tersenyum lagi. dan menggeleng.

“terus kemana ??” tanya Rio kali ini.

“emmm ..” sepertinya sekarang Alvin beruntung, dokter langsung keluar jadi Alvin tidak perlu menjawab pertanyaan Rio.

Semuanya berjalan kearah dokter.

“mag Shilla sudah parah, terpaksa harus minum obat, tapi dia sudah sadar kok! Bisa dijenguk. Ini resep obatnya..” dokter itu menjelaskan. Semuanya hanya mengangguk dan Rio mengambil kertas tebusan itu dan segera berjalan ke bag. Administrasi, namun ditahan Alvin.

Rio mengangkat alisnya tanda bertanya.

“biar gue aja ,, Yo!” katanya. Rio dengan ragu memberikan kertas itu pada Alvin, aneh mengapa Alvin memintanya seperti itu. Sepertinya Alvin sedikit menghindar dari Shilla. Entahlah.

Alvin mengambilnya dan langsung pergi ke tempat pengambilan obat.

-BERSAMBUNG-

Egokah Aku part 10

Egokah Aku–part 10-

Kedua tangan itu saling bersalaman erat. Dengan senyum yang merekah dibibirnya. Rio tersenyum ketika sang client menyatakan mau bekerja sama dengan perusahaan papanya.

‘kerja yang bagus!’ batin Rio.

“jadi kapan kita bisa contact contact-an lagi ???” tanya Rio masih dengan senyum dibibirnya. Ia merasa puas karena mampu membuat client itu tertarik memberikan produknya pada perusahaan.

“secepatnya, pak!” kata sang client. Ahh , tidak masalah dipanggil pak, yang penting sekarang job sudah ada ditangannya.

“oke, kalo begitu, saya akhiri rapat ini, terima kasih.!” PT.MekarSariCipta mengakhiri rapatnya. Setelah saling bersalaman, akhirnya semua keluar dari Ruang meeting. Rio masih saja tersenyum sambil berjalan keluar dari Ruang meeting itu.

‘yes, bisa tunjukin ke ka Sivia nih !’ batin Rio senang . Ia pun segera menuju kearah parkiran untuk menjemput Ify dirumah sakit,, tidak,, bukan menjemput, tapi menemani Ify dirumah sakit.

Rio mulai melajukan mobilnya, dengan kecepatan yang,, biasa2 saja. Kali ini dia mau bersikap layaknya seorang distributor.. (emang distributor harus kayak gimana ??)
#############
Setelah puas menontn film horor nan sadis dan juga makan masakan Oik, Alvin dan Cakka memutuskan untuk pulang (SMP, Sudah Makan Pulang ,, :P)

“makasih ya udah masakin kita spagethi, wueenaakk sekali ! kita jadi kenyang..” kata Cakka sambil memegang perutnya dan tersenyum puas.

Oik hanya mengangguk saja.

‘iya, abis makan pulang, dasar , Cuma numpang makan doang !!’ batin Oik.

“yaudah kita pulang dulu ya, sekali lagi makasih ya, Ik !” Alvin dan Cakka melangkah keluar rumah Rio dan segera mengeluarkan mobil yang Ia parkir di samping garasi mobil Rio.

Oik segera masuk menyadari mobil Alvin sudah keluar dari gerbang rumah Rio.

Cakka menyalakan radio mobil Alvin, dan terdengar lagu rocker disana.

HEY .. YANG ADA DISANA ..
YANG ADA DI SINI …
SEMUA IKUT BERNYANYI
HEY .. YANG DATANG DISINI
JANGAN BIKIN KEKI
BIKIN SUASANA HAPPY
BERAKSII … BERAKSIII ..

Alvin dan Cakka berjoget ria didalam mobil ,, Alvin memukul-mukul stirnya karena saking ngerocknya lagu itu. Cakka mengikuti gaya metal layaknya seorang Rocker.

Saat sedang asik2nya berjoget didalam mobil , Alvin sampai2 tidak melihat ada seseorang yang sedang jalan didepannya, lebih tepatnya menyebrang.

PRIKPRIKPRIK

Klakson itu membuat sang gadis menoleh kearah kanan dan menyadari ada sebuah mobil melaju kencang kearahnya.

“AAAAAAAAAAA!” teriak gadis itu menutup matanya, tepat saat Alvin-hampir- menabraknya.

CKITTTTTTTTT
############
Shilla sudah siap dengan pakaian perginya. Dia berniat untuk refreshing, BT juga dirumah, batinnya.

Wajahnya terlihat sedikit pucat akhir2 ini ,, mungkin karena kurang makan dan kurang tidur. Ia membiarkan warna pucat itu menghiasi wajah cantiknya. Shilla tidak peduli dengan wajahnya yang terlihat seperti orang penyakitan. Yang penting sekarang Ia ingin bersenang-senang.

Dengan baju santai panjang berwarna hitam dan jeans biru pensil panjang. Gaya yang biasa untuk berpergian. Namun karena Shilla yang memakainya, jadi terlihat modis dan cantik.

Shilla memutuskan untuk naik taksi, karena mamanya lagi pake mobilnya dia,, alasannya , ya karena mobil mama Shilla lagi di bengkel.

Ia berjalan dengan santai sambil melirik jam tangannya. Jam 4 sore. Ahh, masih sangat banyak waktunya untuk bersenang-senang. Meski dia harus bersenang-senang sendiri tanpa ada yang menemaninya. Setelah Ify ‘pergi’ dari rumahnya, dia jadi tidak punya teman untuk mengobrol atau bersenang-senang.

Sambil terus melirik jam tangannya Shilla menunggu taksi namun tak kunjung datang. Shilla berdesah.

“ahh..” desahnya karena taksi yang ditunggu2 tidak sama sekali dapat terjangkau oleh pandangannya.

“mana sih ??” gerutunya . sepertinya Ia menunggu amat sia2. Taksi tak ada satupun yang lewat.

Matahari pada jam 4 sore belum terlalu tergelincir, sehingga teriknya masih membuat silau dan panasnya masih terasa, meski tidak sepanas pada siang hari.

Entah mengapa Shilla sedikit pusing. Pandangannya berbayang. Semakin lama semakin berbayang. Dan dalam bayangannya itu, sebuah mobil berwarna biru langit berhenti di sebrang sana.

Shilla tersenyum, meskipun yang Ia lihat pandangannya berbayang. Ia yakin itu adalah sebuah taksi, Shilla segera menghampiri taksi itu. Namanya sedang pusing, Shilla tak melihat kiri-kanan jalan. Dan yang lebih parahnya lagi, sekarang perutnya terasa perih. Inilah akibatnya karena dia belum makan dari kemarin malam.

Sebuah mobil yang melaju cukup kencang, Sang pemilik mobil itu nampaknya menyadari ada seseorang yang berjalan didepannya.

PRIKPRIKPRIK

Klakson itu terdengar tajam di telinga Shilla. Shilla menoleh mendapati mobil itu sebentar lagi akan menabraknya ..

“AAAAAAAAA”

CKITTTTTTTTTTTTTTTT

Pemilik mobil itu menginjak rem secara tiba2. Menimbulkan bunyi yang amat keras.

Dalam sekejap Shilla terjatuh didepan mobil itu dan pingsan.

Alvin, si pemilik mobilnya langsung turun melihat si korban jatuh. Tadinya Ia sempat berfikir ,, bahwa Si korban itu tertabrak mobilnya.

Alvin menghampiri ‘si korban’ itu.

“SHILLA !” serunya kaget melihat Shilla tergeletak tak berdaya. Cakka yang mendengar seruan Alvin, langsung keluar dari mobil dan sama terkejutnya dengan Alvin melihat Shilla pingsan tepat didepan mobilnya.

Tanpa basa-basi Alvin langsung menggendong Shilla masuk kedalam mobil. Cakka hanya mengikuti saja.

“Cakk, lo yang nyetir kerumah sakit,, gue mau jagain Shilla!” serunya. Cakka pun mengangguk dan mulai menjalankan mobilnya. Sementara Alvin dan Shilla dibelakang.

*ini kenapa jadi pada kerumah sakit semua yah ??*

Alvin memegang dahi Shilla yang,, panassshh. Lalu menatap wajah Shilla dengan bingung.

‘lo knapa Shill ?’ batinnya sedikit lirih menatap wajah Shilla yang pucat sangat.

“Cakk, cepetan dikit kek , ih !”

“iya sabar, Vin !” Cakka menaikan laju mobilnya, dan tidak sampai 5 menit mereka sudah sampai rumah sakit yang memang jaraknya sudah dekat dari TKP tadi.
##############
Rio berjalan kearah kamar ‘rosflower’ no. 54. Tadi dia nanya ke bag. informasi, katanya Gabriel udah di pindahkan keruang rawat biasa.

Masih dengan senyuman yang merekah Rio berjalan keruangan itu, ingin memberitahu Ify tentang keberhasilannya pada meeting kali ini.

Pintu kamar itu Rio buka dan ….

Entah mengapa senyumnya perlahan memudar melihat adegan ‘romantis’ didepannya itu. Emm, apa ?? apa dia cemburu ?? tak taulah, perasaan ini sering muncul tatkala melihat Ify bersama dengan Gabriel.

Tapi Rio senang, Ia amat jarang melihat Ify dan Gabriel berduaan seperti itu.

Rio masih mematung ditempatnya, melihat Ify tersenyum sambil menyuapi Gabriel makan.

Memang Gabriel sudah sadar , dan sudah melewati masa kritisnya.

Ify menoleh kearah Rio melihat Gabriel mengisyaratkan sesuatu padanya.

“eh, tuan !” Ify menaruh mangkuk bubur itu, dan berjalan kearah Rio.

“bentar ya, Yel,” Ify menarik tangan Rio keluar dari ruangan itu. Rio hanya mengikuti dan menunggu penjelasan Ify tentang bagaimana dan seperti apa keadaan Gabriel.

“Gabriel gimana?” tanya Rio.

“alhamdulilah, Iel ga papa. Kata dokter Iel udah ngelewatin masa kritisnya. Pendarahan di kepalanya juga ga berdampak buruk. Oiya,, gimana meetingnya??” tanya Ify diakhir kalimat.

“gue …. Berhasil Fy,, gue berhasil dapet job dari perusahaan besar itu ..” kata Rio menggebu-gebu dan ceria.

“hah?? Waduh, selamat ya tuan ..” Ify ikut tersenyum mendengarnya.

“oiya, Iel kira2 kapan bisa pulang ??” tanya Rio lagi.

Ify berfikir sebentar. “kayaknya besok juga udah bisa pulang deh ..” tebak Ify.

“sotoy lo kayak dukun !!” Rio menoyor kepala Ify.

“ihh apasih ! gasopan tau !!” Ify memengang kepalanya.

“bodo,, wlee!” Rio malah melet.

“ahh tau ahh, saya mau masuk, tuan mau ga ??” tanya Ify sembari membuka pintu kamar itu.

“mau ngapain ??” tanya Rio sumringah.

“yee, mau nyuapin Iel saya, tuan mau masuk ga ??” tanya Ify lagi.

“boleh,, ayo ,, !” Rio dan Ify masuk. Gabriel hanya manyun melihat pemandangan didepannya, habis, Rio ngerangkul Ify.

“kenapa lo ? cemburu ??” goda Rio.

“tau aja lo ! upss!” Gabriel spontan menutup mulutnya. Lalu melihat tatapan bertanya-tanya dari Ify. Rio terkekeh.

“haha,, bener kan ?? tenang, gue ga bakal ambil Ify kok !” kata Rio dengan senyum menggoda kearah Gabriel.

“ihh, engga kok ! tadi Cuma keceplosan !!” Gabriel ngeles.

“iya, keceplosan itu dari hati, harusnya tadi lo bilang salah ngomong,, haha ada2 aja lo Yel!” ledek Rio.

“engga juga, yee ..” Gabriel ngeles lagi.

“engga salah lagi ! iya kan ??” goda Rio. Membuat Ify memukul pelan bahu Rio.

“apaan sih tuan !” kata Ify malu2.

“alah, bedua lo sama aja, ngeles bisanya !” ledek Rio sambil melihat Ify yang mukanya udah merah.

“berisik!!” seru Gabriel dan Ify kompak. Membuat Rio terkikik mendengarnya.

“Yel, lo tuh ya, lagi sakit, kepala diperban, tangan luka2, tambah item, tambah jelek .,, masih aja ngelesnya gede !!” kata Rio yang langsung membuat Iel melotot.


“lo tuh mau nasihatin gue ya ??? kenapa pake ngehina ?? lo juga item !!” kata Gabriel tidak terima.

“engga ,, gue putih,, lo tuh item !!” balas rio, selalu saja tiap bertemu , mereka adu bacot.

“iya, gue item., tapi iteman elo,”

“elo juga”

“elo kali!”

“iteman elo !!”

“elo!”

“manisan gue !!” kata Rio narsis.

“engga manisan gue !” si Ify pusing ngedengarnya.

“STOPP! Kenapa sih tiap ketemu, kalian tuh berisik banget !” teriak Ify kesal.

“takdir!!” jawab mereka berdua kompak.

“ah, pusing ngomong sama kalian!” Ify bergegas keluar.

Rio langsung mengejarnya. Sebelum mengejar Ify dia meletin Gabriel.

“yah, yah, gue masih laper ni!! Uhh !!” gerutu Iel dan terpaksa akhirnya makan sendiri#kasihanIel :’(

Sementara Rio dan Ify malah makan dikantin #wahhparahniIfy!

“Fy, gue kekamar mandi dulu ya !!” kata Rio setelah selesai makan. Ify mengangguk. Rio pun bergegas pergi.

##########
Alvin dan Cakka mash menunggu diruang tunggu, Alvin masih bingung dengan apa yang terjadi sama Shilla.

Tiba2 dokter keluar. Membuat Alvin dan Cakka spontan berlari kearah dokter itu.

“dok, Shilla kenapa ?” tanya Alvin cemas.

Dokter menggeleng.

“Shilla tidak apa2, hanya kurang makan dan kecapean, juga penyakit lambung yang Ia punya, kambuh, saya harap, Shilla bisa menjaga pola makan dan istirahatnya, ingat,, jangan sampai dia kecapean lagi, ini dapat menimbulkan penyakit serius nantinya,, bila Shilla tetap tak menjaga pola makannya,,” jelas sang dokter.

Alvin mengangguk-anggukan kepalanya. Cakka juga. Dia mah daritadi ikut2an aja.

“kami boleh masuk dok ??” tanya Alvin.

Dokter mengangguk.

“boleh, asal tidak mengganggu pasien, karena Shilla belum sadar ..” jelas sang dokter lagi.

Alvin hanya bisa mengangguk lagi. sang dokterpun pergi.

“Cakk, pesenin bubur sama roti gih,, jangan lupa minumnya ya !” suruh Alvin sebelum masuk.

“ehh, enak aja, nanti juga dibawain sama suster.” Tolak Cakka.

“ih, lebih cepat, lebih baik !” paksa Alvin.

“lo aja sono, siapa elo nyuruh2 gue ??” Cakka melipat tangannya didada.

“owh, yaudah kalo ga mau, tiket JBnya gue batalin ahh, MnG nya juga ahh ,,” sindir Alvin sambil pura2 mengambil HPnya dan menelpon seseorang.

Cakka berfikir-fikir, dan langsung mengambil HP Alvin.

“ehh, I .. iya, jangan jangan ,, yaudah, gue beliin,, uhh,,” gerutunya dan segera pergi ke kantin rumah sakit.

Alvinpun langsung memasuki ruang itu. Dan duduk disebelah tempat tidur Shilla.

Cukup lama dalam diam diposisi seperti itu, Alvin hanya bisa memandang Shilla, tanpa melakukan apapun.

Namun kini jemarinya dengan perlahan menyusuri setiap lekuk wajah Shilla dan berhenti disatu titik, Alvin mengelus rambut Shilla, ahh, rasa itu tidak bisa hilang hingga sekarang.

Alvin tetap saja masih selalu berdebar ketika menatap Shilla. Mungkin cintanya pada Shilla terlalu besar.

“lo tau Shill, rasa ini masih ada Shill, ga pernah hilang, dan ga pernah berubah seinci pun,, apa lo ga bisa sayang sama gue ?” gumam Alvin sambil terus mengelus rambut Shilla.

Memandangnya dengan lirih. Alvin sangat ingin memeluk gadis ini sekarang, tapi apa daya, ia tak punya hak sama sekali, gadis itu bukan miliknya, ingat Alvin , gadis itu bukan milikmu.

Alvin menggenggam tangan Shilla. Hey, sekarang dia bebas untuk melakukan itu, sekali saja, membiarkan rasa keegoisannya menang untuk kali ini, karna mungkin ini takkan terjadi 2 kali. Alvin terus menggenggam tangan Shilla. Tak peduli dengan dinginnya tangan itu.

Dengan perlahan juga, Alvin mencium tangan Shilla, mungkin Shilla takkan pernah tau, apa yang Alvin lakukan padanya sekarang. Tidak, Alvin hanya ingin meluapkan rasa sayangnya sedikit saja.

Taukah kalian, Alvin pernah berjanji dalam hatinya, janji yang besar, bahwa Ia takkan pernah sanggup menyakiti Shilla, sekalipun sanggup, Ia tak mau,, Ia tak mau Shilla tersakiti, apalagi karnanya.

Alvin melepaskan genggamannya. Cukup, ia tak akan berbuat apapun pada Shilla, Ia hanya ingin menjaga Shilla. Alvin masih menatap lirih Shilla.

Apa Shilla tak pernah tau, bahwa Alvin sangat sangat mencintainya, jauh sebelum Rio mencintainya.

Tapi mengapa Rio bisa memiliki Shilla sedangkan Alvin tidak ??? percaya atau tidak, ini hanyalah sebuah takdir kecil yang digariskan Tuhan pada umatnya yang mengerti artinya mencintai.

“gue sayang lo, Shill !” gumamnya lagi. dengan tulus, berharap Shilla mendengar. Semoga, ya, semoga saja..

Alvin tidak pernah menuntut apapun, Ia hanya ingin, Shilla tau, seberapa besar rasa cintanya itu,, seberapa besar Ia ingin Shilla bahagia meskipun bukan dengannya.

Alvin tersenyum miris mengingat itu semua, sudahlah, tak ada yang perlu disesali, Alvin bahagia menjadi dia yang sekarang,, Alvin yang mencintai Shilla ….

Dan lagi2, Alvin hanya bisa diam menunggu Shilla sadar. Cukup puas memandang wajah cantik Shilla, Alvin menelpon cakka, habisnya, lama banget Cakka ga dateng2.

Setengah berjalan menjauhi Shilla, agar Sinyalnya lebih dapat, dan juga agar tidak mengganggu Shilla.

“halo !” seru Cakka disebrang.

“halo Cak, lama amet lo !”

“ehh, sori, ngantri nih,, !!” jelas cakka.

“yaudah,, elo sekalian bayarin administrasinya dulu ya, nanti gue ganti, oke !!” suruh Alvin seenaknya.

“ehh, ehh, enak aja, trus makanannya gimana?? Masa mau bayar aja sambil bawa makanannya sih ??”

“lo pesen, terus lo tinggalin dulu, nanti abis bayar balik lagi,, ambil deh, susah amat,, jadi orang kok ga pinter2 !” jelas Alvin seenaknya.

“hah? Iyalah,, yaudah deh, nanti lagi yak, ada yang mau kenalan nih!!” kata Cakka dengan nada menggoda.

“ehh, inget perjanjian, lo lupa ??”

“hah?? Emm, oiya, ya, yaudah lah, gajadi, udah ya nantian lagi! bye !” Cakka menutup teleponnya sepihak. Alvin hanya menggerutu.

“dasar Acakkadut!!”

Alvin pun kembali lagi kebangku disamping tempat tidur. Memandang Shilla lagi, dalam diam lagi.

Namun kali ini Alvin berdiri, dan dengan perlahan mencium kening Shilla, sedikit lama dan tertahan. Dengan tulus tanpa sedikitpun berniat apapun.

Alvin kembali duduk dan kembali menggenggam Shilla, menggenggam saja tidak apa2 kan ?? lalu menatap lirih Shilla dengan senyumannya.

“Alvin sayang Shilla ……………” bisiknya tepat ditelinga Shilla. Berharap lagi, Shilla akan mendengarnya,, Tuhan tolong, tunjukan rasa itu pada Shilla, sekali lagi, Alvin hanya bisa berharap.

Alvin tersenyum lirih, lagi, dan lagi,, sudahlah Alvin, waktumu sudah berakhir.

Jemari Shilla sedikit bergerak dan membuat Alvin tersentak. Dan refleks melepaskan genggaman ditangan satunya.

Dengan perlahan juga, Shilla membuka matanya,, membuat Alvin tersenyum karna itu berarti Shilla sudah sadar.

Buram .. buram semuanya,, Shilla masih belum jelas melihatnya ..

“Shill, “ panggil Alvin.

Shilla menoleh dan mendapati Alvin tersenyum kearahnya. Sudah jelas, semua pandangan Shilla sudah jelas.

“A .. Alvin,??” panggilnya bingung melihat Alvin dengan suara kecil.

“mm, sori Shil, tadi gue hampir nabrak lo !” jelas Alvin. Shilla berfikir lagi,lalu mengingat bahwa tadi sempat ada mobil yang akan menabraknya.

“mm, Shill! Tadi kata dokter, lo kurang makan sama kecapean ya ??”tanya Alvin.

“hah?? Mungkin !” jawab Shilla sambil tersenyum.

“yaudah deh, gue keluar bentar ya, mau nyusul Cakka, abis dia lama banget bawain makannya!” kata Alvin yang sebenarnya ingin menghindari mata Shilla , bisa jantungan dia kalo kelamaan disini ,, ngeliat senyum Shilla yang, ebusett, manisnya ..

Shilla hanya mengangguk kecil. Alvin pun segera keluar dari ruangan itu.

Shilla tersenyum kecil melihat Alvin yang terlihat salting tadi. Juga tersenyum karena tadi mendengar sesuatu. Kalimat yang benar2 membuatnya heran.

‘Alvin sayang Shilla ..’

Kalimat itu terus terngiang-ngiang di pikiran Shilla. Apa ? jadi Shilla sudah tau bahwa Alvin menyayanginya?? Terus bagaimana kelajutannya?? Entahlah, Shilla masih belum yakin dengan apa yang masuk ketelinganya tadi.

Shilla tersenyum lagi, entah mengapa dia senang mendengar kalimat itu,, apa Shilla juga menyayangi Alvin atau tidak, hanya Shilla dan Tuhan yang tau (tentunya saya juga dong !)

Shilla melihat kearah meja dan , Ahh itu HP Alvin. Sepertinya tertinggal. Shilla mengambil HP itu, hatinya tergerak untuk melihat-lihat menunya. Shilla melotot tatkala melihat sebuah menu yang Ia buka ,, apa ???

Dan kalimat yang diucapkan Alvin kembali terngiang-ngiang diotak Shilla …

‘Alvin sayang Shilla ………’
##############
Alvin berjalan kearah bagian administrasi. Melihat cakka yang sudah berada disana dengan cengo.

“CAKKA?”

“KA VIA??”

“RIO??”

“ALVIN??”

“KOK DISINI ???”

-BERSAMBUNG-

Egokah Aku part 9

Egokah Aku-part 9-

Oik berjalan kearah Cakka dan Alvin yang sedang menonton Televisi yang lagi heboh sama Briptu Norman.

“chaiya ,,, chaiya ,,, chaiya ,,,,,” Cakka joget2 ala briptu Norman meskipun ga mirip. Oik bergidik ngeliat Cakka, jijik ,, orang dirumah Rio juga, ga malu banget sih, batin Oik.

“nih tuan Alvin , tuan Cakka!!” kata Oik mempersembahkan jus alpukat yang baru Ia bikin sambil melihat kearah Cakka masih dengan ngeri2 gitu.

Cakka menghentikan aktivitas jogetnya, lalu mengambil jus alpukatnya,

“eh Ik,, mau nanya deh!!” kata Cakka sembari menyeruput jusnya.

“tanya aja ..” kata Oik yang berjalan kearah dapur, niatnya mengembalikan nampan.

“emm, dirumah lo banyak semut ya ???” tanya Cakka dengan tatapan menggoda.

“dihh, sok tau kamu,, kadang2 sih !!” jawab Oik jujur.

“pantesan aja lo manissssss banget,, tapi kadang2 doang ! hehe “ Cakka malah cengengesan.

“ihh, gombal apa ngeledek tuh ??” sambar Alvin yag dari tadi hanya diam.

“niatnya gombal Vin, tapi ya tau, mulut gue malah ngomong begitu !” kata Cakka jujur.

“oiya Ik, emm, pembantu yang lain kemana ??” tanya Alvin yang biasanya rajin ngegoda para pembantu (Alvin genit, ih!)

“owwh, ada di rumah belakang, kan nanti malem pak Dika mau ada meeting penting di belakang, jadi mereka harus nyiapin semuanya..” jelas Oik menerangkan yang sebenarnya.

“ow, aneh2 aja, meeting masa dirumah !!” celetuk Cakka.

“hussh, kalo tua Dhika denger bisa dimaki kamu !!” kata Oik mengingatkan.

“tau, tau !!” Cakka pasrah aja.

“yaudah deh, Ik,, kita mau kekamar cadangan Rio ya ,, ada yang mau kita ambil disana ,, biasa, barang ketinggalan,,” Alvin dan Cakka berdiri, bersiap untuk naik tangga.

Oik hanya mengangguk-angguk saja, toh dia ga punya hak juga buat ngelarang.

Cakka dan Alvin pun bergegas ke arah kamar Rio. Mereka emang udah biasa kesana, soalnya Rio ngelarang buat masuk kekamarnya yang asli yang ada di belakang, gatau juga kenapa. Dan satusatunya orang lain selain Rio yang pernah masuk kekamar Rio itu Cuma Ify, ya, Cuma Ify.

Setelah masuk kekamar-cadangan-Rio, Cakka menutup pintunya rapat2 lalu duduk di kasur empuk Rio.

“Vin, ternyata susah buat bikin Oik suka sama gue! di gombalin aja ga ngerti !! kayaknya gue ga bisa deh bikin dia suka sama gue!” terang Cakka putus asa.

“yah, baru gitu doang,, tenang , konser JB masih lama kok (orangudahlewatlagi!) meet and greatnya jug masih lama, lo coba aja dulu !! payah, masa gitu aja udah nyerah!!” Kata Alvin mengompori.

“hah, gue gak nyerah kok, Cuma males aja , gue pasti bisa nakhlukin dia, liat aja nanti !!” Cakka yang ga mau dianggap cemen sama Alvin langsung menarik kembali ucapannya tadi.

Alvin tersenyum mendengar ucapan Cakka, semoga ini berarti Cakka ga akan lagi nyakitin cewek.

“oiya, lo telpon Rio deh!!! Gue mau tau dia lagi dimana sekarang !!” suruh Alvin. Cakka hanya mengangguk dan mengeluarkan Nokia X6nya

NUT ………… NUT…… NUT… NUT… NUT.. NUT.. NUT NUT

Semakin lama bunyinya semakin cepat, dan itu berarti tidak ada jawaban, ahh kemana sih Rio ??

“gabisa Vin, ga diangkat,,” kata Cakka sambil memperhatikan layar HPnya, kali aja Rio telpon balik.

“hah?? Yaudah , mungkin dia masih kerja !!” kata Alvin tidak mau mempermasalahkan.

“lagian dia tuh, masih kelas XII udah megang Official Manager,, tu kerja kan berat banget!! Ada2 aja sih !!!!!!!!!” seru Cakka sambil geleng2.

“biarin sih, itukan pilihannya dia !!!” kata Alvin yang emang males ngomong.

“ahh, yaudah ah, nonton Horror aja yuk !!” ajak Cakka.

Alvin berfikir sebentar , lalu mengangguk.

“boleh, tapi apa ??? Rio kan koleksi Horror nya banyak !!” tanya Alvin yang masih bingung mau nonton apa.

“itu aja, arwah goyang karawang, gimana ??” tanya Cakka sambil membayangkan tokoh Jupe sedang berjoget (ngeres nih Cakka :P)

“ngaco loe! Maunya!! Rio mana punya horror indonesia, paling juga dia punya pintu terlarang ama bangku kosong yang emang kagak ada begitu2annya,, Rio kan suka yang sadis sadis!” jelas Alvin membuat Cakka nyengir. Mereka masih berfiir-fikir apa yang ingin mereka tonton.

Lalu keduanya tersenyum.

“SAW !!” seru mereka berdua kompak dan langsung mengambil DVDnya dan mulai menontonnya.
##############
Rio dan Ify sudah sampai dikantor. Tapi kali ini Rio dan Ify jadi bahan omongan dan ketawa orang, masa sang Official Manager mereka datang kekantor naik bajaj??

Biarpun udah malu banget, Rio tetap jaga Imagenya. Ify sebenernya juga Risih daritadi diketawain, Cuma ya, biarin ajalah terserah mereka.

Karena tak mau berlama2 di depan Pintu utama HA, yang bikin mereka semakin ditertawakan, Rio langsung menarik tangan Ify masuk , kearah ruangan Sivia.

TOKTOKTOKTOK

Rio mengetuk pintunya kasar dan kencang, membuat Sivia yang sedang berkutat serius pada laptopnya jadi terlonjak.

“siapa sih?? Gasopan!!” teriak Sivia yang sebenarnya berniat menyuruhnya sekalian masuk.

Rio dan Ify langsung masuk tanpa dikasih aba2, Ify menunduk sementara Rio memasang tampang acuhnya.

“RIO! Pantes aja !” cibir Sivia lalu kembali berkutat pada laptopnya.

“ka, kaka ngapain sih nyuruh aku kesini ???” Rio agak membentak. Sivia hanya menoleh sebentar kearah Rio. Lalu menjelaskan semuanya sambil tetap mengetik di laptopnya.

“lagian jabatan kamu dikantor itu tinggi Rio, kamu yang mengurusi semua bawahan kamu, kecuali CS(CleaningService) kamu malah keluyuran, kalau begini, mau jadi apa perusahaan papa !!” jelas Sivia yang membuat kuping Rio panas. Selalu aja tiap ketemu Via, Rio pasti diomelin, diceramahin, ahh pokoknya Rio paling males kalo ketemu kakanya.

“kamu kalo mau keluyuran inget wa ..” sebelum Sivia melanjutkan omelannya, Rio langsung memotongnya.

“jadi yang jelas, kaka kesini mau nyuruh aku apa ??” tanya Rio yang udah jengkel di ceramahin mulu sama Via.

“kamu gantiin kaka meeting sama pak Hendra dari PT.MekarSariCipta ,, mereka client kita yang sangat penting, kaka harap di meeting ini kamu berhasil Yo, ini bahan2 meetingnya udah kaka buat, tinggal kamu perluasin aja kata2nya,,” terang Sivia biasa2 aja. Ga dengan nada ngomel.

Rio hanya mengangguk-anggukan kepalanya tanda mengerti. Ify hanya menunggu saja sambil menunduk.

“emang kenapa sih ka ??? kaka mau ada keperluan apa ??” tanya Rio.

Sivia menoleh sebentar kearah Rio lalu wajahnya berubah menjadi sedih.

“Stev, Yo,, dia kecelakaan pas mau terbang ke Aussie, dan sekarang dia kritis dirumah sakit.” Ujar Sivia dengan mata berkaca-kaca.

Akhirnya Rio hanya dapat menggigit bibir bawahnya pertanda maklum, kasihan juga kan, Stev, (namanya diambil dari Iel!!) pacar kakanya ini harus kecelakaan pesawat dan ga kritis, wajar kalo Sivia mau jagain dia.

“yaudahlah, kaka ke rumah sakit aja sekarang, biar aku yang lanjutin buatnya!!” akhirnya Rio berperikemanusiaan juga dan mau mengizinkan Sivia bertemu pacarnya yang kritis.

“yakin kamu ??” tanya Sivia sembari mengelap matanya yang sudah berkaca-kaca.

“yakin, udah cepet sana, entar keburu ……..” ucapan Rio menggantung, dan dia tidak berniat melanjutkannya, karena takutnya, Sivia malah nangis.

Sivia melirik Ify, dan mengangguk.

“yaudah kaka mau kerumah sakit dulu, Fy, saya mau ngomong sebentar !!” suruh Sivia , Ify hanya menuruti.

Ify dan Sivia berjalan keluar dari ruangan kerja Sivia.

“Fy, Rio ga ngapa2in kamu kan ??” tanya Sivia.

Ify mengangkat wajahnya yang sedari tadi menunduk.

“emm, eng, engga!” jawab Ify mencoba tersenyum. karena, kalo dibilang ga ngapa2in ya emang ga ngapa2in dia kan si Rio.

Sivia mengalihkan pemandangannya keluar Pintu utama HA. Kayaknya ada yang aneh.

“mobil Rio mana ?? biasanya juga mobilnya mejeng disono, dia kan ga pernah mau markir mobil bener!!” SIvia melihat lagi kearah Ify.

“ee, tadi itu , mobilnya nabrak !!” jawab Ify jujur karena bohong juga ga ada gunanya.

“APA ??? nabrak ?? dimana ???” tanya Sivia yang langsung kaget dengan pernyataan Ify barusan.

“ta .. tadi di perumahan kelapa gading ka, tapi kita ga kenapa2 kok !!!” jelas Ify mencoba menenangkan Sivia yang keget.

“terus kalian kesini naik taksi ??” tanya Sivia lagi.

Ify menggeleng perlahan.

“naik bus ??” tanya Via lagi.

Ifypun menggeleng lagi.

“travel ??”

Ify kembali menggeleng.

“terus naik apa kesini ?” tanya Sivia yang udah gatau lagi apa yang bisa mengantar Ify dan Rio sampai HA.

“ba .. bajaj, ka !!” seru Ify.

Sivia tersentak,,

“hah?? Bajaj ?? “ Sivia menahan ketawanya mendengar jawaban Ify. Karena tak bisa menahan ketawanya, Sivia jadi terbahak-bahak.

“se,, serius kamu ? haha, emang Rio mau , naik bajaj ?? hahahahaha!!” kata Sivia diselingi tawa.

“serius ka, tadinya gamau tapi ya karena terpaksa, jadi tuan Rio mau ga mau!!” jelas Ify.

“huaaaahhahahahaha!!” SIvia malah tertawa terbahak2. Ga nyangka Rio mau naik bajaj. Sungguh hal langka menurutnya.

Ify kembali menunduk mendengar tawa Sivia. Entah mengapa perasaan dia bener2 ga enak.
Ada yang mengganjal dihatinya. Sepertinya ada yang tidak beres.

Sivia menghentikan tawanya, lalu melihat kearah Ify yang masih menunduk.

Sivia mencengkram bahu Ify pelan membuat Ify mengangkat wajahnya.

“Fy, kamu kenapa ??? sakit ??” Sivia terlihat cemas dan memegang dahi Ify.

Ify menggeleng perlahan dan kembali menunduk.

“kamu kenapa sih ??? ada yang salah dari omongan saya tadi ???” tanya Sivia meihat Ify cemas.

Lagi2 Ify hanya menggeleng dan mencoba tersenyum.

“e .. engga ka, kaka mendingan kerumah sakit aja ,, aku ga papa kok !!” Ify tersenyum.

“bener ???” tanya Sivia yang masih bingung ada apa dengan Ify.

“iya ka, tenang aja !”Ify mengangguk lagi.

“yaudah, saya pergi dulu, kalo ada apa2, kamu telepon saya aja!! See you ya !!” Sivia berjalan melewati Ify dan berlalu pergi. Ify pun kembali ke ruangan Sivia dan menunggu Rio selesai membuat proposal untuk meeting.

Rio mematikan laptop kakaknya dan itu tandanya dia udah selesai. Dia membereskan semua bahan2 meeting yang sudah di print, kemudian memberi tanda pada Ify bahwa Ia sudah selesai.

Rio memutuskan untuk mengganti baju DB yang berwarna pink kotak2, dengan kemeja dan jas warna hitam.

Ify mengikuti Rio keluar dari ruagan Sivia dan menuju kearah parkiran, Rio juga tinggal minjem mobil kantor.

Mobil itu mulai melaju dengan Ify yang masih memakai seragam Duta Bhagaskara, sementara Rio yang sudah berganti menjadi kemeja.

Sepanjang perjalanan, keheningan terjadi. Rio masih diam karena Ify pun tidak mengajak bicara.

“tuan … bukannya ka Sivia bilangnya meetingnya jam 3 ya ???sekarang kan masih jam 2 kurang !!” akhirnya Ify bicara bermaksud memecah keheningan disana.

“ya gapapa, bagus, biar client nganggapnya disiplin,,,!” jawab Rio sekenanya. Membuat Ify Cuma ngangguk2 aja.

Tiba2 didepan mobil rio dipinggir jalan ada ramai2 yang membuat perhatian Ify tersita untuk melihatnya.

“tuan, tuan itu ada apa tuan ,, itu kayaknya kecelakaan deh, ayo tuan kita liat !!!” Ify memukul-mukul tangan kiri Rio sambil melihat kearah ramai2 itu.

“ahh, paling juga orang demo,, !!” kata Rio tetap menjalankan mobilnya.

“tuan ayo turun ,, saya mau liat siapa yang kecelakaan !!” paksa Ify .

Rio menghela nafas dan langsung menepikan mobilnya lalu turun.

Ify langsung berlari menyerobot para kerumunan untuk melihat siapa yang jadi pusat perhatian warga.

“misi, misi dong, misi !!” Ify menyerobot para kerumunan itu dan sampai dipaling dalam. Ify melihat kearah korban yang bersimba darah itu. Dan betapa terkejutnya Ify melihat korban tabrak lari itu yang ternyata adalah … adalah …
######
Oik kesel banget, lagi masak, malah disuruh Cakka sama Alvin buatin popcorn sama Orange Juice ke kamar-cadangan-Rio.

Terpaksa masaknya dilanjutin sama mba Dea, dan Oik harus ngebuatin pesanan mereka, emang mereka kira ini rumah, restoran.

Setelah selesai membuat popcorn, dan orange juice, Oik mengambil nampan dan mengantarkan pesanan Alvin dan Cakka.

TOKTOKTOK

Oik mengetuk pintu kamar Rio.

“masuk ,,” teriak Alvin. Akhirnya Oikpun masuk dan menuju kearah meja kecil disana. Sementara Alvin dan Cakka mukanya udah ketakutan banget nonton tu film,, SAW gitu, sadisnya kagak nahan,,

Cakka masih aja serius menonton Film sadis itu, Alvin juga serius melihat film yang sadis itu, Oik sibuk meletakkan jus jeruk dimeja kecil yag ada dikamar Itu. Masih tetap memandang LCD televisi itu, juga itung2 menontonnya sekalian.

Tepat pada saat leher sang pemain terikat tali, dan saat waktunya habis,, kepalanya harus putus dan pada saat itu juga mereka bertiga-Oik, Cakka, Alvin- berteriak.

“AAAAAAAAAAAAA!!!!” teriak mereka bertiga,, Oik menutup wajahnya dengan nampan Itu sementara Alvin menutupi wajahnya dengan bantall, Kalo Cakka narik bed-cover dari kasur dan akhirnya bed-cover itu jatuh menimpa dirinya.

Alvin yang tersadar bahwa makanan dan minuman yang ia pesan sudah datang, langsung menyuruh Oik membawanya kesini.

Oik segera menaruh minuman dan popcornnya dinampan dan memberikannya kearah Alvin.

Cakka dan Alvin langsung menyerbu popcornnya. Sambil menyeruput jusnya, mereka kembali memfokuskan mata mereka pada layar besar didepan mereka.

“Ik, duduk aja, nonton bareng !!!” ajak Alvin.

Oik yang memang pengen nonton film itu, langsung duduk disamping Cakka.

Tiba2 ………….

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA” teriak mereka bertiga, saat gergaji membelah perut sang pemain lainnya.

Oik refleks memeluk Cakka.

“AAAAAAA SEREEEMMM!!” teriaknya.

Alvin yang memang laki2 yang pemberani (haseek) terus saja melanjutkan nontonnya.

Cakka udah senyum2 gajelas menyadari Oik masih saja memeluknya. Oik juga ga nyadar, karena sesungguhnya tadi dia refleks.

Namun begitu menyadari dirinya sedang memeluk Cakka, mm lebih tepatnya tidak sengaja memeluk Cakka, Oik langsung melepaskan pelukannya. Dan melihat Cakka sinis.

“ihh, kesempatan dalam kesempitan!!!!!!!” seru Oik kesal.

“gue ya yang harusnya ngomong gitu !!!” Balas Cakka.

“ihh pede banget kamu !!” kata Oik sinis.

“iyalah, lo udah meluk bukannya makasih, malah marah2 !!” balas Cakka lagi.

“ahh tau ahh,, geer banget sih,, saya mau mandi aja !!” Oik bergegas keluar dari kamar itu.

“yee, ngapain,, gue kan wangi, ga perlu mandi juga wanginya udah wangi banget !!” teriak akka karena Oik sudah sampai di pintu.

“iya, wangi kentut ! amitt ih !!” Oik langsung keluar karen tidak mau adu bacot sama Cakka.

“iihh !!” cibir Cakka lalu kembali fokus kearah TV itu. Alvin yang sempat ketawa juga kembali fokus kearah tv.
#################
“GABRIEELLLL!!!!!!!!!” teriak Ify setelah melihat siapa korban tabrak lari itu. Ify kaget bukan kepalang.

Rio menghampiri Ify yang matanya udah berkaca2 , ga percaya apa yang dia liat sekarang.

“Fy??” panggil Rio tak percaya. Menatap Gabriel dengan tatapan ga percayanya sama kayak Ify.

Perlahan , air mata Ify turun, Ia sama sekali tak menyangka apa yang sedang Ia lihat sekarang. Seseorang yang Ia sayang , terbaring lemah tak berdaya disana.

Dengan perlahan Ify berlutut dengan air mata yang masih bercucuran deras, Ia memegang, hmm,, lebih tepatnya mencengkram bahu Gabriel.

“Yel, ba .. bangun ,, iyel , bangunnn !!” histerisnya. Ia tidak peduli pada semua warga disana yang melihatnya dengan tatapan bermacam2.

“Iyel, bangun, Yel , jawab gue , iyeellll!” teriak Ify histeris mengguncang tubuh Gabriel yang sama sekali tak bereaksi, air mata Ify mengalir deras.

Rio melihat Ify iba dan kemudian memegang pundaknya.

“Fy, lebih baik kita bawa kerumah sakit sekarang!” ajak Rio.

Ify sejenak terdiam , lalu menghapus airmatanya. Dan mengangguk-angguk tanda setuju.

“yaudah , ayo, pak bantu saya gotong Gabriel ya ..” Rio meminta tolong kepada para warga disana untuk menggotong Gabriel masuk kedalam mobil Rio.

Akhirnya setelah menggotong Gabriel masuk, Ify dan Rio segera masuk, dan mobil itu melaju dengan kecepatan seperti biasanya, ngebut.

Ify masih memangku kepala Gabriel. Masih juga berurai air mata.

“tuann, jangan ngebuttttt!!!!! Nanti Gabriel kenapa-napa !” lirih Ify, meskipun sedikit teriak.

“Fy, kita harus sampe cepet2, kalo ga nanti nyawa Iel bisa ga tertolong!!” terang Rio masih tetap melajukan cepat mobilnya.

Ify hanya terdiam. Dia sudah pasrah saja, pokoknya yang harus dilakukannya sekarang cepat2 menyelamatkan Iel.

Tak sampai sepuluh menit, mereka sudah sampai dirumah sakit. Rio dan Ify segera turun dari mobil. Membiarkan Gabriel diangkat oleh para tim medis oleh kasur berjalan (namanya apa ya ??)

Ify setengah berlari mengikuti para suster yang juga menjalankan cepat kasur berjalan itu. Rio melirik jam tangannya, sudah jam 2 lewat 5 , sementara meeting dimulai jam 3 sore.

‘tenang Rio, meetingnya masih lama !’ batin Rio mencoba percaya, bahwa ia takkan telat datang ke meeting nanti.

“mba, mas , tunggu disini ya !!” kata suster seraya menutup pintu UGD. Ify mundur dan duduk disamping ruangan itu, air matanya kering, ahh, sudahlah, tidak ada gunanya menangis saat ini.

Rio masih berdiri, bodohnya Ia, Handphonenya Ia tinggalkan di mobil yang entah seperti apa nasibnya sekarang,, mungkin I-Phonenya juga sudah diambil orang. Rio jadi tidak bisa memainkan HPnya sekarang.

Mereka berdua masih menunggu meski dalam keadaan yang berbeda, Ify duduk diruang tunggu sementara Rio berdiri bersandar pada tembok disamping pintu UGD.

15 menit berlalu, dokter tak kunjung keluar, lampu diatas pintu UGD pun tak kunjung berpindah. Ify masih dengan rasa kepanikannya yang besar, menunggu daritadi, Ia bahkan sering mengganti posisi duduknya karena saking lamanya.

Rio melirik jam tangannya. Sudah setengah 3, bagaimana ini ??? meeting sebentar lagi akan dimulai, sementara perjalanan dari rumah sakit ke PT.MekarSariCipta butuh waktu 15 menit agar sampai dengan selamat, itu pun bila tidak macet.

Tiba2 seorang suster datang dan meminta salah sau dari mereka-Rio atau Ify- untuk melunaskan administrasi terlebih dahulu. Akhirnya rio langsung pergi ke bagian administrasi untuk membayar biaya rumah sakit.

Tiba2 pintu UGD terbuka dan lampu diatasnya pun berpindah. Ify menghampiri sang dokter dengan wajah harap2 cemas. Dia benar2 takut kali ini.

“dok, gimana Gabriel ??” tanya Ify panik.

“pasien mengalami pendarahan pada kepalanya karena terlalu banyak kehilangan darah,,, dan sekarang pasien kritis,” jelas dokter itu, membuat mata Ify berkaca-kaca lagi.

Sebuah pernyataan yang tidak ingin Ify dengar, ahh, apa ??? Gabriel mengalami pendarahan pada kepalanya ??? dari yang pernah Ify baca di RPUL Global dulu, pendarahan dikepala dapat menyebabkan kelumpuhan meskipun tidak 100% . atau bahkan bila sangat hebat bisa menyebabkan kematian.

Mungkinkah itu akan terjadi pada Gabriel ?? maybe yes, maybe no. dan Ify berharap tidak .

“apa saya boleh masuk dok ??” tanya Ify ketika Rio sudah kembali dan berdiri disampingnya.

“boleh, silahkan, asal tidak mengganggu ketenangan pasien .” terang dokter itu.

Ify mengangguk dan segera masuk kedalam ruangan itu, bersamaan dengan Rio yang mengikutinya.

“Gabriel kenapa ??” tanya Rio sambil menutup pintu UGD nya , sementara Ify sudah duduk disamping Gabriel.

Ify menghela nafasnya pelan sambil menoleh kearah Rio.

“pendarahan di kepala! Dan kritis.” Jelas Ify miris. Rio menatap Ify kemudian Gabriel.

Lalu Rio kembali menatap Ify seolah berkata ‘serius ?’.

Namun tidak ada jawaban dari Ify dan itu berarti benar. Rio menghela nafasnya sebentar dan memutuskan untuk keluar dari ruang UGD, membiarkan Ify menjaga Gabriel sepuasnya.

Rio menunggu diluar.

Setelah sepuluh menit, Ify tak kunjung keluar, Rio melihat jam tangannya , dan melihat tinggal 20 menit waktu untuk menuju keangka 3.

Rio langsung masuk lagi keruang UGD itu dan menghampiri Ify. Tangannya memegang pundak Ify.

“Fy, meeting udah mau dimulai!” jelas Rio pelan. Ify menggeleng dengan tatapan kosong.

“kita kan bisa jenguk Gabriel nanti, Fy, ini penting menyangkut perusahaan, ayolah !” kata Rio sedikit memaksa.

“engga mau tuan, tuan sendiri aja kesananya!” Ify masih menggeleng tanda tak mau pergi dan berhenti menjaga Gabriel.

Rio berfikir, untuk apa Ify diam disini menjaga Gabriel seperti mayat hidup.

“Fy, ayolah, gue butuh pendamping buat nemenin gue !!” Rio masih saja tetap memaksa Ify. Lagipula dia juga tidak ingin Ify seperti orang hilang dan menunggu seseorang menjemputnya, toh ada suster ini kan, yang 24 jam bila dibutuhkan pasti ada .

Ify kembali menggeleng.

“ayolah Fy, sebentar lagi meeting mau dimulai, dan gue ga akan dateng kesana kalo elo ga ikut !” jelas Rio sedikit memaksa. Terdengar dari nada bicaranya.

“saya bilang ga mau ya ga mau !!” Ify menatap tajam Rio lalu dengan sisa emosinya , Ia membentak Rio.

Rio tersentak, Ify barusan membentaknya, demi seorang Gabriel, wajar sih, jelas saja, Ify menyayanginya, dimata Ify, Gabriel jauh lebih berarti dari Rio.

“Fy, jangan egois dong, ini buat kepentingan perusahaan, lebih penting dari Gabriel,, lo tau kan kak Sivia nyuruh lo apa ??” Rio mulai membentak, dia kesal karena Ify tetap saja tak mau pergi dengannya, padahal inikan juga tugasnya untuk mengikuti kemanapun Rio pergi.

Tapi seharusnya Rio tak perlu meminta Ify menemaninya dalam keadaan seperti ini. Taukah Rio, Gabriel adalah salah satu orang yang masuk didaftar seseorang yang Ify sayang.

Ify menoleh kearah Rio, melepaskan genggaman tangannya yang tadi menggenggam Gabriel. Menatap Rio dengan tajam tapi lirih. Rio yang ditatap seperti itu hanya diam menunggu Ify bicara.

“siapa yang egois sekarang ?? tuan tau kan kalau saya menyayangi dia !” Ify menunjuk Gabriel sambil berjalan mendekati Rio.

DEG

Sebuah kalimat yang menacap telak dihati Rio , kalimat yang, hhm , tajam,, dan membuat Rio serasa tertancap sebuah pisau, sakit dan nyut2an.

Rio terus mundur. Bukan karena takut, tapi Ia berniat mengajak Ify bicara di luar.

Setelah sampai di luar ruang UGD, posisi Rio sama seperti kala menunggu tadi, bersandar pada tembok disamping pintu ruangan itu, lalu Ify berada dihadapnya.

Ify masih menatap tajam+lirih Rio. Rio juga menatap Ify, meskipun tanpa banyak arti dari tatapannya.

“apa kamu ga pernah sayang sama orang ?? jadi kamu ga tau rasanya melihat orang yang kamu sayang itu sakit atau terluka?? Oh, saya tau, kamu terlalu jahat buat orang yang kamu sayang, sampai2 orang itu pergi karena ga tahan sama sikap kamu?? Jadi kamu ga pernah merasakan sakit karena orang itu terluka ?? iya kan ??” tanya Ify tidak membentak, tidak teriak, dengan nada seperti biasa orang bertanya, namun terdengar sedikit tajam, dan sukses membuat hati Rio panas mendengarnya.

Rio gantian menatap Ify tajam. Nyaris saja mencengkram Tangan Ify bila Ia tidak dapat menahan emosinya.

Ify sesungguhnya khilav bicara seperti tadi, Ia hanya ingin Rio tau, bahwa Gabriel lebih penting dari meeting diperusahaan manapun.

Bukankah kita baru menyadari bahwa bila kita menyayangi seseorang saat kita akan kehilangannya, begitulah yang dirasakan Ify, bedanya Ify memang merasakan bahwa Ia menyukai Gabriel, hanya saja dia tidak menyangka perasaan yang Ia punya ternyata tak sedangkal seperti yang ia kira.

Ify menunduk, menyesali apa yang baru Ia katakan tadi. Air matanya pun turun perlahan. Rio pasti sangat marah padanya kini.

Rio masih menatap tajam Ify dan sekarang mencengkram sikut Ify. Ify hanya sedikit meringis. Dan kembali menunduk.

Kini Rio menatapnya emosi.

“lo tau kan ? gue emang egois,, kenapa elo ga ngikutin gue ?? HAH !” bentaknya.

Ify meringis lagi, menyadari sekarang bahunya yang dicengkram oleh Rio.

“ma .. maaf tuan!” lirih Ify. Ia hanya bisa mengatakan itu sekarang.

“gue tau lo sayang dia, maaf kalo gue lebih mentingin meeting itu dari pada orang yang lo sayang ! sory !!” lirih Rio . Ify masih menunduk dan menangis. Dia takut bila Rio sudah emosi, meskipun nyatanya ,, Rio sekarang tengah menatapnya lirih.

Dengan perlahan Rio menarik Ify kedalam pelukannya, Ify hanya diam saja,mungkin Rio tau bahwa sekarang , Ify sedang membutuhkan sandaran. Wajah Ify terbenam di bahu Rio. Rio memeluknya erat, tak tau atas dasar apa Rio memeluk Ify, yang Ia yakin , Ia dapat menenangkan Ify sekarang .

“maaf udah buat lo nangis!” ujar Rio tulus. Entah mengapa bibirnya mengucap itu. Masih dengan erat Ia memeluk Ify, tidak peduli dengan waktu yang terus berjalan. Rio seperti tidak ingin melepaskannya .

Hey , ini bukan pelukan terlarang kan ??? Rio tak berniat apapun. Namun entah mengapa ,, pelukan itu menghangatkan,, sekali lagi hanya bisa bertanya, ‘entah mengapa??’

Ify masih menangis. Meskipun isakannya tidak terdengar. Hanya saja kemeja Rio basah, tidak apalah.

Dengan perlahan , Rio melepaskan pelukannya dan mengangkat wajah Ify yang masih saja menunduk.

“yaudah, lo jaga Gabriel, sekarang gue pergi meeting, okey??” katanya ramah sambil tersenyum.

Ify mengangguk. Rio pun berlalu dan pergi begitu saja, Ify hanya menatap tubuh Rio yang sedikit demi sedikit menghilang .


-BERSAMBUNG-

Egokah Aku part 8

Egokah Aku-part 8-

“TUANNN RIOO AWAAAAAASSSSS!!!!!!!!” teriak Ify menutup matanya.

BRAKKKK … bunyi saat Rio membanting setir kekanan, tepatnya kearah pohon.

CKIIITTTTTT … bunyi rem mendadak mobil Rio.

DUMMDUMM .. bunyi saat saat menegangkan.

PRAKKKKKKK! Dan bunyi mobil Rio tertabrak pohon.

“AAAAAAAAA” Ify histeris sendiri saat mobil mercedes benz itu menabrak pohon. Rio hanya diam saat dahinya terbentur setir, hingga membuat dahinya berdarah. Rio masih dalam keadaan emosi. Ia menghela nafas beratnya.

Sementara Ify hanya bisa menangis, dia takut. Kejadian yang dulu teringat lagi. Ify mengalami trauma pada kecelakaan ayah dan ibunya waktu itu. Hingga sekarang, kejadian itu masih berbayang sampai sekarang.

Semua warga didekat taman perumahan itu melihat mobil mereka, ada yang panik banget, tapi Rio udah bilang kalau mereka ga kenapa2, akhirnya para warga pun acuh lagi seperti sebelumnya.

Ify menutup wajahnya. Tidak sadar bahwa dari tadi Ia teriak2 histeris.

“jangannnn ! jangaannnnn!!” teriak Ify kayak orang gila. Rio menoleh dan memicingkan matanya.

“lo … kenapa ??” akhirnya Rio bertanya juga.

Ify terdiam medengar pertanyaan Rio. Lalu membuka wajahnya. Menoleh kearah Rio lalu menangis lagi.

“huaaaa, hiks, hiks, tuan,, kita ga mati kan ??? apa ini lagi di surga ??” tanya Ify polos setengah terisak.

Rio kesal ditanya seperti itu. Pertanyaan yang bodoh menurutnya.

“lo pikir aja, lo pikir lo bakal masuk surga kalo mati ??” tanya Rio cuek.

Ify menoleh dengan wajah melasnya. Dan berfikir apa yang baru Rio katakan tadi.

“masih kira lo udah mati ??” tanya Rio lagi. dengan nada santai.

Ify masih melihat Rio dalam diam dan dengan perlahan menggeleng dengan tampang bloonnya.

Rio tersenyum miring. “hmm, baguslah!”

Ify memperhatikan wajah Rio. Ada yang aneh. Lalu Ify baru sadar apa yang aneh dari wajah Rio.

“Tuan Rio, itu jidatnya , itu berdarah, aduh gimana dong ?? itu juga aduh, mobilnya juga nabrak, itu ,itu tuan , keluar asepp, aduh gimana nih ?? aduhhhhh !!” Ify ribet sendiri membuat Rio semakin kesal saja.

“ihh, lo tuh kebanyakan aduhnya ya ?????? lebay !” kata Rio sedikit membentak.

Ify jadi kaget dibentak kayak gitu. Dan dalam sekejap langsung terdiam. Dan malah nanya yang gak nyambung.

“tuan mm, ga kerja ??” tanya ify sangat2 ga nyambung.

Rio menoleh dan mengangkat satu alisnya.

“menurut lo ?” tanyanya.

“eng .. engga ..” jawab ify lagi2 polossssss banget.

Rio memutar bola matanya.

“au ah,, cape ngomong sama lo!” Rio masih saja diam di jok mobilnya. Berbeda dengan Ify yang udah celingak celinguk ngeliatin mobil itu yang nabrak pohon.

“tuann, kalo mobilnya rusak gimana ?” tanya Ify lagi. polos lagi, polos lagi.

“servise aja, susah amat !” jawab Rio sekenannya.

“kalo ga bisa di servise gimana ??” tanya ify lagi.

“beli lagi lah, susah amat!!” jawab Rio enteng. Emang dia pikir mobil tuh es cincau apa yang harganya 2000. Emang dasar orang kaya.

“tuan emang punya uang ???” tanyanya lagi, masih dengan polossss.

Rio memutar bola matanya lagi, saking kesalnya pada Ify. Dan membiarkan pertanyaan tadi tidak terjawab. Ify mengangkat bahunya, mungkin dia emang orang kaya, pikir Ify.

Ify mengalihkan pandangannya kearah wajah Rio dan mulai teringat sesuatu.

“tuan, itu lukanya ???” tanyanya, kali ini ga polos.

Ify nyaris memegang dahi Rio itu, namun Rio langsung menepisnya.

“udah , gausah pegang2 nanti juga sembuh sendiri.!” Katanya sedikit membentak.

“tapi kata bu guru, kalo luka ga diobatin itu bisa infeksi tauk !” kata Ify tak mau kalah.

“mm, ada kotak p3k ga disini?? Sebentar saya cari dulu!!” Ify celingak celinguk mencari kotak p3k dan menemukannya, di atap mobil (???) Rio. Disana ada handsaplast, betadine, obat merah, perban, plester dan obat2 kecil lain. Ify mengambil betadine , dan handsaplast.

“tuan , ayo biar saya obatin di luar, ayo tuan kita keluar,, lama2 disini bisa sakit karna ngehirup asepnya,,” jelas Ify sambil memegang kenop pintu mobilnya, ingin turun.

Rio melihat Ify sekilas, dan mengacuhkan suruhan Ify tadi. Ify yang mau keluar jadi gajadi ngeliat Rio yang malah nyender ke joknya lagi.

“yeee, tuan, orang mau diobatin malah ga mau, kayak anak kecil aja sih ! ayo ah !” karena meskipun dibujuk, Rio tetep ga mau, Ify terpaksa keluar dari mobil dan menarik tangan Rio keluar dari mobil.

“ihh, ayolah tuan, ntar infeksi lho!” Ify masih menarik tangan Rio yang tetep aja ga mau keluar dari mobil.

“gue bilang ga mau ya ga mau !!!” bentaknya, meski dari tadi sudah dibentak , Ify tetap saja memaksa Rio tidak peduli akan marahnya rio padanya.

Karena yang dia tau, luka Rio bisa infeksi kalo ga diobatin, karena lukanya cukup dalem kalo dibilang luka kecil.

“saya janji deh tuan, abis ini, saya bakal temenin tuan kemanaaaaaa ajjaaaa ! oke ???” sogoknya seperti membujuk anak kecil.

‘kayaknya perlu dikerjain nih anak!’ batin Rio jail dan sebuah ide terlintas dipikirannya.

“gue mau keluar, tapi dengan satu syarat!” jelas Rio enteng dengan wajah tanpa dosa.

Ify membelalakan matanya, tanda senang akhirnya Rio mau keluar juga meskipun ujung2nya pake syarat.

“apa tuan ??” tanyanya antusias.

“mm, loe …..” katanya menggantung.

Ify melihat wajah Rio yang tidak serius, jadi dia Cuma mengangguk angguk saja.

“loe harus ,,,, cium gue …….” Terang Rio menunjuk pipinya, Ify membelalakan matanya kaget, hah,, Rio udah gila kali, masa Ify suruh nyium dia, mana mau Ify,,

“apa ???? saya harus nyium tuan ??? iiii, ogah !” Ify menggidikan bahunya tanda jijik.

“lho, kenapa ??? banyak lo yang mau nyium gue,, lo tuh beruntung karna bisa gue suruh !” jelas Rio tersenyum jail.

“ga, ga mau ah , ga mau..” tolak Ify sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

“ohh, yaudah ah,, gue males keluar,,” Rio kembali bersandar pada jok mobilnya pura2 merem, tapi dia setengah ngelirik Ify. Ify jadi manyun.

“yaudah terserah …..” kata Ify langsung masuk ke jok blakang mobil dengan tangan yang dilipat, ceritanya dia ngambek sama Rio.

‘yah, kok ga mau sih !! ahh, ayo Rio cari akalll!’ batin Rio sambil memikirkan bagaimana caranya biar bisa ngerjain Ify.

CLINGGGGGG

Lampu diatas kepala Rio menyala, akhirnya dia punya ide jga buat ngejailin Ify.

Rio memegang dahinya yang berdarah itu, lalu dengan sengaja menekannya, hingga Iapun refleks berteriak

“awwwww, ahhh” rintihnya beneran, salah sendiri dia beneran mencet lukanya.

Ify yang lagi manyun, kaget mendengar teriakan Rio dan langsung keluar dari mobil menuju kearah tempat pengemudi, dimana Rio mendudukinya.

“aduh, tuan kenapa ???” tanya Ify panik.

“aww, sakit Fy. Aduhhh!” rintihnya kali ini bohong, pura2 kesakitan sambil sesekali cekikikan karena Ify sedang mengambil betadine dan handsaplast yang Ia bawa tadi, kerena tertinggal di jok belakang.

“ayo tuan, saya obatin, ayo keluar, ayooo !!” paksa Ify yang udah panik banget. Melas banget mukanya.

Rio bener2 pengen ketawa ngeliat wajah panik Ify itu,, tapi tetap dong, Rio tetap berakting kesakitan. Jiwa pemain sinetron gitu.

“ga, pokonya gue mau keluar dari mobil kalo lo mau nyium gue !” kata Rio sambil menunjuk pipinya.

Ify mengerutkan kening dan kembali menggeleng.

“ga , ga mau ah , ga mau !!” katanya ngotot.

“iih, Cuma pipi doang ko, apa lo yang mau gue cium ???” tanya Rio dengan mata menggoda.

Ify bergidik.

“ga ah , ga mau tuan!” tolak Ify lagi.

“tapi ini sakit Fy, ntar kalo gue pingsan gara2 kesakitan gimana, terus masuk UGD gimana , terus kalo mati, gue gentayangin elo gimana ?? mau emangnya ???” kata Rio kejauhan, orang bego juga tau kalo itu ga bakal kejadian, orang lukanya Cuma seuprit, Rio aja emang dasar, eh dasar Rio cacingan. :P

Ify berfikir layaknya orang bloon. Lalu menjadi galau sekarang.

“tapi tuan, itu kan dosa !” kata Ify ngeles.

“tinggal tobat nanti, gampang kan ???” kata Rio enteng. (si Rio tobat sambel kali!)

“emm, tapi …….. emm … nanti tuan geer lagi kalo saya cium!!” kata Ify ngeles lagi.

“iya, gue emang bakal geer, tapi gue bakal keluar kalo lo mau nyium gue, kalo ga mau, ya gue sampe mati bakal disini !!” ancam Rio. Sebenarnya Ify ga ada ruginya deh, tapi dia ga tega ngeliat luka Rio itu.

“emm, yaudah deh, tapi tutup mata ya,,,,,,,,” kata Ify sambil manyun.

“tenang …..” Rio langsung menutup matanya sambil tersenyum jail, Ify mendekatkan wajahnya ke pipi Rio dan …

Mmmwahh

Secepat kilat Ify mencium pipi Rio. Lalu kembali pada posisi sebelumnya.

“udah kan ??” tanya Ify sambil manyun.

Rio membuka matanya dan menoleh kearah Ify.

“yaahh, masa begitu doang sih !! ga asik,, tapi yaudah deh, yang penting udah dicium , oke gue keluar!!!” Rio mengijak kakinya keluar dari mobil. Ify bernafas lega, akhirnya bisa juga dia membujuk Rio.

Dan mereka berjalan ke bangku terdekat disana.
###############
Ify mulai mengobati Rio. Dengan telaten Ia mentotol-totolkan #lirik Penulis The POL, minjem kata2nya yak, hahay,, betadine ke kapas dan mulai di usap ke dahi Rio yang berdarah.

Rio tak meringis, dia hanya mencermati wajah Ify yang kini amat dekat dengannya, Ify terlihat cantik, dan Rio baru sadar itu, ternyata gadis polos itu sangat amat cantik ya,, Rio terenyum kala melihat Ify yang begitu telaten mengobatinya.

Ify membersihkan luka Rio dengan kapas yang ada betadinenya itu, tepat saat kejadian yang amat biasa dan menyinetronpun terjadi.

Dimana saat mata mereka beradu pandang, dan saling menelusuri manik mata satu sama lain. Ify mash tetap pada posisinya, yaitu membersihkan luka Rio dengan tanganya didahi Rio, sementara Rio duduk diam menatap Ify, Ify pun juga terdiam, melihat sebuah ketulusan terpancar dari si pemilik mata itu.

Mereka bertatap-tatapan, mengikuti gejolak didalam dada, mereka terpaku untuk sekejap, tak peduli waktu yang terus berjalan, yang mereka pikir adalah, bagaimana mata indah itu bisa tercipta, serasa waktupun hanya milik mereka.

Ify masih terhanyut dengan tatapan Rio padanya. Rio menatap Ify bukan hanya sekedar tatapan cueknya, sekarang Ia menatap Ify penuh arti. Dalam dan membuat Ify tak bisa lari dari ini.

Apa benar sekarang rasa itu sudah timbul?? Atau hanya semacam rasa canggung karena sebelumnya mereka tidak pernah sedekat ini melihat satu sama lain?? Tidak ada yang tau jawabannya.

“ehhmm” lagi2 rio berdeham membuat Ify tersadar dari lamunan itu,, Ify jadi salting sendiri, Rio juga, baru kali ini mereka saling bertatapan.

“udah ??” tanya Rio sok cuek. Berusaha menutupi rasa saltingnya itu.

“be .. belum, tuan,, sse, sebentar lagi !!” Ify yang memang ga pandai menutupi bahwa Ia salting, terlihat juga oleh Rio, juga wajah Ify yang udah merah banget, lebih merah dari kepiting rebus (saya aja ga tau kepiting rebus gimana, maklum, rada oon! :P).

Ify kembali mengobati Rio meskipun Ia terlihat menghindari mata Rio, takut jadi salting lagi kayak tadi.

Setelah menempelkan handsaplast ke dahi Rio, Ify membereskan p3knya. Rio hanya menunggu saja.

Dengan cepat Ify membereskan betadine dan kawan2nya, lalu berjalan kearah mobil untuk mengembalikannya. Tapi tiba2 Rio menahan tangan Ify.

Ify menoleh .

“makasih !” ucap Rio sambil tersenyum.

Ify juga tersenyum dan mengangguk kemudian kembali berjalan kearah mobil Rio sambil memikirkan sesuatu.

Kenapa gue bisa sedeket ini sama Rio yang semua temen2 sekelasnya itu geleng2 kalo ngajak ngomong dia ?? kenapa juga kalo di sekolah Rio itu cuek naudjubile? Kenapa juga kalo ditempat lain Rio biasa aja ??? apa dia mau nunjukin sama Shilla kalo dia bisa tanpa Shilla ?? tapi ga gitu juga kan caranya ??

Semua pikiran itu membuat Ify stress sendiri. Tapi yaudahlah, kayak D’Massive aja, syukuri apa yang ada, hidup adalah anugrah .. hehe

Setelah selesai menaruh kotak p3k yang Ia ambil tadi, Ify kembali ke bangku tempat Rio dan ia duduk tadi.

DRRTT .. DRRTT ..

Hape Ify bergetar, dan membuatnya sedikit terlonjak. Ify mengambil Hpnya dan melihat siapa yang memanggilnya.

‘Ka Sivia (work)’

Begitulah tulisan yang ada di tampilan BB Ify. Ify segera mengangkatnya menyadari bahwa Sivialah yang menelponnya.

“halo ..” sapa orang disebrang sana.

“iya ka,” jawab Ify.

“Fy, kamu sama Rio kan ??” tanya Sivia.

“iya ka, kenapa ?”

“emm, kalian cepet kekantor ya, saya mau minta Rio menggantikan saya nanti pas meeting, karena saya ada keperluan mendadak!” jelas Sivia.

“tadi saya udah telpon Rio tapi ga diangkat,,, cepetan ya, 15 menit udah nyampe, soalnya saya mau kasih tau Rio bahan meetingnya apa aja,,” jelas Sivia lagi, terdengar terburu2.

“emm, I .. iya kak, secepatnya kita kesana ..”

“yaudah saya tunggu ..”

TUT TUT TUT , sambungan diputus, sepertinya Sivia memang sedang buru2.

Rio memandang Ify dengan tatapan bertanya2.

“ka Sivia minta kita cepetan kesana tuan, ada yang penting, Ayo tuan !” Ify juga terlihat terburu-buru. Rio hanya mengikuti Ify dan meninggalkan mobilnya, beserta HPnya yang ada di dalam mobil.
###########
Ify menyetop taksi tapi tak ada yang tak berpenumpang.

“aduh tuan, ini gimana ini ??? udah 5 menit kita ga ketemu2 taksi tuan, aduh, angkot juga penuh semua, naik ojek ga mungkin !!! naik becak apalagi, bisa pingsan duluan kalo kita ajak ke kantor.” Ify ngedumel sendiri, sementara Rio terlihat santai2 aja.

“mm, satu2nya cara, kitaaa naikk bajajj ! itu tuh bajajnya , ayo tuan ayo, keburu ada yang naek!” Ify menarik2 tangan Rio. Rio mengerutkan kening.

“ga mau ah, masa naik bajaj !” tolak Rio.

“ayo Tuan nanti ka Sivia marah !” Ify masih keukeuh menarik2 tangan Rio.

“ga ah, mendingan telat daripada naik bajaj.” Tolak Rio lagi.

Karena bajaj yang Ify tunjuk berjalan kearahnya. Ify tidak peduli pada Rio yang menolak naik bajaj. Pokoknya dia tetep masuk ke bajaj itu menunggu Rio juga masuk.

Rio masih diam dengan tampang bodo amatnya, sambil melipat kedua tangannya. Bajaj yang emang berisik ngundang orang2 disekitar sana marah2. Akhirnya para ibu2 yang lagi nidurin anak bayinya malah keluar dan marah2 sama sopir bajaj itu dan menyuruhnya segera pergi.

“berisik banget sih !! bajaj kok masuk perumahan !! ngeselin banget !!” teriak Ibu2 itu, diikuti anggukan oleh Ibu2 lain, Ify hanya menggigit bibirnya, tanda takut sama omelan para ibu2. Sementara Rio masih dengan tampang acuhnya.

“iya bang, kalo misalnya mau cari penumpang jangan diperumahan kalo, sono noh dibunderan HI , pasti banyak, atau di pasar tanah abang,, kalo di perumahan gini jarang yang mau naik, tu anak saya jadi kebangun gara2 bunyi bajaj ini!!” omel ibu yang satunya lagi, pake nyolot banget lagi.

“bu, ini ada penumpang yang mau naik, kan ga ada salahnya nolak rejeki!” kata sopir bajajnya itu sambil menunjuk Ify dan Rio satu persatu.

“yaudah atuh, cepetan !! neng, mas, kalo mau naik bajaj tuh cepetan, udah tau ini perumahan kan berisik kalo ni bajaj Cuma dinyalain doang kagak jalan !” omel ibu2 yang lain membuat Ify angkat bicara.

“maaf bu, tadi mobil kami sempat tertabrak pohon, dan kami mau pulang, dan satu2nya kendaraan Cuma bajaj doang, jadilah kami naik bajaj!!” jels Ify yang ujung2nya sebenarnya ga penting.

“yaudah buruan pergi, jangan bikin keributan disini , ayo atuh sok !!” suruh si ibu2 tadi, ahkirnya mau ga mau Rio naik juga ke bajaj itu dengan wajah kesalnya , dan bajaj itu melesat pergi, sebelum tadi si sopirnya meminta maaf kepada para warga.
###############
Oik lagi mengelap meja di ruang tamunya, sambil bernyanyi-nyanyi kecil. Seperti yang Sivia bilang, Ia harus mengurus segala keperluan tamu, ya akhirnya inilah kerjaannya sekarang.

“RIOOOOOO!!” teriak salah seseorang di luar rumah itu, suaranya amat nyaring membuat Oik kesal mendengarnya, akhirnya Ia memutuskan untuk keluar karena mendengar suara nyaring itu.

“RIOOOOOO!!!” teriaknya lagi. Oik tutup kuping sambil bawa kemoceng,, kalo sampai tu orang teriak2 lagi, nyahoo lu ama Oik.

“RII …” baru orang itu uingin memanggil Rio lagi tapi udah keburu dicegat sama Oik.

“ehh, apaapaan sih, berisik banget, kalo manggil tuan Rumah tu yang sopan dong!! Mana cempreng banget lagi suara situ !!” Oik teriak biar menyamakan suara laki2 tadi.

“yee, maap, gue dan temen gue emang kalo manggil ke rumah Rio ya tereak2 begitu!” katanya santai. Lelaki disampingnya, menyipitkan matanya yang udah sipit.

“nyehh, lo aja kali gua ngga !!” katanya sewot.

“yaudah2 , kalian kesini mau ngapain ?? tuan Rio ga ada di rumah , lagi pergi !!” kata Oik ujung2nya sewot.

“yah ? tadikan kita udah janjian mau main pees, iya kan , Vin ??” tanyanya pada lelaki disampingnya, Alvin.

“ga sih, tadi kan elo yang maksa dateng kerumah Rio buat main pees, Rionya mah iya iya aja, dan tadi dia sendiri yang bilang, kalo dia masih mau pergi , jadi ya gitu deh !!” jelas Alvin sambil mengangkat bahunya.

“hah?? Emang Rio bilang gitu ?? ahh ga asik nih si Rio !!” Cakka malah manyun. Kesal karena rencananya main pees berantakan.

“yaudah sih, kita tunggu aja didalem ! dari pada balik lagi, males banget !” kata Alvin juga yang emang niatnya mau ngadem dirumah Rio.

“jadi kita boleh masuk ??” tanya Cakka antusias.

Oik pura2 berfikir dan mengangguk. Mereka kan juga termasuk tamu, dan harus dilayani dengan baik.

Akhirnya Cakka dan Alvin langsung menyerbu masuk dan duduk di ruang keluarga, mereka sudah tak pernah canggung lagi disini, mereka sudah menganggap rumah Rio juga rumahnya, sama seperti Rio yag menganggap rumah mereka berdua adala rumahnya.

“eh , eh , eh , gimana sih ??? bukannya tunggu diruang tamu , malah main lari2 aja keruang keluarga ! songong banget sih dirumah orang !” kata Oik sewot.

Cakka dan Alvin menoleh kearah Oik yang udah kesel karena mereka main asal masuk aja.

“tenang, kita emag udah anggep ini rumah sebagai rumah kita, ya gak Vin ??” tanya Cakka.

“yoyoy , dari pada lo marah2in kita, mending lo bikinin kita minum , aus nih !!” suruh Alvin seenaknya. Oik hanya melengos lalu berjalan kearah dapur.

“Cakk, si Oik manis juga, kenapa ga lo gebet aja ???” tanya Alvin memainkan alisnya.

“hah, ga ah, cupu sih, lagian kampungan banget !!” kata Cakka jujur.

“ssstt, lo tuh kalo punya mulut dijaga ya, kalo dia denger bisa sakit hati tau ga ?? dasar lu !!” kata Alvin sambil melirik Oik yang masih sibuk dengan jus buatannya.

“iyaiya, mm, tapi manis juga sih ! senyumnya mengalihkan duniaku!” kata Cakka lebay sambil memperhatikan Oik yang lagi membuat jus sambil senyum2 sendiri.

“wow, Cakka jatuh cinta nih ceritanya??? Eh tapi kapan dia pernah senyum ama lo ??” tanya Alvin sambil berfikir kapan Oik pernah senyum sama Cakka ??

“ga juga sih, hehe,, “ Cakka cengengesan.

“yee, dasar.. mm tapi gue mau nantang lo nih ??” kata Alvin sambil memainkan matanya.

“apa ???” tanya Cakka penasaran .

“gini, kalo lo berhasil nakhlukin dia,, lo harus ajak gue ke eropa utara , gimana ???” tantang Alvin.

“yee, enak di elu kagak enak di gue, ga ah !!” tolak Cakka mentah2.

“makanya dengerin dulu, gue tadi Cuma canda. Kalo misalnya lo berhasil pacarin dia, buat dia sayang ama lo , gue bakal bayarin lo berdua nonton konser Justin Bieber, gimana ??” tawar Alvin.

Mata Cakka langsung berbinar-binar mendengar nama Justin Bieber disebut2. Dia kan amat ngefans sama Justin Bieber.

“serius lo ??”

“4000 rius , gimana ??”

“mau banget !!!” Cakka mengangguk anggukan kepalanya tanda setuju. Yaiyalah, jelas gampang baginya nakhlukin Oik, Cakka kan playboy sejati.

“eitts, ga segampang itu ,, lo harus bener2 sayang sama dia dan ga boleh selingkuh kayak kemarin2 lagi,, ngerti ??”

“yahh, itu susah Vin, lo tau kan kalo gue udah ketemu cewek, pasti tu cewe naksir sama gue, nah gue kan nanti bisa macarin dia ,, ahh susah Vin !” Cakka jadi galau setelah ditantang Alvin seperti itu.

“ga peduli gua, pokoknya kalo lo bisa setia paling ngga 1 tahun, gue bakal bayarin lo sama Dia nonton konser Justin bieber, beserta Meet and Great nya nanti,, gimana ??”

Cakka mulai berfikir lagi , dan dia memutuskan untuk mencoba saja dulu.

“mmm, insya Allah deh Vin, doain aja mudah2an iman gue kuat, oke !!”

“sippp !!” Alvin mengacungkan jempolnya pada Cakka bahwa mulai waktu ini, Cakka harus membuat Oik suka padanya, bahkan mencintainya.

Mungkin hanya dengan ini Alvin bisa merubah Cakka, semoga Cakka tak pernah mempermainkan perempuan lagi seperti biasanya. Itulah yang Alvin harapkan. Cakka bisa setia pada satu cinta .

-BERSAMBUNG-